
Oma Rena hanya menggerutu karena pada Opa Wijaya yang hanya diam saja saat diajak bicara. Membuat Opa Wijaya semakin pusing mendengarkan gerutuan dan juga omelan darinya.
"Ma, kenapa Mama marah jadi ngomel-ngomel sih? Biarkan saja keduanya mau berbuat apa. Yang pasti kita disini hanya menemani dan juga mengingatkan jika berbuat salah" tanya Opa Wijaya yang tidak habis fikir dengan istrinya ini.
"Iya, iya. Seharusnya Papa jangan diam saja, jika Mama sedang bicara" ucap Oma Rena yang tidak terima dengan ucapan dari suaminya.
"Huh" Opa Wijaya hanya menghela nafasnya saja, dia tidak ingin selalu berdebat dengan istrinya yang memang selalu maha benar dan tidak pernah mau disalahkan dalam hal apapun itu.
.
Sedangkan didalam kamar, lebih tepatnya dikamar pasangan pengantin yang masih baru ini. Dimana Zayn sudah selesai membersihkan dirinya, sedangkan Azalya masih terlelap dengan sangat damainya.
Saat akan ikut bergabung untuk istirahat, ponsel Zayn bergetar dan ada penelpon yang masuk. Zayn langung mengangkatnya, karena panggilan itu dari anggotanya yang mungkin saja ingin melaporkan sesuatu padanya.
"Hmm" jawab Zayn saat mengangkat panggilan dari Angga.
"King, dia memang tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Dari semua yang sudah diperiksa oleh Aaron, Tapi Azalya yang membuat janggal disini King. Dia tidak bisa mengingat siapa dirinya dan juga istrinya merasa ada yang aneh dengan wajahnya saat ini. Aaron juga menemukan sebuah chip yang sudah tertanam didalam otaknya. Itu sama persis dengan yang kita temukan sebelumnya" jelas Angga disebrang sana yang sedang memeriksa chip tersebut dengan Austin.
"Apa selain itu yang kalian temukan?" tanya Zayn yang melihat kearah Azalya yang sudah mulai menggeliatkan badan nya akan segera bangun.
"Kami belum menemukan apa-apa lagi King. Hanya itu saja" jelas Angga yang merasa takut karena mungkin saja King nya akan marah mendengar penjelasan darinya.
Tanpa mendengarkan penjelasan dari Angga lagi, Zayn sudah memutuskan panggilan nya. Karena is tidak ingin mendengarkan sesuatu yang menurutnya percuma saja. Karena tidak ada yang membuahkan hasil dan juga menunjukan pada pelaku utamanya. Jika saja ini semua sudah jelas dan juga pasti, Zayn akan datang sendiri dan menanyakan apa keinginan dari orang tersebut. Jika tidak bisa dibicarakan lagi yang jalan satu-satunya adalah perang melawan seseorang itu.
Saat baru meletakan ponselnya diatas nakas, Azalya terbangun dengan wajah yang terlihat sangat lah dan juga dia merasa bingung sudah berada didalam kamar juga sudah berjalan pakaian. Azalya menatap Zayn yang sedang berdiri disamping ranjang didekatnya, lebih tepatnya sebrang dia berbaring.
"By, hubby yang melakukan ini semua? Kenapa tidak membangunkan aku By? Hubby kan sedang sakit" tanya Azalya yang sudah bangun dan juga sekarang berdiri dihadapan Zayn yang sedang menatapnya tanpa berkedip.
"By" tanya Azalya yang sudah membelai pipi Zayn yang berada didekatnya saat ini.
CUP...
Azalya langung berlari setelah mencium pipi Zayn dengan cepat, dan saat sedang berlari seperti biasa. Azalya akan selalu berbuat ceroboh dan juga tidak bisa hati-hati.
BRUK....
BRAK...
"Aw, aduh!!!" teriak Azalya yang terjatuh saat akan memasuki kamar mandi.
Zayn menghampirinya dan langung menggendongnya, lalu membawa Azalya untuk masuk kedalam kamar mandi. Zayn mendudukan Azalya diatas kloset, dia yang menyiapkan air hangatnya untuk Azalya mandi dan juga berendam. Zayn juga memainkan sabun dan juga aromatherapy kedalam bathtub untuk Azalya bisa menikmati mandinya dan juga membuatnya menjadi relax.
"By, terimakasih" ucap Azalya saat Zayn sudah mengerjakan semuanya dan dia ingin mengangkat kembali tubuh Azalya untuk masuk kedalam bathtub, tapi malah dia juga ikut masuk kedalamnya bersama dengan Azalya
Jadilah Zayn mandi untuk yang kedua kalinya. Zayn malah dengan santainya membuka semua pakaian nya setelah sudah berada didalam bathtub. Juga Azalya yang melakukan hal yang sama juga dengan yng dilakukan oleh Zayn.
Keduanya berendam dalam bathtub bersama saling berpelukan lebih tepatnya Zayn yang sedang memeluk Azalya dari belakang dengan Azalya yang berada didepan nya dengan posisi memunggungi Zayn. Azalya merasakan ketenangan juga kenyamanan dalam waktu bersamaan.
"By, aku merasa sangat beruntung berada didekat hubby. Bahkan aku sangat bersyukur akan hal itu, hubby adalah segalanya untuk ku saat ini dan juga nanti. Apa hubby juga merasakan hal yang sama dengan yang aku rasakan By?" tanya Azalya yang masih dengan posisi yang sama, yaitu memunggungi Zayn dan juga berada sangat dekat dengan Zayn.
Zayn hanya diam saja, dia tidak ingin menjawab pertanyaan dari Azalya. Dia merasakan nya juga seperti apa yang Azalya rasakan, mereka berdua cukup lama juga berendam dalam bathtub nya. Hingga keduanya menyelesaikan mandinya setelah berendam lebih dari dua puluh menit.
Sekarang mereka berdua sudah tidur dan bergabung dengan Opa dan Oma nya untuk makan malam bersama. Oma Rena yang selalu tidak bisa diam membuat semua orang pusing, lebih tepatnya setelah makan malam bersama.
"Ditaman saja Oma, memangnya kenapa?" jawab Azalya dan juga bertanya pada Oma Rena.
"Oh, Oma kira jalan-jalan kemana" ucap Oma Rena yang terdengar hanya biasa saja.
Saat sedang mengobrol dengan santai tiba-tiba ada seseorang yang datang dan juga mengajak Zayn untuk berbicara berdua. Siapa lagi jika bukan Angga yang melakukan nya, sebenarnya dia terpaksa jika harus datang menghampiri Zayn secara langsung. Tapi tidak ada cara lain selain menghampirinya langung. Karena dia sudah menghubunginya berulangkali tapi tidak ada jawaban nya.
"Maaf King, saya tidak bermaksud untuk mengganggu anda dan keluarga yang sedang berkumpul bersama. Saya hanya ingin mengabarkan sesuatu pada anda" ucap Angga yang ingin mengajak Zayn kemarkas, karena disanalah yang ingin diberitahukan Angga pada Zayn.
"Kau tunggulah didalam mobil. Saya akan mengambil sesuatu terlebih dahulu" titah Zayn yang langsung masuk kedalam mainson nya lagi.
Angga dengan patuhnya menuju kedalam mobil kembali dengan menunggu Zayn yang mungkin juga tidak akan membutuhkan waktu lama. Dan, benar saja Zayn sudah datang kembali dengan penampilan yng sudah berbeda dari sebelumnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Zayn setelah duduk didalam mobil dan memainkan tab yang selalu dia bawa-bawa.
"Orang yang sedang dalam masalah pemulihan tiba-tiba mengingat segalanya dan juga mengatakan yang tidak bisa kami mengerti King" jawab Angga dengan perasaan yang sudah takut akan kemarahan dari King nya.
"Apa maksudmu?" tanya Zayn yang masih melihat pada tab nya yang memperlihatkan kejadian yang ada didalam markasnya saat ini.
"Sebaiknya anda lihat sendiri nanti King. Karena saya tidak bisa menjelaskan nya pada anda King. Karena saya takut salang mengucapkan nya" ucap Angga yang sudah ketakutan, karena dia tidak bisa menjelaskan nya pada Zayn.
"Percepat jalan nya" ucap Zayn yang memerintahkan Angga mempercepat laju mobilnya untuk segera sampai dimarkas.
Saat sudah sampai didepan markasnya, Zayn sudah disambut oleh dua bodyguard yang sudah menunggunya sejak tadi. Zayn langsung masuk menuju ruangan dimana ada pria yang sangat mirip dengan Angga yang sedang ditangani karena dia tiba-tiba mengamuk dan juga melukai dirinya sendiri tanpa diketahui alasan nya.
"Apa yang sedang kau rasakan sekarang!" ucap Zayn dengan sangat tegas dan juga tatapan yang sangat tajam.
"Kembalikan seluruh keluarga ku. Kenapa kau menghabisi mereka semua yang tidak tahu apa-apa!!" teriaknya dengan sangat histeris juga tidak memperdulikan luka dan juga bekas operasinya dikepala yang juga tidak dia perdulikan.
"Siapa orang yang kau maksud? Apa orang ini?" tanya Zayn yang memperlihatkan dua foto yang berbeda pada pria tersebut.
"Dia, dia yang melakukan nya. Entah apa kesalahan yang sudah kami lakukan padanya, bahkan saya sendiri saja tidak mengenalinya" jelasnya yang mulai merasa sangat lemas dan juga mulai tidak sadarkan diri setelah mengatakan itu pada Zayn.
"King, apa dia akan baik-baik saja?" tanya Angga yang melihat pria itu dengan sangat prihatin.
"Dia tidak akan terjadi apa-apa. His hanya pingsan karena pengaruh obat bius yang tadi sempat aku suntikan padanya tadi" jawab Aaron yang sudah membawa pria itu untuk istirahat kembali.
"Baliklah kita lihat sampai dimana ingatan dia pulih kembali" ucap Zayn yang langsung pergi menuju ruangan nya yang sekarang menjadi ruangan Austin juga untuk bisa mengendalikan sistem keamanan yang Zayn miliki.
"Apa yang kamu temukan?" tanya Zayn saat melihat Austin sedang mengutak ngatik layar monitor yang ada didepan nya.
"Masih belum menemukan apa-apa King. Hanya sama saja dengan sebelum-sebelumnya. Karena dua orang ini melekuakan nya dengan sangat bersih dan juga rapih. Hingga system yang saya gunakan sama sekali tidak bisa menyentuh system keamanan yang dia miliki King" jelas Austin yang memperlihatkan layar monitornya pada Zayn.
"Ini adalah system keamanan yang tidak jauh berbeda dengan yang saya lakukan dan hanya ada sedikit perbedaan saja" ucap Zayn yang melihat system keamanan dari mereka berdua.
Ini membuat Zayn semakin heran akan semua ini. Dia langsung masuk menggunakan keamanan yang dia miliki dan juga melakukan sedikit perubahan didalamnya. Dan, ternyata langsung bisa masuk dengan sangat mudahnya. Membuat Austin semakin bingung juga dibuat tidak percaya dengan yang dia lihat saat ini.
"King, bagaimana anda bisa melakukan dengan semudah itu? Saya sudah mencobanya berulang kali tapi tetap tidak bisa. Mengapa anda dalam waktu beberapa saat saja sudah bisa melakukan nya?" tanya Austin yang notaben nya adalah pria genius juga. Sama dengan dirinya.
"Ini adalah Sesuatu yang sangatudah dan juga bisa dimengerti, saat semua system yang dilakukan dengan cara yang susah tidak bisa. Gunakan dengan cara yang tidak bisa orang bayangkan sebelumnya, itu bisa membuat system mereka tidak bisa dikendalikan juga. Mungkin saja sekarang mereka sedang kalangkabut membetulkan system yang mereka miliki" jelas Zayn yang malah dengan santainya menanamkan virus yang tidak bisa terdeteksi dengan mudah.
Dalam waktu kurang lebih sepuluh menit, Zayn sudah membuat system mereka semua bisa diakses kembali tapi semuanya bisa Zayn retas dan juga semuanya laporan nya akan langung masuk kedalam komputer miliknya juga.