
Setelah kepergian Tama Zaniya masuk kedalam dan akan menuju kamarnya. Dia tidak sengaja mendengar jika Zahiya dan Daffy sedang terlibat obrolan sangat serius. Dia terus mendengarkan dan sampai dia dilempar menggunakan sandal oleh Zahiya.
"Awoch, sial. Gue ketahuan" ucap Zaniya setelah dia berteriak kesakitan. Karena lemparan Zahiya tepat mengenai keningnya.
"Jika mau bergabung, bergabung saja tidak perlu mencuri dengar seperti penguntit" ucap Zahiya yang menyindir Zaniya.
"Yah, gue nggak sengaja Za. Tadi mau masuk kamar, eh malah denger pertengkaran pasangan suami istri. Ya gue penasaran lah ya, nguping deh" ucap Zaniya yang nyengir menampilkan gigi putihnya.
"Apa yang kalian lakukan? Jangan bilang kalian berdua melakukan hal yang tidak-tidak" tanya Zaniya dengan tatapan yang dibuat sangat terkejut.
"Jangan ngada-ngada Zan. Kami tidak melakukan apa-apa dan apa yang kamu tuduhkan itu tidak benar" ucap Daffy yang menatap Zahiya dengan lekat dan meminta penjelasan darinya.
"Lalu, kenapa abang minta penjelasan dari Zahi? Apa dia berbuat kesalahan dan membuat abang sudah?" tanya Zaniya lagi dan saat ini dia bertanya dengan serius.
"Tidak ada yang penting yang kami bicarakan Zan. Jadi jangan berfikiran macam-macam dan aneh-aneh" jawab Zahiya sambil menatap keduanya datar.
"Jika tidak ada yang penting, kenapa kalian berdua begitu tegang dan sangat serius? Jangan pernah berbohong padaku Za" tanya Zaniya yang menatap wajah Zahiya dengan penuh selidik.
"Sudahlah, aku cape dan aku ingin istirahat" ucap Zahiya yang menghindar dari berbagai pertanyaan dari Zaniya dan Daffy.
"Za, kenapa kamu harus pergi? Apa abang tidak pantas dan tidak boleh mendengar penjelasan dan juga cerita dari kamu Za? Apa sebegitu tertutupnya kamu Za?" tanya Daffy yang masih bersikeras untuk menuntut penjelasan dari Zahiya.
"Penjelasan apa sih? Kenapa bang Daffy begitu ngotot ingin penjelasan dari loe Za? Apa loe sudah bikin dia kenapa-kenapa?" tanya Zaniya yang ikut-ikutan menanyakan pada Zahiya.
"Bang, bukankah sudah aku jelaskan semuanya disana. Jadi tidak ada lagi yang perlu aku katakan dan aku jelaskan lagi. Stop menanyakan hal tidak penting" ucap Zahiya dengan tepak dan dia langsung pergi dari balkon.
Yang niatnya ingin menenangkan fikiran dan juga membuang parasaan aneh dalam dirinya malah mendapatkan kekesalah dari dua orang yang sama sekali tidak dia harapkan kedatangan nya.
"Dia itu kenapa bang Daf? Kenapa dia seperti sedang datang bulan saja?" tanya Zaniya yang menatap kepergian Zahiya yang sudah masuk kedalam kamarnya.
Daffy tidak menjawab pertanyaan dari Zaniya. Dia malah langsung masuk juga kedalam kamarnya, dia benar-benar merasa sangat kecewa dan juga sedih karena Zahiya memang benar-benar tidak pernah memiliki perasaan sedikit pun padanya.
"Za, setidaknya jika kamu memang tidak menyukai dan memiliki perasaan apapun pada abang. Setidaknya carilah pria yang seumuran dengan kamu atau setidaknya bukan dia. Dia bukan pria yang baik Za" gumam Daffy yang merasakan sakit dihatinya dan juga kecewa akan sikap Zahiya yang berubah.
Daffy tidak bisa memejamkan matanya, dia masih terngiang-ngiang ditelinganya jika Zahiya berbuat tidak senonoh dengan pria yang bernama David Tomlinson. Yang mana sangat terkenal dengan sebutan penakluk wanita dan dia adalah seorang playboy.
.
Sedangkan Zaniya merasa bingung dengan apa yang keduanya lakukan. Dia tidak tahu ada masalah apa antara Zahiya dan Daffy. Jika Zahiya diam dan dingin itu sudah biasa. Jika Daffy yang cosplay menjadi Zahiya itu sangat aneh dan tidak biasa.
"Kenapa mereka berdua seperti pasangan yang sedang berkelahi memperebutkan harta gono gini?" gumam Zaniya yang masih duduk ditempatnya semula sejak tadi.
"Aneh, tapi nyata kedua orang itu. Sebenarnya ada apa sih, kenapa tidak ada yang memberitahukan nya padaku?" gumamnya lagi lalu ponselnya bergetar, dan ternyata Tama yang menghubunginya jika dia sudah sampai dan akan langsung istirahat.
"Dari pad mikirin dua orang itu lebih baik gue tidur dan mempersiapkan diri untuk esok hari" ucapnya yang langsung melangkah menuju kamarnya.
Dia membersihkan dirinya sebelum tertidur. Dia memang sangat malas jika yang namanya mandi dan bebersih. Cuman dia sekarang merasa sangat gerah jadi terpaksa diangguki mandi.
"Abang ganteng lagi ngapain ya? Apa dia sudah tidur? Gue juga mau tidur dulu" ucapnya yang langsung memejamkan matanya dan terlelap dengan sangat cepat.
Saat semua orang terlelap, tidak dengan Zahiya. Dia malah keluar dari mainson seperti biasa menggunakan jalan yang biasanya dia gunakan dan hanya dia dan Zayn saja yang tahu jalan tersebut.
Dia berjalan dengan sangat santai dan dia tidak menggunakan kendaraan apapun. Entah kenapa perasaan nya tidak enak setelah kejadian tadi sore. Apa lagi seseorang yang mungkin secara tidak sengaja sudah dia sakiti perasaan nya.
"Apa aku terlalu kejam padanya?" gumam Zahiya yang melihat sesuatu dijalan yang tidak jauh darinya berjalan.
Zahiya mendekat dengan perlahan dan tidak ingin jika dia malah mencelakakan dirinya sendiri jika dia adalah orang jahat atau klan nya. Dia mendekat dan terus mendekat lagi hingga dia bisa mengenali siapa pria tersebut.
"Akhirnya kau keluar juga Queen" ucap seseorang yang tiba-tiba sudah berada dibelakangnya dengan senjata ditangannya.
"Untuk apa kau mencari ku? Apa ada sesuatu yang penting dan membuat kalian penasaran?" tanya Zahiya dengan sangat santai dan dia tidak takut sedikitpun juga pada dua orang yang ada didepan Danu belakangnya.
"Nyalimu memang besar Queen. Apa lagi kau hanya sendiri disini. Apa kau tidak takut jika kau akan kami bawa pada bos kami dan akhirnya kau akan menjadi miliknya untuk selamanya" ucap salah seorang yang berada didepannya.
"Benarkah? Sungguh aku ketakutan. Tapi bohong" ucap Zahiya yang malah mengejek mereka berdua.
"Jika dia berani dan memang bisa mendapatkan ku dengan mudah dan tanpa perlawanan. Maka aku akan dengan senang hati dan suka rela menemuinya dan... Kalian bisa tahu bukan apa yang terjadi setelah saya menemuinya?" tanya Zahiya dan itu membuat dua orang itu saling pandang dan tertawa bersama.
"Silahkan juga Nona Queen. Dengan begitu kami tidak perlu melakukan kekerasan pada anda, karena Tuan kami tidak ingin jika anda terluka walau hanya goresan kecil saja" ucap pria yang ada didepannya dan yang dibelakang hanya bersiap untuk membuat Zahiya tidak sadarkan menggunakan obab bius.
Bukan Zahiya namanya jika tidak tahu apa yang akan mereka lakukan padanya. Dia hanya mengulur waktu untuk dua pria itu lengah dan dia bisa membuat mereka berdua yang tidak sadarkan diri. Bukan dirinya yang tidak sadar.
Zahiya malah tersenyum saat dia merasakan jika salah seorang dari mereka mengeluarkan alat suntik untuk membuatnya tidak sadarkan diri. Baru akan menyuntikan jarumnya malah lebih dulu Zahiya yang melakukan nya pada mereka berdua.
"Kalian salah memilih lawan. Jika ingin menangkap ku, sebaiknya kalian pulihkan dulu tenaga kalian. Karena jarum yang saya gunakan bukan sembarang jarum. Itu bisa menyebabkan kalian lumpuh permanen dan tidak bisa bicara. Jadi, selamat menikmati" ucap Zahiya yang menatap dua pria berbadan kekar itu sudah tergeletak diatas rumput tepi jalan.
Sedangkan kedua pria itu hanya menatap dengan iba dan ingin segera dipulihkan oleh Zahiya. Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak bisa mereka lakukan. Karena apa yang dikatakan oleh Zahiya memang benar, tubuh mereka berdua terasa sangat kaku dan tidak bisa mengucapkan apa-apa selain matanya saja yang bergerak-gerak kekiri dan kekanan.
Zahiya meninggalkan keduanya sebelum ada yang melihatnya dan apa lagi jika itu adalah rekan mereka. Bisa-bisa dia benar-benar akan tertangkap, karena bahunya belum sembuh total. Jadi dia tidak ingin jika bahunya tidak sembuh-sembuh, apa lagi kemarin ada jahitan nya yang terlepas dan itu akan memperlambat penyembuhan nya.
"Anda tidak apa-apa Queen?" tanya Angga yang langsung menghampiri Zahiya saat dia melihat Queen nya sudah bisa pergi dari dua pria itu.
Sebenarnya Angga tidak akan sekhawatir ini jika saja Zahiya tidak sedang terluka. Karena akan dengan sangat mudah mengalahkan mereka semua yang ada disana dengan dua atau tiga gerakan mematikan dari Zahiya. Tapi karena dia sedang terluka maka Angga begitu khawatir akan keadaan Zahiya.
Angga dan para anggotanya yang lain mengikutinya dan menjaganya. Zahiya yang tidak ingin dikawal seperti itu langsung berhenti dan menatap kearah Angga dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kenapa uncle mengikutiku?" tanya Zahiya yang berhenti dan menatap semua orang yang ada dibelakangnya yang hanya bisa menunduk tidak berani menatap balik Zahiya.
"Maaf Queen. Kami hanya ingin memastikan jika anda akan baik-baik saja dan kami juga akan menjaga anda dari orang-orang yang akan berbuat jahat pada anda" jawab Angga yang berani menatap mata Zahiya.
"Sudah saya katakan berulangkali pada uncle. Jika saya tidak ingin kalian terlalu dekat menjaga saya nya. Saya tidak suka jika ada yang mengusik langkah ku, jadi uncle bisa mengerti bukan apa yang saya maksud?" tanya Zahiya yang menatap semua orang-orangnya satu persatu dengan tatapan tajamnya dan siap untuk menguliti.
"Maaf Queen. Saya tidak mau jika kejadian tadi terulang kembali, apa lagi anda sedang terluka dan juga belum pulih. Maaf jika saya tidak mengikuti perintah dari anda Queen" ucap Angga yang tidak ingin kejadia malam itu terulang, karena keteledoran dirinya untuk menjaga dan melindungi Zahiya.
Zahiya hanya menggeleng dan dia langsung pergi. Dia tidak ingin berdebat dan dia bisa kabur dari mereka semua setelah berada ditempat yang pas untuk bersembunyi dari mereka semua.
"Kenapa mereka seperti lalat yang mengerubungi makanan" gumam Zahiya yang melihat ada seseorang yang lewat sana dan dia akan menjadi seseorang yang tersakiti. Dan ini bukanlah dirinya, tapi demi tidak dibuntuti dan dikawal seperti itu.
"Tuan, Tuan tolong saya. Mereka mau berbuat jahat pada saya, tolong saya Tuan" ucap Zahiya yang bersembunyi dibalik sosok pria tampan dan gagah.
Pria tersebut hanya diam dan menatap Angga dan anggotanya dengan tatapan tajamnya. Angga yang memicingkan matanya bisa melihat dibagian lehernya ada tato yang itu adalah tanda dari klan nya. Yang sudah lama mereka cari dan ini baru keluar dari persembunyian mereka.
'Queen anda salah meminta bantuan, karena dia adalah klan kita' ucap Angga dalam hati dan dia hanya menggelengkan kepalanya lalu dia pergi dari sana.
"Tuan, kenapa kita meninggalkan Queen dengan pria itu? Apa Queen tidak akan apa-apa?" tanya salah seorang dari mereka yang berada didekat Angga.
"Kita tetap mengawai dan menjaga Queen dari jauh dan dari jarak yang aman. Karena dia bukanlah orang biasa, dia adalah klan kita. Jangan sampai Queen kenapa-kenapa, sekarang kembali lagi dan terus mengawasi Queen" ucap Angga yang dijawab anggukan oleh semua anggotanya.
.
Sedangkan Zahiya hanya bisa menghela nafasnya saat melihat Angga Dang anggotanya sudah pergi, dan dia yakin jika Angga dan para anggotanya masih ada disekitaran dirinya.
"Terimakasih Tuan, karena anda sudah menolong saya. Sekali lagi terimakasih, permisi" ucap Zahiya sambil tersenyum, yang cosplay menjadi gadis lemah dan polos.
"Apa kau akan pergi malam-malam seperti ini sendiri? Apa kau tidak takut jika mereka kembali lagi?" tanya pria muda tersebut pada Zahiya.
"Iya, karena rumah saya sudah dekat. Diujung sana, saya bisa sendiri. Terimakasih" jawab Zahiya dan selalu tersenyum lalu akan pergi. Tapi tangan nya ditahan lagi oleh pria tersebut.
"Saya antar" ucapnya yang langsung menarik tangan Zahiya menuju arah yang ditunjuk oleh Zahiya tadi padanya.
"Eh, saya bisa sendiri dan mereka sudah pergi. Tolong lepaskan tangan saya, sakit. Anda mau apa? Apa anda juga orang jahat?" tanya Zahiya yang menatap penuh ketakutan pasalnya pria tersebut.
"Maaf, saya tidak bermaksud menyakiti anda. Saya hanya ingin memastikan anda sampai dengan selamat. Saya bukan orang jahat" jawabnya yang mengatakan dengan tatapan yang dia ubah menjadi hangat dan tidak dingin lagi seperti tadi.
"Mana buktinya jika anda tidak jahat? Saya tidak mau sembarangan mempercayai seseorang" ucap Zahiya yang benar-benar melakukan peran nya sebagai gadis tidak berdaya dan polos.
"Baiklah, nama saya Albert Einstein. Kau bisa memanggil saya Albert. Namamu?" ucap pria yang bernama Albert Einstein itu memperkenalkan dirinya dan dia bertanya pada Zahiya.
'Einstein? Bukankah dia pria yang menghilang, dan sekarang dia sudah kembali. ****! Aku sudah salah meminta bantuan, oke. Kita lihat saja sampai dimana kau tidak mengenali ku' ucap Zahiya dalam hati yang sudah menyadari jika dia adalah klan nya yang lama. Zahiya sambil menampilkan wajah ketakutan saat melihat uluran tangan pria tersebut.
"Jangan takut. Saya bukan orang jahat" ucap pria bernama Albert Einstein itu pada Zahiya.
"Mana ada orang jahat mengaku jika dirinya itu orang jahat? Saya tidak bisa percaya pada anda Tuan, saya tidak mau terlibat dalam masalah lagi" ucap Zahiya yang menundukan wajahnya seolah-olah takut pada pria didepannya.
"Maaf jika saya membuat anda takut dengan penampilan saya. Sungguh, saya bukan orang jahat dan saya hanya ingin membantu anda dan mengantarkan anda sampai dirumah dengan selamat. Jika anda masih belum percaya anda bisa pegang ini" ucap Albert Einstein pada Zahiya yang memberikan tanda pengenalnya.
"Jadi anda memang benar Albert Einstein. Maaf sudah mencurigai anda. Sekali lagi maafkan saya" ucap Zahiya yang membungkukan tubuhnya berulang-ulang pada Albert Einstein.
"It's okay, sekarang mari saya antarkan pulang Nona...?" ucap Albert yang seolah menanyakan nama pada Zahiya.
"Zahiya, pangil saja Zahiya" ucap Zahiya yang mengatakan namanya pada Albert.
"Baiklah Nona Zahiya, mari saya antarkan pulang" ucap Albert pada Zahiya.
"Terimakasih, jadi merepotkan anda sampai dua kali" ucap Zahiya yang mengatakan nya sambil terus tersenyum sangat manis.
"You're welcome Nona" ucapnya yang terus berjalan hingga sampai didepan rumah sederhana yang sangat minimalist.
"Apa ini rumah anda Nona?" tanya Albert pada Zahiya.
"Iya, ini rumah saya. Terimakasih sudah mengantarkan saya sampai didepan rumah dengan selamat. Anda jangan mampir ya Tuan, sudah larut malam" jawab Zahiya yang tidak menawarkan Albert Einstein untuk masuk.
"Anda memang baik sekali Nona. Tapi it's okay, saya tahu dan saya tidak ingin jika anda merasa tidak nyaman. Apa anda tinggal sendiri disini?" ucap Albert Einstein dan dia menanyakan hal itu pada Zahiya.
"Tentu saja saya sendiri. Makanya saya tidak mengizinkan anda untuk mampir. Jadi anda boleh pergi sekarang, saya juga akan masuk" jawab Zahiya yang langsung mengusir Albert Einstein.
Visual Albert Einstein.....
Ototnya itu loh.... Bikin 😍😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....