
Pagi hari yang cerah telah tiba. Zayn yang memang selalu bangun pagi untuk melakukan kegiatan nya seperti ngegym, dia masih belum sadar jika kegiatan nya selalu diperhatikan oleh Azalya yang ternyata sudah bangun sejak tadi.
Dia memandangi deretan roti sobek yang berjajar rapih dan juga sangat menggoda untuk disentuh. Azalya langsung memukul-mukul kepala nya berulang kali supaya dia sadar dengan apa yang dia lakukan sekarang.
Dia mencoba untuk bangun, dan ternyata kaki nya sudah tidak sakit lagi. Diaangsung berteriak-teriak dan melompat-lompat kegirangan hingga tangan nya tidak sengaja menyenggol pajangan yang ada didekat nya.
Pranggggg....
"Mampus gue" ucap Azalya saat melihat guci berukuran lumayan besar sudah pecah dan juga berserakan dilantai.
Zayn yang mendengar nya hanya menghela nafas nya kasar. Dia sendiri yang salah sudah membawa gadis ceroboh itu masuk kedalam kediaman nya dan lebih parah nya lagi dia berada didalam kamar nya.
Zayn datang menggunakan baju nya dan juga kacamata nya yang tidak bisa ia ringgalkan.
"Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Zayn dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.
"Maaf, gue nggak sengaja menyenggol nya. Nanti gue ganti deh dengan yang baru" ucap Azalya sambil memunguti pecahan guci mahal tersebut.
"Apa kau sanggup mengganti nya?!" ucap Zayn dengan ucapan meremehkan.
"Ya meski harus menyicil nya bukan. Gue tahu ini barang mahal dan juga langka. Maka nya gue berniat mengganti nya" jawab Azalya dengan cemberut.
Zayn melihat penampilan Azalya yang mengenakan kemeja miliknya terlihat begitu sexy, kulit yang seputih susu terpampang dengan nyata. Dan pandangan Zayn beralih pada bukit kembar yang ternyata tidak menggunakan penutup nya terlihat sangat menantang untuk ia sentuh.
Zayn menggelengkan kepala nya berulang kali. Walau bagaimana pun dia adalah pria normal pada umum nya. Dia juga mempunyai gai*ah jika disuguhkan oleh pemandangan yang sangat membuat iman nya yang setipis sehelai tiau menjadi si imin.
"Apa yang kau lakukan, diam. Dan jangan bergerak!" ucap Zayn yang memperingatkan Azalya supaya tidak mendekat kearah nya.
"Kenapa? Aku akan mengambil ini" tanya Azalya dengan mengacungkan tempat samapah yang tidak jauh dari Zayn yang berdiri.
"Dasar aneh" ucap Azalya yang tidak menyadari jika dia lah yang membuat seorang king mafia bisa panas dingin.
Sedangkan Zayn sedang berada didalam bathroom nya. Dia mencoba menenangkan adik kecil nya yang baru kali ini memberontak ingin segera keluar dan juga dipuaskan.
"Ada apa dengan ku? Hanya melihat dia menggunakan pakaian milik ku, dia menjadi terbangun dari tidur panjang nya" gumam Zayn pada dirinya sendiri.
Dia mencoba membuat adik kecil nya tertidur kembali dengan mencoba membuang fikiran-fikiran kotor yang bersarang didalam otaknya.
Setelah lebih tenang Zayn keluar kembali dan ternyata Azalya sudah tidak ada didalam kamar nya. Dia menemukan note diatas nakas nya.
...**Maaf gue harus pulang sekarang. Sorry yah sudah membuatmu rugi, dan terimakasih sudah nolongin gue. Gue sudah berjanji akan mengganti nya. Jadi loe bisa hubungin ke nomor ini 0852XXXXXX gue tunggu......
...Salam manis... Azalya 😊**...
Kira-kira begitu isi note yang ditinggalkan oleh gadis aneh dan pembuat masalah. Tapi Zayn malah menyimpan note tersebut kedalam laci nakas yang berada didekat ranjang nya.
"Ck, gadis aneh" ucap Zayn saat sudah meletak kan note tersebut.
Zayn langsung mengenakan pakaian formal nya, karena dia akan pergi kekantor untuk kembali menjadi Zayn sang CEO.
Saat dia keluar dari lift, ternyata Chris sudah ada disana menunggu nya. Zayn akan mengisi perut nya dulu sebelum berangkat.
.
Sedangkan Azalya sedang mengendap-endap ingin masuk kedalam kamar nya. Ternyata suasana dirumah masih sepi, mungkin Oma nya masih berada didalam selimut nya.
Saat Azalya sudah masuk kedalam, barulah pasangan suami istri paruh baya keluar dari kamar nya. Dan berencana untuk membangunkan cucu nya yang suka susah jika dibangunkan.
Tok...
Tok...
Tok...
"Aza, bangun... Sudah siang, katanya ada kelas pagi" ucap Oma Rena saat sudah masuk kedalam kamar cucu nya ternyata sudah kosong.
"Ternyata sudah bangun" gumam Oma Rena sambil membereskan tempat tidur cucu nya yang berantakan.
Azalya memang selalu seperti itu, membuat seisi kamar nya berantakan. Tidak lama kemudian Azalya sudah keluar dengan tampilan yang lebih segar. Dia melihat Oma nya baru saja selesai membereskan tempat tidur nya.
"Oma... Sejak kapan Oma ada dikamar Aza?" tanya Azalya yang pura-pura tidak tahu jika Oma Rena sudah ada didalam kamar nya.
"Kenapa Oma? Cantik ya?" tanya Azalya dengan menaik turunkan alisnya.
"Dasar. Cepat turun, Oma dan Opa menunggu mu" ucap Oma Rena saat mendengar ucapan cucu nya ini.
"Iya Oma sayang" jawab Azalya saat Oma nya menutup pintu kamar nya.
"Huh, selamat" ucap Azalya sambil mengusap dadanya berulang kali.
"Untung saja Oma dan Opa belum turun, jika sudah bisa mampus gue" gumam Azalya saat mengingat kejadian tadi malam.
Azalya sudah terlihat cantik dan juga bersemangat seperti biasa nya. Mereka bergabung untuk sarapan bersama. Mereka menghabiskan sarapan nya dan juga satu gelas susu hangat yang sudah disediakan oleh pelayan dirumah nya.
"Oma, Opa Aza berangkat dulu ya. Takut telat. Dah Oma Opa" ucap Azalya sambil mencium punggung tangan kedua nya bergantian.
Azalya berlari sambil menggendong tas dan juga beberapa buku yang dia pegang. Dia berlari hingga..
Bruk
Brak
"Aduh" jerit Azalya yang sedang memegangi pan*at nya yang mencium lantai.
Azalya langsung berdiri dan berlari lagi. Dia tidak menghiraukan dua pelayan yang sedang membereskan barang-barang yang sudah berserakan karena tadi bertabrakan dengan Nona Muda mereka.
Azalya sudah memasuki mobilnya dan segera meminta supir untuk segera melajukan nya dengan cepat. Karena sebentar lagi akan ada kuis dari dosen killer.
Tidak membutuhkan waktu lama dia sudah sampai didepan gedung kampus nya. Azalya langsung berlari lagi menuju kelasnya dan untung saja dia tidak telat.
Saat baru duduk dosen datang dan sudah langsung memberikan kuis pada seluruh mahasiswa dikelas nya. Azalya mengerjakan semuanya dengan tenang, dia melihat Kimberly juga sedang fokus pada kertas yang ada diatas mejanya.
Setelah mengerjakan semua nya, Azalya menyerahkan kertas jawaban yang sudah dia kerjakan. Dan dia juga keluar kelas lebih dulu.
"Huh, akhirnya gue bisa juga mengerjakan kuis dari dosen killer itu. Kenapa si kacamata belum nelpon gue? Bodo amat lah, si amat saja kagak mikirin" gumam Azalya saat menatap layar ponsel nya tidak ada pesan atau panggilan masuk.
Azalya sudah duduk dikantin dan sedang menikmati makanan nya. Dia memang suka sekali makan, walau begitu tubuh nya tetap saja kecil. Tidak pernah bisa besar.
Saat sedang asik makan Azalya dikagetkan oleh kedatangan Kimberly yang sudah duduk dihadapan nya dan juga membawa berbagai camilan.
"Kenapa? Sepertinya sedang banyak fikiran?" tanya Kimberly pada Azalya yang sedang menatapi layar ponsel nya.
"Nggak juga. Aku sedang nunggu telopon dari seseorang" jawab Azalya dengan senyuman mengembang dibibir nya.
"Wah, apa dari seorang pria?" tanya Kimberly lagi dengan sangat antusias dan mendekatkan duduknya.
"Bu... Bukan, sejak kapan aku kenal dengan seorang pria. Hehehe" sanggah Azalya dengan canggung dan juga cengengesan.
"Benarkah? Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Kimberly sambil menatap mata Azalya penuh selidik.
"Iya, dan kamu tahu sendiri kan jika aku ini tidak pernah keluar rumah jika tidak dikampus" jawab Azalya dengan tersenyum meyakinkan.
"Baiklah aku percaya. Lagi pula kamu ini tidak pandai untuk berbohong bukan?" ucap Kimberly dengan senyuman sinis saat Azalya tidak mau menceritakan apa yang dia alami.
Ternyata Kimberly tidak sebaik yang diharapkan oleh Azalya. Azalya sudah tahu jika dia ingin berteman dengan nya ada tujuan tertentu. Azalya sendiri tidak tahu apa motif dari Kimberly mendekatinya sejak awal.
Tapi Azalya tidak mau gegabah jika urusan seperti ini. Dia akan menggunakan otak pintarnya untuk mengetahui semua yang dirahasiakan oleh Kimberly.
.
Jika Azalya sedang memikirkan cara supaya bisa tahu apa mau nya Kimberly. Berbeda dengan Zayn yang sedang memimpin rapat yang sangat lama dan juga sangat menguras kesabaran nya.
Semua yang hadir dalam rapat ini membuat Zayn jengah akan satu orang yang membuat nya ingin sekali mengambil belati beracun nya dan menancap kan pada lehernya.
"Anda tidak bisa seenaknya merubah keputusan sebelum semuanya setuju!" ucap salah seorang pengusaha yang belum tahu siapa Zayn sebenarnya.
"Maaf Tuan Carlos, Tuan Muda Z sudah memberi tahu sebelum nya. Tapi anda tidak mau menerimanya, jika anda masih kukuh dalam hal ini maka perusahaan kita akan berhenti untuk menjalin kerjasama" ucap Chris yang mewakili Zayn untuk bicara.
"Saya tidak perduli! Jika ingin berhenti, maka harus membayar denda sekitar 100% dari dana yang perusahaan saya berikan" ucap Tuan Carlos yang tadi disebutkan oleh Chris.