Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Serangga semacam Vampire



Azalya tidak langsung turun, karena perasaan nya sedang tidak karuan. Dia merasa sedih karena Zayn seolah-olah menolaknya dengan cara tidak langsung.


"Apa gue memang tidak pantas untuk diperjuangkan ya? Tapi kenapa hati gue sakit mendengar jika dia merasa terpaksa mau menikahi gue? Padahal kan memang tidak ada apa-apa diantara gue dan juga dia. Aaa, sudahlah. Pusing gue mikirin ini sendiri" gumam Azalya sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri.


Azalya berjalan dengan gontai menuju arah lift. Dia langsung masuk dan turun kebawah untuk menemui kedua orang tua Zayn. Azalya tidak bersemangat sekali untuk menuju ruang keluarga, dimana mereka semua sedang berkumpul bersama menunggu nya untuk bergabung.


"Sini sayang duduk dekat auntie" ucap Mom Vita pada Azalya yang baru saja datang.


"Iya auntie" jawab Azalya dengan langkah yang sangat pelan dan juga tidak bersemangat.


Mom Vita yang melihat itu tentu merasa heran dengan sikap Azalya yang sekarang. Tadi perasaan dia tidak apa-apa, kenapa sekarang seperti sedang sedih dan tidak bersemangat sama sekali. Mungkin begitu fikir Mom Vita.


"Kamu kenapa sayang, sepertinya sedang banyak fikiran? Kenapa, bisa bicara sama auntie. Mungkin saja auntie bisa bantu" tanya Mom Vita yang menatap wajah lesu Azalya saat ini.


"Aku tidak apa-apa auntie. Hanya masih terasa sakit saja karena tadi terjatuh, hehehe" jawab Azalya sambil memaksakan untuk tertawa.


"Apa kamu benar-benar tidak apa-apa? Auntie melihat jika kamu tidak baik-baik saja" tanya Mom Vita.


"Iya auntie, Aza baik-baik saja. Lihatkan Aza baik-baik saja" jawab Azalya yang tersenyum sangat manis pada Mom Vita.


"Benarkah, tapi. Tunggu dulu, kenapa dengan leher kamu ini sayang?" tanya Mom Vita yang sengaja memancing supaya keduanya mengaku telah melakukan iya iya tapi tidak jadi.


"Yang mana auntie?" Azalya meraba-raba lehernya yang ditunjuk oleh Mom Vita.


"Ini, kenapa ada merah-merah nya dileher kamu sayang? Dan itu sama persis dengan yang dimiliki oleh abang Z" tanya Mom Vita yang menunjuk Zayn.


"Benarkah auntie, tapi Aza tidak merasakan apa-apa pada leher Aza auntie" tanya Azalya dengan tatapan bingung nya.


Dia juga melihat kearah Zayn yang juga memiliki tanda merah yang sama dengan yang dia miliki. Azalya benar-benar sangat bingung dengan semua ini.


"Apa mungkin didalam kamar abang Z ada serangga nya auntie? Karena kami sama-sama memilikinya" tanya Azalya dengan polosnya pada Mom Vita.


Sedangkan Dad Louis hanya tersenyum penuh arti pada Zayn. Dia yang sudah sangat berpengalaman dalam hal membuat tanda kepemilikan seperti itu sudah tahu itu kenapa pada keduanya.


"Iya, serangga yang besar juga sepasang serangga nya" ucap Dad Louis menggoda keduanya.


"Maksud uncle serangga seperti apa sampai sebesar dan sepasang pula?" tanya Azalya dengan tatapan yang penuh dengan tanda tanya besar.


"Iya, mungkin saja itu sejenis vampire atau semacamnya" jawab Dad Louis dengan wajah yang didatarkan, sebenarnya adalah menahan tawanya.


"Ih, kok serem banget sih. Dimainson sebesar dan sebagus ini masa ada yang seperti itu? Aza mau pulang saja auntie uncle. Serem jika terus seperti ini" ucap Azalya yang langsung bringsut semakin mendekat kearah Mom Vita.


"Sayang, jangan dengarkan uncle. Dia hanya bercanda dengan kamu, mana ada yang seperti itu didunia nyata ini sayang. Jangan berfikiran yang aneh-aneh" ucap Mom Vita yang melotot menatap Dad Louis yang sedang menahan senyuman nya.


"Abang Z, ada yang ingin abang jelaskan pada kami?" tanya Mom Vita pada Zayn dengan nada yang sangat tegas.


"Z sudah memutusakan nya Mom. Jika Z akan menikahi Azalya secepatnya" jawab Zayn dengan sangat jelas dan juga tanpa ekspresi apapun.


"What!!! Are you crazy!" ucap Azalya dengan tatapan yang sangat tajam dan juga kesal menjadi satu.


"Aku serius. Jika kau tidak mau maka bersiaplah akan aku paksa!" ucap Zayn yang langsung pergi begitu saja dari hadapan tiga orang yang sedang menatapnya heran.


"Dasar gila! Mata empat. Mister flat. Kanebo kering. Muka datar. Apa lagi ya?" ucap Azalya dengan menggaruk pelipisnya sedang berfikir mengumpat apa lagi pada Zayn.


Sedangkan Mom Vita dan Dad Louis menahan tawanya karena mendengar umpatan dari Azalya yang tidak ada kelanjutan nya. Dia bingung sendiri dengan semua umpatan dan juga ucapan nya.


"Auntie maaf, Aza mengumpatinya. Aza kesal saja, masa meminta Azalya untuk menikah tidak ada romantis-romantis nya sama sekali. Kan jadi kesel sendiri" ucap Azalya yang mengerucutkan bibirnya.



"Jadi Azalya ingin dilamar secara romantis begitu?" tanya Mom Vita yang sudah tersenyum mendengar ucapan dari Azalya.


"Iya, eh. Enggak auntie, Aza hanya bercanda" jawab Azalya yang tidak ingin jika dia malah menikah dengan si kacamata itu.


"Apa kamu yakin nak?" tanya Mom Vita pada Azalya yang sedang menunduk.


"Iya, auntie. Aza tidak mau jika abang Z hanya terpaksa dengan keputusan ini. Aza ingin abang Z memikirkannya lagi, supaya tidak menyesal kemudian hari" jawab Azalya yang menunduk dihadapan Mom Vita dan Dad Louis.


"Sayang, Z itu jika sudah memutusakan maka tidak akan pernah berubah nya. Karena setiap yang akan dia lakukan atau dia putuskan itu sudah dia fikirkan dengan sangat matang. Jadi itu semua adalah keinginan dan juga keputusan dari Zayn sendiri, dan itu tidak ada paksaan sama sekali dari kami" ucap Mom Vita memberi penjelasan pada Azalya.


Sedangkan Dad Louis hanya mendengarkan saja kedua wanita beda usia itu berbicara. Dia tidak ingin menyela atau ikut dalam pembicaraan tersebut.


Sedangkan Zayn yang sudah masuk kembali kedalam kamarnya, dia sedang memikirkan apa yang akan dia lakukan kedepan nya. Apa lagi dia memutusakan untuk menikah dengan gadis ceroboh dan juga sembrono seperti Azalya.


"Apa keputusan ku sudah benar?" gumam Zayn pada dirinya sendiri.


Dia sedang berada dibalkon kamarnya dan menatap lurus kedepan sana. Dia seperti melihat seseorang yang sedang mengawasi sekitar mainson nya. Zayn langsung menghubungi anggotanya yang sedang berjaga diluar supaya menangkap orang yang sedang mengawasi itu.


"Tangkap dia! Jangan sampai dia lolos" ucap Zayn dengan nada tegasnya saat panggilan disalah satu anggotanya menggunakan erpone nya.


"Baik King" jawab mereka dengan langsung menangkap sasaran yang sudah diberi tahukan oleh King nya.


Anggotanya langsung meringkus orang yang sedang berusaha kabur dari kejaran para anggota Zayn yang sudah sangat terlatih. Tidak menunggu waktu lama pria yang tadi mengawasi mainson tersebut sudah dilumpuhkan oleh anggotanya yang lain.


"Kami sudah menangkapnya King. Apa yang harus kami lakukan sekarang padanya King?" tanya salah satu anggotanya menggunakan erpone nya yang masih tersambung.


"Masukkan dia kedalam tahanan kita dan cari tahu apa yang sebenarnya dia inginkan" jawab Zayn masih mengawasi mereka dari balkon kamarnya.


"Baik King" ucap mereka langsung membawa pria tersebut kesebuah ruangan yang sangat gelap gulita.


Zayn terus mengawasi dari kejauhan. Dia tidak ingin sampai kecolongan lagi dengan masalah seperti ini, dia harus lebih waspada lagi dalam bertindak.


"Siapa dia sebenarnya? Dan apa maunya?" tanya Zayn pada anggotanya yang sedang mengintrogasi pria tersebut.


"Dia adalah suruhan dari Alfonzo King. Dia kesini sedang mengawasi Nona Azalya yang sedang beranda dimainson anda" jawab salah satu anggotanya.


"Bagus, kalian awasi terus semua pergerakan dari anggota Alfonzo. Saya tidak mau ada kesalahan dalam hal ini, lakukan sebaik mungkin" ucap Zayn yang masih memantau mereka dari layar tab yang selalu dia pegang.


"King, dia juga mengaku jika dia sedang mengincar keluarga Nona Azalya. Dia ingin supaya Nona Azalya bisa menurut dan mau menikah dengan Tuan Muda Zian putra tunggal dari Tuan Alfonzo itu sendiri" ucap dari anggotanya lagi menjelaskan semua yang sedang dia lakukan pada orang yang sedang menjadi tawanan nya sekarang.


"Lanjutkan semuanya. Bilang pada Marcos harus selalu berhati-hati dalam bertindak dan. Perketat penjagaan dari segala sisi Tuan dan Nyonya Wijaya" titah Zayn dengan tatapan tajamnya melebihi tajamnya seekor elang.


Zayn langsung memutuskan sambungan erpone nya pada anggotanya yang sedang menahan tawanan nya saat ini. Zayn language menghubungi Marcos.


"Kau dimana sekarang?" tanya Zayn pada Marcos saat sudah diangkat panggilan nya.


"Saya sedang berada ditempat saya mengawasi keluarga Wijaya King. Ada apa?" tanya Marcos merasa heran, kenapa Zayn tiba-tiba menghubunginya.


"Kau tetap awasi mereka. Karena semua anggota Alfonzo sudah bergerak sangat jauh. Bahkan dia berani untuk mengawasi mainson ku, kau tetap awasi mereka semua. Jangan sampai ada kesalahan sedikit pun juga!" ucap Zayn yang langsung memutuskan panggilan nya dari Marcos.


Zayn memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang. Dia juga memperketat penjagaan untuk seluruh keluarganya juga yang berada jauh darinya. Dia tidak ingin sampai keluarganya juga terkena dampak dalam masalah ini. Walau mereka tidak ada yang tahu identitas asli Zayn saat ini.