Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Surat perjanjian



Zayn langsung memperketat semua penjagaan diseluruh mainson dan juga didalam markasnya sekarang. Karena tidak ingin jika dia bangun anggotanya kecolongan kembali dalam masalah penjagaan nya.


"Kamu kenapa ingin menikahi ku?" tanya Azalya yang entah sejak kapan ada dibelakang nya.


"Apa kau tidak mau menikah dengan ku?" Zayn balik bertanya pada Azalya.


"Ya jelas saja mau. Tapi tidak dengan cara seperti ini, ini sangat mengejutkan untuk ku" ucap Azalya dengan sangat tidak mau jika menikah dengan cara seperti ini.


"Saya sudah membuat surat perjanjian pranikah untuk kamu baca semuanya dengan seksama" ucap Zayn dengan menyerahkan kertas yang harus ditandatangani juga oleh Azalya.


"Perjanjian pranikah apa maksud kamu?" tanya Zia dengan penuh tanda tanya besar pada kertas yang sedang dia pegang.


"Baca, bukan bertanya" jawab Zayn yang sudah menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


...SURAT PERJANJIAN...


PIHAK PERTAMA YANG BERNAMA ZAYN PRATAMA EDISON DENGAN PIHAK KEDUA YANG BERNAMA AZALYA WIJAYA KUSUMA DENGAN INI MENYATAKAN JIKA SURAT PERJANJIAN INI ADALAH ASLI DAN DIBUAT DENGAN SEHAT DAN JUGA SADAR.


POIN PERTAMA YANG HARUS DIPATUHI OLEH PIHAK KEDUA ADALAH.



PIHAK PERTAMA TIDAK PERNAH SALAH



2.AKAN ADA KONTAK FISIK APAPUN PADA PIHAK PERTAMA.


3.TIDAK AKAN MELARANG ATAU MEMBATASI PIHAK PERTAMA. JIKA ITU TERJADI PIHAK PERTAMA AKAN MEMBERIKAN HUKUMAN PADA PIHAK KEDUA.


4.TIDAK BOLEH MELANGGAR PRIFASI DAN BERBUAT KESALAHAN.


5.JIKA PIHAK KEDUA BERBUAT KESALAHAN BERSIAP-SIAP UNTUK MENDAPATKAN HUKUMAN.



ATAU YANG TERAKHIR, JIKA PIHAK PERTAMA BERBUAT KESALAHAN MAKA HARUS KEMBALI LAGI PADA POIN PERTAMA.



"Perjanjian macam apa ini! Ini lebih menguntungkan bagi mu!" ucap Azalya yang barusaja selesai membacanya.


"Jika kau tidak setuju juga tidak masalah" jawab Zayn yang langsung mengambil kertas yang ada ditangan Azalya.


Zayn langsung masuk kedalam kamarnya lagi dan berniat akan menyimpan kertas tersebut tapi Azalya malah merebutnya kembali dengan bibir yang sudah mengerucut.


"Tapi kamu berjanji kan tidak akan ada kontak fisik diantara kita berdua?" tanya Azalya dengan tatapan yang penuh harap.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja.


"Tidak bisakah kamu menjawab dengan benar jika ditanya" ucap Azalya dengan sangat kesal sampai dia menggigit tangan Zayn dengan sangat keras sampai meninggalkan bekas dan berdarah juga.


Tapi Zayn tidak memperlihatkan wajah kesakitan nya atau protes dengan apa yang dilakukan oleh Azalya. Membuat Azalya semakin takut akan melihat sikap Zayn.


"Apa kau tidak memiliki rasa sakit sedikit pun?" tanya Azalya yang menatap wajah tanpa ekspresi milik Zayn.


Zayn hanya diam saja dan melangkah untuk mengambil kotak obat untuk mengobati luka nya yang diberikan oleh Azalya barusan.


"Aku minta maaf telah menyakiti mu. Sini aku bantu" ucap Azalya yang langsung mengambil kapas yang sedang dipegang oleh Zayn.


Azalya mengobati tangan Zayn yang sedang terluka juga meniup-niup nya supaya tidak terasa perih. Tapi Zayn tidak menampilkan ekspresi apapun saat Azalya mengobati lukanya.



gini kira-kira wajah tanpa ekspresi Zayn.


"Aku sungguh minta maaf. Aku hanya kesal saja pada kamu, kamu dengan mudahnya membuat surat perjanjian" ucap Azalya dengan meneteskan air matanya.


"Maaf" hanya kata itu yang diucapkan oleh Zayn.


Azalya hanya diam saja dan terus mengobati luka ditangan Zayn. Dia tidak menanggapi ucapan dari Zayn. Azalya sudah selesai mengobati tangan Zayn tanpa melakukan kesalahan saat ini.


Setelah mengobati luka ditangan Zayn. Azalya langsung menandatangani kontrak pranikah yang diberikan oleh Zayn padanya.


"Aku sudah menandatangani nya. Aku akan pulang sekarang, karena kamu kan sudah sembuh. Jadi aku tidak harus berada disini lagi bukan?" ucap Azalya yang sudah bangkit dan akan melangkah pergi.


"Kau tetap disini. Karena diluar tidak aman untuk mu" ucap Zayn dengan menatap wajah Azalya dengan sangat intens.


"Apa maksud abang bicara begitu?" tanya Azalya dengan bingung.


"Zian sedang mengintai mu saat ini. Dan dia juga sudah merencanakan sesuatu padamu" jawab Zayn yang tidak menjelaskan semuanya.


"Jadi Zian sudah tahu jika aku berada disini? Dan dia sedang menunggu aku keluar dari sini supaya bisa mendekati aku, begitu?" tanya Azalya lagi.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja.


Azalya mau tidak mau hanya diam disini dan tidak melakukan apapun selain diam dan diam saja. Ini membuat Azalya sangat jenuh dan juga pusing karena tidak bisa keluar dari mainson milik Zayn.


"Aku sudah lama tidak masuk kuliah. Pasti aku sudah ketinggalan jauh materi yang sudah dibahas sebelumnya" gumam Azalya sambil menghembuskan nafasnya sedikit kasar.


"Ini, kau pelajarilah semuanya. Disini sudah lengkap semua yang kau butuhkan dalam materi yang kamu maksudkan" ucap Zayn sambil menyerahkan buku tebal pada Azalya.


"Ini, punya siapa? Kenapa begitu lengkap dan juga sangat lengkap dari semua buku yang aku pelajari?" tanya Azalya dengan tatapan yang sangat imutnya dan itu bisa membuat Zayn semakin tidak karuan.


"Itu adalah milikmu ku" jawab Zayn dengan tatapan datar nya.


"Oh, pantas saja ini ada pada mu" ucap Azalya dengan senyuman mengembang dibibirnya.


"Kau pelajari semuanya dengan benar. Karena itu sudah lebih dari cukup untuk kamu pelajari" ucap Zayn yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Azalya yang sedang membuka dan membaca buku yang diberikan nya.


Zayn memasuki ruangan rahasia yang hanya dia yang tahu. Bahkan kedua orang tua nya saja tidak mengetahuinya.


"Apa anda sudah baik-baik saja King?" tanya Angga pada Zayn.


"Seperti yang kau lihat" jawab Zayn yang memasuki mobilnya.


Angga langsung mengemudikan mobilnya menuju markas untuk bisa menemui orang yang sudah berani memantau mainson nya.


"King, anda akan menunjukan identitas anda?" tanya Angga pada Zayn yang hanya diam saja menatap layar tab nya.


"Tidak akan. Seperti biasa, kalian yang akan melakukan nya. Saya hanya akan memantau nya saja dan memberikan hukuman yang tepat untuk nya.


Angga hanya mengangguk saja. Mendengar ucapan dari King nya, yang memang selalu seperti itu. Saat sudah sampai dimarkas Zayn seperti biasa akan menggunakan topeng yang juga selalu dia bawa kemana-mana.


"King ada yang sedamg mengikuti mobil kita King" ucap Angga yang sedang melihat arah sepion.


"Biarkan saja. Kita lihat apa yang mereka inginkan" jawab Zayn dengan santainya. Padahal kondisinya belum pulih benar.


"Apa anda yakin King? Mereka sangat banyak dan tidak terhitung berapa jumblah mereka semua yang ada didalam mobil itu" tanya Angga lagi yang sudah ketakutan karena King nya belum bisa melakukan pertarungan.


"Biarkan saja. Ini adalah kawasan ku, jika mereka salah melangkah maka ranjau dengan sendirinya akan aktif dan melukai mereka semua" jawab Zayn dengan santai dan juga tidak terusik sedikit pun juga.


"King, anda melakukan keajaiban lagi?" tanya Angga dengan tatapan mengagumi pada King nya.


"Lihatlah, mereka sudah tidak mengejar lagi bukan" ucap Zayn dengan seringai tipis dibibir nya menatap layar yang selalu dia tatap sejak tadi..


"King, anda benar-benar sudah melakukan hal yang hebat tanpa mengeluarkan keringat untuk melawan mereka satu persatu" ucap Angga yang memuji kecerdasan yang dimiliki oleh Zayn.


"Lanjutkan saja perjalanan nya. Biarkan mereka semua kehilangan jejak untuk bisa menemukan kita" ucap Zayn lagi pada Angga yang masih mengemudikan mobilnya menuju markas.


"Kita jangan langsung menuju markas. Kita ke PENZ.DRC saja sekarang" ucap Zayn yang ingin meuju PENZ.DRC untuk melakukan sesuatu pada sistem nya sekarang.


"Baik King" jawab Angga yang langsung mengemudikan mobilnya menuju PENZ.DRC yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya saat ini.


"Jangan menggunakan jalan utama. Gunakan saja jalan rahasia, jangan sampai ada yang tahu saya masuk" ucap Zayn memberi perintah pada Angga yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Sesuai keinginan anda King" jawab Angga dengan patuh.


Mereka memasuki jalan rahasia yang bisa menusuk kan mobilnya juga. Dan mereka tidak akan ada yang tahu, jika Tuan Muda mereka sedang berada didalam perusahaan nya saat ini.


Zayn memasuki ruangan rahasia nya dengan langkah tegapnya. Dia juga menggunakan sensor yang selalu dia gunakan untuk menjaga keamanan ruangan yang dia miliki.


Tidak akan ada yang tahu. Jika ruangan ini adalah ruangan para alat-alat canggih yang dimiliki oleh Zayn selama ini. Dan ini semua juga adalah ciptaan nya sendiri, dia bisa melakukan segala cara yang dia inginkan.


"King, apa anda menginginkan sesuatu? Ini sudah lama anda keluar dari mainson. Anda harus meminum obatnya bukan?" tanya Angga pada Zayn yang wajahnya sudah terlihat pucat kembali.


"Berikan obatnya" ucap Zayn yang menadahkan tangan nya meminta obat yang dia minta.


Angga memberikan uang diminta oleh Zayn. Zayn langsung meminumnya dan dia sedikit lebih lemas dari sebelum-sebelum. Dan tidak berapa lama dia terlelap.