Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Keterpurukan Daffy & Keluarnya Zahiya



"Aku akan berusaha Za. Walau sulit akan abang lakukan sebisa dan semampu abang" ucap Daffy yang langsung pergi setelah mengatakan itu dengan deraian air mata dipipinya.


"Akan abang lakukan Za, sungguh akan abang lakukan untuk kamu dan kebahagiaan kamu kelak" ucap Daffy saat sudah masuk kedalam kamarnya lalu menangis sesegukan sambil menunduk dan memeluk lututnya sendiri.


"Akan aku lakukan untuk kamu, aku akan berusaha melakukan nya. Walau itu sangat berat, aku akan mendengarkan semua ucapan kamu supaya tidak mengikuti jejak Mommy ku yang mencintai Daddy dan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan hingga akhirnya hanya saling menyakiti satu sama lain. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang sama dengan kedua orang tua ku, aku tidak ingin mengikutinya. Aku tidak ingin Zahiya, aku tidak akan melakukan itu semua Zahiya tidak akan" ucapnya sambil menangis sesegukan dan dia tidak memperdulikan penampilan dan kondisinya yang sangat kacau dan berantakan seperti itu.


Dia benar-benar hancur oleh perasaan nya sendiri yang sudah lama sengaja dia pupuk sejak dulu supaya bisa mendapatkan cintanya dan wanitanya. Tapi sekarang dia sudah hancur, dan dengan keterpurukan yang dia ciptakan sendiri.


.


Sedangkan ditempat lain, lebih tepatnya dikamar Zahiya. Dia juga sedang termenung menatap langit-langit kamarnya dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Daffy padanya saat dia memejamkan matanya.


"Sungguh bang, aku merasa sangat bersalah padamu. Karena aku sudah mengatakan kata-kata yang membuat kamu sakit hati dan pasti akan membenciku. Tapi itulah lebih baik, dari pada abang akan terus menerus dalam perasaan abang yang terlalu besar padaku dan itu tidak akan baik untuk semuanya" gumam Zahiya yang terus termenung dan merasakan bersalah juga tidak enak pada Daffy.


Hingga akhirnya dia benar-benar tertidur karena dia kelelahan dan juga habis meminum obatnya. Dia terlelap hingga pagi menjelang dan dia yang merasa bosan karena sudah beberapa hari hanya didalam kamar saja dia akhirnya keluar dan memperlihatkan jika dirinya baik-baik saja.


"Morning Mom, Dad, Zani, bang Daf" ucap Zahiya pada semua orang.


"Morning Queen sejak kapan kau pulang?" tana Zayn yang pura-pura tidak mengetahui apa-apa.


"Iya sayang, kamu dari mana dan jam berapa kamu kembali?" timpal Azalya yang sangat antusias menyambut kehadiran putrinya ini.


"Aku kembali semalam Mom, Dad. Saat semua orang sudah tertidur lelap, maaf tidak mengatakan kemana aku pergi dan tidak memberikan kabar padanya kalian semua" ucap Zahiya yang menatap satu persatu semua orang yang ada disana.


"It's okay sayang. Mommy akan mencoba untuk mengerti, karena Mommy tahu bagaimana dirimu yang sama persis dengan Daddy kamu itu" ucap Azalya yang mengatakan nya sambil melirik kearah Zayn.


"Mommy memang benar, jika Zahi memang sama persis dengan Daddy. Dia akan datang dan pergi secara tiba-tiba" ucap Zaniya yang mengatakan nya sambil mengunyah buah apel.


"Ehmm, jika kalian masih ingin bergosip dipagi ini silahkan saja. Tapi setelah sarapan selesai" ucap Zayn yang membuat Azalya maupun Zaniya hanya bisa nyengir saat ditegur oleh Zayn langsung.


"Duduklah Queen" ucap Zayn pada Zahiya yang masih berdiri dan menatap wajahnya seolah menanyakan keadaan nya.


Zahiya hanya mengedipkan matanya dan mengangguk. Seolah mengatakan jika dirinya baik-baik saja pada Zayn. Mereka berdua sepertinya sangat ahli dalam melakukan bahasa isyarat walau hnya menggunakan tatapan saja.


"Bang Daf, kenapa wajah bang Daffy seperti habis menangis semalaman? Sangat lesu dan matanya juga bengkak" tanya Zaniya yang menelisik wajah Daffy dengan seksama.


"Eh, iya. Kamu kenapa Daf? Apa kamu masih selalu mengingat kedua orang tua kamu? Jika iya, kamu do'akan saja mereka. Jangan menangisinya dan mengingat-ingat mereka terus, bisa-bisa mereka tidak tenang disana nanti. Jika kamu mengingat mereka kamu sholat dan do'akan mereka berdua supaya tenang dan diberikan tempat yang terbaik disisi Allah" ucap Azalya yang menebak jika Daffy sedang mengingat kedua orang tuanya.


"Iya auntie, semalam memang tidak bisa tidur dan masih mengingat Mommy dan Daddy. Aku lupa untuk melakukan itu, karena mungkin aku terlalu sedih dan sangat merindukan mereka. Lain kali aku akan melakukan saran dari auntie" jawab Daffy yang menunduk dan kemudian mengangguk pada Azalya.


"Itu bagus. Sekarang kamu sarapan yang banyak, walau ini adalah hari libur. Kamu dan kalian semua harus mengisi penuh perut kalian dengan makanan supaya bisa lebih kenyang" ucap Azalya yang mengambilkan makanan untuk Zayn.


Semua orang hanya diam dan mengangguk saja saat mendengar ucapan dari Azalya yang menurut mereka tidak masuk akal. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh Azalya dan jangan lupakan satu wanita lagi. Siapa lagi jika bukan Zaniya yang sebelas dua belas dengan Azalya.


Semua orang menikmati sarapan mereka. Hingga Zahiya ingin pergi lebih dulu karena sudah selesai. Tapi Zayn menahan nya dan memintanya untuk menemuinya diruang kerjanya untuk membahas sesuatu yang penting.


"Queen, Daddy tunggu diruang kerja Daddy sekarang juga. Untuk Zani, Daddy tunggu nanti malam. Jika terlambat jangan biarkan dia masuk walau hanya sejengkal saja" ucap Zayn pada Zahiya dan Zaniya berbarengan.


"Iya Dad" jawab Zahiya yang berjalan menuju ruang kerja Zayn.


"Daffy, jika kau mau ikut juga silahkan ikut dengan uncle. Jika tidak kerjakan saja tugasmu dan jangan kemana-mana sebelum uncle kembali lagi" ucap Zayn yang memberikan tawaran nya juga memerintah pada Daffy.


"Daffy ikut dengan uncle saja. Karena Daffy juga ingin mendengar kelanjutan kasus ini dan semua yang sudah uncle dan Zahi selidiki" jawab Daffy dengan tegas dan juga langsung bangkit dari duduknya lalu mengikuti langkah Zayn menuju ruangan kerjanya.


"Apa yang ingin Daddy bicarakan?" tanya Zahiya langsung to the point pada Zayn.


"Bagaimana kondisi kamu sekarang? Kenapa kamu keluar dari kamar dan memperlihatkan diri kepada Mommy kamu? Apa lukamu sudah lebih baik?" tanya Zayn beruntun pada Zahiya yang hanya diam dan menatap tidak percaya pada Zayn yang bertanya panjang lebar dengan berbagai macam pertanyaan juga.


"Seperti yang Daddy lihat, aku baik-baik saja. Luka ku memang belum sembuh total, tapi sudah lebih baik dari sebelumnya" jawab Zahiya yang mengatakan nya dengan sedikit tersenyum pada Zayn, Daddy nya.


"Syukurlah jika sudah lebih baik. Daddy senang mendengarnya Queen, apa itu semua karena sesuatu yang kau cari? Sehingga kau terluka seperti itu?" tanya Zayn lagi yang menatap lekat dan penuh intimidasi pada Zahiya.


"Tidak ada Dad, hanya saat sedang duduk tiba-tiba ada yang datang dan menyerang. Lalu saat dia akan menyerang kaki aku sedikit terpeleset, makanya aku mendapatkan luka ini karena tembakan yang meleset" jawab Zahiya yang menjelaskan semua keronologi kejadian nya pada Zayn dan Daffy yang juga mendengarkan semuanya.


"Daddy pasti sudah tahu bukan siapa orangnya yang melakukan itu padaku? Atau bahkan Daddy sudah menghukumnya sepuluh kali lipat yang dia lakukan pada ku?" tanya Zahiya yang sudah bisa menebak jika Zayn memang melakukan itu semua.


"Tentu saja. Siapapun yang mengusik, dan mengganggu keluarga Daddy apa lagi sampai melukainya. Sudah dipastikan jika mereka akan mendapatkan hukuman yang sangat berat" jawab Zayn dengan santainya lalu dia mendekati Zahiya dan melihat lukanya dibahu Zahiya.


"Ini adalah luka yang sangat parah. Jika Daddy tahu luka kamu seperti ini Queen, sudah Daddy pastikan jika dia tidak akan bisa melihat matahari atau bulan dan bintang sekalipun jika tidak bernafas lagi seumur hidupnya" ucap Zayn yang sudah sangat marah itu.


"Jangn sampai Daddy mengotori tangan Daddy dengan manusia tidak berguna itu. Lebih baik kita bahas apa yang ingin Daddy bahas dengan kami berdua" ucap Zahiya yang menginginkan Zayn untuk mengatakan semua yang ingin dia katakan padanya dan Daffy.


"Daddy sudah tahu rencana nya yang ingin jika Daffy yang meneruskan perusahaan miliknya itu. Jika tidak mau atau ada yang menghalanginya, sudah dipastikan akan dia singkirkan dari jalan nya" ucap Zayn pada keduanya yang mendengarkan dengan seksama.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang Dad?" tanya Zahiya yang menatap kearah Zayn dan Daffy bergantian.


"Sesuai dengan rencana awal. Bukankah kamu sudah mengumpulkan bukti-buktinya Queen? Kenapa bertanya pada Daddy?" tanya Zayn dengan tatapan menyelidiknya pada Zahiya.


"Bukankah sudah aku berikan semua pada Daddy? Kenapa malah balik bertanya?" tanya Zahiya baik pada Zayn.


"Daddy ingin melihat dan mendengarkan semua rencana yang sudah kau susun Queen. Karena jika Daddy yang melakukan nya, sudah dipastikan jika mereka akan mendapatkan balasan yang sangat besar" ucapnya yang menatap wajah Zahiya yang hanya diam saja lalu dia menatap Daffy yang juga sedang diam dan mendengarkan saja.


Zayn hanya diam dan mendengarkan apa yang Zahiya jelaskan pada Zayn. dengan sangat teliti dan tidak akan ada yang terlewat sedikit pun juga. Begitu juga dengan Daffy yang menyimak semuanya tanpa tertinggal sedikitpun dari pendengaran nya.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....


Juga kasih rat ⭐️5 nya ya....


Happy reading.... 🤗🤗🤗