Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Perasaan apa???



Didalam mobil keduanya saling diam dan tidak ada yang mengucapkan sepatah katapun juga. Entah keduanya larut dalam fikiran nya masing-masing hingga mobil yang dikendarai oleh orang kepercayaan dari Albert sudah berhenti disebuah taman yang sangat bagus juga pastinya sepi. Entah kenapa Zahiya mengajak Albert untuk datang ketempat paforitnya.


"Taman? Apa kau suka dengan alam?" tanya Albert saat sudah ada didepan taman dan Zahiya akan turun dari mobil.


"Bisa dibilang seperti itu. Ayo turun" jawab Zahiya yang langsung turun dari mobil dan menarik tangan Albert untuk turun bersama dengan nya.


"Bagus kan?" tanya Zahiya yang memperlihatkan betapa indahnya pemandangan kota dari atas tempat mereka berdua saat ini.


"Hmm. Sejak kapan kau tahu tempat seperti ini? Bukankah jarak antara rumah kamu dengan ini sangat jauh?" tanya Albert sambil menolehkan kepalanya pada Zahiya yang sedang tersenyum menatap hamparan lampu-lampu kota.


"Ini adalah tempat dimana untuk aku menghilangkan suntuk dan juga penat disaat semua tugas kuliah sedang banyak dan sulit untuk bisa membuat otak tidak stres. Dan saat menemukan tempat ini, begitu sangat berkesan, juga membuat hati dan fikiran merasa lebih tenang" jawab Zahiya sambil menatap kearah depan sana. Dimana lampu-lampu disana menyala dengan sangat rapih dan juga sangat bagus dipandang mata.


"Apa kamu juga lebih suka menyendiri?" tanya Albert yang juga sedang menatap kedepan dan sesekali menatap kearah Zahiya yang hangatnya diam saja.


"Bisa dikatakan seperti itu. Karena semua orang pasti akan melakukan hal yang sama jika merasa penat dengan keadaan dan situasi. Dengan menyendiri akan bisa merasa lebih baik. Itu menurut saya, karena dengan kesendirian bisa menciptakan sesuatu yang berbeda" jelas Zahiya yang juga menatap kearah Albert.


"Kenapa Tuan? Apa ucapan saya salah? Itu semua hanya menurut pandangan saya saya. Selebihnya itu hak masing-masing, anda jangan menyalah artikan ucapan saya barusan" ucap Zahiya yang menatap denagn tatapan Zahiya yang seperti biasa dia lakukan pada siapapun.


"Saya hanya tidak menyangka saja, jika wanita seceria dan tidak pernah terlihat sedih. Tapi memiliki karakter yang berlawanan dengan itu semua, saya kira kamu tidak menyukai kesendirian dan tempat sepi seperti ini. Ternyata dugaan saya salah besar, saya memang belum benar-benar mengenalmu" ucap Albert yang membuat Zahiya hanya tersenyum tipis lalu menatap kedepan lagi.


"Apa jika saya katakan saya adalah Queen Z apa anda percaya Tuan?" tanya Zahiya yang tidak mengalihkan pandangan nya dari depan sana.


"Maka saya akan mempercayainya, karena saya tidak tau siapa kamu sebenarnya. Dan jika kamu juga saya beritahukan saya adalah ketua Mafia dan juga psychopath apa kau percaya dengan ucapan saya?" jawab Albert yang bertanya kembali pada Zahiya.


"Bisa iya, bisa juga tidak. Iya, karena anda sangat misterius Tuan. Anda bisa keluar masuk rumah walau rumah tersebut terkunci rapat. Tidak percayanya karena anda sangat baik dan juga ramah kepada saya, jika yang anda katakan itu memang benar. Maka saya harus menjauhi anda, karena saya tidak ingin jika suatu saat nanti akan ada yang saling menyakiti satu sama lain. Saya tidak mau itu terjadi, biarlah semuanya berjalan dengan sendirinya tanpa adanya paksaan atau kekangan diantara anda dan juga saya" jawab Zahiya dengan panjang lebar dan dia bangkit dari duduknya lalu bahunya yang sedikit terbuka memperlihatkan ada perban yang sedikit terlihat.


"Apa kau benar-benar Queen Z?!" tanya Albert yang mendekat dan menatap dengan tajam dan juga membunuhnya.


"Sudah saya katakan tadi bukan pada anda Tuan?" bukannya menjawab, Zahiya balik bertanya pada Albert yang mana wajahnya sudah sangat menyeramkan.


"Jika itu benar kau, apa tujuanmu mendekati saya? Dan tidak mengatakan yang sebenarnya? Apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Albert yang sudah mengepalkan kedua tangan nya disamping kiri dan kanan nya menahan amarahnya yang akan meledak.


"Pertama, saya tidak pernah mendekati anda. Kedua, saya sudah mengatakan yang sebenarnya pada anda. Ketiga, saya tidak pernah berbohong pada anda. Saya memang melakukan itu hanya ingin memastikan jika anda ini memang seseorang yang tidak sopan dan kasar. Tapi semua dugaan itu telah lenyap dengan semua perlakuan manis dari anda selama beberapa hari ini pada saya. Jika anda ingin menangkap saya silahkan, karena disini tidak ada anggota Queen maupun King Z" ucap Zahiya yang menatap manik hitam Albert dengan tatapan yang selalu biasa Zahiya perlihatkan padanya.


"Jadi kau benar-benar dia? Kenapa kau melakukan itu?" tanya Albert lagi dengan pertanyaan yang sama dan dia ingin memastikan perasaan seperti apa dirinya terhadap Zahiya.


"Bisa minta tolong kita hanya berbicara berdua saja. Anda bisa melihat, jika saya tidak membawa apa-apa dan anda sudah melihat jika bahu saja juga terluka. Tolong minta orang anda untuk menjauh dulu, maka saya akan menjelaskan semuanya pada anda" ucap Zahiya yang mengatakan itu pada Albert dan itu dijawab gelengan oleh orang kepercayaan Albert.


"Terserah anda Tuan, semua keputusan ada padamu dan saya akan mengatakan siapa wanita yang sedang anda cari untuk anda serahkan pada Ayah anda" ucap Zahiya lagi yang dengan santainya duduk dikursi lagi.


"Siapa kau sebenarnya, dari mana kau tahu segalanya? Kau memata-matai saya?! Katakan semuanya. Biarkan dia tetap berada disini dan mendengarkan segalanya. Karena saya lebih percaya padanya dari pada siapapun! Termasuk kau!" ucap Albert dengan sangat tegas dan penuh penekanan disetiap katanya.


"Baiklah, jika itu mau anda. Tapi jangan salahkan saya jika nanti anda akan menyesalinya karena terlalu percaya pada orang yang tidak pantas mendapatkan kepercayaanmu sebesar itu" ucap Zahiya yang mengatakan nya masih dengan santai dan juga tidak memperlihatkan ekspresi apapun diwajahnya.


"Katakan! Jangan berbelit-belit" ucap Albert yang berbicara dengan sangat kasar dan kencang. Tidak seperti sebelumnya yang berbicara dengan lembut walau nadanya dingin.


"Pertama saya bukan Queen, kedua wanita itu adalah Ibu saya, yang kedua anda salah orang jika anda marah terhadap saya. Saya hanya menerima perintah dan saya sudah menolaknya. Tapi jika anda tidak percaya silahkan cek semuanya jika nama dan kedua orang tua saya terpampang jelas" Zahiya mengatakan nya sambil terus tersenyum pada Albert.


Dia tidak mungkin mengakui jika dia adalah Queen Z. Dia sama saja menggali lubang kuburan nya sendiri jika melakukan itu. Albert langsung mengambil laptop miliknya untuk mengecek identitas yang disebutkan oleh Zahiya.


"Bagaimana? Apa yang anda lihat Tuan? Apa yang saya katakan benar? Disana juga saya memiliki saudara kembar dan dia masih ada dan wajah kami berdua sama. Hanya karakternya saja yang berbeda, anda bisa melihat wajah Ibu saya yang masih sama seperti dulu. Anda bisa melihatnya sendiri bukan? Jadi keputusan ada pada anda sekarang Tuan Albert Einstein" ucap Zahiya yang mengatakan itu lalu dia pergi begitu saja setelah mengatakan semuanya pada Albert.


"Tuan, kenapa anda diam saja? Kenapa tidak dikejar dan menangkapnya? Kita bisa membalaskan dendam kita. Jika anda tidak mau mengejarnya, biar saya saja yang mengejarnya sendiri" ucap orang kepercayaan nya sendiri yang langsung pergi mengejar Zahiya.


"Lepaskan saya, apa yang kalian lakukan? Bukankah sudah saya katakan semuanya. Kenapa kalian malah menangkap saya?" tanya Zahiya yang meronta dan ingin dilepaskan.


'Sial! Jika begini aku tidak bisa mengelabuinya dan mengeluarkan jarum ku' ucap Zahiya dalam hati dan dia salah perhitungan melakukan ini semua.


Tapi dia tidak lupa jika Angga dan para anggotanya sedang mengepung mereka semua. Hanya menunggu intruksi dari Zahiya, maka mereka akan langsung menyerangnya tanpa ampun lagi.


"Ssshhh" ucap Zahiya yang merasakan jika luka pada bahunya terbuka lagi dan itu membuat Albert merasa bersalah pada Zahiya yang mana orang kesayangan berbuat seperti itu pada Zahiya.


"Kau tidak apa-apa? Apa kau terluka?" tanya Albert dengan wajah yang terlihat panik saat dibahu Zahiya yang terbuka ada darah yang mengalir.


"Lepaskan dia!" ucap Albert dengan sangat tegas.


"Tapi Tuan, dia... " ucap orang kepercayaan nya yang memegang tangan Zahiya dan menekan bagian belakang tubuhnya.


Dengan segera mereka melepasakan tangan Zahiya dan Albert menangkap tubuh Zahiya yang akan ambruk ditanah.


"Kau tidak apa-apa? Apa kau terluka? Kayakanlah, jangan diam saja" tanya Albert sudah sangat panik melihat Zahiya yang hanya diam saja tapi tetap memperlihatkan senyuman dibibirnya.


Albert begitu terkejut, saat dia memegang tubuh bagian belakang Zahiya sudah basah oleh darah segar milik Zahiya. Dia langsung mengngkat tubuhnya dan membawa kedalam mobilnya. Albert mengemudikan mobilnya menuju mainson miliknya dengan kecepatan penuh. Dia sesekali melihat kearah Zahiya yang akan tidak sadarkan diri lagi.


"Kau harus tetap sadar dan jangan memejamkan mata mu" ucap Albert dan itu sudah membuat Zahiya bisa menyimpulkan jika Albert adalah pria yang masih memiliki hati dan perasaan yang baik.


"Sebentar lagi sampai. Tolong jangan pingsan dulu" ucap Albert lagi yang sekarang menggenggam tangan Zahiya dengan erat dan mengusapnya.


Mobil yang dikendarai oleh Albert sudah sampai. Dan dia memarkirkan mobilnya dengan asal. lalu dia langsung mengangkat Zahiya yang sudah hampir tidak sadarkan diri lagi.


"Bertahanlah, saya akan mengobati luka mu" ucap Albert yang sudah sangat panik. Lalu dia membawa Zahiya menuju kamarnya dan dia membaringkan tubuhnya diatas ranjangnya.


"Maaf, saya harus membukanya" ucap Albert yang akan membuka gaun yang dikenakan oleh Zahiya.


Albert tidak memperhatikan yang lainnya, dia hanya fokus pada luka Zahiya dan itu sudah sangat parah. Albert, selain ketua Mafia dia juga memiliki profesi lainnya, yaitu sebagai dokter bedah yang mengerti dan langsung segera mengobatinya dengan sangat baik. Lalu dia juga memasangkan jarum infus untuk Zahiya. Dia melakukan nya sendiri dan Zahiya sudah tidak sadarkan diri lagi, dia masih fokus dengan semua yang dia lakukan pada Zahiya.


Setelah selesai dia meninggalkan Zahiya yang terbaring lemah dan belum sadar. Apa lagi dia menjahit ulang luka pada Zahiya yang berbuka lagi cukup parah. Dia menatap wajah Zahiya yang terlelap dengan wajah pucatnya dan dia terus menatap dengan lekat.


"Apa yang sudah aku lakukan? Sungguh maafkan aku. Aku secara tidak langsung membuat kamu seperti ini" ucap Albert yang duduk disamping Zahiya yang masih terlelap dengan posisi miring.


Albert langsung keluar dari kamarnya dan meninggalkan Zahiya sendiri dalam kamarnya. Dia memasuki ruangan yang selalu dia gunakan sebagai ruang kerjanya.


.


Sedangkan para anggota Angga langsung menyerang orang-orang dari Albert yang sudah membuat Queen nya terluka kembali. Mereka tidak akan mengampuni mereka semua yang sudah berani melakukan itu.


"Kau sudah membuat gadis itu terluka. Kau akan mendapatkan hukuman atas itu semua" ucap Angga yang tidak mengatakan jika Zahiya adalah Queen Z mereka.


"Siapa kalian sebenarnya? Kenapa kalian tiba-tiba datang dan menyerang kami?" tanya orang kepercayaan Albert yang mana sudah tidak berdaya dan juga penuh dengan luka-luka diseluruh tubuhnya oleh anggotanya Angga yang sudah sangat terlatih.


"Kalian masih bertanya juga!" Dengan tanpa belas kasihan sedikitpun Angga dan para anggotanya menembakan peluru yang membuat mereka hanya seperti orang serangan jantung saja.


Sedangkan ketua dari mereka, Angga bawa menuju mainson milik Albert untuk memintanya berbicara dan mengatakan yang sebenarnya pada Albert. Jika dialah yang merencanakan supaya Albert mau menjadi bonekanya untuk membalaskan dendamnya pada Zayn yang dulu pernah mengeluarkan dirinya dari anggota Zayn sendiri dengan cara kasar.


"Kau tentu tidak asing dengan ku bukan? Karena kau sudah salah memilih lawan, maka bersiaplah untuk mendapatkan hukuman dan juga kehilangan segala yang kau miliki sekarang maupun dulu" ucap Angga yang melemparkan orang kepercayaan Albert kedalam mainson.


"Apa yang sudah anda lakuakan padanya?" ucap Albert yang melihat orang kepercayaan nya sudah babak belur dan tidak berbentuk lagi.


"Saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan padanya sejak dulu. Apa lagi dia sudah berani membuat Nona kami terluka" ucap Angga dengan masih menggunakan topeng yang menandakan jika dia adalah anggota King dan Queen Z.


"Jadi Zahiya adalah Nona kalian? Kenapa dia bilang dia bukan orang mampu?" tanya Albert yang sangat penasaran dengan identitas Zahiya yang sebenarnya.


"Dia memang tidak tahu jika dia adalah Nona Muda kami. Karena dia sejak kecil sudah jauh dari Tuan dan Nyonya kami. Apa ada lagi pertanyaan yang harus saya jawab? Jika tidak ada maka saya peringatkan anda, jika saja Nona kami tidak mendapatkan pertolongan cepat tadi. Sudah dipastikan jika Tuan kami akan langsung melakukan penyerangan sekarang juga" ucap Angga dengan tatapan tajamnya dan sangat menakutkan bagi siapa saja yang melihatnya sekarang.


"Jadi apa yang ingin anda lakukan?" tanya Albert lagi dengan tatapan datarnya.


"Saya akan membawanya pergi. Dengan atau tanpa persetujuan dari anda. Karena anda bilang siapa-siapa untuk Nona Muda kami" ucap Angga yang langsung menerobos masuk kedalam ruangan didalam mainson Albert.


Albert hanya mengikuti langkah Angga yang sangat lebar dan terburu-buru. Karena dia sudah mendengar intruksi dari Zayn untuk segera membawa Zahiya pergi dari sana. Angga akhirnya menemukan Zahiya yang masih terbaring lemah dan dia segera membawanya. Albert tidak bisa menahan Angga untuk membawa Zahiya pergi setelah melihat reaksi Angga yang sangat tidak bisa diajak bicara.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya... Ramaikan disetiap babnya dengan komen kalian semua buat Othor...


Mampir juga dikarya Othor yang lainnya juga ya...


Terimakasih dan happy reading... 🤗🤗🤗