
Kelima saudara itu menatap aneh pada Azalya yang terlihat sangat cantik dan juga anggun tapi sangat ceroboh.
"Hai juga. Jadi kamu yang sudah bisa dekat dengan Zoya kami? Menarik" tanya Zia dengan tatapan yang selalu terlihat sinis pada siapapun.
"Ayolah kak, kenapa kakak menakutinya?" ucap Zayd yang langsung mendekati kakak nya dan malah merangkulnya manja.
"Bukan nya menakutinya Zayd. Kakak hanya penasaran saja sama orang yang sudah berani pada Z kita" jawab Zia yang memang selalu seperti itu pada orang yang baru dia kenal.
"Sudah-sudah. Kenapa jadi kalian yang berdebat? Dia ini adalah tamu kita, jadi jangan membuatnya takut dengan mendengar perdebatan unfaedah kalian berdua" ucap Zoya yang selalu bisa menengahi adik-adiknya.
"Zi, kamu tidak akan pulang sekarang? Bukankah Joyce sudah menghubungi mu sejak tadi?" tanya Zoya pada Zico yang hanya diam saja.
"Ini sedang menunggu jet pribadinya siap kak" jawab Zico dengan santai.
"Hei Nona, jaga pandangan mu. Dia sudah memiliki istri dan sebentar lagi akan memiliki anak. Jadi jangan macam-macam" ucap Zia yang melihat tatapan mengagumi dari Azalya.
"Maaf kak, saya tidak bermaksud seperti itu" jawab Azalya yang merasa malu karena ketahuan sudah menatapi Zico dengan kagum.
"It's okay, abang kami memang pesonanya beluber" ucap Zayd yang langsung mendapatkan tendangan ditukang kering nya dari Zia.
"Aw, aw... Sakit tahu kak. Sadis banget jadi perempuan" perotes Zayd yang langsung menjauh dari Zia.
"Kalian berdua bisa tidak sih tidak selalu ribut setiap saat. Pusing tahu" gerutu Zio yang selalu saja merasa pusing dengan keduanya.
"Whatever" jawab Zia dan Zayd yang lalu tergelak keras dan berlari menjauh dari saudaranya yang lain.
"Maafkan mereka ya nak. Mereka memang seperti itu jika bersama, nanti juga mereka akan segera pulang. Karena mereka punya pekerjaan masing-masing" ucap Mom Vita yang merasa tidak enak pada Azalya yang malah melihat semua anak-anaknya sedang berdebat dan bercanda bersama.
"Tidak apa-apa auntie, Azalya mengerti kok. Azalya jikga sering melakukan hal yang sama jika sudah bersama dengan kakak Azalya. Yang dingin nya mirip-mirip sama Mister Z" jawab Azalya yang tersenyum meringis.
Saat mereka sedang mengobrol bersama Chris datang dengan seorang pria gagah dan juga tampan nya. Siapa lagi jika bukan Jefford Hugo sang tangan kanan nya di PENZ.DRC.
"Selamat sore Nyonya" ucap Chris pada Mom Vita dan pada semuanya yang sedang ada didalam ruang tamu tersebut.
"Dia siapa nya Z Chris?" tanya Mom Vita pada Chris yang sedang membawa setumpuk berkas yang perlu ditandatangani oleh Zayn.
"Ini adalah Jefford Hugo Nyonya. Dia adalah asisten pribadi dari Tuan Muda di PENZ.DRC" jawab Chris sambil memperkenalkan Jeff pada Mom Vita.
"Oh, ada perlu apa dengan Z saat ini? Lagi pula Z sedang sakit dan tidak mungkin membahas masalah pekerjaan dengan nya saat ini" ucap Mom Vita yang merasa aneh dengan kedatangan tamunya dari putra nya yang satu ini.
"Saya mewakili Tuan kami untuk menjenguknya. Karena Tuan kami tidak bisa menjenguknya secara langsung Nyonya" jelas Jeff pada Mom Vita dan ternyata Mom Vita percaya dengan ucapan dari Jeff.
"Baik Nyonya kami permisi ingin menemui Tuan Muda dulu" ucap Chris yang langsung undur diri dari hadapan Mom Vita dan yang lain nya sambil membungkuk kan badan nya memberi hormat pada Nyonya rumah.
Chris dan Jeff masuk kedalam lift untuk menuju kamar pribadi Zayn yang saat ini ternyata sedang menunggu kedatangan mereka berdua.
"Selamat sore King" sapa Jeff saat sudah masuk kedalam ruangan yang baru kali ini dia sayangi dan percayai kali ini juga melihat wajah asli dari King nya.
"Ada apa?" tanya Zayn to the point pada Jeff.
"Maaf King. Ada seseorang yang bisa lolos dari pengawasan kami. Dan kami sedang mencarinya dan juga mengawasi setiap gerak-gerik nya King" jelas Jeff yang tidak mau jika King nya akan murka jika dia tidak menemukan dengan segera.
"Kau urus semuanya dan jangan sampai ada kesalahan sedikit pun juga!" titah Zayn dengan sangat tegas pada Jeff.
Dia tidak ingin kecolongan lagi karena masalah ini. Sudah cukup dia sampai seperti ini, tidak bisa melakukan apa-apa.
"Apa alasan mu bisa masuk kemari?" tanya Zayn yang tahu jika dibawah keluarganya sedang berkumpul.
"Maaf Tuan Muda, ini ada beberapa berkas yang harus anda tandatangani sekarang. Setelah ini ada meeting dengan perwakilan dari perusahaan tetangga yang akan menjalin kerjasama dengan perusahaan anda Tuan" jelas Chris sambil menyerahkan berkas-berkas tersebut pada Zayn.
"Kau boleh pergi sekarang Chris. Saya ingin bicara berdua dengan Jeff" ucap Zayn yang tidak ingin Chris tahu semua yang dia bicarakan dengan Jeff.
"Baik Tuan Muda" jawab Chris yang langsung menjauh dari Zayn dan Jeff.
"Apa yang ingin kau jelaskan lagi?" tanya Zayn sambil duduk menyandar.
"Masf King, ternyata lebih dari 50% orang kita berhianat. dan sekarang kami sedang mengawasi dan juga memberi mereka hukuman dan juga pengawasan yang ketat. Kami juga sudah mengantongi beberapa nama yang terlibat didalam nya. Termasuk Alfonzo" jelas Jeff yang memberikan semua bukti yang sudah dia dapatkan.
"Bagaimana dengan Austin Harold?" tanya Zayn sambil membaca semua laporan dari Jeff.
"Dia sudah lebih baik dan juga ada kemajuan. Untung saja mereka tidak tahu jika didalam ada ruangan lain dan itu bisa saja berbahaya untuknya King" jawab Jeff juga memberikan laporan medis Austin Harold pada Zayn.
"Kerja bagus Jeff. Semuanya harus sesuai dengan rencana awal kita" ucap Zayn yang langsung menyimpan laporan dari Jeff dan beralih pada berkas yang bertumpuk dihadapan nya saat ini.
"Apa anda butuh bantuan saya King?" tanya Jeff menawarkan bantuan pada Zayn yang sedang menatap berkas tersebut sambil memijat keningnya.
"Kau bacakan semuanya" ucap Zayn pada Jeff.
Jeff dengan patuh mengikuti perintah dari King nya saat ini. Dia juga sedang membaca semua berkas yang harus ditandatangani oleh Zayn hingga Zayn malah tertidur karena mendengarkan Jeff yang sedang membaca semua berkas tersebut.
"Anda memang hebat King. Saya permisi" ucap Jeff yang langsung keluar dari kami Zayn dan diikuti oleh Chris yang ternyata sudah berada didekatnya.
"Apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Chris pada Jeff.
"Tidak perlu. Saya akan pergi kemarkas, tolong jangan biarkan King tahu jika tadi ada masalah didalam markas sebelum kemari" ucap Jeff yang menahan rasa sakit karena dia sudah menolong Chris yang disangka oleh klan nya adalah Zayn.
"Baik saya akan menutup mulut saya. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih, jika tidak ada anda saya tidak tahu apa yang terjadi dengan saya saat ini" ucap Chris pada Jeff yang sudah berjalan lebih dulu.
Jeff tidak membalas ucapan dari Chris yang sedang berterimakasih padanya. Dia langsung pamit pada Mom Vita dan juga yang lain nya. Dia ingin menyelesaikan masalah terlebih dahulu, baru dia bisa tenang.
Zayn yang sudah berada lebih baik dan juga tenaganya sudah mulai pulih dia ingin turun kebawah dan bergabung dengan keluarganya yang akan segera pulang.
"Apa Mommy juga akan pulang sekarang bersama dengan mereka semua?" tanya Zayn saat melihat semuanya sudah berkumpul dengan kopernya masing-masing.
"Tentu saja tidak. Mommy masih ingin bersama dengan kamu dulu hingga kamu benar-benar sudah pulih total dan Mommy bisa memanggilkan meninggalkan kamu disini" jawab Mom Vita yang langsung memeluk tubuh lemah putranya ini.
"Z, sebenarnya kakak ingin sekali tinggal disini bersama kamu. Tapi kakak tidak mungkin membatalkan kontrak kerja kakak begitu saja kan. Tapi nanti jika libur kakak akan datang kemari lagi. Jadi bersiaplah" ucap Zia yang langsung memeluk Zayn dengan sangat erat setelah Mom Vita melepaskan pelukan nya.
"Z, kenapa kau semakin tinggi sekali sih?" tanya Zia sambil menggerutu pada adiknya.
Zayn hanya menatap datar pada Zia yang dengan gamblangnya menggerutu padanya yang sudah setinggi ini.
Sedangkan Zoya langsung berkaca-kaca karena akan jarang sekali bertemu dengan Zayn dalam waktu yang lumayan lama juga.
"Abang Z, cepatlah pulih kembali. Aku pasti akan selalu merindukan mu. Jangan mengulangi nya lagi, abang harus bisa menjaga kondisi tubuh abang sendiri. Ini aku bawakan beberapa vitamin buatan ku sendiri untuk abang. Semoga abang lekas sembuh" ucap Zayd yang menyerahkan beberapa botol vitamin yang Zayd berikan padanya.
Zayd juga memeluk abang nya dengan menangis lebay didalam pelukan saudara kembarnya. Juga sama dengan Zico, Zio, Zoya dan terakhir Zia yang memeluk Zayn dengan sangat erat.
"Kalian berhati-hati lah" ucap Zayn setelah pelukan mereka semua terurai.
Mereka berlima sudah masuk kedalam mobil yang akan mengantarkan mereka menuju bandara.
Sedangkan Azalya yang masih ada disana dan menyaksikan betapa dekatnya keluarga ini dan juga para anak-anaknya sangat akrab dan juga sangat akur sekali. Itu membuatnya jadi teringat dengan Mama dan Papa nya juga sangat kakak.