Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Arthur Cony



Zayn menatap pira dihadapan nya yang sedang berlutut dan menundukkan wajahnya.


"Saya yakin dengan keputusan saya Mister. Makanya tadi saya tidak menolak saat orang anda menangkap saya, karena saya yakin hanya anda yang akan bisa menolong saya dari masalah ini" jawabnya dengan sangat tegas dan juga lugas.


"Apa keuntungan saya dengan membantu mu?" tanya Zayn lagi menatap sangat tajam.


"Anda akan mendapatkan keuntungan dengan saya memberitahu semua yang ingin anda ketahui" jawabnya dengan tegas dan juga berani menatap wajah Zayn.


"Memangnya apa yang ingin saya ketahui dari mu?" tanya Zayn dengan mengintimidasi.


"Anda sedang mencari informasi tentang siapa orang yang sudah terlibat dalam konsfirasi untuk melenyapkan anda" jawabnya dengan sangat berani menatap mata Zayn.


"Apa itu?" tanya Zayn dengan wajah yang selalu tanpa ekspresi sedikit pun.


"Anda adalah King Mafia bukan? Saya sudah mengetahui semuanya. Termasuk segala yang ingin saya ketahui sudah saya tahu Mister" jawabnya dengan sangat tegas.


"Siapa kau sebenarnya? Kau bukan lah orang sembarangan yang dengan mudahnya bisa mengetahui siapa diri saya yang lain" tanya Zayn dengan tatapan yang sangat mengerikan.


"Saya Arthur Mister" jawabnya dengan tersenyum memperkenalkan dirinya dihadapan Zayn.


"Arthur Cony?" tanya Zayn dengan memicingkan matanya.


"Iya Mister. Apa anda sudah mengenal saya sebelumnya?" jawab Arthur dan bertanya juga pada Zayn.


"Sangat. Saya sangat mengenal mu" jawab Zayn dengan tatapan yang masih tajam dan mengintimidasi.


"Apa yang ingin anda ketahui dari saya Mister? Saya akan memberi tahu sebisa dan semampu saya. Asalkan anda juga membantu saya untuk menemukan dimana adik perempuan saya berada sekarang" tanya Arthur dengan memberi penawaran juga pada Zayn.


Dia hanya ingin tahu dimana keluarga satu-satunya yang dia miliki. Dia tidak ingin terlambat menolong nya jika tidak cepat melakukan negosiasi dengan Zayn. Jika terlambat, maka nyawa adiknya lah yang menjadi taruhan nya.


"Saya akan melakukan keinginan mu selagi kau bisa dipegang ucapan nya. Jika masalah penghianat atau konsfirasi itu, saya sudah mengetahuinya. Dan juga sudah saya beri pelajaran juga padanya. Jadi kau tidak perlu repot untuk memberi tahu saya lagi" jawab Zayn dengan seringai diwajah tampan nya.


"Tapi apa yang bisa saya lakukan untuk anda setelah anda membantu saya?" tanya Arthur pada Zayn dengan penuh tanya.


"Kau bisa bekerja untuk ku dengan syarat harus setia padaku dan jangan pernah berani barhianat! Jika saya tahu ada yang berhianat padaku saya akan dengan mudah menghancurkan nya seperti menghancurkan seekor nyamuk!" jawab Zayn dengan sangat telak dan juga menakutkan didengar oleh Arthur.


"Saya akan melakukan sebisa dan semampu saya Mister. Jika saya memang melakukan kesalahan seperti itu, maka dengan senang hati saya menyerahkan hidup saya untuk anda" ucap Arthur dengan sangat tegas dan juga berani dihadapan Zayn.


"Bagus. Kau boleh keluar sekarang. Ingat satuhal, nanti akan ada orang yang memberi tahu mu dimana adik mu berada dan bagaimana kondisinya" jawab Zayn dan memberi tahu Arthur supaya menunggu nya dirumah nya saja.


"Baik Mister. Saya akan segera keluar dari sini" jawabnya lalu bangkit dari berlututnya dan pergi dari hadapan Zayn.


Setelah kepergian Arthur, Zayn mengerjakan tugasnya dan dia tidak lupa memberitahu anggotanya untuk mencari tahu dimana adiknya Arthur berada. Dan setelah itu dia dengan santainya mengerjakan semua tugas dan juga membaca semua berkas yang dia terima dari Chris.


Saat sedang bersemangat dengan tumpukan berkasnya. Tiba-tiba pintu ruangan nya diketuk dari luar dan dibukanya juga.


"Mister, saya mau melaporkan, jika berkas kontrak kerjasama dengan perusaan lain tidak ada titempat nya. Saya sudah mencarinya tidak ketemu, dan saya mendapati ruangan saya sudah berantakan. Apa diperusahaan ada penyusup Mister?" lapor Chris dengan pandangan yang sudah ketakutan menatap wajah datar seorang Zayn.


"Apa ini yang kau cari Chris?!" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya sambil menyerahkan sebuah berkas yang tadi diberikan oleh Arthur padanya.


"Apa kau sudah bosan bekerja padaku Chris?" tanya Zayn pada Chris yang sudah ketakutan menatap wajah menyeramkan Zayn.


"Maafkan saya Mister. Saya masih mau bekerja disini dan untuk anda" jawabnya dengan nada tegas dan mengambil berkas yang disodorkan oleh Zayn padanya.


"Jika begitu lakukan dengan benar tugas mu" ucap Zayn dengan menatap tajam dan juga mengerikan.


Chris langsung pergi dari ruangan Zayn dan meninggalkan Zayn yang sedang merkutat dengan berkas-berkas yang ada dihadapan nya.


.


Sedangkan ditempat lain lebih tepatnya ditempat penyekapan adik Arthur. Carlos sedang melakukan hal yang tidak senonoh pada adik perempuan Arthur. Tua bangka itu benar-benar sudah melakukan pele*ehan terhadapnya, bahkan sudah membuat dia tidak berdaya sedikit pun.


"Tuan, tawanan kita lolos!" lapor salah satu dari anak buah nya pada Carlos.


"Ku*ang a*ar! Tangkap dia dan lenyapkan saja dia. Saya sudah bosan dengan nya" titah Carlos dengan tidak berperasaan nya.


"Baik Tuan" jawab anak buah nya dengan langsung melangkah pergi.


"Dasar ****** kecil sia*an, sudah diberikan kenikmatan malah kabur. Dasar bodoh" ucap Carlos dengan wajah yang sangat menyebalkan.


Sedangkan anak buah nya sedang mengejar wanita yang sedang berlari dengan terseok-seok karena menahan sakit disekujur tubuh nya. Apa lagi dibagian inti nya yang sangat terasa sakit luar biasa.


Dia mencoba berlari sekuat tenaga untuk menghindari kejaran dari pasa anak buah nya Carlos. Dia benar-benar sudah ketakutan karena tidak memiliki kekuatan sama sekali untuk berlari lebih kencang lagi.


'Ya Tuhan, jika ini adalah ahir dari hidup ku. Aku rela, izinkan aku untuk pergi dengan membawa dendam ini untuk pria ba*ingan sepertinya. Buatlah dia menderita disisa umurnya, buatlah keluarganya juga merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Terutama anak perempuan nya yang mendapatkan apa yang aku dapatkan saat ini' ucapnya sambil berlinangan air mata dan berlari sekuat yang dia bisa sebelum ada sebuah mobil yang menabraknya dari belakang dengan sangat kencang.


BRAKKK


DUKKK


Hingga tubuh wanita itu terpental sangat jauh, karena ditabrak dengan sangat keras dan dengan kecepatan penuh. Dia ditabrak dengan sengaja oleh anak buah Carlos dengan perintah langsung dari nya.


"Apa dia sudah tiada?" tanya orang yang menabrak tersebut dengan tatapan panik nya.


"Sepertinya sudah. Mana mungkin ada yang selamat dengan mengalami kecelakaan seperti itu" jawab rekan nya yang duduk disamping kemudi.


"Kita cek dulu sebelum Bos marah pada kita karena tidak mengerjakan tugas dengan benar" ucap nya dengan mengemudikan mobilnya menuju tubuh wanita tersebut yang sudah tergeletak bersimbah darah.


"Dia sudah tidak bernafas. Kita tinggalkan dia atau membuang nya dijurang itu?" ucap seseorang yang sedang mengecek wanita yang sudah tidak bernyawa tersebut.


"Kita buang saja untuk menghilangkan bukti" jawab nya dengan ingin mengangkat tubuh tersebut.


Tapi digagalkan dengan kedatangan sebuah mobil yang tiba-tiba ada beberapa orang yang keluar dari dalam nya dengan berpenampilan sangat menyeramkan.


"Mau apa kalian!" tanya seorang dari suruhan Carlos yang sudah panik.


"Membunuh kalian berdua" ucapnya sambil mengeluarkan senjata nya dan.


DOR...


DOR...


Dengan dua kali tembakan mereka berdua sudah tumbang. Dan yang lain nya membawa tubuh yang sudah tidak bernyawa itu untuk diberikan pada King nya. dan salah satu dari mereka menghubungi King nya.


"Halo King, kami sudah menemuakn nya. Tapi dalam kondisi tidak selamat dan sangat mengenaskan" ucapnya saat panggilan nya diangkat oleh King nya.


"Kau antarkan kealamat yang sudah ku berikan tadi" jawab Zayn disebrang sana memberikan perintah pada anggotanya.


"Baik, kami laksanakan King" jawab nya dengan langsung menutup panggilan karena sudah ditutup lebih dulu oleh King nya.


"Apa yang akan kita lakukan dengan wanita yang sudah tidak bernyawa ini?" tanya tekan nya pada salah satu dari mereka bertiga.


"Kita akan mengantarkan nya pada alamat yang sudah King berikan pada kita" jawab rekan nya yang baru saja menghubungi King nya.


"Bagus, kita harus segera kesana sekarang. Jika tidak, maka akan ada masalah baru dengan semua ini" ucap nya. Dan diangguki oleh ketiganya.


Sedangkan Arthur yang sudah tidak sabar menyambut adiknya berada diluar rumah menunggu kedatangan nya.


Saatbsedang menunggu tiba-tiba ada sebuah mobil yang memasuki pelataran rumah nya dan berhenti tepat dihadapan Arthur berdiri.


Arthur yang mengetahui siapa yang datang langsung membukakan salah satu pintu mobil tersebut. Dan betapa terkejutnya dia melihat wajah adiknya yang penuh dengan darah segar yang masih mengalir dari kepalanya.