Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Surprise my wife



Setelah memerintahkan orang yang sedang dia tunggu mereka bertiga membicarakan tentang pemesanan berlian yang Zayn lakukan beberapa saat yang lalu.


"Ini yang anda pesan Tuan Muda. Jika anda menginginkan yang lainnya lagi. Silahkan Tuan Muda" ucap salah seorang dari mereka berdua.


Mereka berdua mengeluarkan cincin pesanan dari Zayn dan juga ada beberapa cincin yang sangat bagus dan juga belum diluncurkan tentunya.


Pandangan Zayn tertuju pada cincin couple yang sangat bagus dan juga sangat simple. Zayn mengambil tiga cincin dengan satu cincin pasangan.


"Ini. Saya ingin yang ini juga" ucap Zayn yang menunjuk cincin yang menurutnya sangat bagus dan pas untuk dia dan juga Azalya.




"Anda menentukan pilihan yang sangat bagus Tuan Muda. Karena ini adalah produk terbaru dari toko kami ini. Jadi anda memilih ini?" tanya salah seorang yang ternyata adalah pemilik perusahaan dan juga yang mendesign ketiga cincin itu.


"Langsung bungkus saja ketiganya. Ini untuk pembayaran nya" ucap Zayn yang menyerahkan black card pada mereka berdua.


"Pembayaran nya sudah selesai Tuan Muda. Jika anda menginginkan yang terbaru dan juga lainnya anda bisa langsung menghubungi saya" ucap pemilik perusahaan tersebut.


"Hmm" jawab Zayn yang sudah menerima pesanan nya juga sudah membayarnya.


"Kami berdua permisi Tuan Muda" ucapnya lagi sebelum pergi.


Zayn hanya mengangguk dan juga menjabat tangan keduanya bergantian. Setelah keduanya pergi Zayn tidak langsung pulang. Dia langsung mengerjakan pekerjaan nya, mana bisa Zayn sudah didalam perusahaan nya tidak melakukan apapun.


"Tuan Muda, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Chris yang menghampiri Zayn.


"Ambilkan minuman juga sesuatu yang tidak membuat ku mengantuk" jawab Zayn dengan masih menatap pada layar monitor didepan nya.


"Baik Tuan Muda" jawab Chris saat menerima perintah yang harus dia lakukan untuk Zayn.


Zayn sangat fokus dengan pekerjaannya yang ada didepan nya saat ini. Dia bahkan tidak akan menghiraukan siapa saja yang akan masuk. Karena Zayn sudah memerintahkan pada kedua bodyguard barunya untuk tidak mengizinkan siapa pun masuk.


DRET...


DRET...


DRET...


Ponselnya bergetar lagi. Siapa lagi jika bukan Azalya yang menghubunginya saat ini. Mungkin saja memang ada yang penting makanya Azalya menghubunginya lagi.


"Ada apa lagi? Ini masih jauh dari waktu pulang" tanya Zayn saat mengangkat panggilan dari Azalya saat ini.


"Memangnya kenapa jika aku menghubungi hubby? Apa ada yang salah?" tanya Azalya yang tidak menjawab pertanyaan dari Zayn.


"Jika tidak ada yang penting lebih baik jangan mengganggu ku Az" ucap Zayn yang untuk pertama kalinya memanggilnya dengan sebutan nama.


"Apa yang hubby katakan tadi?" tanya Azalya yang sudah mengalihkan panggilan nya menjadi panggilan video.


"Kenapa?" tanya Zayn yang selalu menampilkan wajah datarnya.


"Tidak, hanya menanyakan untuk hubby mengulangi perkataan hubby yang tadi" jawab Azalya dengan senyuman yang mengembang dibibirnya.


"Ucapan yang mana? Aku sedang banyak pekerjaan" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya.


"Ihh hubby... Memanggil ku dengan sebutan apa tadi" ucap Azalya yang menampilkan wajah imutnya pada Zayn.


"Az" jawab Zayn dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Untuk pertama kalinya hubby memanggilku dengan sebutan itu" ucap Azalya yang malah berguling-guling diatas kasur karena senang mendapatkan panggilan dari Zayn.


Sedangkan Zayn hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Azalya yang sangat random. Dengan dipanggil menggunakan nama depan nya saja sudah membuat nya sebahagia dan seheboh itu. Apa lagi dengan panggilan yang lain.


"Sudah? Aku harus melanjutkan lagi pekerjaanku sekarang" ucap Zayn yang akan memutuskan sambungan ponselnya.


"Tunggu dulu hubby. Aku ingin mendengarnya lagi" ucap Azalya dengan tatapan memohon nya.


"Az, aku harus bekerja lagi" ucap Zayn tanpa ekspresi apapun diwajahnya.


"Ya sudah. Semangat kerjanya hubby, aku menunggu mu disini" ucap Azalya yang mengedipkan sebelah matanya sebelum memutusakan panggilan video nya dengan Zayn.


"Dia ini aneh sekali" gumam Zayn yang kembali fokus pada layar monitor nya.


Sedangkan diluar ruangan Zayn Chris ingin masuk untuk menyerahkan beberapa berkas yang harus Zayn tandatangani. Sedangkan dia ditahan tidak diperbolehkan masuk oleh kedua bodyguard yang berada diluar ruangan Zayn.


"Saya ingin menyerahkan ini. Kenapa saya tidak diizinkan masuk?" tanya Chris yang heran pada kedua bodyguard yang terlihat lebih biasa saja tapi malah lebih tegas dari yang sebelumnya.


"Tapi ini sangat penting dan tidak bisa ditunda lagi. Karena beberapa menit lagi klien akan datang" ucap Chris yang sudah sangat frustasi.


Karena sudah hampir setengah jam dia berdiri didepan pintu ruangan Zayn. Sedangkan didalam ruangan Zayn yang sedang fokus mendengar suara ribut-ribut diluar langsung membuka pintu ruangan nya.


Dia melihat dengan heran kedua orang yang menjadi bodyguard nya juga Chris yang sedang terlihat frustasi.


"Apa yang sedang kalian lakukan disini?!" tanya Zayn yang menatap mereka bertiga dengan tatapan tajamnya.


"Maaf King. Orang ini memaksa ingin masuk walau kami sudah melarangnya" jawab salah satu bodyguard yang ada didepan Zayn.


"Maaf Tuan Muda. Saya sedang terburu-buru ingin menyerahkan berkas ini pada anda. Saya tadi lupa kan, ini ada jadwal pertemuan dengan Tuan Philip sepuluh menit lagi Tuan Muda" jawab Chris yang menunjukan jadwal nya pada Zayn.


"Baiklah kita kesana sekarang" ucap Zayn yang langsung melangkahkan kakinya menuju ruang meeting.


Mereka bertiga mengikuti Zayn dari belakang yang berjalan dengan langkah yang lebar. Zayn sudah masuk kedalam ruangan meeting yang ternyata Juan Philip sudah datang dan menunggu Zayn.


"Selamat siang Tuan Muda. Senang bisa bertemu dengan anda dan juga ingin menjalin kerjasama antara perusahaan kita berdua" ucap Tuan Philip pada Zayn yang menyambut uluran tangan nya.


"Siang juga" jawab Zayn yang mempersilahkan Tuan Philip untuk duduk kembali dikursinya tadi. Mereka berdua membahas masalah pekerjaan dan juga kerjasama dengan didampingi oleh sekertaris Tuan Philip dan juga ada Chris.


Hingga mereka menghabiskan waktu yang lumayan lama untuk membahas berbagai pekerjaan yang akan mereka lakukan kedepan nya nanti.


"Saya permisi Tuan Muda. Jika ada waktu luang lagi saya akan datang lagi kemari jika semuanya sudah selesai" ucap Tuan Philip yang akan pergi dari ruangan meeting.


"Hmm" jawab Zayn hanya dengan deheman saja.


Mereka berdua berpisah dengan Tuan Philip yang sudah pergi dari ruangan meeting. Zayn kembali keruangan nya lagi untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Baru saja masuk kedalam ternyata sudah ada Jeff yang sedang menunggu nya didepan ruangan nya saat ini.


"King. Bagaimana keadaan anda saat ini?" sapa Jeff juga memberi pertanyaan pada Zayn.


"Seperti yang kau lihat. Ada apa kau datang kemari?" jawab Zayn yang langsung masuk kedalam ruangan nya diikuti oleh Jeff dibelakngnya.


"Saya membawa kabar baik King" jawab Jeff dengan memberikan sesuatu pada Zayn.


Sedangkan Chris sudah pergi sejak dia melihat Jeff ingin menemui Tuan Muda nya. Saat ini Zayn dan Jeff sedang berada didalam ruangan yang sama dan saling diam dalam beberapa saat.


"Apa ini yang kau maksud?" tanya Zayn yang sudah melihat laporan yang diberikan oleh Jeff.


"Iya King. Itu adalah pengaturan perusahaan HARD.CORP yang sekarang berada ditangan Robert Delwyn" jelas Jeff yang menjelaskan maksud dari pertanyaan Zayn.


"Saya tahu. Apa yang kau maksud dengan laporkan seperti ini? Apa kau punya rencana lain dengan melakukan seperti ini?" tanya Zayn dengan tatapan yang sangat mengerikan bagi siapa pun yang melihatnya.


"Saya memang sedang mencari tahu siapa yang selalu menyokong Robert Delwyn King. Karena walau perusahaan itu akan bangkrut dan hancur karena kinerja mereka yang tidak benar. Pasti akan kembali jaya seperti sebelumnya" jelas Jeff yang sekarang dimengerti oleh Zayn.


"Jika seperti itu lanjutkan. Dan ingat! Jangan sampai perusahaan ku terkena dampaknya" ucap Zayn dengan nada tegasnya pada Jeff.


"Saya akan melakukan yang terbaik King. Karena ini semua adalah berkat bimbingan anda, saya bisa seperti ini. Saya tidak akan mengecewakan anda sedikitpun juga King" ucap Jeff dengan sangat tegas juga bersemangat.


Sedangkan Zayn sudah melihat itu semua dari Jeff. Dia tidak salah membebaskan dan mendidik nya hingga menjadi seperti sekarang ini. Semuanya memang sangat sesuai dengan yang dia inginkan.


"Jika begitu saya langsung pamit King. Karena akan ada pertunjukan yang mungkin nanti akan anda sukai jika melihatnya" ucap Jeff yang langsung membungkukan badan nya kepada Zayn.


Zayn juga langsung beranjak pergi menuju lift untuk segera pulang. Dia kembali mengenakan hoodie nya lagi dan menyimpan kejutan yang diinginkan oleh Azalya.



Gimana Azalya tidak klepek-klepek ya... Zayn nya 😍


Zayn menyimpan dua kotak kecil tersebut didalam saku hoodie yang dia kenakan saat ini. Dia sedikit terlihat berekspresi semenjak mengenal dan juga menjadikan Azalya sebagai istrinya.


"Apa anda akan pulang sekarang King?" tanya dua bodyguard yang masih berjaga dan menunggunya.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja lalu pergi dari sana dengan diikuti oleh kedua bodyguard nya.


.


.


Like, komen, vote dan hadiahnya donk....


Ini sudah senin ya.... Othor minta vote nya.... 😉