Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Kartu ucapan



Mom Vita dan juga Mama Soraya menghampiri Azalya yang masih berbaring dan wajahnya terlihat bahagia dan juga ada kesedihan didalamnya. Dua wanita paruh baya itu langsung menghibur Azalya agar bisa bahagia dan juga ceria kembali.


"Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ibu" ucap Mama Soraya yang lebih dulu memeluk dan juga mengucapkan selamat pada Azalya.


"Makasih Ma" ucap Azalya yang juga memeluk Mama Soraya yang sedang memeluknya dengan penuh kasih sayangnya.


"Selamat sayang... Jaga baik-baik amanah dari Allah ya nak. Mommy akan usahakan untuk bisa selalu bersama Azalya selama berada disini" ucap Mom Vita yang mengusap kepala Azalya dengan sangat lembut.


Begitu juga dengan Papa Danu dan Dad Louis yang mengucapkan selamat juga pada Azalya. Terutama Papa Danu yang sangat bahagia melihat putrinya sudah bahagia dengan pernikahan nya, walau Papa Danu menganggap jika pernikahan mereka berawal dari kesalahan. Tapi bisa bahagia juga, seperti pernikahan pada umumnya dan juga saling mencintai satu sama lain.


Hingga mereka semua tiba-tiba kedatangan seorang kurir yang membawakan bucket bunga mawar merah yang sangat besar dan juga ada beberapa hadiah lainnya juga. Azalya dibuat bingung dengan semua ini, pasalnya Zayn tidak mungkin melakukan ini semua bukan? Dia kan sedang berada di America.


"Dari siapa Mas?" tanya Mama Soraya yang menghampiri pria yang membawa bucket bunga mawar berwarna merah berukuran sangat besar.



"Dari Mr. Z Nyonya" jawab kurir yng mengantarkan nya pada Azalya dan yang menerimanya adalah Mama Soraya.


"Tandatangan dulu Nyonya, sebagai tanda bukti jika sudah diterima" ucap kurir tersebut yang mengeluarkan pena dan juga buku pada Mama Soraya.


"Sudah" ucap Mama Soraya yang menyerahkan kembali buku dan juga pena pada kurir tersebut.


"Terimakasih Nyonya. Saya permisi dan ini semua ditaruh disini saja atau?" ucap kurir tersebut dan juga bertanya pada Mama Soraya yang sedang berdiri sambil memegang bucket bunga berukuran jumbo.


"Disitu saja" ucap Mama Soraya yang memerintahkan kurir-kurir itu meletakan sebagian barang-barang yang mereka bawa.


Dengan langkah yang sedikit sulit untuk melihat kedepan karena pandangan nya tertutupi oleh bucket bunga yang sedang dibawa oleh Mama Soraya menuju pada Azalya yang masih berada didalam ruangan periksa yang ada didalam rumah utama.


"Mama bawa bunga dari mana, besar banget?" tanya Azalya yang langsung bangun, karena penasaran dengan bayaran yang berukuran sangat besar itu.


"Kata pengirim nya dari Mister Z. Dan didalamnya juga ada kartu ucapan katanya" jawab Mama Soraya yang belum tahu jika Mister Z adalah menantunya sendiri.


"Mama pegang dulu. Aku mau bicara kartu ucapan nya dulu, hehehe" ucap Azalya yang malah tersenyum meringis pada Mama Soraya yang sudah kesulitan untuk memegang bunga tersebut.


***Dear my wife...


...thank you, karena sudah mau menjadi wanita yang selalu ada untuk ku. Dan juga sudah mau mengandung benihku. Aku akan segera kembali setelah semuanya selesai....


I love you and I miss you so much sweetie❤***.


"Sejak kapan dia menjadi manis seperti ini? Pasti bukan dia yang melakukan semua ini, kenapa tidak ada nama pengirimnya sih" gumam Azalya yang masih terus menatapi kartu ucapan yang memang dari Zayn sebelum dia pergi ke America. Dan itu juga tulisan tangan nya sendiri.


"Kenapa sayang?" tanya Mom Vita yang melihat Azalya hanya diam saja menatapi kartu ucapan tersebut.


"Tidak apa-apa Mom. Hanya heran saja, memangnya jika orang itu sudah berada jauh dari kita bisa mengirimkan ini padanya? Aneh sekali" jawab Azalya yang masih belum mengerti dengan semua ini. Apa lagi semenjak kemarin ponsel Zayn tidak bisa dihubungi dan bahkan tidak aktif.


"Itu bisa saja terjadi sayang. Karena sekarang tinggal pesan dan dikirimkan saat dia menginginkan nya, seperti sekarang ini. Mungkin saja seseorang itu sengaja memberikan semua itu pada saat dia sudah tidak ada, tapi tetap mengucapkan selamat dan juga memberikan kejutan seperti ini. Apa itu dari Z?" ucap Mom Vita yang menjelaskan pada Azalya yang hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. Mom Vita juga bertanya pada Azalya jika yanh mengirim itu adalah Zayn.


"Sepertinya iya Mom. Ini ada kartu ucapan dengan tulisan tangan nya juga, apa mungkin ini dia Mom?" tanya Azalya pada Mom Vita yang menerima kartu ucapan tersebut dari tangan Azalya dan mulai melihat dan juga mengingat-ngingat.


"Sepertinya Mommy memang mengenali tulisan ini sayang. Ini memang tulisan tangan Z, mungkin saja sebelum dia pergi memesan semua ini untuk kamu sayang. Terima saja perhatian yang akan Z berikan pada kamu seterusnya" ucao Mom Vita yang memberikan kembali kartu ucapan itu pada Azalya.


"Baiklah Mom. Aza mau membawa ini kekamar dulu" ucap Azalya yang langsung membawa bucket bunga berukuran besar itu.


"Hati-hati sangang" ucap Mom Vita pada Azalya yang sedang menatapnya.


Azalya membawa bucket bunga tersebut kedalam kamarnya dan menatapinya dengan pandangan yang sudah berkaca-kaca dan juga tersenyum dalam waktu bersamaan. Lalu dia menatap kartu ucapan dari Zayn dan dia mengatakan..


"Hubby, aku sangat merindukan mu. Kenapa harus pergi secepat itu" ucap Azalya yang sudah menangis sambil memeluk kartu ucapan dari Zayn.


"Cepatlah kembali" ucap Azalya lagi lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang sambil terus menatapi bucket bunga dari Zayn dan memeluki pakaian yang terakhir Zayn kenakan sebelum pergi.


Azalya benar-benar sudah sangat merindukan Zayn. Apa lagi mendapatkan kejutan seperti ini, semakin membuatnya bertambah merindukan nya dan juga tidak ingin berjauhan darinya.


.


Sedangkan dibelahan dunia yang lain, sekarang Zayn sedang menatap foto USG yang dikirimkan oleh anggotanya yang sekarang berada didekat Azalya dan juga menjadi dokter nya juga. Zayn hanya bisa menatapnya sekarang, tidak bisa menyentuhnya dan juga merasakan detak jantung kedua baby nya.


"Kalian pasti kuat, jaga Mommy kalian dengan baik. Daddy akan menyelesaikan ini dulu, baru akan menemui kalian disana dan akan membawa kalian bersama dengan Daddy disini" gumam Zayn yang terus menatapi foto USG Azalya.


"King, selamat untuk kehamilan pertama Nyonya saat ini" ucap Angga yang baru tahu jika Nyonya nya sedang mengandung penerus King yang selanjutnya.


"Jangan membahas itu disini, ini adalah rahasia dan tidak boleh ada yng mengetahuinya" ucap Zayn yang tidak mengalihkan pandangan nya dari layar ponselnya.


"Maaf King. Saya tidak akan mengulanginya lagi" jawab Angga yang menunduk merasa bersalah dan juga tidak berani mengganggu Zayn yang sedang seperti itu, bisa saja dia yang akan mendapatkan hukuman yang sangat berat jika dia mengganggu Zayn.


"Saya permisi King" ucap Angga yang langsung keluar dari ruangan Zayn yang sekarang hanya ada dirinya saja didalamnya.


Zayn hanya diam saja, dia tidak melakukan apapun. Dia ingin sekali menghubungi Azalya dan menanyakan keadaan nya juga memberikan perhatian nya. Tapi Zayn tidak bisa melakukan itu, jika dia melakukan itu maka dia sendiri yang akan tersiksa menahan perasaan nya sendiri.


Zayn beranjak dari duduknya langsung keluar dengan wajah yang sudah sangat berbeda dari sebelumnya yang teduh menjadi sangat garang dan juga sangat dingin. Semua anggotanya tidak ada yang berani bertanya padanya.


Angga hanya mengikutinya dari belakang dan tepat didepan sebuah ruangan yang sering digunakan untuk meny*ksa orang-orang yang sudah membuatnya menjadi jauh dari istri dan juga calon anak-anaknya.


"Apa yang bisa kalian jelaskan? Apa dia orang yang sudah menyuruh kalian" ucap Zayn yang memberikan sebuah foto pada mereka yang sudah hampir tidak bernyawa lagi.


"Bukan, bukan dia. Kami juga tidak mengenalnya, kami hanya menerima perintah saja dari seseorang yang mengaku mempunyai dendam pada anda" jawabnya dengan menahan semua rasa sakit untuk bisa menjawab pertanyaan dari Zayn.


"Siap yang menyuruh kalian?!" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya sambil memutar-mutarkan belatinya yang selalu dia bawa-bawa.


"Kami tidak tahu, kami hanya menerima perintah dari orang yang kami kenal dan itu semua dibawah kuasa kami semua" jawabnya lagi sambil menahan rasa kesakitan yang mereka rasakan.


"Apa orang yang ini?" tanya Angga yang menyerahkan foto dari orang kepercayaan Alberto dan juga Addofo dan yang terakhir adalah Robert.


"Apa ada salah satu diantara mereka yang menyuruh kalian semua?" tanya Angga yang sudah sangat mual berada diruangan ini.


Tapi tidak dengan Zayn. Dia tidak merasakan mual apa lagi muntah, karena dia sudah terbiasa melakukan itu. Tapi untuk membunuh dia tidak berani melakukan nya sekarang, karena dia mengingat jika Azalya sedang mengandung dan tidak ingin jika nanti anak-anaknya lah yang akan mendapatkan akibat dari semua kesalahan yang dia lakukan.


'Apa mungkin aku juga mengalami seperti ini karena pria itu sudah berbuat banyak sekali kejahatan hingga aku yang mengalami semuanya? Jika itu benar, lebih baik aku jangan melakukan hal yang sama dengan nya' ucap Zayn dalam hati yang mengingat keadaan nya yang sangat banyak kekurangan.


Jika setiap hari dia tidak mengkonsumsi obatnya sudah dipastikan dia tidak akan bisa selamat sampai sekarang dan akan memiliki keturunan juga. Zayn sangat tidak ingin jika ada salah satu anaknya yang mengalami hal yang serupa dengan nya, dimana dia merasa terasingkan dan juga selalu tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan obat-obatan dari dokter.


"I... Ini, orang ini yang menyuruh dan memerintahkan kami untuk membunuh King Mafia" jawabnya dengan nafas yang sudah tidak bisa diaturnya, hingga dia sudah meninggal karena kehabisan banyak sekali darah.


"Sudah ku duga. Dialah orangnya" gumam Zayn yang sudah sangat murka dan juga ingin sekali melenyapkan pria yang sudah dia anggap tiada itu.


"King... Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Angga yang sudah tahu dan juga mengingat siapa pria yang sejak lama mengincar nyawa King nya.


"Tunggu saja langkah dari mereka dengan begitu bisa tahu apa yang akan mereka lakukan padaku. Apa kau sudah membuat pengamanan yang ketat untuk seluruh keluarga ku? Terutama istriku" tanya Zayn yang menanyakan itu pada Angga.


"Sesuai keinginan anda King. Dua wanita yang berprofesi sebagai dokter dan perawat juga sangat ahli dalam membunuh dan mempertahankan diri. Jadi anda sangat tepat memilih keduanya untuk menjaga Nyonya" jelas Angga yang memuji kemampuan dari dua wanita yang sekarang menjaga Azalya.


"Itulah tujuan ku" ucap Zayn yang langsung beranjak dari duduknya lalu keluar dari ruangan peny*ksaan.


.


.


.


Maafkan Othor yang baru bisa up sekarang 🙏 Karena HP nya sedang dipegang oleh bocilnya Othor..


Sekali lagi maafkan Othor ya... Othor akan berusaha up seperti kemarin jika tidak ada kendala lagi....


Mohon dukungannya ya....