
Azalya semakin senang diperlakukan sangat perhatian seperti ini oleh Zayn. Bahkan mereka berdua tidak menyadari jika keduanya sedang diperhatikan oleh seseorang yang sejak tadi menatapnya.
"By, kenapa hubby sudah pulang?" tanya Azalya saat memeluk pinggang Zayd dengan sangat erat juga mengusapnya beberapa kali.
"Hanya ingin saja" jawab Zayn dengan singkat jelas dan padat.
"Emm By, boleh nggak aku pulang Indo dulu? Tiba-tiba aku sangat merindukan Mama, apa boleh?" tanya Azalya yang memang sedikit aneh sekarang.
"Kapan ingin pulang?" tanya Zayn dengan menatap wajah Azalya yang masih memeluknya dengan erat.
"Emm, gimana hubby saja. Yang jelas aku mau pulang dulu, tapi harus Mama hubby juga" jawab Azalya dengan suara yang sedikit lemas dan juga tidak bersemangat.
"Baiklah, tapi tidak bisa lama berada disana. Aku masih banyak pekerjaan dan tidak bisa ditinggal begitu saja" jawab Zayn dengan sangat lembut juga lebih perhatian.
Zayn merasa sangat sedih jika Azalya bersikap seperti itu. Rasanya tidak karuan dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, karena semenjak pagi tadi rasanya sangat enggan jika berjauhan dari Azalya yang memang terlihat sangat manja dan juga pemalas hari ini.
"Benarkah hubby?" tanya Azalya dengan pandangan berbinarnya dan juga senyuman mengembang dibibirnya. Zayn hanya mengangguk mengiyakan apa yang Azalya katakan tadi, dia merasa senang melihat Azalya yang kembali ceria dan juga bersemangat lagi.
"Bersiaplah, aku akan meminta Angga untuk menyiapkan segalanya untuk kita pulang" ucap Zayn yang langsung diangguki oleh Azalya.
Zayn menuju balkon kamarnya dan langsung menghubungi Angga untuk menyiapkan jet pribadinya sekarang juga. Karena dia dan juga Azalya akan pulang dalam beberapa hari disana.
"Kau siapkan jet sekarang juga. Saya dan istri saya akan menggunakan nya" ucap Zayn yang langsung to the point pada Angga yang mengangkat panggilan dari Zayn dengan sering pertama.
"Siap King. Kami akan menyiapkan apa yang anda inginkan, kami juga akan menyiapkan segala keperluan anda yang lain" jawab Angga disebrang sana.
Zayn langsung memutusakan sambungan telopon nya, dia menatap Azalya yang sudah siap dan juga sangat cantik sekali dengan penampilan yang sangat casual.
Zayn sangat terpesona dengan penampilan Azalya yang seperti anak-anak dan juga sangat imut. Dia hanya membuka jas dan juga mengganti kemejanya menjadi kaus lengan panjang yang serba hitam. Ya mau yang mana lagi, karena semuanya warna pakaian Zayn hanya hitam dan abu-abu saja.
keduanya sudah terlihat sangat serasi saat sudah seperti itu. Zayn mengajak Azalya untuk segera turun saat sudah siap dan juga ketentraman pribadinya sudah siap menunggu mereka berdua.
"Kalian berdua mau kemana?" tanya Oma Rena saat berpapasan dengan keduanya yang baru keluar dari dalam lift.
"Kami mau pulng dulu Oma. Aku tiba-tiba sangat merindukan Mama, jadi aku minta untuk pulang dulu pada hubby" jawab Azalya yang memang seperti itu.
"Apa!! Pulang? Apa tidak salah Aza?" tanya Oma Rena yang sudah melotot sempurna mendengar jawaban dari Azalya.
"Iya Oma. Aku ingin bertemu Mama, setelah itu kembali lagi" jawab Azalya dengan sangat antusias juga sangat ceria.
"Aza, ini Amerika. Dan juga kamu akan menempuh perjalanan belasan jam untuk sampai dinegara kita, apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan?" tanya Oma Rena yang tidak habis fikir dengan semuanya.
"Oma jahat, kenapa Oma malah marah-marah sama Aza? Oma tega, hiks.... Hiks... Hiks..." ucap Azalya yang sudah menangis memeluk Zayn yang berdiri disampingnya.
Zayn yang melihat Azalya yang seperti itu juga merasa sedih dan tidak terima jika Azalya dibuat sedih dan juga menangis seperti itu ini.
"Oma, kami memang mau pulang dulu. Selain itu juga aku ada perjalanan bisnis dinegara yang sama, jadi itu akan mempermudah Azalya untuk bisa bertemu dengan Mama jika dia ikut" ucap Zayn yang memberikan alasan supaya Oma Rena percaya dan tidak menahan nya untuk pergi.
"Kalian berhati-hatilah, Oma titip salam saja untuk mereka yang ada disana. Jika bisa kalian sekalian honey moon juga, siapa tahu bisa cepat mendapatkan momongan" ucap Oma Rena yang membiarkan keduanya pergi tapi juga berpesan akan honey moon kedua cucunya.
"Iya Oma. Dadah Oma" jawab Azalya yang langsung pamit dan juga pada Opa Wijaya.
Keduanya sudah berada dalam perjalanan untuk menuju bandara. Disana Zayn dan juga Azalya dikawal oleh beberapa mobil dari jarak yang lumayan jauh, juga beberapa bodyguard yang sudah bersiap ditempatnya masing-masing.
"By, apa benar hubby juga ada urusan bisnis disana?" tanya Azalya yang baru mengingat perkataan Zayn yang tadinya pamit pada Oma Rena.
"Iya" jawab Zayn dengan singkat dia masih terus menatapi layar pad yang ada ditangan nya. Dia berjaga-jaga, takut ada seseorang yang memang dengan sengaja mengincarnya. Dia juga memasangkan alat pada jet pribadinya, dan itu semua sudah benar-benar aman dan juga tidak ada yang mencurigakan.
Dijalan juga Zayn tidk melihat ada yang aneh, semuanya biasa saja dan juga dalam kendalinya. Zayn sedang berfikir, apa mungkin mereka semua sedang lengah atau mungkin mereka malah memiliki rencana lain untuk bisa membuat dia lengah, baru bisa mengalahkan nya.
"By, aku ingin makan sesuatu dulu sebelum naik pesawat" ucap Azalya yang sedang menatap kesamping, dimana pemandangan nya memang sedang bagus. Karena sedang musim gugur.
"Didalam jet juga sudah ada berbagai jenis makanan. Apa masih menginginkan makanan yang lainnya?" tanya Zayn yang melihat Azalya seperti tidak bersemangat kembali.
"Aku juga tidak tahu menginginkan apa. Yang jelas semuanya tidak membuatku senang" jawab Azalya yang sama sekali tidak bersemangat dan juga tidak membalikan badan nya.
"Apa yang sedang kamu rasakan?" tanya Zayn yang sekarang membalikan tubuhnya dan menatap wajah Azalya.
"Tidak tahu" jawab Azalya dengan wajah murungnya.
Membuat Zayn semakin tidak mengerti akan semua ini. Zayn memangku Azalya didalam mobil dengan sangat mesranya dan dia langsung melabuhkan kecupan singkatnya pada bibir Azalya. Azalya hanya diam saja mendapatkan perlakuan yang sangat tidak biasanya dari Zayn.
"Kenapa harus bersedih? Apa yang kamu inginkan saat ini?" tanya Zayn yang sedang memeluk Azalya diatas pangkuan nya saat ini.
"Entahlah, aku sendiri tidak tahu By, kenapa aku seperti ini. Aku hanya merasa tidak biasa saja dengan semua ini" jawab Azalya yang sedang menyandarkan kepalanya diatas pundak Zayn.
"Apa yang kamu rasakan saat ini? Apa ada yang sakit? Atau ada sesuatu yang tidak biasa pada badan kamu?" tanya Zayn dengan beruntun. Ini adalah pertama kalinya Zayn mengucapkan kata-kata yang membuat Azalya senang dan juga bahagia.
"By, apa hubby sadar dengan yang hubby katakan? Barusan hubby sangat banyak bertanya. Tapi aku suka" ucap Azalya yang langsung tersenyum dengan sangat manisnya melihat Zayn yang perhatian padanya.
"Apa kau suka jika aku seperti ini atau seperti sebelumnya?" tanya Zayn yang menatap Azalya yang sedang tersenyum menatapnya juga.
"Seperti ini" jawab Azalya yang langsung menangkup kedua pipi Zayn dengan sangat gemasnya. Tanpa mengucapkan apa-apa lagi Zayn langsung me*umat bibir Azalya yang sudah sangat menggodanya sejak tadi dia langsung menelan tombol yang bisa memberikan sekat diantara jok depan dan juga belakang.
Azalya juga sangat menikmati itu semua yang Zayn lakukan padanya, dia juga mulai terbuai akan perlakuan dari Zayn barusan. Zayn dengan mudahnya membuat Azalya mengeluarkan suara sakral yang membuat Max dan Jo segera menggunakan headset untuk bisa membuat telinga mereka tidak tercemari oleh kedua orang yang sedang dimabuk cinta dibelakang keduanya.
"By, uh... Jangan di, sini... Merekahhh bisa, mendengarnya" ucap Azalya yang protes akan ulah Zayn yang sudah membuatnya tidak bisa menolaknya. Karena ini sangat berbeda sekali rasanya.
Zayn tidak menjawab ucapan dari Azalya, dia masih asik dengan apa yang sedang dia lakukan pada Azalya sekarang. Dan sekarang Zayn sudah memposisikan paria pait nya menuju surabi milik Azalya yang sudah sangat basah dan juga licin.
"Uh..." Keduanya melenguh bersama-sama saat benda panjang dan berurat itu sudah masuk sepenuhnya kedalam sarangnya. Dan Zayn tanpa menunggu waktu lama lagi langsung membuat Azalya menjerit penuh kenikmatan atas apa yang sedang dia lakukan.
Mereka berdua memang benar-benar tidak tahu tempat dan juga waktu. Saat didalam mobil pun keduanya sempat-sempatnya melakukan itu, dan ternyata Zayn tidak ingin berlama-lama menahan dan juga dia tidak ingin jika terlalu lama dalam perjalanan. Dia segera menyelesaikan nya walau ini tidak seperti biasa yang dia lakukan.
Zayn hanya melakukan nya dalam wktu beberapa menit saja, karena dia tidak mau membuat Azalya semakin lemas akan ulahnya yang tidak bisa menahan nya. Zayn segera mencabut penyatuan nya dan langsung mengelap semua sisa-sisa percintaan mereka berdua. Dan Azalya malah terlelap kembali setelah mendapatkan iya iya dari Zayn.
Zayn sadar jika ini sudah sampai diarea bandara. Zayn langsung turun menuju jet pribadinya yang mana disana sudah menunggu Angga dan juga beberapa bodyguard yang sudah siap untuk mengawal mereka berdua hingga sampai negara yang akan dituju oleh King mereka.
"King, semuanya sudah siap. Begitu juga dengan barang-barang anda berdua" ucap Angga melaporkan segalanya pada Zayn.
Zayn hanya diam saja dan melangkahkan kakinya menuju kedalam jet pribadinya. Dia menuju kedalam kamar yang ada didalam jet tersebut, untuk bisa meletakan Azalya yang tertidur supaya lebih nyaman dan tidak terganggu.
"Apa tidak ada yang terjadi disini selama saya belum sampai disini?" tanya Zayn pada Angga yang sudah duduk disampingnya dengan tatapan datarnya.
"Semuanya baik-baik saja King. Dan tidak ada kendala sedikitpun" jawab Angga mengatakan yang sebenarnya pada Zayn.
Zayn hanya mengangguk, sekarang jet pribadinya sudah mengudara dengan sangat lancar dan juga biasa. Zayn meninggalkan Angga yang sedang duduk diam didalam jet ditemani oleh beberapa anggotanya yang juga ikut dengan nya.
.
.
.
Maaf ya, Othor nya khilaf lagi 😁😁😁😁
Like, komen, vote dan hadiahnya ya jangan lupa...
Ramaikan disetiap babnya dengan komentar-komentar kalian yang membuat Othor semakin semangat lagi untuk up... 🤗🤗😉