
Zayn hanya menghela nafasnya saja. Dia memang tidak bisa menyalahkan Mommy nya atau Mama Soraya yang sudah berfikiran seperti itu. Tapi ini memang harus segera diluruskan supaya tidak ada kejadian yang seperti ini lagi kemudian hari.
"Memangnya apa yang harus Aza lakukan Mom?" tanya Azalya yang menatap semua orang bergantian.
"Kamu pakai alat ini ya, kamu bisa kan menggunakan nya? Jika tidak baca saja petunjuk yang ada didalamnya" jelas Mom Vita yang memberi saran pada Azalya, menantunya.
"Baiklah Mom" jawab Azalya dengan menerima sebuah benda yang diberikan oleh Mom Vita.
"Apa kau bisa sendiri?" tanya Zayn yang melihat Azalya sudah melangkah menuju kamar madi yang tidak jauh dari ruang makan.
"Emm" jawab Azalya yang mengangguk dengan apa yang ditanyakan oleh Zayn. Zayn hanya mengangguk lalu menunggu apa yang akan terjadi nantinya.
Semua orang juga harap-harap cemas menantikan kabar yang akan Azalya berikan pada mereka. Tapi setelah menunggu beberapa menit tapi Azalya belum juga keluar, membuat semua orang panik. Apa lagi Zayn yang sudah sangat panik melihat istrinya tak kunjung keluar juga dari kamar mandi.
"Mom, kenapa belum keluar juga? Apartment yang terjadi dengan nya?" tanya Zayn yang langsung beranjak pergi menuju kamar madi didekat ruang makan.
Mom Vita dan yang lain nya mengikuti Zayn menuju kamar mandi. Dan disana Zayn sedang mengetuk pintu berulang-ulang tapi tidak ada jawaban juga dari dalam. Membuat semua orang panik dan ingin mendobrak pintu kamar mandi tersebut. Tapi semuanya diurungkan saat melihat Azalya yang keluar dengan wajah yang sudah berderai air mata.
"Kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa menangis? Katakan padaku?" berbagai pertanyaan yang malah membuat Azalya semakin kencang menangisnya.
"Diamlah, semua akan baik-baik saja. Jika memang hasilnya tidak sesuai, so jangan menangis. Oke" ucap Zayn yang menangkup wajah Azalya yang masih menangis sesegukan dan juga air matanya tidak mau berhenti mengalir.
Azalya hanya menangis dan menyerahkan alat tes kehamilan itu pada Zayn. Zayn yang menerimanya dibuat bingung, pasalnya dia tidak mengerti dengan semua itu. Zayn mengerutkan keningnya saat melihat ada garis dua yang sangat jelas dan juga sangat merah sekali.
"Maksudnya apa dengan diam garis ini?" tanya Zayn yang membuat semua orang tersenyum mendengarnya dan langsung mengucapkan syukur atas kabar bahagia ini.
"Alhamdulilah, akhirnya apa yang Mama fikirkan memang benar adanya" ucap Mama Soraya yang langsung berpelukan dengan Mom Vita yang sudah berderai air mata juga saking terharunya dengan semua kejadian seperti ini.
"Maksud Mama?" tanya Zayn yang semakin tidak mengerti dengan semua ini.
"Istri kamu memang benar-benar hamil Z" jawab Mom Vita yang langsung beralih memeluk menantunya yang masih menangis karena terharu dengan semua yang dia alami sekarang.
"Benarkah Mom?" tanya Zayn yang dijawab oleh anggukan semua orang saat mereka semua sudah melihat tespek tersebut ditangan mereka. Dan itu membuat Zayn langsung memeluk Azalya dengan sangat erat dan juga tidak henti-hentinya menciumi seluruh wajah dan juga terakhir adalah bibirnya. Tapi itu semua hanya sekilas, karena memang sangat bahagianya.
"Thank you my wife, and i love you" ucap Zayn sambil berbisik ditelinga Azalya dan langsung mendapatkan pelukan dan juga membuat Azalya semakin senang lagi mendengar ungkapkan cinta dari Zayn.
"Boleh hubby ulangi lagi kata-katanya?" tanya Azalya saat dia sudah mengurai pelukan nya pada Zayn.
"Tidak ada kata ulang" jawab Zayn yang tidak mau mengucapkan kata-kata yang membuat Azalya semakin senang dan juga semakin bahagia berlipat-lipat ganda. Sudah mengetahui jika dia sedang mengandung dan sekarang dia mendapatkan ungkapkan cinta juga dari orang yang sejak beberapa bulan yang lalu dia tunggu-tunggu ungkapkan perasaan nya.
"Ish, hubby nyebelin!!!" ucap Azalya yang menghentakan kakinya diatas lantai dengan sangat kencang lalu mendorong tubuh Zayn untuk menjauh darinya.
Zayn hanya diam melihat perubahan mood yang terjadi pada Azalya. Karena itu tidak bisa diprediksi atau apapun, setelah mengetahui jika Azalya sedang mengandung dia harus extra untuk menjaga dan juga membahagiakan mood nya supaya tidak naik turun seperti rolerkoster.
"Selamat Z, kamu akan menjadi seorang Daddy. Kamu harus lebih banyak sabar dan juga selalu menjaganya dengan baik" ucap Mom Vita yang melihat putranya yang sedang menatap dan juga menghela nafasnya melihat mood swings Azalya.
"Terimakasih Mom" ucap Zayn yang langsung menyusul Azalya yang sudah masuk kedalam kamar.
"Kenapa malah ngambek lagi?" tanya Zayn yang sudah masuk kedalam kamar melihat Azalya yang sedang duduk membelakangi pintu dengan punggung yang naik turun. Menandakan jika dia sedang menangis.
Zayn berjalan menghampiri Azalya dan berdiri tepat dihadapan nya saat ini. Zayn berlutut dihadapan Azalya supaya bisa menatap wajah Azalya yang sedang menunduk dengan linangan air mata yang terus menetes.
"Hey, kenapa masih saja menangis? Apa Mommy Az tidak kasihan pada baby Z yang pasti ikutan bersedih?" tanya Zayn yang mulai bisa merayu Azalya. Ini adalah kali pertama untuk Zayn membual dan juga merayu seseorang. Tapi dia lakukan supaya Azalya tidak menangis lagi, karena akan berpengaruh pada baby mereka.
"Benarkah By? Tapi hubby bikin kesel, kenapa hubby tidak mau mengulang kata-kata itu lagi. Apa salahnya jika mengatakan itu semua pada ku?" tanya Azalya yang bertanya dengan suara yang tersengal-sengal karena menangis.
"Tapi, kenapa harus secepat ini? Bukankah hubby bilang kita bisa cukup lama disini? Kenapa sekarang jadi berubah?" tanya Azalya yang tidak ingin cepat kembali dan berjauhan lagi dengan seluruh keluarganya.
"Tapi aku mendapat masalah. Disana sedang ada masalah besar dan kemungkinan tidak akan selesai jika aku tidak ada dan nlmungkin saja akan lebih parah dan tidak bisa diselesaikan. Tolong mengertilah" ucap Zayn yang mencoba bicara perlahan dan juga bisa Azalya terima dengan baik.
"Tapi jika masih ingin disini dulu juga tidak apa-apa. Nanti aku akan menjemput mu setelah kamu ingin pulang" ucap Zayn yang akhirnya membuat keputusan untuk tidak membawa Azalya pulang bersamanya.
Walau mungkin nanti dia akan mengalami mual muntah dan juga pusing. Tapi jika Azalya menginginkan yang seperti itu kenapa dia harus egois? Lebih baik berpisah untuk sementara, dari pada dia membuat istrinya selalu bersedih. Apa lagi yang dia akan hadapi bukanlah masalah biasa, dia baru saja mendapatkan pesan dari Jeff jika dia berhasil mengambil senjata yang sedang mereka incar.
Tapi tidak dengan Marcos. Dia gagal dalam menjalankan tugasnya, karena dari fostur tubuhnya sangat mirip dengan Zayn. Dan itu membuat dia menjadi sasaran empuk untuk segera dihabisi oleh orang-orang yang memang sedang mengincar Zayn.
"Kapan hubby akan kembali?" tanya Azalya yang sudah cukup lama diam menatapi Zayn yang juga sedang menatapnya.
"Besok pagi. Mungkin juga aku tidak bisa menemanimu untuk periksa dan juga melihat baby Z didalam sini" ucap Zayn yang membuat Azalya kembali menangis karena penuturan Zayn padanya yang menurutnya ini sangat sedih sekali. Untuk pertama kalinya mereka akan berpisah dan tidak akan bisa bertemu dan juga bersama-sama seperti ini.
"Jangan bersedih. Aku berjanji akan sering menghubungi mu, jaga baby Z dengan baik. Oke" ucap Zayn yang menangkup kedua pipi Azalya dan juga dia tersenyum menatap Azalya yang sedang meneteskan air matanya lagi.
Zayn langsung memeluk Azalya dengan sangat erat dan juga akan sangat merindukan saat-saat seperti ini jika berjauhan kelak. Zayn memang harus bisa membiasakan diri tanpa Azalya disampingnya nanti.
Azalya juga merasakan hal yang sama. Dia tidak ingin berjauhan dari Zayn, tapi dia juga ingin dekat dengan keluarganya. Apa lagi yang akan mereka lakukan jika sudah seperti ini. Baik Azalya maupun Zayn keduanya sedang mencoba menguatkan hati dan juga perasaan nya masing-masing.
"Sudah jangan bersedih lagi. Kita habiskan malam ini dengan penuh senyuman yang juga penuh keringat. Bagaimana?" ucap Zayn yang mencoba untuk menggoda Azalya yang sedang murung juga bersedih supaya kembali tersenyum.
PUG...
"Hubby ih, dasar mesum. Masih saja berfikiran kesana-sana" ucap Azalya yang mana langsung tersenyum saat mendengar ucapan dari Zayn padanya.
"Biar mesum, tapi kamu suka bukan" ucap Zayn yang menatap Azalya dengan sangat intens dan juga sangat dekat dengan wajahnya.
"Iya sih. Apa hubby akan lama menjemput ku nanti?" tanya Azalya saat melihat Zayn hanya diam saja saat diajak bertanya seperti itu padanya.
"By, kenapa tidak menjawab ku? Apa hubby akan lama?" tanya Azalya dengan tatapan sangat serius dan juga penuh harap padanya.
"Iya, mungkin iya mungkin juga tidak. Jika urusan ku disana sudah selesai maka, secepatnya aku akan menjemput kalian untuk pulang" jawab Zayn dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Azalya merasa ada yang aneh dengan sikap Zayn saat ini, tapi dia tidak mungkin jika dia menanyakan langsung padanya.
"Baiklah. Sekarang kita istilahat saja, kamu sudah terlalu banyak menangis hari ini. Kita harus segera tidur" ucap Zayn yang diangguki oleh Azalya., setelah menunggu beberapa saat Azalya sudah terlelap dengan sangat mudah. Mungkin karena dia terlalu lelah menangis, jadi dia dengan sangat mudah untuk tertidur.
Zayn bangkit dari berbaringnya untuk membicarakan ini dengan para orang tua. Dan benar saja mereka masih ada diruang keluarga dan Mom Vita, Dad Louis juga masih ada disana. Zayn menghampiri semua orang yang sedang mengobrol bersama langsung berhenti melihat Zayn yang baru saja datang dengan wajah yang datar dan juga sangat dingin.
"Z, ada apa? Kenapa kamu tidak istirahat dengan Azalya?" tanya Mom Vita yang mengira jika Zayn sudah beristirahat dengan Azalya.
"Z ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting dan juga harus sekarang juga pada kalian semua. Dan kebetulan masih berkumpul disini" jawab Zayn yang sedang menatap semua orang satu persatu. Sedangkan Dad Louis sudah tahu akan masalah ini, entah bagaimana cara Dad Louis bisa tahu segalanya.
"Ada apa? Katakan saja nak, Mama dan Papa akan mendengarkan nya" ucap Mama Soraya yang memang selalu bijaksana.
"Saya harus kembali sekarang juga. Karena sedang ada masalah disana, tapi Azalya tidak mau ikut dengan saya karena masih ingin berada disini dengan Mama dan Papa. Jadi saya akan segera kembali tanpa Azalya. Tapi jika urusan saya sudah selesai, saya akan segera menjemputnya kembali" jelas Zayn yang mengatakan jika dia akan kembali sekarang juga, mereka semua yang ada disana saling pandang dan tidak tahu harus mengatakan apa pada Zayn.
.
.
.
Saweran nya ya... Ditunggu oleh Othor