Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Jam tangan



Hingga saat Zayn akan menyerang serigala yang terakhir, serigala yang hanya menatapnya menghampiri dan menahan Zayn untuk tidak menyerangnya.


"Apa kau melindunginya?" tanya Zayn dengan menatap mata tajam seekor serigala.


"Jika begitu ingat dan kenali aroma ku. Jika aku datang kemari lagi jangan ada diantara kalian yang menyerangku. Jika ada yang melakukan itu, maka akan ku pastikan kalian semua bernasib sama dengan mereka" ucap Zayn yang menunjuk para serigala yang sudah tergeletak bersimbah darah dan juga sudah tidak bernyawa lagi.


Dua serigala itu langsung pergi dari hadapan Zayn dan entah lari kemana. Sedangkan Zayn langsung menuju motornya kembali. Dia melanjutkan perjalanan nya untuk menuju suatu tempat yang sama sekali tidak pernah dilalui oleh manusia. Terkecuali Zayn tentunya.


Zayn melajukan motornya kesuatu tempat yang sangat istimewa dari juga dipenuhi dengan pepohonan juga berbagai jenis bunga didalamnya.


"Ini masih sama seperti terakhir kali aku kemari" gumam Zayn yang langsung masuk dan melihat kawanan singa yang sedang berkumpul.


Singa jantan yang sedang duduk pun langsung menghampiri Zayn yang datang melangkah kearahnya.


"Kenapa tadi kau mencegah ku?" tanya Zayn saat sudah berhadapan langsung dengan raja hutan itu.


"Apa yang sebenarnya yang ingin kau katakan padaku?" Zayn lagi yang menatap singa itu dengan tatapan yang sangat tajam.


Singa betina menghampiri Zayn dan juga singa jantan yang sedang berdiri menatap singa betina itu mendekat dan menyerahkan sesuatu yang membuat Zayn tercengang.


"Ini... Ini adalah milik manusia. Apa ada manusia yang berani datang kemari dan membuat kalian terusik?" tanya Zayn yang merasa heran ada barang milik manusia.


"Siapa dia? Apa kalian memangsanya juga?" tanya Zayn yang langsung menatap sekumpulan singa didepan nya.


Dan yang Zayn tanyakan benar. Jika semua singa itu telah memangsanya, dan hanya disisakan tulang belulang juga jam tangan yang sedang Zayn pegang.


"Aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku masih ada urusan lain lagi" ucap Zayn yang ingin beranjak tapi dihadang oleh singa jantan itu dan Zayn langsung berjongkok untuk bisa mensejajarkan tingginya.


Setelah memeluk singa kesayangan nya dan menemukan sesuatu tanpa ia duga sama sekali langsung pergi lagi menuju tempat yang menjadi tujuan nya sebelum ada kendala.


Zayn melajukan motornya dengan kecepatan penuh menuju markas nya yang ternyata sudah ditunggu oleh anggotanya yang lain.


"King, anda baik-baik saja? Saya baru saja akan menyusul anda" tanya salah seorang anggota yang sudah lama ikut dengan nya.


Zayn hanya menatap dan langsung menuju kedalam dimana tahanan yang sebelumnya menyerangnya sudah diintrogasi oleh para anggota yang lain.


"Siapa dia sebenarnya dan apa motifnya menyerangku?" tanya Zayn dengan suara yang sangat mengerikan.


"Dia belum membuka mulutnya King. Bahkan kami semua sudah membuatnya tidak berdaya tetap saja dia tidak mau membuka mulutnya" jawab anggota yang pernah mengintrogasi nya juga.


"Antarkan saya kesana" ucap Zayn yang langsung menutupi seluruh wajahnya.


"Dia hanya diam seperti itu King. Dia tidak mau melakukan apapun dan mengucapkan apapun" ucap anggota yang sedang berjaga didalam dan mencoba membuatnya menjadi mengaku atau setidaknya membuka mulutnya.


"Akhirnya kau datang juga pecundang!" ucap orang yang menjadi tahanan nya dengan suara yang sangat lelah.


"Jangan harap bisa mengetahui informasi sekecil apapun dariku" ucapnya lagi dengan tersenyum sinis menatap Zayn yang hanya berdiri menatap kearah nya saja.


"Jika saya melakukan ini?" tanya Zayn yang memperlihatkan layar didepan nya menyala dan memperlihatkan seseorang sedang bersama dengan seorang perempuan paruh baya didalam rumah sakit jiwa.


"Kau! Mau apa kau sebenarnya? Dasar ban*sat! Baji**an kau! Jangan harap kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan" teriaknya sudah sangat emosi dan mengerahkan seluruh tenaganya yang tersisa.


Zayn hanya menatapnya dengan datar dan juga tanpa ekspresi sedikit pun juga. Bahkan tatapan nya bisa untuk menguliti mangsanya yang ada dihadapan nya.


"Saya berikan penawaran yang bagus. Jika kau mau membuka mulutmu itu, siapa yang menyuruh mu dan siapa dalang dari semua yang kalian lakukan?" tanya Zayn yang masih sangat santai menatap pria didepan nya.


"Baliklah, jika itu mau mu. Akan ku pastikan kau bisa Bebas dan bisa menemui orang yang ada dilayar itu" ucap Zayn yang ingin langsung pergi tapi berhenti lagi.


"Lepaskan dia. Dia patut diapresiasi karena sangat setia pada Tuan nya" ucap Zayn tanpa berbalik menghadap pria yang ada dibelakang nya.


"Tapi King. Dia bisa saja kembali pada orang yang menyuruhnya dan memberitahukan tempat ini pada orang yang sudah menyuruhnya" ucap anggota Zayn yang protes dan juga takut akan ada penyerangan lagi kedepan nya.


"Biarkan saja. Saya sudah memiliki kejutan yang sangat bagus. Dan untuk kalian semua, jika keluar dari markas jangan menggunakan motor. Lebih baik mobil saja" ucap Zayn yang langsung pergi dengan memberikan peringatan yang sangat ambigu menurut para anggotanya.


"Baik King akan kami lakukan" jawab salah seorang dari anggotanya yang langsung melepaskan tahanan nya yang Zayn suruh lepaskan.


Zayn hanya menatap sekilas saat tahanan itu bisa lepas dan juga berlari dari markasnya. Tapi tanpa diduga ada beberapa serigala yang tadi Zayn taklukan menghadang dan juga mengepungnya.


Para anggota Zayn langsung dibuat terkejut dan juga panik. Apa ini yang Zayn maksud dengan memakai mobil saja jangan motor. Zayn langsung menghampiri para serigala itu dan tanpa diduga mereka semua langsung berlari menjauh dari Zayn.


"Kau bisa lari sekencang yang kau bisa, sebelum para serigala itu menangkap mu" ucap Zayn yang langsung pergi menggunakan motornya kembali.


"Dia ini manusia atau bukan?" gumamnya yang langsung berlari sekencang yang dia bisa dan akhirnya bisa keluar dari hutan yang sangat mengerikan dan juga banyak binatang buasnya.


"Aku harus menemuinya dulu sebelum melaporkan apa yang terjadi" gumam nya yang langsung pergi dari jalanan yang tidak jauh dari hutan dengan terus berlari.


Tanpa dia sadari dia sedang diintai oleh mata elang yang sejak tadi tidak pernah lepas menatapnya. Dia hanya diam dan terus saja menatap lurus kedepan sana.


"Dia akan mengetahui yang sebenarnya. Siapa orang yang dia anggap baik dan bisa melindunginya dan Ibunya" gumam seorang pria yang ternyata adalah Zayn yang belum benar-benar pergi dari sana.


Zayn langsung mengemudikan motornya menuju arah pulang. Karena ini sudah sangat larut malam, mungkin saja Azalya terbangun dan mencari-carinya.


Saat dalam perjalanan Zayn menghubungi Jeff untuk menyelidiki Alfonzo yang sudah lama hanya diam dan tidak melakukan apapun.


"Jeff kau awasi orang yang baru saja keluar dari markas. Dia adalah kunci utama untuk bisa mengetahui apa dan bagaimana kelemahan Robert" ucap Zayn yang masih didalam perjalanan pulang.


"Siap King. Saya memang sedang disekitar markas" jawabnya yang tidak sengaja juga berpapasan dengan Zayn yang sedang mengemudikan motornya.


Zayn langsung pergi dengan kecepatan penuhnya. Dia ingin segera sampai dan berisatirahat, karena tenaganya sudah terkuras habis. Dia sore menjelang malamnya mengerjakan tugas negara yang mengenakan dan tadi melawan sekumpulan serigala dan sekarang dia harus mengendarai motornya menuju mainson.


Saat sudah sampai diaula disambut oleh dua bodyguard yang selalu mengikuti nya kemana pun. Karena mereka berdua tidak tahu maka mereka merasa heran yang tiba-tiba meliha Tuan Muda baru saja masuk dan membawa motornya.


"Tuan Muda. Anda habis dari mana?" tanya salah seorang dari mereka bertanya pada Zayn.


Zayn hanya menatapnya dan langsung masuk begitu saja tanpa menjawab pertanyaan darinya. Zayn sudah menyuruh orang yang biasa mengurus kendaraan nya untuk menyimpan kembali motor dan juga helm nya ketempat semula.


Zayn melangkahkan kakinya menuju arah lift dan langsung naik kekamarnya. Dia langsung masuk kedalam kamar madi dan baru bergabung dengan Azalya yang sudah tertidur lelap diatas ranjang.


Ternyata Azalya merasa terusik tidurnya. Dia menatap wajah Zayn yang baru saja memejamkan matanya karena sangat lelah.


"Hubby dari mana? Kenapa tadi tidak ada saat aku terbangun" gumam Azalya yang masih menatapi wajah Zayn yang sangat damai Da an juga teduh saat sedang terlelap.


"By, apa kamu sudah bisa melupakan perjanjian konyol waktu itu? Jika belum maka aku akan berusaha untuk hubby bisa melupakannya" ucapnya lagi sambil tersenyum dan langsung memeluk Zayn dengan sangat erat juga menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn.


Sedangkan Zayn hanya diam saja. Karena dia sudah sangat mengantuk dan juga sangat lelah seharian ini selalu mendapatkan serangan dari klan nya yang sangat banyak.


'Apa kau tidak sadar dengan semua perlakuan ku pada mu? Dasar gadis ceroboh' gumam Zayn dalam hati. Dia langsung memeluk tubuh mungil Azalya yang sedang memeluknya juga.


Azalya tersenyum karena dia mendapatkan pelukan hangat juga dari Zayn dan ini sangat nyaman juga sangat hangat. Baik Azalya maupun Zayn keduanya langsung terlelap dengan cepat dan hingga tidak mendengar suara apa-apa lagi menjelang pagi.