Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Rencana pulang kembali



Angga melangkahkan kakinya menuju pintu lift dia ingin melaporkan apa yang sudah dia dan anggotanya yang lain lakukanlah. Tapi saat dia sudah berada didalam kamar King nya malah kosong dan tidak ada siapa-siapa didalamnya.


"King dimana? Kenapa kamarnya kosong?" gumam Angga yang langsung pergi lagi dari kamar Zayn.


"Mungkin saja memang sedang berdua dengan Nyonya" gumam Angga yang langsung pergi lagi dari mainson untuk menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan kedua orang tuanya.


Sedangkan Zayn dan Azalya sedang saling pandang dan juga berpelukan berdua. Mereka masih tidak menyadari jika keduanya sudah menjadi tontonan untuk para orang tua yang sedang mengintip kearahnya.


"Apa yang sedang mereka berdua lakukan?" pertanyaan konyol dari Oma Rena pada kedua wanita yang juga berada didekatnya sedang ikut mengintip.


"Mereka tentu saja sedang bermesraan Ma, masa sedang lari" jawab Mama Soraya yang menimpali ucapan Oma Rena.


"Iya juga" jawab Oma Rena yang membuat Mom Vita hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


"Honey, kamu sedang apa?" pertanyaan yang keluar dari mulut dad Louis membuat ketiga wanita itu terlonjak kaget mendengarnya.


"Dad, bisakah Daddy tidak mengagetkan Mommy?" ucap protes Mom Vita yang langsung menghampiri suaminya yang sedang berdiri menatap heran kepada Mom Vita.


"Mommy sendiri sedang apa disitu? Seperti sedang mengintip seseorang saja" tanya Dad Louis yang masih menatap pada istrinya ini.


"Kami memang sedang memgintip" jawab Oma Rena yang dengan santainya melangkahkan kakinya menuju kursi yang tidak jauh dari mereka berdiri.


"Mengintip siapa memangnya Oma?" tanya Alkana dengan menautkan kedua alisnya bingung.


"Siapa lagi jika bukan mereka berdua" jawab Oma Rena yang melihat Zayn sedang menggendong Azalya yang terlelap.


Zayn yang mendengar itu tidak menggubris ucapan dari Oma Rena. Karena dia ingin segera menemui Angga, dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Z, Mommy dan Daddy ingin berbicara dengan mu" ucap Mom Vita saat melihat Zayn akan memasuki lift.


Zayn hanya mengangguk lalu masuk kedalam lift yang menuju kamarnya. Dia yang berencana ingin segera menemui Angga tidak jadi karena Mommy dan Daddy nya ingin berbicara dengan nya.


"Apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Oma Rena pada Mom Vita dan Dad Louis.


"Kami ingin segera kembali pulang. Karena kami disini sudah lumayan lama juga, lagian Azalya juga sudah lebih baik. Begitu juga dengan Zayn, makanya kami berniat membicarakan ini semua kepadanya" jawab Mom Vita yang memang sudah tidak betah berada disini.


Walau ini adalah kediaman pribadi putranya sendiri. Tetap saja Mom Vita merasa tidak nyaman dan juga tidak betah. Sebenarnya Mom Vita merasa berat jika berjauhan dengan putranya yang satu ini. Apa lagi dia sedang menghadapi masalah yang besar juga sangat rumit.


Tapi Mom Vita juga memiliki anak yang lainnya. Yang mana mereka juga membutuhkan nya, walau sudah dewasa semuanya tetap saja bagi Mom Vita itu harus adil.


"Jika seperti itu bareng kami saja, kami juga akan segera pulang. Karena Azalya sudah lebih baik dan sekarang sudah ada yang menjaganya dan juga sudah bisa kami tinggal. Karena dia sekarang bukan hak kami lagi sebagai orang tuanya" ucap Mama Soraya yang menjelaskan semuanya pada Mom Vita.


"Apa yang ingin Mommy katakan pada Z?" tanya Zayn yang sudah duduk didekat Mom Vita. Dan juga yang lainnya.


"Mommy hanya mau bilang. Kami akan segera pulang secepatnya Z, apa kamu tidak keberatan jika Mommy dan Daddy pulang lebih cepat?" tanya Mom Vita pada Zayn.


"Jika memang itu keputusan kalian berdua maka Z tidak akan bisa untuk menahan Mommy dan Daddy tinggal lebih lama lagi bukan?" jawab Zayn dengan pertanyaan juga.


"Iya Z. Maafkan Mommy dan Daddy yang tidak bisa berlama-lama disini" ucap Mom Vita yang menggenggam tangan Zayn yang sedang menatapnya.


"Iya Mom" jawab Zayn dengan mengangguk dan juga mengedipkan kelopak matanya menyetujui keinginan Mommy nya yang akan kembali.


"Kapan rencananya Mommy dan Daddy akan pulang?" tanya Zayn menatap wajah Mom Vita yang sudah berkaca-kaca menatap putranya yang satu ini.


"Rencananya lusa boy" jawab Dad Louis pada Zayn.


"Baiklah. Nanti akan Z persiapkan semuanya, supaya Mommy dan Daddy nyaman sampai sana" jawab Zayn yang menyetujuinya.


"Kami juga akan pulang Zayn. Karena Mama, Papa dan juga Alkana masih banyak pekerjaan disana. Disini Azalya sudah ada kamu yang menjaganya dan juga bersamanya. Mama titip Azalya ya Zayn, karena Azalya bukan lagi tanggung jawab dan juga kewajiban kami lagi. Kami sudah menyerahkan nya kepada kamu. Tolong jaga dan sayangi dia" ucap Mama Soraya yang juga ikut pamit pada Zayn.


"Z berjanji akan menjaganya. Mama jangan mengkhawatirkan itu semua" jawab Zayn dengan mantap.


"Jika kamu berani menyakitinya walau seujung kuku, kamu akan tahu akibatnya!" ancam Alkana pada Zayn yang sedang menatapnya juga dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Itu tidak akan terjadi" jawab Zayn dengan penuh keyakinan disetiap kata-kata nya.


"Kami percaya pada kamu nak. Karena kami sudah melihatnya langsung, kami sangat percaya pada kamu. Maka jangan pernah mengecewakan kepercayaan dari kami" ucap Opa Wijaya dengan sangat bijak.


"Iya, kami sudah tidak muda lagi dan badan sudah gampang lelah. Jadi kami berdua hanya ingin beristirahat dan menghabiskan masa tua kami berdua" jawab Oma Rena yang tersenyum pada cucu mantunya.


Zayn mengangguk setuju dengan apa yang mereka inginkan. Zayn langsung pamit lagi untuk mengerjakan pekerjaan yang tertunda. Zayn juga meminta pada mereka semua untuk menjaga Azalya selama dia berada diluar.


"Z pamit sekarang" ucap Zayn yang berpamitan sebelum pergi menggunakan motornya.


"Apa dia seperti itu jika supirnya tidak ada?" tanya Oma Rena yang baru mengetahui jika Zayn mengendarai motornya sendiri dan tanpa menggunakan mobil.


"Zayn memang seperti itu. Pasti dia sedang terburu-buru, makanya dia menggunakan motor dibandingkan dengan mobil" jawab Mom Vita yang sudah sangat mengenal putranya.


Semua orang hanya mengangguk saja mendengar penuturan dari Mom Vita. Sedangkan Zayn sedang mengendarai motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk bisa lebih cepat sampai dimarkas nya.


DOR...


DOR...


DOR...


"****!!!" umpat Zayn yang tahu jika dia sedang dikejar oleh klan nya saat ini.


Zayn melajukan motornya untuk menghindari kejaran tersebut masuk kedalam pemukiman padat penduduk dan itu sangat berhasil untuk mengecoh mereka semua.


"Dia salah memilih musuh" gumam Zayn yang sekarang menyamar dengan penampilan yang sangat bertolak belakang dengan sebelumnya.



Seperti itu ya penampilan Zayn jika nyamar. Zayn juga menggunakan gigi palsu yang ditutupi masker.


"Nak, jika berjalan hati-hati" ucap salah seorang warga yang bertabrakan dengan Zayn.


"Maaf bu" ucap Zayn dengan mengatupkan kedua tangan nya didepan dada.


Zayn sudah menghubungi Angga untuk segera menjemputnya ditempat yang aman. Saat sudah menyamar Zayn dengan mudahnya melewati para klan nya dengan sangat mudah. Zayn juga merekam semua wajah orang yang sedang mengejarnya.


Zayn menatap orang yang tidak asing lagi dimata nya saat ini. Dia seperti seseorang yang sudah sangat dia kenal. Dia sudah mengambil semua gambar orang yang sedang duduk didalam mobil.


"Hey" panggil salah seorang dari mereka pada Zayn yang sudah menjauh dari mereka semua.


"Ada apa Tuan?" jawab Zayn yang masih menggunakan masker dan juga topinya.


"Buka masker dan juga topi mu!" ucapnya sambil membentak Zayn.


"Jangan membentak saya Tuan, saya akan membukanya" jawab Zayn yang membuka topi dan juga maskernya.


"Kau ini jelek sekali!" ucap salah seorang dari mereka saat tahu penampilan Zayn yang menggunakan gigi palsu juga terlihat tonggos langsung menjauhi Zayn.


"Anda jika bicara tidak bisakah tidak menghina fisik seseorang? Itu sangat menyakitkan" ucap Zayn yang menggunakan maskernya kembali juga topinya.


"Sana pergi. Jangan menghalangi jalan" ucap seseorang itu yang mendorong Zayn supaya menjauh.


Sedangkan Zayn malah tersenyum saat dilepaskan begitu saja tanpa adanya kesulitan sedikitpun juga. Saat dia sudah berada ditempat sepi dia memasuki mobil yang dimana Angga sudah menunggunya.


"Apa anda baik-baik saja King?" tanya Angga yang melihat Zayn sudah masuk kedalam mobilnya.


"Seperti yang kau lihat" jawab Zayn dengan santainya.


"Siapa yang sedang mengincar anda King? Saya sudah menyuruh anggota untuk menyerang mereka saat ini setelah mereka keluar dari tempat itu" tanya Angga yang sudah sangat geram akan kejadian seperti ini setiap King nya sedang keluar.


"Jangan melakukan apapun. Kita tidak tahu apa motif dan juga tujuan nya menyerangku seperti itu" ucap Zayn yang mencegah Angga untuk melakukan penyerangan balik.


"Kenapa King? Anda hampir saja kehilangan nyawa anda sendiri" tanya Angga yang tidak habis fikir dengan jalan fikiran Zayn.


"Saya sudah mengambil beberapa gambar yang mungkin ini akan membuat pencarian dan penyelidikan ini semakin mudah" jawab Zayn yang menatap kedepan sana.