
Zayn sekarang sedang berada didalam kamar miliknya yang sudah sangat lama tidak dia tempati, sekarang dia didalam sana bersama para wanita kesayangan nya yang sudah terlelap karena kelelahan habis bermain bersama.
"Semoga saja selalu seperti ini hingga nanti kalian dewasa dan bisa mendapatkan pasangan kalian masing-masing" gumam Zayn menatapi kedua putrinya yang sedang terlelap sangat nyenyaknya.
Zayn memindahkan Azalya untuk berada dikasur yang lain dan masih berada didalam satu kamar dengan nya juga. Karena Zayn tidak ingin jika kehilangan mereka lagi jika mereka ditempatkan dikamar yang berbeda darinya.
"By, kenapa aku dipindahkan kesini?" tanya Azalya saat dia sadar jika dia sedang dalam gendongan Zayn yang sedang menatapnya dengan lekat.
"Karena aku sangat merindukan mu. Jadi diam dan terima saja apa yang akan ku lakukan" jawab Zayn dengan merebahkan tubuh Azalya diatas ranjang miliknya yang lain.
Zayn juga menekan tombol untuk memisahkan ranjangnya dengan ranjang milik anak-anaknya dan memasang peredam suara untuk lebih leluasa bisa berduaan dengan Azalya dan tidak akan mengganggu tidur anak-anaknya.
"Apa yang akan hubby lakukan?" tanya Azalya saat melihat Zayn malah mengungkung tubuhnya.
"Akan melakukan apa yang seharusnya aku lekukan" jawab Zayn yang langsung menyambar bibir Azalya dengan sangat lembut dan juga menuntut.
Azalya yang awalnya menolak lama kelamaan membalas ciuman dari Zayn dan sekarang saling membelit lidahnya masing-masing. Azalya tidak bisa menahan desahhaan nya yang mana Zayn sudah memainkan bukitnya dan juga buah cerry yang tumbuh diatas bukit kembarnya tersebut.
"Ah... " Azalya mengeluarkan suara keramatnya dan itu membuat Zayn semakin bersemangat untuk terus menikmati apa yang sudah sangat lama ingin dia nikmati dari Azalya.
"Jangan seperti itu By, rasanya.... Sangat tidak karuan" ucap Azalya saat tangan Zayn sudah menelusup kedalam surabi milik Azalya dan memainkan kacang almond nya. Membuat Azalya menggelinjang tidak karuan.
"Ini akan sangat nikmat dan juga sangat berkesan sweetie. Nikmatilah semuanya" ucap Zayn yang mana sudah diliputi oleh kabut gairraah yang sangat besar didalam dirinya.
"Hubby, uh...." ucap Azalya lagi saat paria pait milik Zayn sudah melesak masuk kedalam surabi milik Azalya.
Zayn merasakan jika ini sama seperti saat dia melakukan pertama kalinya dengan Azalya dulu. Dan bahkan lebih nikmat lagi rasanya. Membuat Zayn tidak bisa berkata-kata dan terus saja men*esah nikmat saat dia memompa inti tubuh Azalya.
"By, aku... Aku sudah tidak tahan lagi" ucap Azalya yang mana ingin mengeluarkan sesuatu yang ingin meledak begitu saja.
"Keluarkan saja sweetie. Jangan ditahan-tahan" ucap Zayn yang mana membuat Azalya semakin tidak karuan dengan dia mengerang panjang saat dia mengeluarkan sesuatu dalam dirinya.
Tubuh Azalya sedikit bergetar dan kakinya juga sangat lemas. Apa lagi Zayn tidak berhenti dulu untuk membiarkan Azalya merasakan org*sme terlebih dahulu. Zayn semakin mempercepat tempo untuk memompa Azalya, membuat Azalya semakin tidak karuan dengan juga semakin berteriak saat Zayn akan mengeluarkan mayones miliknya.
"Hubby, aku sudah tidak kuat lagi" ucap Azalya yang ingin luar lagi entah untuk keberapa kalinya sedangkan Zayn baru akan keluar satu kali ini saja.
"Bersama sweetie" ucap Zayn yang mengerang panjang saat akan menyemburkan kecebongnya kedalam rahim Azalya yang sudah lama kering tandus.
"Thank you sweetie. Kau memang selalu nikmat sejak dulu" ucap Zayn yang membuat Azalya hanya mengangguk saja menanggapi ucapan dari Zayn.
Azalya sudah sangat lemas akibat ulah suaminya yang tidak pernah bisa bermain dengan cepat. Apa lagi sekarang yang baru pertama bertemu dan juga melakukan nya lagi untuk pertama kalinya dan itu selalu saja long time. Jika paling sebentar yang Zayn lakukan adalah 45menit, itu durasi paling sebentar menurut Zayn.
Setelah melakukan itu Azalya langsung terlelap dengan cepat, karena dia sudah sangat lemas dan juga tidak bertenaga lagi. Matanya juga sangat berat untuk dibuka, hingga membuat Zayn tersenyum melihat Azalya yang sedang terlelap kelelahan karena ulahnya barusan.
Zayn membersihkan tubuhnya dan bergantian dengan Azalya, dia membersihkan bekas percintaan nya dan juga seluruh tubuh Azalya yang tergolek lemas tak berdaya. Setelah memakaikan pakaian pada Azalya, Zayn membuka sekat yang otomatis jika dia menggunakan remote.
Zayn mendekati kedua putrinya yang masih terlelap juga dengan sangat nyenyaknya, Zahiya dan Zaniya saling berpelukan jika sedang tertidur seperti sekarang.
.
Hari sudah menjelang sore dan ketiga wanita kesayangan nya barusan bangun dari tidurnya dan yang pertama kalinya mereka lihat adalah wajah tampan Zayn yang sedang duduk dan menatapnya dengan senyuman dibibirnya.
"Apa sudah kenyang tidur siangnya, hmm?" tanya Zayn yang menghampiri keduanya putrinya yang mengangguk dan mengiyakan pertanyaan dari Zayn.
"Sekarang kalian bisa membersihkan diri sendiri atau Daddy panggilkan pelayan untuk membantu kalian mandi?" tanya Zayn pada kedua putrinya dan dijawab anggukan oleh keduanya.
"Baiklah, kalian bangun dulu nanti akan ada dua pelayan yang akan membantu kalian berdua" ucap Zayn yang sekarang menggendong kedua putrinya memasuki kamar mandi.
"Thank you Dad" ucap keduanya dengan tersenyum pada Zayn.
Zayn hanya tersenyum dan mengusap kepala Zahiya dan Zaniya bergantian. Lalu datang dua pelayan yang akan membantu mereka berdua mandi dan setelah itu mereka akan diajak untuk menemui seseorang yang memang seharusnya sudah mereka temui.
"Sweetie, kau juga harus membersihkan tubuh kamu. Apa kau tidak ingin ikut untuk menemui seseorang yang akan membuat kamu bahagia an juga akan sangat bahagia bertemu dengan mu dan juga twins Z" ucap Zayn yang mana membuat Azalya hanya mengangguk lemas dan dia tidak bertenaga lagi.
Kakinya juga sangat lemas akibat ulah Zayn tadi. Zayn yang tahu langsung menggendongnya ala bridal style menuju kamar mandi sebelahnya lagi.
"Mau aku mandikan atau mandi sendiri?" tanya Zayn yang malah menggoda Azalya dengan mendekatkan tubuhnya hingga tidak ada jarak lagi keduanya.
"Aku, aku bisa mandi sendiri" jawab Azalya yang mendorong tubuh Zayn untuk menjauh darinya.
Zayn hanya tersenyum mendengar Azalya yang berbicara dengan gugup. Dan itu terlihat sangat menggemaskan dan lagi seluruh tubuh Azalya sudah seperti Macan tutul yang dipenuhi oleh tanda kepemilikan dari Zayn.
"Ini sih bukan tanda kepemilikan lagi yang dia tinggalkan. Aku sudah seperti Macan tutul saja" gerutu Azalya saat sudah melihat Zayn keluar dari kamar mandi dan dia berdiri didepan cermin besar didepan nya.
"Lebih baik aku segera membersihkan diriku, jika tidak dia pasti kembali lagi mengulang kejadian yang tadi" gumam Azalya yang berjalan seperti penguin yang menahan rasa sakit dan perih, juga seperti ada yang mengganjal diinti tubuhnya.
Terserah siapa yang menjadi Zahiya dan Zaniya, soalnya Othor gumussss banget sama mereka berdua 😍😍😍
"Mommy lama, kita kan mau pergi dengan Daddy" ucap Zaniya yang lebih cerewet dari Zahiya.
"Oh, benarkah?" Tanya Azalya yang sedang mengenakan pakaian nya dan segera mengenakan make up yang sudah Zayn sediakan saat Azalya sedang mandi tadi.
" Benar Mommy, ayo cepatlah bersiap" ucap Zahiya yang langsung mendekat kearah Azalya yang sedang duduk didepan meja riasnya.
"Iya, iya. Mommy akan mengenakan ini dulu, setelah itu baru pergi dengan kalian semua. Lebih baik kalian berdua turun dulu dan menunggu dengan Daddy saja, setelah selesai Mommy akan menyusul turun" ucap Azalya pada kedua anak-anaknya untuk menunggunya dibawah jika tidak maka Azalya akan lama bersiapnya.
Kedua anaknya langsung pergi menuju pintu untuk keluar dan menemui Daddy nya lalu menunggu Mommy nya bersiap.
"Kenapa hanya berdua saja? Apa Mommy belum selesai bersiap?" tanya Zayn dengan mengerutkan keningnya melihat kedua putrinya cemberut karena turun berdua saja tanpa Mommy nya.
"Kenapa cemberut Quin nya Daddy?" tanya Zayn lagi dengan berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan kedua putrinya.
"Mommy lama bersiapnya. Aku tidak sabar menunggunya" ucap Zahiya dan Zaniya yang mengangguk masih cemberut.
"Oh, benarkah? Itu Mommy sudah siap" tanya Zayn dan melihat kearah tangga Azalya sedang turun dengan pakaian casual nya dan masih saja terlihat seperti anak remaja dan belum memiliki anak.
"Maaf Mommy lama" ucap Azalya yang menghampiri mereka semua yang sedang menunggu dirinya.
"Mommy lama, ayo Dad kita pergi sekarang" ucap Zahiya dan Zaniya yang menggandeng tangan Zayn untuk menjauhi Azalya yang hanya menghela nafasnya melihat kedua putrinya yang sudah menguasai suaminya.
"Mommy benar-benar sudah dilupakan oleh kalian, sungguh sedihnya hati Mommy" ucap Azalya yang pura-pura menangis dan mengusap air matanya.
"Sorry Mom" ucap ketiganya sambil memegang telinganya masing-masing sambil mengucapkan maaf.
"Akan Mommy fikirkan untuk memaafkan kalian. Mommy sungguh sakit hati" ucap Azalya lagi lalu memasuki mobil yang sudah ada Angga dan Marcos yang berada dibalik kemudi dan disamping pengemudi.
"Kita akan kemana Dad?" tanya Zahiya yang sedang melihat jalanan yang sangat ramai danbpenuh lalu lalang mobil yang lewat. Ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya keluar mainson dan menaiki mobil mewah.
"Kita akan kesuatu tempat yang akan membuat kalian senang" jawab Zayn yang sedang melihat anak-anaknya bahagia dan sangat antusias untuk pergi dengan nya.
"Wah, pasti seru. Apa tempat itu menyenangkan?" tanya Zahiya dan Zaniya yang menatap penuh harap pada Zayn.
"Hmm, tentu saja" ucap Zayn sambil mengusap pipi Zahiya dan Zaniya yang mengangguk dan tersenyum lepas.
Mereka saling bercerita berdua dan melihat kearah jalan yang mereka lewati dan juga sangat antusias. Tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh Angga memasuki sebuah rumah yang sangat besar dan masih sama seperti dulu dan tidak ada yang berubah sedikitpun juga.
"By, ini dimana?" tanya Azalya yang melihat Zayn dan juga melihat rumah besar didepan nya.
'Kenapa perasaan aku tidak karuan seperti ini? Sepertinya tempat ini tidak asing lagi dan juga sepertinya sudah sangat lama tinggal disini dan merasakan ini semua ada hubungan dengan ku' gumam Azalya dalam hati melihat kearah depan dan juga melihat pintu yang terbuka lebar dan tiba-tiba keluar dari dalam.
"Pa, dia adalah Aza kita Pa" ucap Mama Soraya yang melihat Azalya sedang berdiri menatapnya dengan tatapan asing dan tidak kenalnya.
"Aza, kamu Azalya bukan? Anak Mama, sayang? Masya Allah, Mama sangat senang sekali nak" ucap Mama Soraya yang memeluk Azalya dengan penuh kerinduan yang sangat besar pada putri bungsunya.
"Maaf anda siapa? Saya tidak mengenakan anda" ucap Azalya yang membuat hati Mama Soraya sakit dibuatnya.
Tapi Mama Soraya tidak ingin menanyakan apa-apa dulu pada Azalya. Karena Mama Soraya ingin bertanya langsung pada Zayn dan pandangan mereka berdua teralihkan oleh kedua anak kecil yang sangat cantik dan juga sangat menggemaskan.
"Mereka berdua siapa Zayn?" tanya Mama Soraya pada Zayn yang menatap kedua anak kecil yang sedang dalam gendongan Zayn.
"Mereka berdua adalah cucu-cucu Mama" jawab Zayn yang membuat Mama Soraya dan Papa Danu menatap tidak percaya.
"Mari masuk. Aza, kenapa diam saja? Ayo ikut masuk juga kedalam" ucap Mama Soraya mengajak Azalya yang tidak menolak digandeng oleh Mama Soraya.
Sedangkan Papa Danu mengekori keduanya dan juga berjalan sejajar dengan Zayn dan kedua putri kecilnya yang digendong dengan sangat erat oleh Zayn. Papa Danu merasa tidak enak pada Zayn, karena dulu dia sudah memukuli Zayn karena sudah membuat Azalya meninggal.
.
.
.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiah seiklasnya ya....
Subscribe dan pollow akun Othor juga ya...