
Setelah pemakaman bik Sumi selesai semuanya orang membubarkan diri, tapi Zayn melihat Zoya ingin pergi kesuatu tempat dan dia mengikutinya tanpa diketahui oleh Zoya. Saat bersamaan ternyata ada yang mengikutinya juga sangat dia langsung bersembunyi saat merasakan itu semua.
karena Zayn sudah tidak mengenakan jam tangan yang sering dianiyaya gunakan, jadi orang yang mencoba untuk membuntutinya tidak sadar jika itu adalah Zayn. Orang yang mereka incar.
saat sudah aman Zayn menarik tangan Zoya dan masuk kedalam ruangan yang ada dibawah tanah, yang tidak dapat dilacak sekalipun itu oleh benda canggih atau apapun itu.
"Z, kenapa kamu membawa kakak kemari?" tanya Zoya dengan ekspresi datarnya seperti biasa.
"Tidak ada, aku hanya ingin bertemu saja dengan kakak tanpa diketahui oleh orang-orang. Karena aku hanya sebentar" jawab Zayn dengan santainya dan menatap manik mata Zoya yang menyiratkan kesedihan.
"Apa kamu ingin menanyakan sesuatu pada kakak Z?" tanya Zoya saat sudah duduk didalam ruangan yang kemarin Zayn menemukan semua bukti yang dia cari.
"Seperti yang kakak kira" jawab Zayn dengan sangat santai ikut duduk dan memperlihatkan micro chip yang dia temukan dan Zoya melihat semua yang Zayn tunjukan padanya.
"Apa ini semua benar Z?" tanya Zoya dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca melihat dan juga membaca apa yang ada dihadapan nya.
"Seperti yang kakak lihat dan saksikan. Jika kakak masih ingin mempercayai Ayah biologis kakak, itu adalah hak kakak sendiri. Karena aku hanya menginginkan kakak supaya berhati-hati jika berada didekat orang itu. Yang pasti, kakak jangan pernah bersikap mencurigakan jika sedang bertemu dengan nya atau anggotanya. Bahwa kakak sudah mengetahui segalanya, dan jangan mengatakan ini pada siapapun tanpa terkecuali" ucap Zayn yang langsung menutup kembali layar laptopnya.
"Kenapa nasib kakak seperti ini Z? Apa kakak ini masih pantas mendapatkan kepercayaanmu Z? Kakak adalah orang yang ingin menghancurkan kamu dan juga Dad Surya?" tanya Zoya dengan linangan air mata yang terus menetes dipipinya dengan derasnya.
"Kak, kakak tetap kakak kami. Kakak adalah orang yang baik dan juga memiliki hati selembut dan sebaik Mommy, kakak jangan pernah menyalahkan diri kakak sendiri akan semua ini. Karena disini bukan kakak yang salah, kakak harus bisa mengendalikan fikirkan kakak sendiri akan masalah besar ini. Aku akan selalu membantu dan juga menjaga kakak semampu dan sebisa yang ku mampu" ucap Zayn yang langsung memeluk tubuh kakaknya yang sedang menangis sesegukan didalam pelukan nya.
"Kakak akan berusaha seperti yang kamu katakan Z, kakak tidak ingin jika nanti kakak akan menyakiti kalian semua. Kakak pasti tidak akan bisa memaafkan diri kakak sendiri Z, tolong bantuan kakak" ucap Zoya sambil berkata dan juga terbata-bata karena sambil menangis sesegukan dalam pelukan Zayn.
"Lihat aku kak, kakak adalah anak Mom Vita dan juga saudara kami, saudaraku. Jangan pernah berfikiran macam-macam dan hanya boleh memikirkan bagaimana caranya bisa menghentikan nya tidak berbuat yang macam-macam pada keluarga kita" ucap Zayn yang memegang bahu Zoya dan menatap manik mata Zoya yang sedang berderai air mata.
"Apa kakak bisa Z? Kakak tidak tahu akan mampu bertemu lagi dengan nya tanpa mengeluarkan amarah kakak padanya Z? Kakak tidak mampu" tanya Zoya yang masih menangis dan menatap Zayn dengan tatapan yang sangat rapuh dan juga penuh luka yang mungkin tidak akan mudah untuk bisa sembuh dengan cepat.
"Aku percaya kakak bisa dan kakak mampu. Karena kakak adalah wanita kuat dan tangguh, juga memiliki hati dan perasaan yang sama seperti Mommy. Jadi berfikirlah sama seperti Mommy yang selalu bisa membuat semua orang percaya dan juga bersikap tegaslah jika sudah perlu" ucap Zayn yang terus mencoba menguatkan Zoya dan juga memberi semangat padanya.
"Akan kakak usahakan untuk bisa seperti apa yang kamu katakan pada kakak Z. Semoga saja kakak bisa melakukan itu" jawab Zoya dengan senyuman tipis dibibirnya sambil menatap wajah Zayn.
"Semoga saja kakak bisa dan harus bisa" ucap Zayn menyemangati kakaknya.
"Thanks my little brother" ucap Zoya yang langsung memeluk Zayn dengan sangat erat.
Setelah berbincang-bincang dan juga memberikan saran pada Zoya, Zayn langsung pergi untuk mengerjakan semua yang harus dia kerjakan. Sedangkan Angga sudah bertindak lebih dulu untuk mengecoh anggota Addofo yang ditugaskan untuk selalu mengawasi dan juga mempengaruhi Zoya supaya mau untuk ikut dengan mereka dan meninggalkan semua keluarganya yang ada disini dan bersama sejak dia lahir.
.
"Apa kau menemukan sesuatu yang mencurigakan?" tanya Zayn saat sudah berada didalam mobil bersama dengan Angga untuk menuju tempat dimana orang yang dia suruh mengawasi Addofo yang ternyata sedang ada dinegara ini juga.
"Sesuai dengan yang anda perkirakan King. Tuan Addofo memang sedang ada ditempat itu untuk selalu bisa mempengaruhi fikiran Nona Zoya supaya lebih percaya padanya" jawab Angga sambil menyerahkan beberapa foto yang sudah dia terima dari anggotanya yang dia suruh terus mengawasinya.
Zayn hanya diam saja dan menatapi layar pad nya yang sedang dia pegang. Zayn melihat ada sesuatu yang mencurigakan sedang mengikutinya, Zayn mencoba untuk mengecoh mereka dengan mengeluarkan beberapa asap dari mobil yang dia gunakan.
"King, apa anda yang melakukan kamungflase ini?" tanya Angga yang melihat beberapa sekitar mobilnya mengeluarkan asap.
"Seperti dugaan mu" jawab Zayn yang hanya menatapi tab yang masih menyala tapi semua yang mencurigakan sudah pergi dan tidak terlihat lagi.
Sedangkan ditempat lain Agostino sedang mengumpat kesal karena kehilangan jejak Zayn yang sedang dia kejar.
"Apa yang harus saya katakan pada Tuan. Dia memang menuruni Daddy nya yang memang sangat licin seperti belut!" gumam Agostino sambil mengumpat kesal dan apa yang dia alami saat ini.
Tanpa disadari oleh Agostino, Addofo sudah ada dibelakangnya sedang menatap tajam. Apa lagi dia mendengar semua yang dikatakan oleh Agostino.
DOR...
"Itu balasan atas kegagalan kalian semua. Termasuk, kau!" ucap Addofo dengan santainya setelah menembak kaki Agostino yang sedang berdiri langsung terduduk diatas aspal menahan sakit dikakinya.
"Kalian bantu aku" ucap Agostino yang meminta anak buahnya untuk membantunya berdiri dan juga membawanya kerumah sakit untuk segera mengambil peluru yang bersarang pada kakinya sebelah kiri.
Sedangkan tidak jauh darinya berada ada sepasang mata yang sedang menatapnya dengan sangat tajam dan juga penuh amarah yang membuncah dalam hati dan juga fikiran nya. Dimana dia melihat semua yang dilakukan oleh seorang pria yang menyandang sebagai Ayah biologis nya.
"Apa ini yang kau inginkan dari ku? Dengan memperlihatkan bagaimana perangai asli mu yang kau tutupi dari ku. Kau memang sungguh sangat berbakat dalam membuat orang tidak ingin membalaskan padamu" gumam Zoya yang ternyata mengikuti Zayn untuk memastikan semua yang dikatakan oleh Zayn padanya adalah benar, Zoya tersenyum getir saat melihat bagaimana pria yang dia anggap baik dan juga bisa mengerti dirinya adalah pria berdarah dingin yang siap melukai siapa saja yang membuatnya kesal.
Zayn memang sengaja melakukan itu semua karena dia ingin tahu jika Zoya melajukan hal yang membuat Zayn merasa sedikit tenang dengan memperlihatkan wajah asli dari Addofo Barnard yang Zayn tahu Zoya hampir saja goyah dan akan membencinya dan juga keluarganya.
"Kau sudah melihat semuanya kak. Kau bisa membedakan, mana yang baik dan juga tidak. Karena hampir saja kakak akan menjebak ku bukan, untuk kakak berikan pada pria yang sudah membuat kakak mulai tidak mempercayai ku lagi" gumam Zayn yang masih menatap Zoya yang sedang menangis didalam diam menatap bagaimana Addofo tanpa rasa canggung menembak kaki orang kepercayaan nya karena telah gagal menangkap Zayn.
"Kembali lagi ketempat yang tadi. Karena disana sudah ada kejutan untuknya" ucap Zayn yang memerintahkan Angga untuk menuju tempat yang Zayn yakini adalah markas Addofo yang ada dinegara ini.
Dengan patuhnya Angga, Max dan Jo menuruti keinginan Zayn yang memerintahkan itu pada mereka. Tapi Zayn terus menatap tab yang sedang dia pegang, dimana dia sudah meletakan alat pelacak pada ponsel dan juga pada mobil Zoya. Tapi sudah beberapa menit tidak ada pergerakan sama sekali darinya, hingga Zayn merasa ada yang tidak beres dengan semua itu.
"Kembali lagi ketempat yang tadi" ucap Zayn yang memerintahkan pada ketiga orang yang sedang saling pandang dengan heran akan perintah yang King nya lakukan pada mereka. Tapi ketiganya tidak ada yng membantah perintah dari Zayn, Max langsung membelokan setir mobilnya untuk kembali ketempat semula tegang kecepatan penuh.
Zayn langsung turun saat melihat mobil Zoya masih berada ditempat yang sama dan tidak ada Zoya didalamnya. Zayn langsung mencarinya dan betapa terkejutnya Zayn saat melihat Zoya sudah tergeletak bersimbah darah dan ada sebuah pisau kecil sedang digenggam oleh Zoya dengan noda darah.
"Apa yang kakak lakukan! Kakak kenapa melakukan hal senekad ini" ucap Zayn yang langsung mengangkat tubuh Zoya yang sudah lemas dan juga kehilangan banyak darah. Dia membawa Zoya dirumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Zayn terus memeluk tubuh Zoya dan menekan luka yang ada dipergelangan tangan Zoya untuk menekan darahnya tidak banyak yang keluar. Zayn menghubungi Azalya untuk memberitahukan semua orang jika Zoya sedang berada dirumah sakit.
"Kamu beritahu pada Mommy jika kak Zoya sekarang berada dirumah sakit. Tapi ingat, jangan mengatakan jika aku yang menolong kakak" ucap Zayn pada Azalya yang sedang berada didekat Mom Vita saat ini.
"Iya, akan saya sampaikan. Terimakasih informasinya" ucap Azalya yang menggunakan bahasa formal karena sedang berada didekat Mom Vita.
Zayn langsung memutuskan sambungan ponselnya. Dia tahu jika saya ini Azalya pasti sedang berada didekat Mom Vita. Azalya mendapatkan tatapan penuh tanya dari Mom Vita dan yang lainnya. Apa lagi Mom Vita sudah terlihat panik.
"Apa yang terjadi? Siapa yang menelpon kamu sayang?" tanya Mom Vita pada Azalya yang belum membuka suaranya.
"Tadi ada pihak rumah sakit yang memberitahukan jika kak Zoya sekarang berada disana. Keadaan nya juga sedang kritis Mom" jawab Azalya dengan menatap wajah Mom Vita dan yang lainnya bergantian.
"Apa!! Kenapa bisa? Apa yang terjadi pada Zoya ku?" ucap Mom Vita yang sudah sangat syok dan hampir saja terjatuh jika tidak ada Dad Louis yang menangkapnya.
Semua orang juga sama terkejutnya mendengar kabar yang disampaikan oleh Azalya pada mereka semua. Semuanya salaing tatap dan tidak menyangka jika Zoya salah berada dirumah sakit saat ini.
.
.
.
Maaf ya guys.... Othor baru bisa up... HP Othor sedang tidak bersahabat jadi telat update 🙏🙏🙏
Jangan lupa subscribe juga pollow akun Othor ya...
Like, komen, vote dan hadiahnya....