
Zayn tidak bisa memejamkan matanya malam ini. Dia seakan enggan untuk memejamkan matanya, dia masih memikirkan ketiga orang kesayangan nya yang entah kemana dan dimana dia berada saat ini. Sungguh saat ini Zayn berada dititik yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Hingga waktu berlalu dengan sangat cepat dan tidak terasa sudah hampir satu tahun lamanya Azalya dan juga anak-anaknya berada didalam mainson yang sampai sekarang Azalya sendiri tidak tahu tidak tahu siapa pemilik mainson besar ini.
"Zahiya, Zaniya... Jangan berlari-larian seperti itu, nanti jatuh" ucap Azalya yang memberi peringatan pada kedua anak kecil yang sekarang sudah berusia satu tahun lebih.
"Mommy, Zahi dan Zani baik-baik saja" ucap Zahiya yang sedang menggandeng Zaniya masuk kedalam.
"Iya, Mommy hanya mengingatkan saja. Ingat, kalian ini masih kecil dan bisa saja jatuh jika tidak Mommy ingatkan" ucap Azalya yang mengingatkan kedua putrinya itu.
"Iya Mommy" jawab keduanya kompak dan tersenyum manis pada Mommy nya.
Sedangkan diluar mainson sedang heboh, karena sudah sangat lama pemilik mainson tidak pernah datang dan sekarang malah datang dengan mendadak dan tidak pernah memberitahukan sebelumnya.
Azalya yang tidak tahu apa-apa hanya diam saja didalam pafiliun belakang, dengan kedua anak-anaknya. Dan itu mereka tidak tahu jika pemilik mainson sudah datang dan seluruh pelayan harus berkumpul tanpa terkecuali.
"Tuan, maaf kami tidak bisa menyambut lebih dari ini. Karena kami tidak tahu jika anda akan datang kemari" ucap kepala pelayan yang menundukan kepalanya takut pada Tuan pemilik mainson.
Tuan pemilik mainson tidak mengatakan apa-apa hanya langsung masuk dan menuju kamarnya. Dia mencium aroma yang sangat dia kenal dan ini sama seperti seseorang yang selama ini dia cari dan itu membuat Zayn merasakan jika mereka bertiga adalah didekatnya sekarang.
Ya, pemilik mainson itu adalah Zayn sendiri. King Mafia dan juga psychopath dingin dan itu sangat ditakuti oleh semua orang. Dan sekarang lebih dingin lagi dari sebelum-sebelumnya. Zayn menelisik satu-satu keadaan didalam kamarnya yang memang sedikit berbeda dari sebelumnya dia datang kemari.
"Kumpulkan seluruh pelayan didalam mainson ini sekarang juga" ucap Zayn yang memerintahkan pada kepala pelayan yang sedang menunduk tidak berani menatapnya.
"Baik Tuan. Saya akan mengumpulkan semunya" jawab Pak Mun yang langsung mundur untuk memanggil semua pelayan yang ada didalam mainson.
Semuanya sudah berkumpul dan juga berbaris dengan sangat rapih. Mereka semua ada kurang lebih sepuluh pelayan yang bertugas membersihkan mainson bagian dalam. Zayn menatapi satu persatu wajah mereka semua, tapi tidak ada orang yang sedang dia cari. Zayn membubarkan semua pelayan tersebut dan melangkahkan kakinya menuju halaman belakang yang ternyata masih sama seperti yang dulu.
'Semuanya masih sama. Aku ingin mrmpersembahkan ini untuk kalian, kalian ada dimana? Sudah dua tahun lebih aku mencari kalian yang entah ada dimana' ucap Zayn dalam hati dan mentap pafiliun yang sedikit terbuka.
Zahiya dan Zaniya malah keluar mengendap-endap dari dalam pafiliun. Dan itu semua tidak luput dari pandangan Zayn yang merasa lucu dengan kedua anak kecil itu. Mereka berdua malah masuk kedalam gudang dan entah melakukan apa didalam. Zayn mengikuti langkah dua anak kecil itu yang ternyata sedang mengutak-ngatik komputer yang sudah sangat lama tidak dia gunakan.
"Kak Zahi, apa Mommy tidak akan marah jika kita melakukan ini tanpa diketahui oleh Mommy? Zani takut Mommy marah" ucap Zaniya yang masih ketakutan jika ketahuan oleh Mommy nya dan juga kepala pelayan.
"Tenang saja, jika kamu diam maka Mommy maupun Pak Mun tidak akan tahu. Bukankah kamu ingin segera tahu Daddy ada dimana? Jadi kita harus mencaritahunya sekarang" ucap Zahiya yang mengatakan itu pada Zaniya.
Usianya memang masih satu tahun lebih. Tapi mereka berdua berbicaranya sudah sangat lancar dan juga tidak ada cadelnya sedikitpun juga. Dan itu membuat seluruh pelayan semakin suka pada mereka berdua. Dan itu semua adalah turun dari gen Daddy nya yang memang genius.
"Apa kakak sudah mengetahui dimana Daddy sekarang?" tanya Zaniya dengan antusias dan dia ikut duduk disamping Zahiya.
"Kakak belum bisa mengetahuinya. Tapi ini akan segera kita ketahui setelah gambar ini terbuka" jawab Zahiya yang memperlihatkan gambar yang ada didalam komputer yang sedang dia lihat bersama-sama dengan Zaniya.
Zayn masih menatapi kedua anak kecil itu yang sedang berbicara berdua dan itu membuat Zayn semakin penasaran akan apa yang sedang keduanya lakukan dihadapan komputer.
Zayn tercengang saat melihat jika kedua anak itu sedang mencari tahu dirinya melalui komputer miliknya sendiri yang memang sudah di design olehnya semakin canggih. Dan Zayn melihat jika keduanya hampir mirip dengan nya saat kecil dulu. Zayn mendekati keduanya dan keduanya sangat terkejut saat melihat orang yang sedang dia cari ternyata ada dihadapan nya saat ini.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanya Zayn yang sudah tidak bisa lagi menahan ingin memeluk kedua anak kecil itu.
"Daddy" ucap Zaniya yang langsung menangis dan menggenggam tangan Zahiya yang juga sedang menatapnya dengan datar.
"Kalian Zahiya dan Zaniya?" tanya Zayn yang dijawab anggukan kepala oleh keduanya yang memang benar adanya.
"Kalian selama ini tinggal disini dan ditempat ini?" tanya Zayn lagi yang sudah berjongkok dihadapan Zahiya dan Zaniya untuk mensejajarkan tingginya dengan kedua anak perempuan yang sedang dia tanyakan.
"Iya, Daddy?" tanya Zayn yang menatap Zayn dengan sangat datar dan tidak menyiratkan kerinduan didalam matanya.
"Maafkan Daddy yang terlambat menemukan kalian semua. Daddy selama ini mencari kalian diseluruh negara bahkan dunia sekalipun, tapi Daddy tidak menemukan kalian dimanapun. Justru kalian berdualah yang sudah mendekat dan juga ada dihadapan Daddy sendiri. Maafkan Daddy, boleh Daddy memeluk kalian? Daddy sangat merindukan kalian" ucap Zayn yang merentangkan kedua tangan nya untuk menyambut kedua putrinya untuk mendekat padanya.
"Daddy... " ucap keduanya yang langsung memeluk tubuh Zayn dikanan dan kiri.
"Maafkan Daddy. Maafkan Daddy my princess" ucap Zayn yang masih terisak dipelukan kedua putrinya itu.
"Kami sudah memaafkan Daddy karena kami sangat merindukan Daddy. Tapi Mommy tidak mengingat Daddy, dan sering bermimpi buruk" ucap Zaniya yang memberitahukan semuanya pada Zayn.
"Maksudnya? Kenapa Mommy tidak mengingatnya dan juga sering bermimpi buruk?" tanya Zayn yang belum mengerti dengan semua itu.
"Mommy tidak bisa mengingat Daddy dan juga masalalunya dulu. Tapi jika Mommy sedang tidur sering bermimpi dan juga mengigau memanggil-manggil hubby" jawab Zahiya dengan menceritakan semuanya pada Zayn.
"Sekarang dimana Mommy kalian? Kita temui Mommy sekarang dengan Daddy" tanya Zayn yang langsung menggendong kedua anak-anaknya dengan sangat senang dan penuh kebahagiaan.
Angga dan Marcos merasa senang melihat jika King nya sudah bisa menemukan keluarganya yang sama ini dia cari. Angga dan Marcos tidak terasa meneteskan air matanya melihat Zayn dan keduanya putrinya sudah dipertemukan dan sekarang akan bertemu dengan cintanya dan juga istrinya yang selama ini dia cari.
"King, selamat atas pertemuan ini" ucap Angga yang mengatakan itu dan mengusap sudut matanya yang mengeluarkan sedikit air matanya.
Zayn hanya mengangguk dan juga mengiyakan apa yang dikatakan oleh Angga padanya. Begitu juga dengan Marcos yang mengatakan hal yang sama padanya. Pada saat bersamaan seorang wanita yang barusaja keluar sedang berteriak memanggil dan juga mencari-cari anak-anaknya yang tidak ada didekatnya.
"Zahi, Zani... Kalian dimana? Jangan membuat Mommy khawatir sayang... Zahi... Zani..." ucap Azalya yang mencari-cari kedua anak-anaknya yang tidak ada dimana-mana.
Zayn meneteskan air matanya melihat wanita yang dia cari dan juga sangat dia rindukan selama ini. Wanita yang sudah dia cintai dan juga sangat dia sayangi selama ini.
"Zahi... Zani..." ucap Azalya yang melihat jika kedua anaknya sedang dalam gendongan pria asing yang membuat hati Azalya terasa bergetar dan tidak tahu itu kenapa.
"Maaf Tuan, mereka anak-anak saya. Apa mereka berdua membuat anda kerepotan dan juga kesusahan. Tolong maafkan mereka" ucap Azalya yang langsung meminta anak-anaknya untuk turun dari gendongan Zayn.
"Mom, this is Daddy" ucap Zaniya yang masih memeluk leher Zayn erat dan tidak ingin lepas darinya.
Azalya tercengang melihat pria yang sering dia lihat didalam mimpinya dan juga sering dia panggil dengan sebutan hubby. Azalya benar-benar tidak bisa mengingat semuanya dengan baik dan itu sama sekali tidak bisa mengingatnya.
"Apa kau sama sekali tidak mengingat ku?" tanya Zayn dengan tatapan yang sangat penuh dengan kerinduan yang sangat mendalam.
Seperti dikomado kedua anaknya langsung turun dan didampingi oleh Marcos dan Angga. Zayn mendekat kearah Azalya yang masih berdiri mematung dihadapan Zayn dan menatap bingung karena tidak bisa mengingat semuanya.
Zayn langsung memeluk tubuh mungil Azalya dan memasukan kepalanya didada bidangnya. Tubuh Azalya merespon dengan baik dan tidak ada penolakan sedikitpun. Azalya juga menangis terisak dalam pelukan Zayn yang selama ini dia rindukan selama ini.
"Apa kamu benar-benar tidak bisa mengingat ku sama sekali? Dengan masalalu kita. Kita yang sudah dilewati bersama?" tanya Zayn yang menangkup wajah Azalya dan menatapnya dengan sangat intens dan juga sangat dekat.
Zayn menyatukan keningnya dengan kening Azalya. Keduanya saling menangis bersama, tapi tetap saja Azalya tidak bisa mengingat semuanya. Azalya hanya bisa menangis karena tidak bisa mengingat segalanya tentang mereka berdua dan itu sangat menyiksa untuk Azalya.
"Aku tidak mengingat kamu. Tapi tubuhku sepertinya sangat mengenal kamu dan juga sangat dekat dengan kamu. Aku tidak tahu harus berbuat seperti apa pada kamu. Aku tidak tahu" ucap Azalya yang menangis dihadapan Zayn dan juga penuh dengan tanda tanya juga sangat penuh kerinduan didalam hatinya.
"Apa yang kamu rasakan dalam hati kamu sekarang?" tanya Zayn yang masih menangkup wajah Azalya.
"Hati aku mengatakan jika kita sangat dekat dan juga saling mencintai. Apa itu semua benar?" tanya Azalya yang masih menangis dengan deraian air mata dipipinya.
Zayn hanya mengangguk dan memeluk kembali tubuh Azalya dengan sangat erat. Mereka berdua menangis bersama dalam pelukan penuh kerinduan didalam hati keduanya. Zayn juga melakukan hal yang sama dengan Azalya yang masih menangis sesegukan didalam pelukan Zayn yang selama ini dia rindukan dan juga sangat ingin bertemu sejak dulu.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan hadiah seiklasnya ya....
subscribe dan pollow akun Othor juga ya....