Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
King Mafia's feeling



Zayn hanya mendengarkan saja semua yang mereka semua ucapkan satu persatu. Hingga dia mengangkat tangan nya untuk menghentikan ucapan-ucapan mereka semua yang sudah membuat nya pusing.


"Sekarang kalian boleh pergi semuanya. Nanti kalian akan mendapatkan kabar selanjutnya" ucap Zayn yang sudah tidak karuan menahan pusing akibat ulah dari orang-orang yang membuatnya muak.


"King, apa anda menginginkan sesuatu?" tanya Jeff yang melihat king nya sudah gelisah dan sepertinya sedang menahan sesuatu.


"Tinggalkan aku sendiri" ucap Zayn dengan tatapan tajam nya.


"Baik king" jawab Jeff dan segera pergi dari hadapan king nya.


"Aku harus bisa menahan emosi ku sendiri. Jika seperti ini terus bagaimana aku bisa mengurus perusahaan ku sendiri" ucap Zayn yang sedang menenangkan dirinya dan juga emosinya.


Zayn menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan-lahan. Dan begitu seterusnya hingga Zayn merasa tenang.


Setelah merasa tenang dia baru akan keluar dari dalam ruangan meeting. Dia melihat Jeff masih menunggu nya, Zayn langsung menghampiri Jeff untuk segera pergi dari perusahaan nya.


"Kita akan kemana king?" tanya Jeff saat sudah berada didalam mobil.


"EDC.CORP" jawab Zayn dengan singkat jelas dan padat.


Jeff tanpa banyak bertanya lagi dia langsung menyuruh supir segera melajukan mobilnya menuju EDC.CORP.


Setelah sampai Jeff langsung kembali lagi keperusahaan PENZ.DRC setelah memastikan king nya selamat sampai tujuan. Dan Zayn disambut oleh para staff kariawan yang melihat Tuan Muda Z datang.


Begitu juga dengan Chris yang langsung turun dari lantai paling atas untuk ikut menyambut Tuan Muda Z. Saat sudah sampai didepan Zayn, Chris langsung mengarahkan Zayn untuk masuk kedalam lift untuk menuju keruangan nya.


"Apa ada sesuatu yang tidak kamu mengerti Chris?" tanya Zayn saat melihat ruangan nya terlihat berantakan.


"Maafkan saya Tuan Muda Z, saya tadi terburu-buru dan membuat semuanya berantakan. Saya akan membereskan nya sekarang Tuan Muda Z" ucap Chris yang langsung segera membereskan berkas-berkas yang berserakan dan tidak pada tempatnya.


"Jika kau sudah tidak bisa bekerja disini lagi kau bisa resign sekarang juga" ucap Zayn tanpa ekspresi apapun.


"Maafkan saya Tuan Muda Z. Saya masih mau bekerja disini" jawab Chris dengan gemetar.


Zayn langsung menuju ruang istirahatnya. Dia merasa ada yang tidak beres dengan tubuh nya, Zayn mencoba mengingat-ngingat apa saja yang dia makan dan tempat mana saja yang dia singgahi.


Zayn langsung membersihkan dirinya dan mengganti seluruh pakaian yang dia pakai sebelumnya. Setelah membersihkan dirinya, dia merasa lebih segar dan merasa lebih enak.


"Tapi kenapa perasaan ku tidak tenang sejak tadi?" gumam nya sambil merebahkan tubuh nya diatas ranjang king size yang berada didalam kamar istirahat nya.


"Apa yang terjadi dengan diriku sendiri? Kenapa merasa ada sesuatu yang mengganjal. Jika seperti ini terus bisa-bisa aku menjadi gila" gumam nya lagi dan langsung bangkit untuk segera menyelesaikan pekerjaan nya.


Zayn langsung menyibukkan dirinya dengan semua pekerjaan nya. Dan juga berbagai berkas dan juga layar monitor didepan nya. Dia sedikit melupakan apa yang dia rasakan.


Sedingin dan sekejam seorang Zayn Pratama Edison atau yang sering dipanggil king Z dia juga memiliki perasaan juga. Bahkan perasaan nya lebih peka dari yang lainnya.


Bahkan jika dia sedang merasa ada yang mengganjal dihati nya tiba-tiba ada kejadian yang menimpa nya atau orang-orang terdekat nya.


"Tuan Muda Z, ada yang ingin bertemu dengan anda" ucap Chris yang memberi tahu jika ada tamu untuk Tuan nya.


"Apa kau tidak melihatnya, jika saya sedang sibuk seperti ini jangan ada yang boleh mengganggu ku!" ucap Zayn dengan nada yang sangat dingin menusuk.


"Maaf Tuan Muda Z, saya akan menyampaikan pada nya jika anda sedang sibuk" ucap Chris yang langsung undur diri.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja.


Tangan nya dengan lincah nya berselancar diatas keyboard nya dan dia segera memeriksa data-data perusahaan dan juga data dirinya sendiri. Dia dengan mudah nya menyembunyikan apa yang dia ingin sembunyikan.


"Jadi ini masalahnya. Pantas saja perasaan ku tidak enak. Ternyata ada tikus-tikus yang ingin mengganggu ku rupanya" gumam Zayn dengan seringai liciknya dan dengan sekali saja menekan tomobol yang ada didepan nya sudah bisa membuat lawan nya langsung tidak berkutik menghadapinya.


Setelah dia selesai berselancar diatas keyboard nya dia merasa lebih tenang dan baik perasaan nya. Lalu pandangan nya beralih pada CCTV yang menampilkan seseorang yang masih menunggu nya diluar ruangan walau sudah disuruh pergi.


"Chris, biarkan dia masuk" ucap Zayn dengan telpon yang tersandung pada ruangan Chris.


"Silahakan Tuan. Anda sudah ditunggu oleh Tuan Muda Z didalam" ucap Chris pada pria paruh baya tersebut.


"Selamat siang Tuan Muda Z" ucap seseorang yang sudah lanjut usia, tapi masih terlihat sisa-sisa ketampanan nya waktu muda.


"Silahakan duduk Tuan" ucap Zayn mencoba untuk ramah pada orang dihadapan nya.


"Terimakasih Tuan Muda Z" ucap pria lanjut usia itu.


"Saya kesini ingin membicarakan hal yang sangat penting. Saya tahu mungkin anda akan menertawakan saya karena saya akan meminta bantuan dari anda" lanjutnya yang sudah akan meminta bantuan pada pria muda yang ada didepan nya saat ini.


"Apa yang bisa saya bantu untuk anda? Saya rasa saya tidak akan sanggup menerima permintaan dari anda" ucap Zayn yang merendah dihadapan pria yang sudah lansia ini.


"Anda jangan berbicara seperti itu Tuan Muda Z. Karena saya kesini atas rekomendasi dari Louis Edison sendiri. Dia yang memberi tahu saya jika putra nya akan bisa membantu masalah yang kami hadapi" ucap pria tua dihadapan Zayn.


Zayn berfikir, dia bisa saja langsung percaya jika Daddy nya merekomendasikan dirinya pada orang tua dihadapan nya saat ini. Tapi dia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan.


Tiba-tiba pria tua itu menyebutkan sebuah kode yang hanya Daddy dan dirinya lah yang tahu.


"Zero" ucap pria tua didepan nya.


"Anda benar-benar rekomendasi dari Daddy. Ikut saya sekarang" ucap Zayn setelah mendengar kode kata yang diberikan oleh pria tua tersebut.


"Terimakasih" ucapnya langsung mengikuti langkah Zayn menuju suatu tempat yang masih berada didalam ruangan kerja nya sendiri.


Sebelum memasuki ruangan tersebut Zayn sudah mengunci pintunya dan dia juga membuat kaca didalam ruangan nya menjadi gelap dan tidak terlihat bahkan ditembus oleh pluru sekali pun.


"Apa yang bisa saya bantu untuk anda?" tanya Zayn setelah mereka berdua duduk saling berhadapan.


"Saya ingin menjodohkan cucu saya dengan anda Mister Z" ucap pria tua tersebut langsung to the point.


"What!" ucap Zayn dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.


"Saya bicara terusterang kepada anda. Karena cucu saya dalam bahaya besar berada dinegara ini. Saya juga sudah menyewa bodyguard dan juga penjagaan yang ketat, tapi saya merasa sangat was-was. Karena cucu saya sedang diincar oleh seorang mafia yang ditakuti dinegara ini" jawab pria tua itu dengan panjang lebar.


"Itu tidak mungkin. Saya akan menjamin keselamatan cucu anda tanpa saya harus menikahi nya, jadi anda hanya cukup melihat saja" ucap Zayn dengan datar dan dingin nya.


"Baiklah saya akan menerimanya. Tapi dia sudah dengan nekad nya mendekati cucu saya secara terang-terangan dan akan melakukan sesuatu jika cucu saya tidak merespon nya" jelas pria tua itu.


"Siapa nama mafia yang ditakuti itu?" tanya Zayn yang ingin tahu.Siapa sebenarnya kecoa yang sedang bermain-main dengan nama yang jelas saja itu adalah nama nya.


"Nama nya Zian. Dia juga selalu menggunakan nama depan nya saja Z" jawab pria tua tersebut.


'Zian, Zian Zian... Oh, cecunguk itu rupanya. Bahkan dia bukan tandingan dari Chris yang tidak ada apa-apa nya' ucap Zayn yang menggelengkan kepala nya saja.


"Dia tidak perlu dicemaskan. Yang perlu kita lakukan hanya mengawasi nya saja. Tidak perlu dikhawatirkan sampai seperti itu. Yang perlu kalian takutkan ada dihadapan kalian sendiri" ucapan terakhirnya tidak dia katakan melainkan hanya dalam hati nya saja.


"Tapi dibelakang pria itu ada nama besar yang selalu melindunginya dan dia adalah putra tunggal nya" ucap pria tua tersebut menjelaskan.


"Siapa nama besarnya?" tanya Zayn lagi.


"Dia bernama Alfonzo Mister Z" jawab pria tua tersebut, yang sudah lelah untuk bisa menjauhkan Zian dari cucu nya itu.


Bahkan setiap bodyguard dan juga orang-orang yang dia suruh menjaga dari jauh pun selalu ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. Dan makanya pria tua tersebut meminta bantuan pada teman baik nya yang dulu pernah menolongnya. Dan disinilah dia berada. Dihadapan putra nya Louis sendiri.


.


.


.


Siapa ya kira-kira pria tua itu????