Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Oh my God!!!



Zayn sudah berdiri dihadapan Azalya dan masih menatapnya. Begitu juga Azalya yang masih menatap Zayn juga, keduanya juga sedang saling menatap.


"Kenapa malah menatapku seperti itu?" tanya Azalya saat Zayn menatapnya semakin datar.


"Tidak ada. Kenapa memangnya?" jawab Zayn dan balik bertanya juga pada Azalya.


"Kenapa kalian malah menatapiku seperti itu?" tanya Azalya pada ketiga orang yang sedang menatapnya.


"Mommy mencari kami? Ada apa Mom?" tanya Zahiya dan Zaniya yang menatap penuh penyesalan pada Azalya karena tidak mengatakan apa-apa saat masuk kedalam ruangan kerja Zayn.


"Tidak ada, Mommy hanya takut kalian pergi jauh dan tidak mengatakan apa-apa juga pada Mommy" jawab Azalya yang mengedipkan sebelah matanya pada Zahiya dan Zaniya yang menyapanya dengan senyuman dibibirnya.


"Apa Mommy ingin sesuatu? Atau memang ada yang akan Mommy kerjakan? Kami akan patuh dan tidak akan kemana-mana lagi. Promise" tanya Zahiya dan Zaniya dan dia juga mengatakan janjinya pada Azalya.


"Baiklah. Mommy hanya khawatir saja pada kalian. Apa lagi Daddy yng Sedngkn sakit, tapi tidak bisa diam dan tidak ingin berisatirahat. Malah disini bersama dengan kalian berdua" ucap Azalya yang menatap tajam pada Zayn.


"Maafkan Daddy Mom. Tadi Daddy sedang menemani kami dan juga kata Daddy, Daddy sudah lebih baik" ucap Zaniya yang membela Daddy nya yang hnya diam dan menatap dengan tatapan yang seolah mengatakan "Terimakasih" pada putrinya ini.


"Iya iya. Kalian memang sudah tidak berpihak pada Mommy lagi semenjak ada Daddy bersama dengan kita" ucap Azalya dengan mendramatisir saat bicara.


"Ayolah Mom, jangan mendramatisir. Lagian Kmu masih berada didalam mainson, tidak kemana-mana" ucap Zahiya yang membuat Azalya nyengir kuda dan menampilkan gigi putihnya.


"Mommy hanya takut kalian kenapa-kenapa. Bukan drama" bela Azalya dengan mengatakan apa yang ada dalam fikiran nya saja.


"Sudah-sudah, kenapa jadi berdebat. Apa Mommy ingin sesuatu atau menginginkan sesuatu?" tanya Zayn yang menengahi istri dan kedua putrinya.


"Tidak ada, hnya ingin memastikan kalian tidak apa-apa. Tapi kapan hubby melepaskan infusan dan juga darahnya?" tanya Azalya yang baru mengingat akan hal yang sejak tadi ingin dia tanyakan pada Zayn.


"Tadi saat kau sedang tertidur lelap. Itu juga Aaron yang melepasakan nya, lalu aku mendengar jika didalam sini sedang ada dua gadis cantik sedang mencari-cari kesenangan dalam ruangan ini. Lalu sampai sekarang mereka memainkan jari-jarinya disana" jawab Zayn yang membuat Azalya mengangguk-anggukan kepalanya mengerti atas apa yang Zayn katakan padanya.


"Apa boleh kami main lagi Mom?" tanya Zahiya dan Zaniya yang meminta persetujuan dari Azalya.


"Lakukanlah, tapi jangan berbuat yang aneh-aneh. Karena Mommy tidak ingin jika kalian berdua melakukan apa-apa yang tidak baik" ucap Azalya memperingatkan kedua putrinya supaya berhati-hati.


"Oke Mom" jawab keduanya yang langsung dedek kembali didepan laptop yang masih menyala.


"Apa yang akan hubby lakukan sekarang? Masih mau disini juga saja dan tidak ingin istilahat?" tanya Azalya lagi sambil menatap Zayn.


"Iya, sebentar lagi pekerjaanku selesai. Setelah itu baru akan istilahat" jawab Zayn yang mengatakan ingin melakukan pekerjaan nya.


"Baiklah, aku akan pergi dulu. Ini sudah sore dan belum menyiapkan makanan malam" ucap Azalya yang ingin beranjak tapi ditahan oleh Zayn dengan menggenggam tangan Azalya.


"Tidak perlu memasak atau menyiapkan sesuatu. Kita akan makan malam diluar dan aku memiliki kejutan untuk kalian semua" ucap Zayn pada Azalya yang hanya mengerutkan keningnya melihat Zayn yang ingin mengajak mereka semua untuk dinner.


"Apa hubby yakin? Atau jangan-jangan hubby sudah menyewa restaurant atau tempat itu secara pribadi dan tidak ada yang lain lagi?" tanya Azalya yang sudah curiga dengan yang dikatakan oleh Zayn.


"Seperti apa yang kamu fikirkan" jawab Zayn dengan santainya dan malah duduk kembali ditempatnya semula tanpa menghiraukan tatapan Azalya yang sudah melotot horor menatap Zayn.


"Apa kita akan makan diluar Dad?" tanya Zahiya dan Zaniya yang sudah sangat antusias menyambut untuk makan malam bersama diluar sana mungkin disebuah restaurant yang sangat bagus dan makanan yang enak-enak.


"Bisa dibilang seperti itu" jawab Zayn yang tidak mengatakan langsung mereka akan pergi atau keluar mainson.


"Yeyyy.... Kita akan makan diluar" teriak Zahiya dan Zaniya yang sudah kegirangan akan diajak makan diluar dan bersama dengan Mommy dan Daddy nya seperti keluarga bahagia lainnya dan seperti keinginan dari Zahiya dan Zaniya sebelum bertemu dengan Daddy nya.


"Kalian ini bahagia sekali, apa sebelumnya tidak pernah keluar mainson atau makan malam diluar dengan Mommy kalian?" tanya Zayn yang meletakan tab miliknya dan menatap serius pada kedua putrinya.


"Emm, kami mengerti jika Mommy tidak memiliki banyak uang untuk memenuhi semua kebutuhan kami. Tapi kami selalu berdo'a supaya segera dipertemukan kembali dengan Daddy, karena kata Mommy Daddy adalah orang hebat dan juga memiliki segalanya. Makanya kami senang jika Daddy dan Mommy ajak kami keluar" jawab Zahiya dan Zaniya yang menyambung ucapan Zahiya.


Zayn mentap Azalya dengan tatapan yang penuh penyesalan dan juga rasa bersalahnya. Karena dia terlambat menemui mereka berdua dan akhirnya mereka kekurangan untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh kedua putrinya ini.


Sedangkan Azalya malah menunduk tidak berani menatap Zayn maupun kedua putrinya yang sedang bercerita masa-masa dimana dia sulit untuk bisa membagi waktu dan pekerjaan nya dengan kebahagiaan putrinya. Azalya sudah berkaca-kaca jika mengingat kejadian kelam yang mereka lalui tanpa Zayn dan keluarganya sekalipun.


"Daddy janji akan melakukan apapun untuk kalian semua. Dan Daddy juga tidak akan membiarkan kalian merasakan kejadian seperti itu lagi, selagi Daddy masih ada dan juga bisa membahagiakan kalian semua. Maafkan Daddy yang terlambat menemui kalian berdua juga dengan Mommy kalian. Sungguh Daddy minta maaf" ucap Zayn yang langsung memangku kedua putrinya dan memeluknya.


Tak terasa air matanya mengalir dipipinya. Dadanya terasa sesak saat mendengar ucapan dari Zahiya dan Zaniya yang sangat membuatnya merasa sangat bersalah pada ketiga wanita kesayangan nya.


"Apa Daddy menangis? Daddy jangan menangis, karena kami baik-baik saja dan juga mengerti. Jika Daddy sedang mencari kebenaran kami semua, dan sekarang kita sudah bertemu dan bersama-sama seperti sekarang. Daddy jangan menangis, karena kami juga akan menangis" ucap Zahiya dan Zaniya yang malah ikutan menangis dengan sangat kencangnya.


"Huaaaa... Daddy... Don't cry, we will cry" ucap keduanya yang menangis dengan kencang dan malah membuat Azalya tidak terharu akan sikap keduanya yang malah membuat Azalya geleng kepala.


Zayn juga melakukan hal yang sama, dia malah tersenyum tipis saat keduanya putrinya malah menangis bersama-sama seperti paduan suara. Zayn mencoba menenangkan kedua putrinya supaya tidak menangis kencang lagi.


"Sudah, jangan menangis lagi. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita semua. Jadi kita akan bersama-sama terus hingga kelak" ucap Zayn yang mengatakan itu semua pada kedua putrinya yang masih menangis sesegukan dan malah membenamkan wajahnya diceruk leher Zayn yang sedang memangku mereka berdua dan memeluknya dengan erat juga mengusap kepala dan punggung keduanya.


"Kalian sudah membuat Mommy jauh dan juga sudah menguasai suami Mommy" ucap Azalya dengan menggoda Zahiya dan Zaniya supaya risk menangis lagi dan yang ada malah membuat suasana haru menjadi ingin tertawa.


"Sorry Mom, jika Daddy sudah bersama kami. Mommy tidak bisa dekat-dekat dengan Daddy" ucap Zaniya yang masih sesegukan dan mengatakan nya juga terbata-bata.


"Mommy harus mengalah, karena Mommy sudah besar dan selalu bersama dengan Daddy jika kami bermain dan jika Mommy dan Daddy tidur bersama" ucap Zahiya yang mencoba untuk kenetralkan suara tangis dan sesegukan nya supaya bicaranya tidak terbata-bata.


"Oh my God. Lebih baik Mommy pergi saja, karena Mommy sudah tidak dianggap lagi" ucap Azalya yang sedang menahan tawanya sejak tadi dan dia melangkahkan kakinya menuju kamarnya lalu masuk kedalam kamar mandi.


Azalya tertawa terbahak-bahak karena menggoda keduanya putrinya yang sedang bersama dengan Zayn didalam ruangan kerjanya. Setelah selesai dengan tawanya, Azalya segera bersiap-siap untuk mandi dan untuk mandi supaya bisa tampil sempurna didepan Zayn untuk dinner bersama-sama.


Sedangkan Zayn masih menenangkan kedua putrinya yang masih memeluknya dengan erat dan tidak ingin lepas darinya. Zayn terus mencoba menenangkan dan juga mengusap kepala dan punggung Zahiya dan Zaniya supaya lebih tenang.


"Apa kalian tidak ingin bersiap-siap untuk makan malam nanti? Atau mungkin kalian tidak ingin ikut?" tanya Zayn pada Zahiya dan Zaniya yang malah menatap wajah Zayn dengan lekat.


"Apa Daddy juga akan bersiap?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Daddy nya, mereka berdua malah balik bertanya pada Zayn.


"Tentu saja, Mommy juga pasti sedang bersiap-siap. Jadi sekarang bersiaplah, karenamu kedua pelayan yang sering membantu kalian sudah menunggunya" ucap Zayn yang mengantatkan kedua putrinya menuju kamar dan segera untuk bersiap.


"Kalian berdua bersiaplah. Daddy juga akan bersiap, bersiaplah dengan cantik" ucap Zayn yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada kedua putrinya yang mengangguk mengiyakan ucapan dari Zayn.


Setelah mengantarkan Zahiya dan Zaniya masuk kedalam kamarnya. Zayn masuk kedalam kamar tapi kosong tidak ada siapa-siapa didalamnya, Zayn menatap pintu kamar mandi yang tidak tertutup sempurna dan dan sudah bisa menebak jika Azalya sedang ada didalam sana.


Zayn menyusul dengan keadaan polos tidak mengenakan sehelai benang sedikitpun juga. Azalya tidak menyadari jika Zayn sudah berada didalam kamar mandi dan sekarang sedang menatapnya yang dengan nyaman nya berendam sambil memejamkan matanya.


Zayn ikut masuk kedalam bathtub dan berendam bersama dengan Azalya. Azalya yang kaget dengan kedatangan Zayn dan tiba-tiba masuk kedalam dan sekarang malah memeluknya dari belakang dan keduanya berendam bersama.


"Kenapa kau selalu ceroboh jika sedang seperti ini?" tanya Zayn yang sedang memeluknya dengan sangat erat dan mengusap perut Azalya yang tidak mengenakan apa-apa.


"Hubby saja yang selalu masuk tanpa mengetuk pintu atau meminta izin untuk ikut berendam" jawab Azalya yang tidak ingin kalah jika urusan berdebat dengan Zayn.


"Salah siapa pintunya terbuka dan tidak dikunci" ucap Zayn yang tidak bisa diam tangan nya pada seluruh tubuh Azalya.


"By, jangan macam-macam. Bukankan kita akan makan malam diluar?" ucap Azalya yang mencoba mencegah tangan Zayn yang sudah berkeliaran kemana-mana dan malah berhenti diatas bukit kembarnya lalu memainkan pucuknya.


"Aku tidak macam-macam, hanya satu macam" jawab Zayn yang tangan nya tidak bisa diam lalu memainkan dengan gemas pucuk gunung kembar milik Azalya.


"Tapi, sssshhh" ucap Azalya yang malah mendesis seperti ular karena area sensitive nya sedang dimainkan oleh Zayn dengan sangat gemasnya dan Azalya bisa merasakan dibagian punggungnya terasa mengganjal.


"Apa kau menikmatinya sweetie?" ucap Zayn yang malah semakin membuat Azalya belingsatan seperti cacing kepanasan akibat ulahnya yang tidak bisa diam.


"Cukup By, aku... Aku dish tidak, kuat... Ah.... Hubby..." teriak Azalya saat sudah mendapatkan pelepasan pertamanya karena tangan Zayn begitu lihainya memainkan bagian intinya.


"Kau sudah basah sweetie" ucap Zayn yang mengarahkan senjatanya pada bagian Azalya yang sedang mengatur nafasnya yang tersengal karena baru saja mengeluarkan sesuatu dari dalam inti tubuhnya.


BLES....


"Uh... " ucap keduanya dengan mengerang bersama-sama saat senjata panjang dan berurat sudah masuk dengan sempurna kedalam inti Azalya.


"By, kenapa sekarang? Jika hubby melakukan nya sekarang pasti akan terlambat untuk bisa tepat waktu makan malam bersama anak-anak" ucap Azalya yang mengatakan nya sambil mend*ah karena bagian bawahnya sedang ditusuk oleh paria pait milik Zayn yang menurut Azalya terasa semakin membesar.


"Tidak akan, karena ini adalah saat pertama kali kita melakukan nya lagi setelah sekian lama sweetie" ucap Zayn yang membuat Azalya malah membalikan tubuhnya dan sekarang menghadap kearah Zayn yang malah menatap tajam karena Azalya melepasakan penyatuan nya.


Azalya dengan semangat mengarahkan paria pait milik Zayn pada surabi miliknya yang sudah berkedut tidak karuan ingin segera disodok dari depan. Zayn malah dengan semangat hati menerima apa yang akan Azalya lakukan, karena ini adalah saat dimana dia kan merasa sangat terpuaskan oleh service dari Azalya yang sangat tahu apa yang dia inginkan.


"Kau begitu nikmat dan juga menjdi candu untuk ku sweetie" ucap Zayn yang terus ikut memompanya juga dari bawah.


"Karena aku merawatnya hanya untuk kamu By, dan perlu hubby ralat. Jika ini adalah yang kedua setelah kita bertemu kembali, jadi jangan salah" ucap Azalya yang terus melakukan tugasnya hingga mereka berdua mengerang panjang saat keduanya sudah sampai bersama.


"Thank you sweetie" ucap Zayn setelah mencabut penyatuan nya dan mengangkat Azalya untuk berpindah menuju shower untuk membilas semua sisa busa sabun dan sisa percintaan mereka berdua.


"You're welcome By" jawab Azalya yang masih memeluk Zayn saat keduanya sudah berada dibawah guyuran shower yang sama dan saling membasuh satu sama lain.


Hingga kamarnya ada yang mengetuk dari luar. Azalya dan Zayn sudah bisa menebak jika yang melakukan itu adalah Zahiya dan Zaniya. Karena ini sudah waktunya untuk mereka pergi. Zayn dan Azalya saling pandang dan tersenyum bersama lalu keduanya keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe dengan rambut keduanya yang masih basah.


.


.


.


Maafkan Othor yang lg oleng ya...


Tolong bacanya jika sudah buka puasa, takutnya nanti batal๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜œ...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya untuk Othor supaya makin semangat buat selalu up...


Subscribe dan pollow akun Othor juga ya... Supaya bisa tahu jika ada notifikasi bab baru...