
"Apa kalian menyukainya?" tanya Zayn saat melihat kedua putrinya sedang membongkar apa yang tadi mereka berdua beli.
"Tentu saja Dad. Kami akan mulai melukis sekarang, apa boleh?" jawab Zahiya dan Zaniya lalu bertanya pada Zayn.
"Kenapa tidak. Tapi nanti setelah makan siang, sekarang sudah waktunya untuk makan siang. Jadi jangan menunda makan" ucap Zayn yang meminta kedua putrinya untuk makan siang dulu.
"Mommy mana Dad? Kenapa sejak tadi tidak terlihat?" tanya Zahiya dan Zaniya yang sudah duduk dikursi meja makan.
"Mommy mungkin sedang tidur. Biar Daddy panggilkan" jawab Zayn yang langsung beranjak dari duduknya menuju kamar, dimana Azalya masih terlelap karena gempuran darinya.
"Kenapa kamu segini belum bangun? Apa Mommy sedang sakit?" tanya Zahiya dan Zaniya yang mulai bingung dengan Azalya yang akhir-akhir ini sering terlambat bangun dan datang ikut sarapan bersama.
"Mommy baik-baik saja, mungkin masih mengantuk saja. Sudah dulu Daddy mau memanggil Mommy dulu" ucap Zayn yang langsung beranjak menuju kamarnya untuk memanggil istrinya.
Zayn melangkah menuju kamarnya dan apa yang dia lihat sekarang adalah Azalya yang sudah bangun dan terlihat segar. Dan masih menggunakan bathrobe saja, Zayn langsung mendekati Azalya yang sedang berdiri dihadapan meja riasnya sambil merias dirinya.
"Apa kau sedang menggodaku?" tanya Zayn yang sudah berdiri dibelakang Azalya yang sedang mrmatut dirinya didepan cermin.
"Siapa yang menggoda siapa? Hubby saja yang selalu berfikiran mesum" jawab Azalya yang dengan cueknya membuka bathrobe dihadapan Zayn dan mengenakan dalaman nya dengan perlahan.
Membuat Zayn menatapnya naik turun dan dengan susah payah menahan sesuatu yang sudah menggeliat ingin segera keluar dari sangkarnya. Zayn tentu sangat marah saat melihat apa yang Azalya lakukan sekarang dihadapan nya.
"Apa kau sengaja melakukan ini semua, hmm?" tanya Zayn yang sudah membalikan badan Azalya menjadi menghadapnya.
"Sengaja seperti apa By? Aku sudah berpakaian lengkap dan juga sudah siap untuk makan siangnya dengan anak-anak yang sudah menunggunya sejak tadi" jawab Azalya yang mengalungkan tangan nya dileher kokoh Zayn dan menatapnya lekat.
"Untuk saat ini kau bisa lepas dan tidak akan aku apa-apakan. Tapi tidak untuk nanti malam, karena aku akan membuat kamu berteriak-teriak" ucap Zayn sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Azalya yang menatapnya dengan tajam.
GLEK...
Azalya menelan slivanya dengan susah payah. Apa lagi mendengar ancaman dari Zayn yang membuatnya bergidik ngeri. Bagaimana tidak ngeri, tadi pagi saja sudah membuatnya tidak bisa berjalan dan sudah tidak bisa apa-apa lagi. Apa lagi jika nanti malam digempur lagi, bisa-bisa dia benar-benar akan dirawat dirumah sakit.
"By, tidak bisakah sehari saja libur dulu. Aku sungguh lelah dan tidak bertenaga" ucap Azalya yang melepasakan rangkulan nya pada leher Zayn.
"Tidak ada penawaran lagi sweetie, karena kamu sudah berani-beraninya menggodaku dan juga membuatnya ingin segera keluar dari sarangnya" jawab Zayn dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Azalya dan sedikit mengejek.
Azalya juga mengerucutkan bibirnya lalu berbalik menjauhi Zayn sambil menghentakan kakinya dilantai dengan sangat keras. Zayn yang melihat itu semua hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Azalya yang sudah kembali seperti dulu lagi.
Saat Azalya sudah pergi Zayn mengikutinya dari belakang. Karena mereka berdua akan makan siang bersama dengan kedua putri mereka yang sudah menunggunya sejak tadi.
"Mom, kenapa Mommy lama sekali? Kami sudah sangat lapar" tanya Zahiya dan Zaniya yang sudah protes akan keterlambatan Azalya akhir-akhir ini.
"Maafkan Mommy, Mommy sedang merasa lemas saja. Juga tidak ingin kemana-mana dan beranjak dari ranjang, Maafkan Mommy ya" ucap Azalya pada Zahiya dan Zaniya yang mengangguk menatap wajah Azalya yang memang sedikit pucat.
"Oh, nanti setelah makan siang Mommy istilahat lagi saja. Kami tidak mau jika Mommy kenapa-kenapa" ucap Zahiya dan Zaniya yang mengangguk mengiyakan ucapan dari Zahiya.
"Iya sayang, Mommy akan istirahat" jawab Azalya yang mengangguk dan mengambilkan makanan untuk Zayn juga untuk anak-anaknya.
Mereka makan dengan lahap dan tidak ada yang bersuara, hingga mereka kedatangan tamu yang tidak diharapkan. Zayn langsung merubah wajahnya yang tadinya hangat menjadi sangat dingin dan juga mengerikan.
"Maaf boy, Daddy hanya ingin bertemu dengan kalian semua. Daddy juga membawa banyak mainan untuk kedua cucu Daddy" ucap seorang pria paruh baya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Louis.
"Oh, tidak apa-apa Dad, apa Mommy juga ikutan kemari?" tanya Azalya yang memang tidak tahu apa-apa dan selalu ramah pada siapa saja.
"Tidak, Mommy sedang bersama dengan Zia dan Alexa yang akan kedokter kandungan. Daddy ingin menjenguk kalian dan ingin bermain dengan twins Z, apa Daddy mengganggu waktu kalian?" jawab Dad Louis dan juga bertanya padanya Azalya, menantunya.
"Tentu saja tidak apa-apa Dad, kami malah senang jika Daddy main kemari dan juga bersama dengan Zahiya dan Zaniya. Mereka berdua juga pasti senang" jawab Azalya yang selalu ramah dan tidak melihat betapa mengerikan nya wajah Zayn saat ini.
"Jika sedang makan jangan bersuara atau mengobrol" ucap Zayn yang sudah sangat muak dan tidak ingin memperlihatkan nya pada Azalya dan kedua putrinya yang sepertinya mengerti ketidak nyamanan Daddy nya.
"Iya By, aku hanya... " ucap Azalya yang berhenti karena melihat tangan Zayn yang terangkat tidak ingin Azalya melanjutkan ucapan nya.
Azalya langsung diangguki saat melihat Zayn seperti itu, dia baru bisa melihat jika Zayn tidak nyaman dan tidak suka jika dia berbicara dengan Ayah mertuanya.
'Ada apa dengan Hubby? Kenapa dia terlihat tidak menyukai Daddy? Atau mungkin perasaan ku saja? Ah sudahlah, nanti aku tanyakan setelah selesai makan dan Daddy bermain dengan anak-anak' ucap Azalya dalam hati dan memperhatikan tatapan datar Zayn dan tidak seperti biasanya.
"Mom kami sudah selesai" ucap Zahiya dan Zaniya yang memang sepertinya mengerti akan situasi yang tidak baik antara Daddy dan juga grandpa nya.
"Iya sayang. Kalian boleh bermain sebentar dan baru bobo siang" jawab Azalya yang menatap kedua putrinya mengangguk dan mengajak Dad Louis untuk bermain bersama.
Setelah kepergian Zahiya dan Zaniya juga Dad Louis, Azalya memberanikan diri untuk bertanya pada Zayn. Tapi apa yang Azalya dapatkan hanya kebisuan dan juga membuatnya semakin tidak mengerti akan kedua pria yang tidak lain adalah Ayah dan anak ini.
"By, apa ada sesuatu antara Hubby santai Daddy? Kenapa Hubby terlihat sangat tidak menyukai Daddy berkunjung kemari? Maaf jika aku terkesan ikut campur urusan Hubby" tanya Azalya yang merasa takut akan tatapan asing yang dia lihat dari mata Zayn sekarang.
Zayn tidak mengatakan apa-apa, melainkan dia langsung beranjak dari duduknya menuju ruangan kerjanya. Azalya yang memang tidak tahu apa-apa menjadi serba salah, apa yang harus dia lakukan? Jika dia memaksa Zayn untuk mengatakan nya pasti akan ada pertengkaran diantara dua dan Zayn.
"Huh, ada apa sebenarnya dengan Hubby dan Daddy? Kenapa Hubby terlihat tidak menyukai Daddy kemari dan malah seperti musuh melihatnya? Sedangkan tatapan Dad Louis malah terlihat penuh penyesalan. Ah, sudahlah. Bikin tambah pusing saja" gumam Azalya yang malah langsung beranjak pergi menuju kamarnya.
Dia masih butuh istirahat karena kondisi badan nya masih sangat lemas dan juga ingin memulihkan tenaganya yang sudah terkuras habis oleh Zayn. Dan harus mempersiapkan dirinya untuk nanti malam yang tidak akan bisa tidur lagi. Karena Zayn sudah mengancamnya akan melakukan nya hingga pagi.
.
"Aku akan membuat perhitungan jika kedua putriku kau lukai. Dan aku tidak akan segan melakukan nya" gumam Zayn yang sedang mengepalkan kedua tangan nya dan tatapan nya terus menatap layar laptop yang menampilkan Zahiya dan Zaniya juga Dad Louis.
Sedangkan Zahiya dan Zaniya yang terlalu peka dengan semua orang menatap Dad Louis dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Mereka berdua tidak ingin jika pria paruh baya ini merasa sedih karena sikap mereka berdua.
"Grandpa, kenapa grandpa membuat Daddy kecewa dan tidak bisa mempercayai grandpa lagi?" tanya Zaniya yang memang selalu akan mengatakan jika dia tidak menyukainya dan menyukainya. Apa lagi ini menyangkut tentang Daddy yang selala ini mereka berdua rindukan.
Tentu saja Dad Louis merasa heran dengan apa yang dia dengar. Anak seusia Zaniya menanyakan hal yang menurutnya tidak mungkin akan dimengerti oleh anak-anak seusia mereka berdua. Tapi keduanya adalah keturunan Zayn yang sangat genius, pasti kedunya juga memiliki keheniusan Zayn juga.
"Grandpa dan juga Daddy kalian tidak ada apa-apa. Hanya sedang tidak berbicara saja. Dan itu akan segera berakhir, karena begitulah orang dewasa" jawab Dad Louis yang secara tidak langsung mengatakan yang sebenarnya pada kedua bocah genius itu.
"Kami berdua mengerti itu semua grandpa, kami tidak akan menanyakan macam-macam lagi. Karena know tidak ingin menyakiti Daddy yang sudwh lama kami berdua rindukan dan sekarang bisa berkumpul. Dan juga tidak ingin menyakiti grandpa juga, kami menyayangi kalian berdua dan tidak ingin jika kalian bermusuhan seperti ini. Lebih baik grandpa meminta maaf pada Daddy atas apa yang pernah grandpa lakukan" ucap Zahiya dan Zaniya yang menyambung kata-kata Zahiya jika dia berhenti mengatakan nya.
Dad Louis tentunya saja tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan dari kedua cucunya ini. Ternyata mereka berdua sangat dewasa dalam mengambil sikap pada dirinya yang jelas-jelas sudah sangat melukai hati dan perasaan seorang Zayn. Hingga tidak mau menyandang namanya dan juga nama Daddy kandungnya sendiri. Ini semua adalah ulahnya yang sudah membuat hilangnya kepercayaan seorang Zayn Malik.
"Jika grandpa tidak ada lagi yang kita bicarakan. Kami ingin menemui Daddy yang lasting akan kecewa jika kami bermain dan berbicara panjang dengan grandpa. Maafkan kami, kami berdua minta maaf grandpa" ucap Zahiya dan Zaniya yang membungkukan badan nya dihadapan Dad Louis yang menatap dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca.
"Iya, grandpa juga harus pergi sekarang. Ini semua mainan untuk kalian berdua, semoga saja kalian berdua menyukainya. Karena grandpa tidak mengetahui apa yang kalian sukai dan tidak sukai" ucap Dad Louis yang memberikan dua buah boneka dan juga dua set boneka barbie berukuran besar pada kedua cucunya itu.
"Thank you grandpa" ucap keduanya yang langsung menerima semua pemberian dari Dad Louis walau tanga mereka tidak mampu untuk menerima dan menahan nya.
"You're welcome sayang" jawab Dad Louis yang sudah meneteskan air matanya lalu segera menghapusnya dan mengusap kedua pipi Zahiya dan Zaniya bergantian lalu beranjak pergi setelah mengatakan itu pada Zahiya dan Zaniya.
"Apa kita sudah bersikap baik pada grandpa?" tanya Zahiya yang menatap punggung grandpa nya ya g terlihat sangat lesu dan juga terlihat sedikit bergetar.
"Mungkin saja benar, karena kita berdua tidak tahu apa permasalahan diantara Daddy dan grandpa" jawab Zaniya yang menggelengkan kepalanya juga mengedikan bahunya cuek.
"Baiklah, kita temui Daddy. Kita buat Daddy berbaikan lagi dengan grandpa" ucap Zahiya yang sudah sangat bersemangat untuk bisa membuat Daddy nya mau memaafkan dan juga berbaikan seperti dulu.
"Let's go" jawab Zaniya yang mengacungkan tangan nya sambil mengepal dan diikuti oleh Zahiya yang melakukan nya bersama-sama.
TOK...
TOK...
TOK...
CKLEK...
"Daddy, coba lihat apa yang diberikan oleh grandpa pada kami" ucap Zahiya dan Zaniya yang sedikit kerepotan membawa dua mainan baru mereka yang diberikan oleh Dad Louis. Saat mereka berdua masuk kedalam ruangan kerja Daddy nya.
"Wah, sepertinya kalian sangat senang dengan mainan baru kalian?" tanya Zayn yang membantu keduanya membawa dua mainan nya.
"Sebenarnya kami tidak terlalu suka, tapi karena ini adalah pemberian dari grandpa. Maka kami harus menerimanya bukan Dad?" jawab Zahiya dan Zaniya yang kembali bertanya pada Daddy nya.
"Tentu saja, itu namanya menghargai. Jadi jangan pernah menolak pemberian orang lain, dan jika kita tidak menyukainya. Bisa kita berikan pada yang lebih membutuhkan" ucap Zayn pada kedua putrinya yang sangat pintar ini.
"Oke Dad, kami akan mengumpulkan mainan yang masih bagus dan kami tidak menyukainya. Kami akan memberikan nya pada anak-anak yang tidak mampu membelinya" jawab Zahiya dan Zaniya yang menampilkan senyuman mengembang dibibir keduanya dengan semangat.
"Good girl. Daddy bangga badan kalian yang sudah mengerti apa arti berbagi pada yang membutuhkan. Tapi apa kalian berdua memiliki banyak mainan untuk disumbangkan?" tanya Zayn yang membuat kedua putrinya ini salaing pandang dan nyengir samil menggeleng.
"Kalian ini ada-ada saja. Lebih baik disimpan dulu, setelah banyak baru bisa menyumbangkan. Tapi jika memang ingin memberikan nya, kalian bisa menggunakan black card yang Daddy berikan tadi" ucap Zayn yang mengingantkan kedua putrinya untuk menggulingkan black card yang sudah diberikan pada Zahiya dan Zaniya.
"Apa boleh Dad? Tapi, kami baru saja membeli sesuatu yang sangat banyak. Masa harus berbelanja lagi, itu kan pemborosan Dad namanya" tanya Zahiya dan Zaniya yang malah kembali lesu karena mereka berdua baru menggunakan kartu sakti yang diberikan oleh Daddy nya.
"Tentu saja boleh, kenapa tidak. Daddy tidak semiskin itu untuk membuatkan kalian berdua hanya sekedar membeli mainan. Jangankan mainan nya saja, toko mainan nya saja bisa Daddy belikan untuk kalian berdua" jawab Zayn yang mengatakan itu pada kedua putrinya.
"Kami tahu Daddy, tapi kamu bisa memikirkan nya nanti. Karena kata Mommy kita jangan menghamburkan uang dengan sesuatu yang tidak baik dan tidak terlalu penting" jawab Zahiya dan Zaniya yang tersenyum dan selalu mengingat apa yang sering Azalya ucapkan pada mereka berdua.
Zayn sangat bangga pada kedua putrinya ini. Mereka bukan hanya cerdas dan juga pintar saja, keduanya juga sangat mengerti akan semua yang dikatakan oleh Mommy nya.
.
.
.
Maafkan Othor ya reader kesayangan... Othor baru bisa up sekarang, jangan lupa subscribe dan tinggalkan jejak kalian semua ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya untuk Othor...
Pollow akun Othor juga ya...
IG. @atikah_syarif440
FB. Atikah syarif