
Zayn mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh dan juga tidak memperdulikan sekiranya lagi hingga dia sudah sampai didepan markasnya saat ini disambut oleh anggotanya yang memang sedang menunggunya saat ini.
"King, dia sedang diobati oleh dokter didalam" ucap anggota Zayn yang bertemu diluar.
"Kau amankan mobil" ucap Zayn yang melemparkan kunci mobilnya pada anggotanya.
Tanpa menunggu lama lagi anggota Zayn yang disuruh tadi langsung mengerjakan tugasnya yang diberikan oleh Zayn untuknya. Sedangkan Zayn langsung masuk dan menemui pria yang sedang terluka akibat serangan serigala.
"King" sapa para anggotanya yang lainnya juga sedang melihat pria yang sedang ditangani oleh dokter yang selalu standby dimarkasnya.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Zayn yang langsung menetap wajah anggotanya yang sedang berdiri dihadapan nya saat ini.
"Kami sedang mencari sesuatu dan melihat ada sekumpulan serigala sedang mengoyak-ngoyak sesuatu dan ternyata pria yang waktu itu anda bebaskan King. Tapi untung saja dia bisa diselamatkan walau kondisinya sangat parah dan sulit untuk dikenali" jawab anggota Zayn yang memang dia dan kawan nya yang lain yang menolongnya ditengah hutan.
Zayn tanpa menjawab dia langsung masuk kedalam ruangan operasi yang masih berada didalam markas juga. Zayn sudah menggunakan pakaian steril dan langsung masuk untuk melihat proses operasi itu sendiri dan memastikan luka-luka yang dialaminya memang sangat parah.
Dan benar saja, jika saya ini semua tubuhnya sudah dikoyak untungnya saja bagian tubuh depan nya tidak diserangnya juga. Jika iya sudah dipastikan dia tidak akan bisa selamat lagi. Karena serangan serigala itu sangat ganas dan tidak bisa ditahan jika sudah seperti itu.
"King" sapa salah seorang perawat yang sedang mendampingi dokter bedah yang sedang bertugas.
"Lanjutkan dengan benar" ucap Zayn yang langsung pergi lagi ruangan operasi itu.
Zayn mendatangi ruangan perawatan Austin Harold yang masih saja tertidur dengan sangat tenang dan tidak terusik sama sekali. Zayn menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan dan juga terus melihatnya dengan seksama.
"Apa kau tidak ingin bangun sama sekali?" tanya Zayn saat sudah sangat dekat dengan Austin Harold yang sedang berbaring lemah diatas brangkar dengan berbagai kabel yang terpasang ditubuh dan juga tangan nya.
Sedangkan yang ditanya hanya tetap diam dan tidak mau merespon setiap orang yang masuk kedalam ruangan nya. Dia belum mau membuka matanya dan juga memberikan response sekecil apapun.
"Apa kau tahu. Jika Ibu mu sudah dijadikan pelayan didalam mainson nya sendiri dan juga diperlakukan tidak adil. Apa kau tidak ingin membalaskan semuanya pada mu dan juga pada keluargamu? Terutama pada Ibu mu itu" ucap Zayn dengan tatapan datarnya dan juga dengan memicingkan matanya untuk melihat adanya response dari Austin.
Dan benar saja, jika itu bisa membuat Austin merespon semua ucapan nya saat menyebutkan tentang Ibunya. Zayn masih terus menceritakan sesuatu yang membuatnya bisa mendengar dan juga memberikan tanda jika dia mendengarkan semua yang dia katakan padanya.
Austin merespon nya dengan menggerakan jaringan dan juga bola matanya bergerak-gerak. Sepertinya Austin memang akan segera sadar kembali. Zayn terus saja bercerita hingga Austin benar-benar membuka matanya dengan perlahan-lahan dan dia bisa melihat jika disampingnya ada seseorang yang sangat asing baginya.
"Akhirnya kau mau bangun juga" ucap Zayn yang langsung mendekati Austin dan juga menatapnya dengan sangat intens.
"Kau tidak mengenali ku rupanya. Tidak masalah, yang penting kau sudah bangun dan tidak tidur terus sepanjang waktu" ucap Zayn dengan santainya dan dia duduk disamping Austin yang masih menatapi Zayn.
Zayn mengirimkan pesan pada Aaron yang sedang berada dimainson. Dia memintanya untuk segera datang kemarkas segera, supaya bisa lebih cepat memeriksa Austin yang baru saja bangun dari tidur panjangnya.
Setelah menunggu waktu kurang dari satu jam Aaron sudah datang untuk melihat keadaan Austin langsung dan juga memeriksanya.
"King?" tanya Aaron yang melihat Austin sudah sadar dari komanya yang lumayan lama dan belum ada tanda-tanda akan segera sadar kembali.
"Periksa saja langsung" jawab Zayn yang masih saja duduk disebelah Austin.
Aaron langsung saja melakukan pemeriksaan yang sangat teliti dan juga secara menyeluruh. Dia tidak ingin jika ada yang terlewatkan sedikitpun dari pantauan dan juga semua prediksi nya sebagai seorang dokter ahli dan sangat dipercaya oleh Zayn.
"This is a miracle King" ucap Aaron yang sudah memastikan semua organ tubuh yang diganti ternyata berhasil dan juga tidak terjadi masalah sedikitpun juga, ini benar-benar keajaiban yang nyata.
Zayn hanya menatap datar saja kedua orang yang ada dihadapan nya saat ini. Apa lagi Austin tidak mengatakan apapun, atau mungkin belum bisa karena sudah lama dia mengalami koma.
"Apa dia tidak bisa bicara?" tanya Zayn yang masih menatap Austin dengan tatapan datarnya.
Zayn tidak menjawab atau menyela ucapan dari Aaron yang memberinya penjelasan. Aaron juga sudah memberikan minuman untuk bisa membasahi tenggorokan Austin yang mungkin sangat kering keronta.
"King apa anda masih ingin disini?" tanya Aaron yang ingin keluar dari ruangan rawat Austin.
"Hmm" jawab Zayn hanya dengan deheman saja. Tapi tatapan nya tetap tertuju pada Austin.
"Baik King, saya akan keluar dulu mau melihat pasien yang lain" ucap Aaron yang berniat ingin melihat pria yang diserang oleh para serigala.
Zayn tidak menjawab ucapan Aaron. Dia masih terus bertatap-tatapan dengan Austin yang juga sedang menatapnya dengan tatapan penuh permusuhan nya. Zayn masih biasa Danu itu adalah wajah datarnya yang selalu dia tampilkan.
"Apa yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Zayn yang tahu akan keadaan Austin yang sudah mulai pulih ingin bertanya sesuatu padanya.
"Siapa kau?" satu pertanyaan keluar dari mulut Austin dengan suara yang masih lemah.
"Bukan siapa-siapa" jawab Zayn tanpa mengalihkan pandangan dari Austin.
"Kenapa dokter tadi memanggil mu dengan sebutan King? Pasti ada sesuatu. Katakan yang sebenarnya" tanya Austin yaang sudah terlihat lebih baik dan dia masih ingin tahu siapa pria didepan nya saat ini.
"Tidak tahu mengapa dia memanggil ku seperti itu. Yang jelas saya bukan siapa-siapa" jawab Zayn masih saja santai dan tidak ingin mengatakan siapa dia sebenarnya.
"Jawab dengan jujur. Dan ini dimana? Kenapa tempat ini sangat asing? Apa yang sebenarnya terjadi? Katakan padaku!" tanya Austin yang mana sudah sangat emosi, sepertinya dia sudah mengingat sesuatu yang sebelumnya dia alami.
"Kau ada dimarkas ku. Dan sekarang kau sedang berbaring disini karena saya menemukan mu dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Jika saja bukan saya yang bertemu dengan mu maka, sudah bisa dipastikan jika kau sudah tidak ada lagi didunia ini" jelas Zayn yang tidak menceritakan semuanya pada Austin.
"Lalu apa yang kau inginkan dari ku? Kau menginginkan otak ku juga bukan?" tanya Austin yang sudah salah sangka. Yang dia ingat jika sebuah markas dan pemilik markas, maka sudah bisa dipastikan jika dia sedang dalam cengkraman orang yang mengincar otaknya.
"Bravo... Kau sangat betul sekali. Tapi bukan itu tujuan ku" ucap Zayn yang mana malah sedang membuat Austin semakin bingung dibuatnya.
"Katakan pada ku. Apa yang sebenarnya kau inginkan dari ku? kenapa kau mengobati ku, tapi kau juga yang memulainya. Katakan padaku apa tujuan mu selama ini?" tanya Austin lagi yang ingin tahu siapa Zayn yang sebenarnya.
"Apa kau sungguh tidak mengenali ku? Apa kau beranggapan seperti orang yang sudah menyekap mu selama ini? Jika iya, kau salah besar dalam hal ini Austin. Karena saya tidak membutuhkan otak kecilmu itu. Karena otak ku ini lebih berharga dan juga lebih bisa diandalkan" jawab Zayn penuh dengan penekanan.
Sepertinya Zayn sudah tidak bisa berlama-lama dengan Austin yang berfikir jika dia masih berada didalam ketakutan nya. Dan belum sadar sepenuhnya, jika dia sudah bisa menggerak-gerak kan anggota tubuhnya yang lain.
"Sungguh kau tidak tahu siapa saya sebenarnya? It's okay no problem. Saya juga tidak ingin siapa saja bisa mengenal diriku ini, karena identitas ku sangatlah penting untuk dirahasiakan" ucap Zayn lagi yang ingin beranjak pergi tapi tangan nya dicengkram kuat oleh Austin.
"Apa aku mengenal mu?" satu pertanyaan yang membuat Zayn jengah sendiri. Tapi dia masih diam dan melepasakan cengkraman tangan Austin pada tangan nya saat ini.
"Jika kau inginkan tahu siapa diriku. Bangun dan lihat saya baik-baik, jangan banyak bicara yang membuat ku sangat tidak nyaman" ucap Zayn yang sekarang banyak bicara karena menghadapi Austin yang masih belum bisa mengenali dirinya yang sebenarnya.
Austin mencoba untuk bangun dan menatap wajah Zayn dengan seksama. Dia seperti mengingat Sesuatu yang pernah dia alami beberapa tahun silam. Ini seperti flashback yang pernah dia alami, tapi dia tidak bisa mengingat dengan jelas semua yang dia alami dahulu dan sebelum dia mengalami pemculikan dan juga penyekapan.
.
.
Jangan lupa saweran nya ya.....
Othor tunggu....