Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Keanehan Zayn



Zayn memeluk Azalya dengan sangat posesif. Dia seolah tidak ingin ditinggalkan oleh Azalya, bahkan Azalya sendiri malah semakin menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn. Membuat Zayn semakin senang dan juga ikut terlelap bersama Azalya.


Setelah menempuh perjalanan belasan jam. Jet yang ditumpangi oleh Zayn dan Azalya sudah mendarat sempurna dibandara international di Jakarta. Mereka berdua terlihat sudah sangat segar saat turun dari jet pribadi.


Disana sudah menunggu para anggota Zayn yang ada di Jakarta. Mereka berdua sengaja berpencar untuk mengawal dan juga mengawasi King dan juga Nyonya nya yang baru saja menginjakan kakinya ditanah kelahiran mereka berdua.


"King, anda ingin menuju mainson Edison atau Pratama King?" tanya salah satu anggota Zayn yang ada di Jakarta.


"Mainson Pratama dulu. Kami ingin berisatirahat disana" jawab Zayn yang langsung melangkahkan kakinya menuju mobilnya yng sudah disiapkan oleh anggotanya.


"By, kenapa tidak langsung menuju rumah Mama dan Papa saja? Aku sudah sangat merindukan mereka" tnya Azalya yang menanyakan pada Zayn.


"Ini sudah lebih dari tengah malam. Mereka pasti sudah tidur, jadi besok pagi aku boleh kerumah Mama dan Papa. Sekarang kemainson Pratama dulu" jelas Zayn yang mana ingin mencari sesuatu didalam mainson lama yang dulu ia dan keluarganya tempati sebelum pindah ke mainson Edison.


"All right, promise we'll be there tomorrow morning (baiklah, berjanjilah kita akan kesana besok pagi)" ucap Azalya pada Zayn yang hanya mengangguk menjawab ucapan Azalya.


Azalya diam saja dan dia melihat bangunan megah dan juga hanya ada satu lantai saja. Dan ini adalah pertama kalinya dia menginjakan kakinya dikediaman Pratama. Azalya sangat mengagumi bangunan yang terkesan sederhana tapi terlihat sangat elegant juga sangat bagus dan juga sangat nyaman kelihatan nya.


"Tuan Muda, kami sudah menyiapkan kamar anda" ucap kepala pelayan yang sengaja dia sewa untuk menjaga dan juga membersihkan mainson ini supaya tetap terawat.


Zayn melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang dulu dia masih kecil, dan ini masih terlihat sama. Tata letak dan juga beberapa koleksi komputer juga berbagai alat-alat yang dulu sering dia gunakan saat mencoba sesuatu benda yang dia ciptakan sendiri.


Zayn melihat seperti ada anak kecil yang sedang duduk dikursi putar itu dengan kacamata tebalnya sedang mengutak ngatik komputer didepan nya. Bahkan membuat matanya berkaca-kaca melihat bayangan nya sendiri berada disana.


"By, ini kamar hubby dulu?" tanya Azalya yang melihat sekeliling kamar yang sangat luas jika untuk anak usia 3-4 tahun.


"Hmm, dan itu adalah pintu penghubung kamar ini dengan kamar sebelah. Kamar abang Zico" jawab Zayn yang mendongakan kepalanya supaya air matanya tidak menetes.


"Ternyata sejak dulu hubby memang sudah genius dan juga tidak menyukai banyak warna" ucap Azalya yang melihat sekeliling kamar ini hanya ada warna putih saja, tidak ada warna lain. Sama seperti didalam kamarnya yang ada di Amerika.


"Maaf Tuan Muda, Nona. Kami mengantarkan koper anda berdua" ucap salah seorang anggota Zayn yang membawakan dua koper milik Zayn dan juga Azalya.


"Terimakasih" ucap Azalya yang tersenyum pada anggotanya Zayn.


"Kau boleh keluar sekarang" ucap Zayn saat anggotanya sudah membungkukan badan nya.


"Saya permisi Tuan Muda, Nona" ucapnya yang langsung menutup pintu kamar Zayn. Pasalnya tadi saat dia masuk pintunya sedang terbuka makanya dia langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu dulu.


Zayn langsung mengunci pintunya dan dia melihat Azalya yang masih melihat sekeliling lamar ini yang masih sangat tertata rapih juga selalu bersih walau tidak ada yang menghuninya.


"Apa masih ingin berkeliling terus?" tanya Zayn yang langsung memeluk pinggang Azalya dari belakang dan menaruh kepalanya diatas pundak Azalya.


"Ini sangat nyaman dan juga membuat aku semakin penasaran. Aku besok ingin berkeliling mainson ini, boleh kan By?" tanya Azalya yang berbalik menatap Zayn dan mengalungkan tangan nya dileher Zayn sambil berjinjit.


"Kenapa tidak. Ini juga adalah mainson milik mu juga" jawab Zayn yang masih memegang pinggang ramping Azalya.


"Sekarang lebih baik kita istilahat saja. Bukankah kau ingin mengunjungi Mama dan juga Papa?" ucap Zayn yang langsung menggendong Azalya seperti bayi koala.


"Iya, tapi aku mau dipeluk" ucap Azalya dengan sangat manjanya pada Zayn.


"Anything for you" jawab Zayn yang merebahkan Azalya diatas ranjang miliknya dan disusul olekh juga.


"Good night Hubby" ucap Azalya yang langsung memeluk Zayn dengan sangat erat dan menelusupkan wajahnya kedalam dada bidang Zayn.


"Good night too my wife" jawab Zayn yang juga memeluk Azalya dalam pelukan hangatnya.



Mereka berdua saling berpelukan dan juga tersenyum bersama dengan pelukan yang sedang mereka lakukan saat ini.


Mereka berdua tidur saling berpelukan hingga pagi menjelang dan keduanya tidak ada yang ingin membuka matanya. Sebelum ada sesuatu yang mengusik tidur Azalya saat mendengar ada seseorang yang sedang muntah-muntah didalam kamar mandi.


"Siapa yang sedang muntah-muntah didalam kamar mandi" gumam Azalya saat masih memejamkan matanya dan tangan nya seperti sedang mencari-cari sesuatu disampingnya.


"Hubby kemana? Kenapa sudah tidak ada" gumam Azalya yang membuka matanya dan melihat kamarnya sudah kosong.


HOEK....


HOEK....


HEOK....


Zayn sedang muntah-muntah didalam kamar mandi. Dia merasa ada sesuatu yang bergejolak ingin segera dia muntahkan. Bahkan sudah tidak ada lagi yang dapat dia muntahkan, hingga mulutnya terasa pahit sekali.


"By, apa hubby didalam?" ucap Azalya yang mengetuk pintu kamar mandi yang dikunci dari dalam.


CKLEK...


Zayn keluar dengan wajah yang sangat pucat dan juga terlihat sangat lemas. Apa lagi terlihat sangat tidak bersemangat.


"By, hubby baik-baik saja?" tanya Azalya dengan menatap dan juga membelai pipi Zayn dengan sangat lembut.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja. Dia merasa tadi sangat pusing dan juga dingin sekali muntah walau sudah tidak ada lagi yang Zayn muntahkan. Tapi saat sudah berada didekat Azalya rasa mual dan juga pusingnya tidak terasa lagi, seakan menghilang dan menguap entah kemana.


"Sekarang hubby istirahat saja ya. Aku akan memanggilkan dokter untuk hubby" ucap Azalya yang akan beranjak dari duduknya langsung ditahan oleh Zayn.


"Jangan kemana-mana" ucap Zayn yang membuat Azalya bingung dan juga tidak menyangka jika Zayn akan seperti ini.


"Tapi aku ingin makan dan juga akan memanggilkan dokter untuk hubby" jawab Azalya yang mengerutkan keningnya bingung dengan sikap Zayn saat ini.


"Nanti akan ada yang mengantarkan makanan kemari. Dokter juga pasti akan segera kemari" ucap Zayn dengan sangat yakin. Pasalnya dia tidak ingin disentuh oleh orang lain selain orang yang sudah dia kenal dan juga sudah dekat dengan nya.


"Emm, baiklah" jawab Azalya yang benar-benar sangat bingung dan juga merasa sangat khawatir dengan keadaan Zayn saat ini.


"Hubby benar tidak apa-apa?" tanya Azalya yang melihat Zayn hanya diam dan juga memeluknya dengan sangat erat.


"Hmm, diamlah" ucap Zayn yang malah mempererat pelukan nya.


Tak lama kemudian datang seorang kepala pelayan dan juga beberapa pelayan yang mendorong troli berisi berbagai makanan untuk Zayn dan juga Azalya.


"Tuan Muda, Nona. Ini makanan yang anda inginkan" ucap kepala pelayan tersebut yang sudah menata makanan tersebut diatas meja yang sengaja disiapkan oleh kepala pelayan dan juga pelayan yang lain.


"Terimakasih. Kalian semua boleh pergi" ucap Azalya yang ingin bangkit tapi masih saja ditahan oleh Zayn yang masih memeluknya.


"By, aku ingin makan dulu. Hubby juga harus makan dulu sebelum minum obat" ucap Azalya yang sudah sangat kelaparan. Entah kenapa sekarang nafsu makanan nya meningkat drastis.


"By, mau makan ya. Aku akan menyuapi hubby, oke" ucap Azalya yang mencoba membangunkan Zayn yang masih saja tiduran.


Zayn hanya mengangguk dan menerima apa yang akan Azalya lakukan untuknya. Hingga Aaron datang membawa peralatan medisnya untuk memeriksa King nya yang saat ini memang terlihat sangat parah.


"Apa yang terjadi dengan nya? Kenapa dia muntah-muntah dan juga lemas seperti itu?" tanya Azalya yang mana sedang menatap Aaron yang sedang memeriksa Zayn secara menyeluruh.


"King hanya mengalami jetlag saja Nyonya. Setelah sarapan dan juga minum obatnya akan segera baik-baik saja" ucap Aaron yang menjelaskan pada Azalya dan dia memberikan beberapa obat untuk Zayn minum dan juga obat yang biasa Zayn konsumsi.


"Syukurlah, aku kira hubby kenapa-kenapa" ucap Azalya yang bersyukur karena Zayn tidak apa-apa.


"Kalau begitu saya permisi Nyonya. Saya akan ada disini selama anda berdua berada disini" ucap Aaron yang langsung pamit saat sudah selesai memeriksa Zayn.


"Iya, terimakasih banyak. Maaf selalu merepotkan anda" ucap Azalya yang berterimakasih pada Aaron.


"Sama-sama Nyonya. Ini adalah tugas dan juga kewajiban saya sebagai dokter pribadi dari King, maksud saya Tuan Muda" ucap Aaron yang membungkukan badan nya dihadapan Zayn dan Azalya.


setelah kepergian Aaron, Azalya langsung menyuapi Zayn dengan sangat perlahan. Apa lagi sekarang Zayn terlihat sangat pilih-pilih makanan yang akan dia makan saat ini. Membuat Azalya semakin heran dan juga bingung akan sikap Zayn sekarang.


"By, kenapa jadi tidak mau memakan makanan kesukaan hubby? Ini adalah kesukaan hubby loh" tanya Azalya yang memperlihatkan ayam teriyaki kesukaan Zayn selama ini.


"Tidak. Jauhkan itu dari ku, baunya sangat tidak enak dan membuat perut ku bergejolak ingin muntah" ucap Zayn yang menutup hidung dan juga mulutnya dengan tangan nya sendiri.


"Baiklah, hubby kenapa jadi aneh gini ya? Saat sudah sampai disini" gumam Azalya yang merasa bingung dan juga aneh dengan Zayn saat ini.


Zayn hanya makan makan sayuran saja dan itupun tanpa nasi. Dia seolah tidak suka dengan nasi dan juga sangat membenci nasi dan juga berbagai jenis ikan dan juga daging. Azalya yang merasa ini aneh tidak terlalu memikirkan semuanya, karena dia tiba-tiba sangat bersemangat untuk bisa menghabiskan semua makanan yang ada dihadapan nya saat ini.


.


.


Vote.....


Hadiah....


Kembang sekebon dan juga kopi sepanci donk...