Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Kehebohan dipagi hari



Zahiya dan Zaniya kompak tersenyum saat sudah berada ditengah-tengah Mommy dan Daddy nya. Keduanya saling memeluk Mommy dan Daddy nya, Zahiya memeluk Daddy nya sedangkan Zaniya memeluk Mommy nya lalu keduanya terlelap kembali.


Sedangkan Zayn yang merasakan jika dia dipeluk oleh tangan mungil, langsung lalu memeluknya kembali dengan sangat erat. Dan sekarang keempat orang itu tertidur dengan sangat nyenyaknya. Hingga pagi menjelang terdengar suara teriakan dari kamar sebelah.


"Aaaa, Sora... Danu.... Zayn... Azalya..." teriak Oma Rena saat memasuki kamar dimana cicit-cicitnya tidur malah kosong dan tidak ada siapa-siapa didalamnya.


"Ada apa Ma, kenapa sudah teriak-teriak pagi-pagi seperti ini?" tanya Opa Wijaya saat sudah menghampiri istrinya yang ada didalam kamar.


"Ada apa, ada apa. Papa bisa lihat bukan jika cicit kita tidak ada, malah nanya lagi!" gerutu Oma Rena pada Opa Wijaya.


"Apa!! Apa yang Mama katakan? Kok bisa?" tanya Mama Soraya yang mulai panik dengan apa yang dikatakan oleh Oma Rena.


"Ya Allah, dimana mereka" ucap Mama Soraya yang sudah menangis dalam pelukan Papa Danu.


"Sabar dulu sayang, kita lihat dulu didalam kamar mandi. Siapa tahu mereka sedang didalam kamar mandi" ucap Papa Danu menenangkan Mama Soraya yang sudah menangis dan sangat khawatir pada kedua cucunya.


"Mama sudah melihat kedalam kamar mandi Dan, tapi tidak ada siapa-siapa didalamnya. Makanya Mama berteriak memanggil kalian semua kemari" jawab Oma Rena yang menyela ucapan Papa Danu.


"Ya Allah Mas, dimana mereka?" tanya Mama Soraya yang sudah lemas dan ingin pingsan.


Saat sedang berdebat dan juga mengkhawatirkan twins baby Z yang tidak ada didalam kamarnya. Zayn, Azalya, Zahiya dan Zaniya sudah terlihat rapih dan juga segar semuanya. Mereka heran dengan semua orang yang sedang panik dan juga khawatir.


"Ma, Pa. Ada ini? Kenapa semuanya terlihat panik dan sedih seperti ini?" tanya Azalya dan langsung menghampiri Mama Soraya yang sedang menangis didalam pelukan Papa Danu.


"Aza, maafkan Mama dan Papa. Karena kami tidak bisa menjaga mereka dengan baik nak. Maafkan Mama" ucap Mama Soraya yang membuat Azalya bingung dan juga tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Mama Soraya.


"Maksud Mama apa? Aza tidak tahu maksud Mama apa? Menjaga siapa dan apa yang Mama jaga?" tanya Azalya dengan tatapan bingungnya dan dia menoleh pada Zayn yang sedang menggendong twins baby Z.


Zayn dan kedua putrinya saling tatap dan mengedikan bahunya bingung dengan apa yang dibahas oleh semua orang dan juga kebingungan dari Azalya. Dan mereka semua belum menyadari jika Zahiya dan Zaniya sedang dalam gendongan Zayn, Daddy nya sendiri.


"Ma, kenapa Mama dan Oma menangis? Apa yang sebenarnya terjadi? Katakan pada Azalya Ma, Pa?" tanya Azalya lagi sambil menatapi wajah semua orang.


"Aza, Zahiya dan Zaniya tidak ada dikamarnya. Oma sudah mencari mereka tapi tidak ada dimana-mana" Oma Rena yang menjawab ucapan Azalya, bukan Mama Soraya yang Azalya tanya.


"Hah... Jadi Oma, Opa, Mama dan Papa Zahi dan Zani? Mereka sedang bersama dengan hubby Ma, tuh mereka" ucap Azalya yang tersenyum mengatakan itu pada semua orang yang langsung tidak panik lagi dan dia hanya menggelengkan kepalanya melihat semua orang yang sudah panik tidak karuan mencari dua bocah kembar itu.


"Masya Allah... Mama sudah panik setengah mati, ternyata mereka sedang bersama kalian" ucap Mama Soraya yang merasa cengo sendiri dengan kepanikan yang tidak mendasar.


"Oma sih yang membuat panik semua orang" ucap Azalya yang malah membuat menjadi malu sendiri dengan yang dikatakan oleh Azalya.


"Ya, mana Oma tahu jika mereka sedang bersama dengan kalian berdua. Karena setahu Oma, jika Zahiya dan Zaniya didalam kamar ini. Makanya Oma panik dan takut terjadi sesuatu pada mereka" jawab Oma Rena yang memang sudah sangat panik tadi.


"Ya sudah, semuanya sudah jelas dan juga tidak ada yang terjadi pada kedua Queen kita ini" Opa Wijaya yang mencairkan suasana menjadi biasa lagi.


"Maaf Tuan, den Alkan sudah kembali dan mencari anda" ucap salah seorang pelayan dirumah tersebut yang datang tiba-tiba dan membuat semua orang langsung membubarkan diri.


"Iya, terimakasih bik" ucap Papa Danu pada pelayan tersebut.


"Sama-sama Tuan" jawabnya sambil undur diri dari hadapan semua orang yang saling tatap dan menuju kebawah untuk sarapan bersama.


"Sekarang kita turun semuanya, kita sarapan bersama" ucap Opa Wijaya yang langsung pergi dari kamar yang ditempati oleh twins baby Z.


Semuanya mengikuti langkah Opa Wijaya yang sedang menuruni anak tangga. Dan dibawah sana Alkana sedang menunggu semua orang untuk bergabung dan juga dia sangat merindukan seluruh keluarganya.


Tapi tatapan Alkana tertuju pada Azalya yang sedang berjalan sambil menggandeng lengan Zayn yang sedang menggendong dua gadis kecil yang cantik dikanan kirinya.


Alkana sampai melototkan matanya menatap Azalya yang masih ada ditengah-tengah mereka semua dan dia merasa heran dengan nya juga bingung dengan semua yang terjadi padanya. Alkana menghampiri Azalya yang masih berjalan beriringan dengan Zayn.


"Aza, Azalya" ucap Alkana yang langsung memeluk Azalya dan itu membuat Zayn langsung memisahkan keduanya karena Zayn sudah cemburu pada Alkana yang berani-beraninya memeluk wanitanya. Walau dia adalah kakak kandungnya.


"Kamu benarkan Azalya kami, Azalya adik ku?" tanya Alkana dengan memegang bahu Azalya yang hanya mengangguk mengiyakan tapi dia tidak tahu siapa pria muda dan juga tampan yng ada dihadapan nya dan juga sedang memegang bahunya.


"Zayn, jika dia ini Azalya. Lalu siapa wanita yang sangat mirip dengan nya dua tahun yang lalu?" tanya Alkana yang bertanya pada Zayn.


"Nanti bisa dibahas lagi. Sekarang lebih baik kita sarapan dulu, lagi pula disini ada anak-anak. Itu tidak baik berbicara dihapan mereka" ucap Opa Wijaya yang mengajak untuk sarapan bersama dulu baru membahas masalah yang lain.


"Baiklah, maaf aku hanya terbawa suasana saja Opa" ucap Alkana pada Opa nya dan mengikuti semuanya menuju ruang makan.


Semuanya makan dengan sangat lahapnya dan semuanya sangat menikmati hidangan yang juga kebersamaan ini. Hingga tiba-tiba semua orang sudah berhenti makan karena adanya sesuatu yang membuat mereka harus berhenti untuk sarapan dulu saat ada salah seorang dari anggota Zayn dan itu adalah Angga yang terpaksa masuk kedalam karena ini sangat urgent.


"Maaf, saya menerobos masuk kemari. Karena ini adalah masalah penting dan saya ingin berbicara dengan Tuan Muda sekarang juga" ucap Angga yang menunduk tidak berani menatap semua orang satu mengatakan apa tujuan nya datang kemari dan juga menerobos masuk.


"Kau tunggu diluar, saya akan segera kesana" ucap Zayn pada Angga yng memberikan kode padanya.


"Apa ada masalah By?" tanya Azalya sambil menatap wajah Zayn yang tanpa ekspresi itu.


"Tidak ada. Mungkin ada salah satu klien yang membuatnya bingung" jawab Zayn dengan mengusap tangan Azalya yang berada diatas meja.


"Saya pamit dulu, permisi" ucap Zayn pada semua orang yang sedang menatap mereka.


.


Sedangkan Angga dan Marcos sedang berada dalam masalah besar yang mungkin akan mendapatkan hukuman yang sangat berat dari Zayn. Bagaimana tidak mendapatkan hukuman, mereka berdua sudah membiarkan seseorang yang berusaha untuk menghancurkan keluarganya dibiarkan masuk kedalam mainson miliknya yang ada di America.


"Apa yang akan kita katakan pada King? Ini adalah kesalahan kita berdua yang teledor" tanya Marcos yang sudah terlihat panik akan apa yang akan keduanya dapatkan dari Zayn.


"Kita terima konsekuensi yang sudah kita lakukan. Karena memang itu adalah kesalahan kita berdua, apapun yang akan terjadi nantinya" jawab Angga yang sudah pasrah apa yang akan dia terima dan juga apa yang akan dilakukan oleh Zayn pada keduanya.


Keduanya dikagetkan oleh kedatangan Zayn yang tiba-tiba dan membuat keduanya semakin ketar ketir saat tahu jika King mereka sudah berdiri dibelakang mereka berdua. Zayn menatap dengan sangat tajam dan juga membunuhnya, apa lagi ini adalah masalah besar yang mereka lakukan sekarang.


"Apa yang sedang kalian berdua bicarakan?" tanya Zayn dengan semua penekanan yang membuat Angga dan Marcos menelan slivanya dengan susah payah.


"Maafkan kami King. Karena kesalahan yang sudah lama lakukan, mainson anda yang berada di America sudah menjadi abu dan seluruh pelayan dan yang lainnya sudah tidak ada lagi. Mereka meledakan mainson menggunakan bom yang mereka rancangan sendiri" jelas Angga yang menunduk sangat dalam menahan takut.


"Apa pelakunya sudah ditangkap dan siapa dalang dari semua yang terjadi?" tanya Zayn lagi yang diluar dugaan Angga yang mungkin akan marah dan juga mungkin akan melukai mereka berdua dengan belati beracun nya.


"Anggota kami tidak bisa menangkapnya, karena dia juga ikut terbakar didalam mainson. Tapi datangnya kami sudah tahu, jika itu adalah orang-orangnya Alfonzo dan juga putranya" jawab Angga dengan pasti sangat juga memang kenyataan nya seperti itu.


"Kalian semua diam saja dulu dan anggap saja kalian sedang berduka atas kematian ku disana. Setelah mereka lengah dan merayakan kemenangan semu mereka, kalian harus bersiap menyerang mereka dengan sekali serangan tapi mematikan" ucap Zayn yang memberikan perintah dan juga ode jika mereka melakukan penyerangan balik pada mereka.


"Akan kami laksanakan sesuai perintah anda King" jawab Angga dan Marcos yang mengangguk mengiyakan perintah dari Zayn pada mereka berdua.


Zayn sepertinya sudah mengetahui apa yang akan terjadi pada mainson nya yang berada di America. Makanya dia hanya diam saja dan tidak marah pada Angga dan Marcos yang melaporkan apa yang terjadi juga keteledoran keduanya yang sudah membiarkan musuh menyamar dan juga masuk kedalam mainson menjadi salah satu dari orang-orangnya.


setelah mengatakan itu pada Angga dan Marcos. Zayn langsung pergi lagi, seperti tidak terjadi apa-apa dengan nya saat ini.


.


Sedangkan didalam rumah Azalya sudah sangat khawatir akan keadaan Zayn saat ini. Dia terus saja berjalan mondar mandir dihadapan semua orang setelah menjelaskan semuanya pada Alkana. Hingga Alkana kesal dan menegur Azalya yang sedang uring-uringan didepan nya.


"Aza, kamu bisa diam dan duduk bukan? Aku pusing melihatnya" ucap Alkana yang kesal pada adiknya itu.


"Bagaimana aku bisa tenang kak, jika suami aku entah kemana dan sedang melakukan apa" jawab Azalya yang membuat semua orang bisa mengerti perasaan dan juga keadaan nya sekarang.


"Kakak, juga akan merasakan nya nanti jika sudah memiliki pasangan dan menghadapi apa yang aku rasakan sekarang" ucap Azalya lagi sambil terus mondar mandir dengan sangat tidak tenang.


"Iya, iya. Kakak minta maaf, kakak hanya ingin kamu tenang dan jangan banyak fikiran seperti ini. Kamu bisa mendo'akan supaya tidak ada yang terjadi pada suami bucin mu itu" ucap Alkana yang meminta maaf akan ucapan nya barusan pada Azalya.


"Biarkan saja, berarti dia sangat mencintaiku. Aku do'akan jika kakak akan lebih parah lagi bucin nya pada istrinya kakak kelak. Bahkan tidak mau jauh dengan nya!" ucap Azalya dengan menggerutu dan juga menumpahkan kekesalan nya pada Alkana.


"Serem banget do'ain kamu dek. Amit-amit, aku akan melakukan itu pada wanita. Apa lagi jika wanitanya seperti kamu yang ceroboh dan juga bar-bar" ucap Alkana yang juga ikut menggerutu juga seperti Azalya.


"Apa Mommy dan uncle selalu seperti itu grandma?" tanya Zahiya yang melihat kakak beradik yang sedang berdebat berdua.


"Iya, itulah yang selalu membuat grandma pusing" jawab Mama Soraya yang mengangguk mengiyakan pertanyaan dari cucunya itu.


"Ini sangat membuat pusing dan juga kesal" ucap Zaniya yang menepuk keningnya sendiri dan menatap kembaran nya dan mengangguk untuk membuat kakak beradik itu berhenti berdebat.


"Mom, apa Mommy tidak bucin juga pada Daddy?" tanya Zahiya pada Azalya.


Sedangkan yang satunya lagi, Zaniya sedang menatap Alkana yang sedang menatapnya juga.


"Apa uncle juga tidak ingin merasakan apa yang sering Mommy rasakan dulu. Mommy sering menangis dan tidak tahu apa yang Mommy tangisi, tapi setelah tahu jika Mommy memiliki seorang suami dan juga sangat mencintainya. Mommy akan menjadi seperti itu" ucap Zaniya sambil menatap wajah Alkana yang juga sedang menatapnya.


Ucapan Zaniya membuat Alkana menjadi diam dan dia bisa merasakan apa yang dirasakan Azalya saat jauh dari keluarga dan juga suaminya. Bukan hanya Alkana yang merasakan itu dan sedih, semua orang yang ada disana juga ikut sedih juga. Anak sekecil ini sudah mengerti dan juga peka akan perasaan orang tuanya.


Mungkin ini yang dinamakan jika mereka berdua dewasa sebelum waktunya. Karena sebelumnya mereka hanya tinggal bertiga dan juga menjadi pelayan didalam mainson suaminya sendiri selama satu tahun dan sebelum akhirnya dipertemukan kembali dengan Zayn.


"Iya, maafkan uncle sayang. Uncle tidak peka akan dia perasaan Mommy kalian" ucap Alkana pada Zaniya.


.


.


.


Maaf Othor baru bisa up sore...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya....


Subscribe dan pollow akun Othor juga ya...


Othor sudah up panjang pake banget ya.... jangan protes kurang panjang....