
"Maafkan aku Joyce, aku tidak pantas disebut sebagai seorang suami dan juga Ayah yang baik untuk kalian berdua. Aku pantas mendapatkan ini semua, aku pantas mendapatkan hukuman seperti ini dari kalian. Kebencian, hanya kebencian yang pantas kalian berikan padaku" gumam Zico sambil terus menunduk dan bersimpuh diatas tanah yang masih terasa lembab.
"Anda memang pantas mendapatkan nya Tuan. Saya sudah tidak sudi lagi berada didekat anda, saya bertahan demi Ibu saya. Sekarang beliau sudah tidak ada, jadi jangan harap saya bisa menghargai dan melihat anda. Karena anda hanya... Maaf sebelumnya, anda hanya menanamkan benih anda saja lalu meninggalkan semua kewajiban anda sebagai seorang pria dan sebagai seorang suami. Apa lagi seorang Ayah. Jika anda menginginkan saya untuk seperti sebelumnya, maaf saja. Saya tidak bisa melakukan itu" ucap Daffy yang ternyata mendengarkan ucapan Zico saat dia menunduk tadi.
Zico benar-benar sudah hancur sehancur-hancurnya. Dia sudah kehilangan rasa simpati dan rasa hormat putra semata wayangnya. Dan sekarang apa yang dia tanam itulah yang akan dia tuai.
"Kamu memang pantas membenci Daddy Daf, Daddy sudah banyak menorehkan luka pada kalian berdua. Jangan meninggalkan keluarga mu, biar Daddy saja yang pergi dan mengasingkan diri. Kamu tetap disana dan jangan pergi kemana-mana" ucap Zico yang masih menunduk dan tidak berani menatap wajah putranya ini.
"Anda tidak perlu khawatir, karena saya bukanlah anda yang meninggalkan keluarganya entah demi apa. Karena saya masih sangat memerlukan sosok keluarga" jawab Daffy yang mana langsung membuat Zico hanya diam dan mengangkat wajahnya untuk menatap wajah Daffy sebelum dia benar-benar pergi.
"Maafkan Daddy Daffy. Sekali saja panggil Daddy, dengan begitu Daddy bisa pergi dengan tenang" ucap Zico sambil menatap wajah putranya yang sangat mirip dengan dirinya waktu muda dulu.
Untungnya sifat dan sikap plin plan nya tidak menurun padanya. Dia bahkan lebih mirip dengan Zio yang bisa bersikap konyol bahkan menghibur. Apa lagi soal konsisten dan keinginan nya yang baik, pasti akan dia kejar semampunya. Sangat mirip dengan Joyce yang penuh dengan ambisi.
Daffy menurunkan egonya dan dia ikut bersimpuh dihadapan Zico. Dia menatap wajah pria paruh baya yang tidak lain adalah Ayah nya sendiri, dia benar-benar mendengarkan ucapan dari Zayn yang menasehatinya supaya bisa melihat dari sudut pandang seorang Zico dan sudut pandang seorang Joyce. Akhirnya dia mengerti, baik Zico maupun Joyce mereka sama-sama saling menyakiti dengan bertahan dan menutupi semuanya hanya demi dirinya yang tidak harus memilih salah satu dari mereka berdua. Dan itu yang membuat Daffy bisa mengerti keadaan Zico saat ini.
"Dad, aku sudah lama memaafkan Daddy. Aku juga sudah memaafkan Mommy, karena kalian seperti ini hanya karena ingin membuatku bahagia dengan mengorbankan kebahagiaan kalian sendiri. Jadi tidak ada lagi yang harus Daddy tebus untuk ku, Daddy hanya harus selalu bersama dengan ku dan menemaniku" ucap Daffy yang langsung memeluk tubuh pria paruh baya yang mana dia adalah Ayah kandungnya sendiri.
"Terimakasih, terimakasih karena sedah memaafkan Daddy dan mau menerima Daddy. Tapi maaf, Daddy harus tetap pergi untuk menebus semua kesalahan dan juga kebo**han yang sudah Daddy berikan untuk Mommy kamu. Daddy hanya minta jangan menirukan apa yang Daddy lakukan selama ini, jadilah pribadi yang baik dan bertanggung jawab. Jangan pernah menyakiti hati wanita yang kamu sayang dan jadilah pria yang baik, bukan seperti Daddy" ucap Zico yang memaksakan dirinya untuk tersenyum dan menatap wajah Daffy yang sedang menatapnya dengan deraian air mata.
"Daddy akan kemana? Apa Daddy akan meninggalkan ku sendiri? Apa Daddy tidak ingin menghabisakan waktu yang sudah terbuang sia-sia dulu?" tanya Daffy yang berubah manja pada Zico yang sebenarnya dia ingin melakukan itu sejak dulu. Tapi dia merasa segan dan tidak berani melakukan nya. Jadi dia ingin memanfaatkan keadaan yang sudah bagus seperti sekarang.
"Apa yang kamu inginkan? Mungkin saja Daddy bisa mengabulkan?" tanya Zico yang sudah kembali bersemangat saat mendengar keinginan pertama dari putra semata wayangnya.
"Aku ingin mengunjungi wahana bermain bersama dengan Daddy. Dulu memang sering melakukan nya, tapi kali ini entah kenapa aku ingin melakukan nya lagi bersama dengan Daddy" jawab Daffy dengan manja pada Zico.
"Hahaha, kamu memang tidak bisa berubah akan hal itu. Baiklah, kita akan kesana dan menghabisakan waktu kita berdua disana" ucap Zico yang memaksakan dirinya untuk tertawa walau hatinya terasa sangat sakit.
"Oke Dad" jawab Daffy yang juga tersenyum kecut menatap wajah Zico yang sangat terlihat lelah.
Saat akan menyebrang Zico malah berbalik karena ingin memberikan sesuatu pada Joyce untuk yang terakhir kalinya. Tapi saat akan berbalik Zico melihat mobil yang melaju dengan cepat dan terlihat tidak tentu arah juga.
"Daffy... Awas...!!!" teriak Zico yang membuat Daffy menoleh juga Zahiya dan Zaniya yang ikut berteriak. Zico berlari sekencang mungkin dan mendorong tubuh Daffy menjauh dari mobil yang akan menabraknya dan...
BRAK...
BRAK...
BRUK...
DUAR...
"Daddy.... " teriak Daffy yang langsung menghampiri tubuh Zico yang terpental sangat jauh dijalanan beraspal itu.
Zahiya dan Zaniya juga menghampirinya. Angga dan Marcos memeriksa keadaan pengemudi yang masih didalam mobil dan menabrak pohon dengan sangat kencang. Mungkin saja sudah tidak tertolong lagi, karena kondisi mobilnya yang sudah tidak parah dan....
DUAR....
DUAR....
Terdengar ledakan yang sangat kencang dari mobil tersebut. Angga dan Marcos tidak jadi menghampirinya, mereka berdua langsung berlari kearah dua Nona Muda mereka yang menghampiri Daffy.
"Dad, kenapa Daddy mengorbankan diri untuk Daffy?" tanya Daffy yang sudah berderai air mata dan dia juga mengalami luka lecet dibagian tubuhnya karena tadi Zico mendorongnya lumayan kencang menghindari supaya tidak tertabrak.
"Maafkan Daddy boy. Uhuk.... Daddy senang kamu tidak apa-apa, Daddy harus pergi. Mommy kamu sudah menjemput Daddy. Uhuk... Uhuk..." ucap Zico yang langsung tidak sadarkan diri lagi dan kondisinya sudah sangat mengenaskan dengan luka yang sangat parah dan bisa dibilang seratus persen semuanya terluka. Walau bagian kepala tidak terlalu parah, tapi bagian dadanya yang membentur aspal sangat parah.
"Dad, tidak. Daddy tidak boleh meninggalkan aku, Daddy harus bertahan. Daddy...... " teriak Daffy yang mana membuat semua orang yang ada disana merasa sedih juga kasihan. Dihari yang sama dia kehilangan kedua orang tuanya untuk selama-lamanya.
"Inalillahi wainnailahihi rojiun" ucap Zahiya dan Zaniya yang melihat Angga menecek denyut nadinya sudah tidak ada.
Daffy benar-benar sangat terlukul akan semua ini. Semua keluarganya semakin syok mendengar kabar kepergian Zico dengan cara yang mengenaskan seperti itu. Ketika ja**d Zico dibawa pulang kerumah duka, disana sudah banyak orang yang menunggu Danu banyak juga yang menangis karena kejadian ini begitu cepat dan sangat tidak disangka.
"Daf, kamu yang kuat. Kamu harus menerima semua ketentuan Allah untuk kedua orang tua kamu" ucap Mom Vita yang memeluk cucu pertamanya yang hanya diam dan menatap kosong kedepan.
Saat ada pihak kepolisian datang langsung dicegah oleh Angga dan Marcos yang sudah ditugaskan oleh Zayn untuk bisa mengamankan keadaan dan tidak ada yang menanyai Daffy nantinya. Karena Zayn tahu, jika Daddy masih sangat syok juga sangat terpukul akan hal ini.
"Bang Daffy kuat. Bang Daffy adalah super hero kami, jadi bang Daffy tidak boleh menyalahkan diri sendiri" ucap Zaniya yang memang sejak dulu lebih dekat dengan Daffy dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain.
Zahiya mengobati luka lecet dibagian tubuh Daffy, seperti tangan dan juga dagunya. Dia mengobatinya dan Zaniya yang mengajak berbicara. Keduanya memang Sabbath kompak dan tidak diragukan lagi solidaritas mereka berdua pada Daffy.
.
Hingga malam menjelang seluruh keluarga masih berkumpul setelah mengadakan acara yasinan bersama dengan memanggil para anak-anak pesantren dan juga anak-anak yatim piatu untuk ikut mendo'akan kedua almarhum.
Zayn mengajak Daffy yang sudah tenang untuk bicara berdua. Dia ingin menyerahkan semuanya haknya sebagai putra dari Zico Pratama, yang mana akan mengelola perusahaan yang memang sudah diamanahkan untuk dikelola olehnya.
"Apa uncle sudah bisa bicara?" tanya Zayn yang tidak bisa berbasa-basi.
"Bicalah uncle" jawab Daffy yang menatap Zayn dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kau adalah putra tunggal dari Zico Pratama Edison, dan kau berhak atas ini semua. Jika kau sudah siap untuk mengelola perusahaan maka kau akan langsung melakukan nya. Tapi jika kau merasa tidak siap dan tidak mau karena alasan tertentu dan itu meyakinkan. Maka semua ini kau bisa menyerahkan nya pada orang yang kau percaya. Karena maaf, bukan uncle ingin ikut campur. Karena kamu tidak berhak sebenarnya atas warisan dari Zico Pratama Edison. Karena ini adalah milik kakek kamu sendiri dan dia bukanlah asli kakek kamu. Dia hanya kakek sambung. Dan dia ingin menyerahkan nya padamu, apa kau sanggup menerima tanggung jawab sebesar ini darinya? Jika kau tidak sanggup, maka katakan uncle akan mengurus semuanya untukmu" jelas Zayn dengan panjang lebar dan itu sudah bisa membuat Daffy tidak bisa menolak kata-kata Zayn barusan.
"Seperti yang uncle katakan padaku tadi. Aku tidak berhak atas semua itu, karena aku sudah tahu. Jika aku tidak bisa menerima beban berat seperti itu. Karena aku sudah tahu jika aku adalah anak yang ada diluar nikah, dan itu sangat tidak adil jika aku mendapatkan hal yang sama dengan yang lainnya. Aku akan meraih cita-citaku saja uncle, uncle tidak perlu khawatir akan hal itu. Aku sudah dewasa dan bisa mengurus diriku sendiri. Jika aku membutuhkan bantuan, aku akan memberitahu uncle" jawab Daffy yang tidak ingin mengambil sesuatu yang bukan haknya. Jadi dia menolak semua yang memang sudah Zayn duga akan hal itu. Karena Daffy sedikit banyaknya mengerti agama, jadi dia akan menolak semuanya.
"Oke, uncle akan memberikan ini pada yang berhak dan yang mau mengelolanya saja. Apa kau tidak akan menyesal nantinya?" tanya Zayn lagi yang ingin mencoba untuk menggoyahkan pendirian Daffy.
"Tidak uncle" jawab Daffy yang menatap lurus manik hitam Zayn dengan lekat.
Zayn mengangguk dan dia ingin beranjak pergi. Tapi balik lagi saat Daffy mengatakan jika dia juga ingin pergi dari mainson Edison dan meninggalkan semua fasilitas yang dia dapatkan sebelumnya dari Zico maupun Joyce.
"Aku juga ikut uncle, aku ingin berpamitan juga pada mereka semua. Jika aku tidak akan tinggal disini lagi, aku ingin hidup sebagai Daffy yang biasa-biasa saja. Dan mungkin tidak akan ketempat Opa dan Oma juga. Aku ingin hidup mandiri dan berdiri diatas kaki sendiri untuk bisa bertahan" ucap Daffy yang membuat Zayn mengernyitkan dahinya mendengar ucapan dari Daffy.
"Apa kau yakin? Hidup dikota besar seperti ini tidak akan bisa hanya hidup saja. Kau bisa tinggal bersama dengan uncle dan menemani Zahiya dan Zaniya. Mereka berdua pasti akan senang jika kamu ikut dengan uncle, setelah kau lulus kuliah barulah uncle akan mengizinkan mu untuk mandiri. Jika sekarang jangan harap kau bisa melakukan nya" ucap Zayn yang mengeluarkan aura Mafia nya pada Daffy yang memang sangat keras kepala. Tidak jauh berbeda dengan Zico.
"Apa uncle mengancamku?" tanya Daffy dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Jika menurutmu itu sebuah ancaman, maka lebih baik kau mendengarkan nya. Karena jika kau menolaknya, maka saya akan melakukan apa yang saya inginkan" ucap Zayn yang sudah menggunakan kata saya, maka jangan harap bisa lepas.
"Aku akan ikut dengan uncle" akhirnya Daffy menurut dengan pengaturan Zayn padanya. Karena Zayn ingin mendidiknya langsung dan juga membuatnya tidak lemah dan bisa menghargai sesuatu dalam hidupnya.
Zayn hanya mengangguk dan keluar dari ruangan kerja milik Zico. Karena ini tempat yang paling aman untuk mengatakan itu semua pada Daffy. Dan Zayn sudah membuat surat-surat perjanjian jika Daffy akan menjadi tanggung jawabnya dan hanya dia juga Azalya yang akan menjadi walinya. Karena Zayn akan mengadopsi Daffy tanpa diketahui oleh Daffy sendiri.
"Saya ingin membicarakan hal penting untuk kalian semua" ucap Zayn to the point pada semua orang yang sedang berkumpul diruangan keluarga.
"Bicaralah Z" ucap Mom Vita dan diangguki oleh semua orang.
Zayn menjelaskan semuanya pada seluruh keluarganya dan itu semua bisa dimengerti oleh semua orang. Tapi tidak dengan Dad Louis yang menolak peraturan dan juga semua yang dikatakan oleh Zayn. Dimana Zayn mengatakan sesuai dengan yang dikatakan oleh Daffy padanya tadi.
"Jika anda tidak setuju. Itu hak anda, karena saya tidak perduli dengan apa yang anda katakan. Karena keputusan sedah diambil dan semuanya atas keinginan dan juga apa yang Daffy katakan. Jadi saya tidak perlu meminta izin pada anda" ucap Zayn yang tidak menatap Dad Louis sama sekali.
Entah kenapa Zayn kurang respect saat setelah pertarungan nya dengan Addofo belasan tahun silam. Dan itu sudah membuatnya terluka dan merasa dikhianati oleh kebohongan Dad Louis terhadapnya.
"Tapi setidaknya kalian berdua diskusikan dulu. Jangan memutuskan nya sendiri" ucap Dad Louis yang sekarang sudah tidak memiliki kekuasaan lagi seperti dulu saat dia belum membuat Zayn seperti sekarang.
"Itu sudah tidak penting lagi. Karena semuanya sudah diputuskan" ucap Zayn yang ingin beranjak Tali ditahan oleh Mom Vita yang sudah menatapnya dengan tatapan berkaca-kaca.
"Mommy akan selalu mendukung apapun keputusan kamu Z. Karena Mommy tahu bagaimana sifat Daffy, karena dia pasti akan tetap menolak untuk tetap tinggal disini lagi. Apa lagi dia sudah tahu jika dia adalah anak yang dihasilkan sebelum adanya ikatan pernikahan. Mommy mendukungmu, tapi jika masalah pengelolaan perusahaan. Mommy tidak setuju, kenapa dia harus mundur?" ucap Mom Vita yang selalu mendukung dan memang selalu percaya pada Zayn.
"Jika masalah itu Z tidak tahu. Daffy sendiri yang menolaknya, Z tidak pernah membahas masalah itu. Tapi Daffy sendiri yang tidak menginginkan semua itu" ucap Zayn pada Mom Vita. Mom Vita hanya bisa menghela nafasnya saja, keluarganya sekarang seperti ada pembatas yang menghalangi kedekatan dan juga keakraban semuanya semenjak kejadian itu.
.
.
.
Yuk komen, like, vote dan hadiah seiklasnya....
Syukur-syukur mau memberikan kembang sekebon dan kopinya seember 🤗🤗😘