Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Kabar duka, atau kabar bahagia???



Zayn masih hanya diam dan terus menatapi layar pad nya. Dia semakin sekali tidak terusik dengan kedua orang yang sedang berdebat. Lebih tepatnya Zoya yang sama sekali tidak mau mendengarkan semua ucapan dari Addofo.


"Zayn, kakak tidak ingin melihat pria ini lagi dan juga gangguan darinya. Kakak sangat tidak menyukainya dan. itu semua sangat mengganggu kakak" ucap Zoya yang menahan tangisnya yang sebenarnya sudah dia tahan sejak tadi. Tapi dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan orang yang sudah sangat banyak melukai banyak hati wanita.


Bahkan lebih parahnya lagi yang menjadi korban nya adalah wanita yang selalu dia idolakan dan juga dia ingin sama seperti dirinya yang sangat baik dan juga bisa menempatkan perasaan nya. Bisa lemah lembut dan juga bisa tegas sebagai seorang wanita tangguh dan juga sangat penyayang.


"Jika kakak mau lakukan sendiri. Karena tanpa dibunuh pun dia sudah lama mati kak, karena sejatinya dia sudah mati karena dia sudah tidak menggunakan akal dan juga fikiran nya sebelum bertindak" ucao Zayn yang mana masih saja menatapi layar pad nya tanpa mengalihkan pandangan nya.


"Kau benar juga Z. Jika kakak atau kamu melakukan itu, apa bedanya dengan nya yang selalu melakukan itu pada orang lain yang tidak bersalah sama sekali" ucao Zoya yang malah meneteskan air matanya dan segera menghapusnya dengan cepat agar tidak ada yang melihatnya.


"Kak, jika kakak ingin keluar dulu juga tidak apa-apa. Karena semuanya orang-orangnya sudah tidak ada lagi. Kakak sudah aman" ucao Zayn yang tahu jika kakaknya ingin menangis dan tidak bisa menahan tangisnya lagi.


Tanpa mengatakan apa-apa lagi Zoya langsung pergi dari dalam ruangan pribadi Addofo yang sekarang sudah tidak berdaya lagi. Zayn meletakan tab nya dan menghampiri Addofo yang sedang duduk menunduk.


"Apa anda ingin mengatakan sesuatu?" tanya Zayn yang tanpa membuka maskernya dan topinya.


"Tolong, yakinkan dia untuk mau meneruskan semua yang ku miliki. Terserah mau diapakan olehnya, yang pasti dia mau mengelolanya. Jika mau merubahnya juga terserah, karena itu adalah haknya. Saya tidak pernah memohon pada siapapun, bahkan pada Tuhan sekalipun juga tidak pernah saya lakukan. Saya hanya ingin jika Zoya mau menerimanya saja" ucao Addofo yang menunduk dihadapan Zayn yang berdiri dihadapan nya.


"Jangan pernah melakukan itu semua. Anda bisa merubah diri anda untuk menjadi lebih baik, saya melakukan ini bukan untuk anda. Tapi untuk kakak saya, jadi jangan pernah melakukan kesalahan yng sama lagi. Jika saya mau, saya akan membunuh anda sama seperti anda menghabisi pria yang selalu memaafkan kesalahan-kesalahan anda selama ini. Bahkan dia walau anda telah membuat wanita yang sangat dia cintai telah kau sakiti dan kau lukai perasaan nya tidak pernah mengatakan apa-apa dan masih saja memaafkan anda" ucao Zayn yang mengepalkan tangan nya menahan emosinya untuk tidak menghabisi orang yang sudah tidak berdaya dihadapan nya saat ini.


"Lakukan saja, saya sudah siap dengan kematian yang seperti apapun yang akan kau lakukan anak muda. Karena dengan melakukan seperti ini pada kedua tangan saya sudah sangat menyiksa dan juga lebih baik mati dari pada harus seperti ini" ucap Addofo yang memohon kematian nya pada Zayn.


Karena sekarang kedua tangan Addofo sudah terlihat membiru dan sepertinya racun yang disebabkan oleh jarum yang dia tancapkan pada kedua tangan Addofo sudah menjalar melalui pembuluh darahnya hingga keduanya tangan nya membusuk dan jalan satu-satunya jika ingin selamat adalah memotongnya atau jalur amputasi supaya racun nya tidak menjalar keseluruh tubuhnya.


"Saya tidak berhak atas nyawa anda atau kematian anda. Yang berhak memutuskan adalah putrimu sendiri. Bagaimana keputusan nya terhadap anda, karena saya tidak berhak atas semua itu. Lagi pula saya paling pantang membunuh seseorang yang sudah tidak berdaya sama sekali dan mungkin sedang menunggu waktu jika malaikat mencabut nyawa datang menghampiri anda" jawab Zayn dengan santainya dan sekarang malah melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


Yang mana disana Zoya ternyata sedang mendengarnya dan juga membekap mulutnya agar tangisan nya tidak keluar dan bisa didengar oleh Zayn. Tapi Zoya sama sekali tidak tahu jika semua yang Zoya lakukan sekarang sudah diketahui oleh Zayn, makanya Zayn beranjak pergi dari ruangan itu.


'Kak, kau boleh bertemu dan berbicara berdua dengan pria itu. Aku akan memakamkan pria yang lainnya lagi, entah kenapa aku merasa sudah sangat dekat dengan nya. Kalian bisa berbicara betdua' gumam Zayn dalam hati karena dia langsung pergi menuju tempat dimana Aaron sudah menyiapkan pemakaman untuk Alberto.


"Apa yang anda inginkan dari saya? Saya sudah bilang, jika saya tidak ingin menerima semua yng anda berikan kepada saya" ucap Zoya dengan berderai air mata. Karena dia melihat keadaan Addofo yang sangat memprihatinkan.


"Tolong sekali saja memanggilku dengan sebutan Daddy. Hanya itu saja keinginan ku, tidak ingin yang lain-lain lagi. Jika kamu tidak ingin menerima apa yang Daddy berikan padamu tidak masalah, hanya itu saja keinginan Daddy padamu" ucap Addofo yang sudah berderai air mata juga.


Ini adalah pertama kalinya seorang Addofo Barnard meneteskan air matanya. Pria yang sangat kejam dan juga memiliki julukan psychopath berdarah dingin, sekarang sedang menangis dihadapan putri kandungnya yang sedang menatapnya dengan mata yang juga basah.


"Jika saya tidak mau. Apa yang akan anda lakukan?" tanya Zoya dengan ikut berjongkok dihadapan Addofo yang sedang menangis ingin diakui sebagai seorang Daddy dan juga menahan sakit dikedua tangan nya.


"Daddy tidak akan memaksanya, karena hanya itu keinginan terakhir dari Daddy pada kamu" jawab Addofo dengan wajah yang sudah memucat karena seluruh racun yang ada ditangan nya sudah mulai menyebar keseluruh tubuhnya.


Zoya mengambil sebuah pedang yang sangat tajam lalu membawanya kehadapan Addofo dan...


SRAK...


SRAK...


"Aaa... " teriak Addofo yang menahan sakit karena kedua tangan nya didepan oleh Zoya yang dengan seluruh tenaganya dan tak lama kemudian Addofo tidak sadarkan diri lagi setelah Zoya menebas kedua tangan nya.


Zoya meminta orang-orangnya Zayn untuk membawa Addofo kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena dia sudah memotong tangan nya tanpa petugas medis atau menggunakan alat medis.


.


Sedangkan ditempat lain lebih tepatnya dipemakan umum, dimana Alberto akan dimakamkan tepat dimakam yang dia buat sendiri. Sekarang anggota Zayn sendiri yang menggali liburan tersebut dan meletakan ja*ad Alberto didalamnya.


"King, apa kita tidak mengganti tanggal kematian nya?" tanya Angga yang selalu saja ada didekatnya.


"Ganti saja" jawab Zayn dengan santainya dan dia mengambil tab nya llu melihat Zoya memotong tangan Addofo menggunakan pedangnya sendiri.


"Aaron, kau urus Addofo yang sedang dibawa kerumah sakit terdekat. Karena hanya kau yang bisa memberikan penawar dari racun yang ku buat. Sepertinya kak Zoya sudah memikirkan semuanya dengan sangat matang" ucap Zayn yang memerintahkan Aaron untuk melakukan tugasnya yang terakhir.


"Akan saya lakukan King" jawab Aaron yang langsung pergi dari pemakaman untuk menemui orang yang King nya maksud.


"King, Addofo sudah kita kalahkan. Dan sekarang tinggal Robert Delwyn yang belum bisa kita taklukan. Apa yang akan kita lakukan kedepan nya King?" tanya Jeff yang juga ada disana untuk mengantarkan Tuan Besar nya keperistirahatan terakhirnya.


"Kita tunggu saja apa yang akan dia lakukan. Karena sekarang orang yang berada dibelakangnya sudah tidak bisa membantunya lagi. Kemungkinan besar dianta sendiri yang akan mendatangi ku nantinya" jawab Zayn yang masih menatap batu nisan yang baru saja dipasang dan masih menggunakan nama Surya Pratama Putra.


Karena memang nama itulah yang dia dan keluarganya kenal. Jika Alberto adalah namanya yang dulu sebelum masuk Muslim. Tapi nanti jika Mommy nya bertanya tentang tanggal dan juga tahun kematian nya akan Zayn fikirkan lagi nanti. Karena tidak mungkin jika itu masih menggunakan tanggal dan tahun yang dulu dia buat.


"Perkiraan anda benar Daddy. Daddy meninggal ditanggapi dan juga bulan yang sama, hanya tahun nya saja yang berbeda. Apa ini memang yang Daddy inginkan?" gumam Zayn yang tidak bisa didengar oleh anggotanya yang lain, yang masih berada disekitar makam Surya Pratama Putra.


"King, apa anda masih ingin disini atau mungkin akan langsung menjemput Nyonya dirumah persembunyian?" tanya Angga yang melihat King nya tidak bergeming dan juga bergerak sama sekali.


"Kita kemarkas yang tadi. Ada sesuatu yang harus ku ambil disana" jawab Zayn yang langsung beranjak dari duduknya. Sebelum itu dia mengatakan sesuatu dihadapan batu nisan Daddy nya.


"Semoga Daddy benar-benar tenang disana. Jangan memikirkan Mommy, karena Mommy sudah sangat bahagia dengan kehidupan nya yang sekarang. Jadi sekarang Daddy lah yang harus bahagia juga disana" ucap Zayn yang langsung pergi setelah mengatakan itu dihadapan batu nisan Daddy nya.


Zayn memasuki mobilnya untuk menuju markas Addofo untuk mengambil semua yang memang seharusnya dia ambil sejak lama. Dimana semua bukti-bukti kejahatan nya dan juga kemarahan nya pada semua orang.


Apa lagi terhadap Mommy nya sendiri yang hingga saat ini tidak akan pernah bisa mengingat kejadian puluhan tahun silam. Zayn melihat semua apa yang dia temukan didalam brangkas milik Addofo. Bukan hanya kejahatan nya saja, dia juga memiliki usaha ilegal dan itu termasuk jual beli manusia dan juga organ-organ manusia dipasar gelap.


"Kau tidak akan bisa melakukan kejahatan lagi Tuan Addofo. Karena semuanya sudah saya pegang dan saya akan mengamankan ini semua dengan baik. Jika anda masih ingin menjalakan nya lagi jangan harap masih bisa melakukan nya" gumam Zayn yang melihat semua bukti-bukti yang ada ditangan nya sekarang.


Sedangkan diluar sana anggota Zayn sedang mengamankan setiap mayat yang sudah tidak dapat dikenali lagi. Dengan memundurkan nya secara masal ditempat itu juga. Dari pada dimakan binatang buas dan akan diketahui oleh pihak berwajib. Karena dinegara ini sangat ketat hukum dan juga sangsi sosialnya.


.


.


.


Othor tidak pernah lelah untuk mengingatkan para reader kesayangan Othor semua buat selalu ngasih dukungan berupa. Like, komen, vote dan hadiah seiklasnya ya....


Salam sayang dari Othor receh 🤗🤗🤗