Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Strategi twins Z berhasil



Azalya memangku kepala Zayn yang masih pingsan dipangkuan nya. Lalu menatap wajah Angga yang juga sedang menatapnya dengan kepanikan. Disaat yang bersamaan ada yang menyerang dan King mereka malah pingsan dan tidak tahu sampai kapan akan sadar.


"Bagaimana ini? Apa yang akan terjadi?" tanya Azalya yang sudah sangat panik karena diluar sudah terdengar berbagai letupan senjata.


"Kita akan menahan berbagai serangan dari mereka sampai King bangun. Jika King sudah bangun dan menyusun strategi supaya kita semua bisa menang" jawab Angga yang mana menatap Zayn dan kedua putrinya yang sama-sama terlelap.


"Apa ini adalah tempat yang paling aman? Saya takut jika mereka bisa memasuki ruangan ini dan menangkap kami semua. Apa yang akan kita lakukan sekarang? Saya sudah sangat takut sekali" ucap Azalya yang mengingat kejadian yang dulu pernah dia alami sebelum hilang ingatan semuanya.


"Kita tunggu King bangun dulu Nyonya. Jika King sudah bangun akan mudah untuk menghadang mereka" Jawab Angga yang ikut merasa panik juga, apa lagi Marcos mengabari jika dia sudah terpojok dengan musuh yang semakin banyak.


"Mom, ada apa ini? Kenapa Daddy malah tertidur disini?" tanya Zahiya dan Zaniya yang baru bangun tidur dan menatap Daddy nya sedang terlelap sangat nyenyaknya lalu menatap wajah Mommy nya yang panik.


"Daddy sedang pingsan lagi sayang. Mommy sangat panik karena diluar sedang ada orang jahat yang sedang menyerang kita semua. Dan Daddy sedang tidak baik-baik saja, Mommy tentu saja panik" jawab Azalya yang sudah meneteskan air matanya saking paniknya.


"Mommy jangan menangis, kami akan melakukan apa yang biasa Daddy lakukan" ucap Zahiya dan Zaniya yang langsung mengambil iPad miliknya untuk melakukan apa yang Zayn selalu lakukan.


"Apa yang ingin kalian lakukan?" tanya Azalya bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh kedua putrinya itu.


"Kami akan memberikan ini" jawab Zahiya dan Zaniya yang memberikan cara strategi berperang yang malah lebih canggih dari pada Zayn.


"Nona-Nona, apa kami semua harus melakukan ini semua?" tanya Angga dengan tatapan heran dan juga bingung dengan kecerdasan anak berusia satu tahun lebih ini.


"Tentu saja uncle, jika tidak untuk apa kami melakukan semuanya ini" jawab Zaniya dengan senyuman mengembang dibibirnya membuat Azalya semakin bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh kedua putrinya itu.


"Uncle akan memberitahukan ini semua pada mereka. Uncle yakin ini akan sangat berhasil seratus persen" ucap Angga yang sudah sangat bersemangat ingin segera melakukan strategi yang diberikan oleh kedua Nona Muda nya.


"Oke" jawab Zahiya dan Zaniya yang mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf O.


"Sayang, apa yang kalian berdua rencanakan sebenarnya?" tanya Azalya yang menatap wajah kedua putrinya yang sedang tersenyum penuh arti.


"Tidak ada Mom" jawab Zahiya dan Zaniya yang masih tersenyum lalu menggelengkan kepalanya dan langsung menutup layar iPad miliknya mereka.


"Mommy tidak percaya dengan yang kalian katakan tadi. Apa yang sedang kalian berdua sembunyikan dari Mommy?" tanya Azalya yang mendesak kedua putrinya yang hanya diam dan saling memandang saja.


"Tidak ada yang mau menjawabnya? Atau Mommy menghukum kalian berdua?!" tanya Azalya dengan tatapan tajamnya dan juga penuh penekanan disetiap katanya.


"We sorry Mommy, kami berdua hanya memberikan strategi untuk anggota Daddy supaya bisa melawan mereka dan meraih kemenangan. Jika kami tidak melakukan nya maka kami sendiri yang akan kalah dan mungkin akan menjadi tawanan atau mungkin lebih parah dari keduanya" jawab Zahiya dan Zaniya yang menunduk ketakutan dan tidak berani menatap wajah Azalya yang terlihat sangat marah.


"Kami hanya mencoba untuk bisa membantu mereka membuat strategi saja. Kami tidak berani melakukan apapun karena kami masih sangat kecil dan belum mampu melakukan nya. Mommy bisa melihat ini semua" ucap Zahiya dan Zaniya yang memberikan rekaman CCTV pada Mommy nya. Dimana anggota Zayn sudah menyerang dan membuat seluruh penyerang itu melangkah mundur dan tidak berani melangkah menuju melawan mereka semua.


"Mommy bangga pada kalian berdua. Tapi walau kalian sudah besar nanti Mommy tidak akan membiarkan kalian berdua melakukan itu juga. Kalian boleh bisa bela diri dan menguasai berbagai senjata. Tapi jika ikut bertarung dengan mereka, Mommy tidak akan mengizinkan nya, ingat itu baik-baik dan tanam dalam fikiran kalian berdua. Jika kalian melanggarnya maka kalian bukan hanya mendapatkan hukuman, tapi akan lebih dari itu semua" ucap Azalya yang memberikan ultimatum pada kedua putrinya supaya tidak pernah ikut bertarung jika tidak terdesak.


"Kami akan mengingatnya Mom, kami tidak akan melakukan nya jika tidak dalam keadaan urgent" jawab Zahiya dan Zaniya dengan penuh kepastian dan juga sangat tegas.


"Good girl. Mommy akan memegang kata-kata kalian berdua. Jangan pernah kecewakan kepercayaan Mommy pada kalian berdua" ucap Azalya yang meminta kedua anaknya menekat damn memeluknya lalu menciumi kepalanya satu persatu.


"Thank you Mom" jawab keduanya yang langsung memeluk pinggang Azalya dengan sangat erat dan juga penuh kelembutan pada Mommy nya.


Disaat yang bersamaan juga Zayn bangun dengan memegang keningnya yang terasa sangat sakit. Dia menatap Azalya dan kedua putrinya juga dengan pandangan kabur dan dia mencari-cari kacamatanya yang entah dimana. Azalya yang menyadari jika Zayn sudah bangun langsung mengurai pelukan nya pada kedua putrinya dan memberikan apa yang sedang Zayn cari.


"Hubby sudah bangun? Aku sudah sangat khawatir sekali melihat kondisi Hubby seperti ini" ucap Azalya yang sudah memakaikan kacamata pada Zayn dan sekarang Zayn bisa melihat dengan jelas.


Tentu saja Zayn sangat bersyukur akan hal itu. Dan biarkan saja hanya dirinya yang merasakan seperti ini. Dimana dia hidup dengan bantuan obat-obatan sebangai penunjang hidupnya. Apa lagi sekarang Zayn sering menalami pingsan dan juga kondisinya sangat lemah akhir-akhir ini.


"Ini obat untuk Daddy" ucap Zahiya yang memberikan obat dan Zaniya yang memberikan segelas air putih pada Zayn.


Dengan senang hati Zayn menerima pemberian dari kedua putrinya yang sangat pintar dan juga penuh ketulusan. Zahiya dan Zaniya tersenyum memberikan itu semua pada Daddy nya yang juga tersenyum tipis pada Zahiya dan Zaniya.


"Apa Daddy sudah lebih baik?" tanya Zahiya dan Zaniya yang melihat Zayn sudah sedikit segar setelah meminum obatnya. Walau pucat pada bibirnya masih kentara.


"Daddy baik-baik saja, thank you baby. Karena sudah sangat baik pada Daddy" ucap Zayn yang mengusap kepala Zahiya dan Zaniya bergantian.


"You're welcome Dad. Karena kami sangat menyayangi Daddy" jawab Zaniya dan Zahiya yang mengangguk mengiyakan ucapan dari Zaniya dengan senyuman penuh ketulusan lalu berpindah memeluk Zayn yang berada disamping Mommy mereka berdua.


"Mommy dilupakan lagi jika sudah bersama dengan Daddy kalian" ucap Azalya yang mengerucutkan bibirnya menatap ketiga orang yang saling berpelukan bersama itu.


"Kami juga sangat menyayangi Mommy juga" ucap Zahiya dan Zaniya yang langsung memeluk tubuh Azalya yang tidak jauh dari mereka. Dan sekarang Zayn juga ikut memeluk ketiga wanita kesayangan nya yang selalu membuatnya merasa bahagia dan tidak menginginkan apa-apa lagi selain kebahagiaan mereka bertiga.


Saat mereka sedang berpelukan bersama, tiba-tiba pintu terbuka dengan sangat terburu-buru dari luar. Dan ternyata itu adalah Angga yang langsung masuk lalu segera kembali lagi saat melihat Zayn dan keluarganya sedang menikmati waktunya bersama.


"Maaf King, saya akan kembali lagi nanti" ucap Angga yang langsung pergi dari dalam ruangan kerja Zayn yang ternyata Zayn sudah bangun dari pingasan nya.


"Jika kau berani melangkah, maka akan ku pastikan jika kau tidak akan bisa melihat matahari terbenam hati ini" ucap Zayn yang mengatakan nya dengan penuh penekanan dan juga ancaman yang selalu dia katakan pada Angga.


"Saya tidak berani King. Saya minta maaf karena sudah lancang masuk kedalam ruangan anda tanpa mengetuk pintu dulu. Saya memohon ampunan dari anda" ucap Angga yang sudah menunduk ketakutan dan tidak berani menatap wajah Zayn yang sudah siap untuk menelan Angga bulat-bulat.


"Kau akan tetap mendapatkan hukuman. Tapi tidak sekarang, sekarang apa yang ingin kalian katakan tadi?" tanya Zayn pada Angga dengan tatapan tajamnya.


"Kami sudah bisa membuat mereka semua mundur dan kemenangan berpihak pada kita semua. Walau tidak sedikit anggota kita yang terluka" jawab Angga dengan tegas dan juga sedikit tersenyum tipis melaporkan semua yang terjadi tadi atas intruksi dari Nona Muda mereka.


Zayn hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menatap dengan datar pada Angga lalu tatapan nya berpindah pada Zahiya dan Zaniya yang menunduk karena ditatap dengan tatapan datar dari Zayn.


Angga yang tahu akan tatapan itu maka menjelaskan semuanya pada Zayn. Jika semua rencana ini adalah dari ide kedua putrinya yang sangat genius itu. Zayn menatap wajah Zahiya dan Zaniya yang sedikit melirik Zayn yang ternyata merentangkan kedua tangan nya pada Zahiya dan Zaniya.


"Kalian berdua memang sangat pintar dan juga sangat hebat. Daddy bangga pada kalian berdua" ucap Zayn saat sudah memeluk kedua putrinya dan lalu menggendong kedua putrinya.


"Thank you Dad" jawab Zahiya dan Zaniya yang memeluknya dengan erat lalu keduanya ingin segera turun karena Daddy nya baru saja baikan.


Zayn menurunkan keduanya lalu mengusap kepala Zahiya dan Zaniya bersama-sama lalu mereka berdua tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari Zayn. Yang memang sangat mereka berdua inginkan sejak dulu, bisa memiliki seorang Daddy yang baik dan juga kuat.


.


.


.


Maaf ya, hari ini Othor hanya bisa up sedikit. Insya Allah besok Othor usahakan untuk up seperti biasa, karena Othor cape dalam perjalanan mudik. Dan lagi mabok kendaraan sangat parah, sekali lagi Othor minta maaf yang sebesar-besarnya pada kalian. Para reader kesayangan Othor...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya buat Othor supaya makin semangat buat selalu up yang banyak ya....


Jangan lupa subscribe dan pollow akun Othor juga ya....