Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Pernikahan dadakan



Azalya menuruti semua ucapan dari Mama nya. Dia tidak ingin membantah ucapan nya, karena hanya Mama nya lah yang selalu mempercayai nya hingga sekarang.


"Mama tunggu dibawah. Segeralah bersiap" ucap Mama Soraya pada putrinya ini.


"Iya Ma. Ma, Terimakasih" ucap Azalya dengan langsung memeluk tubuh Mama nya yang sangat dia sayangi itu.


"Iya sayang. Jangan pernah kecewakan Mama, oke" ucap Mama Soraya dengan senyuman tulus dibibirnya.


Azalya mengangguk dan langsung masuk kedalam ruangan walk in closet dikamarnya. Azalya segera mengganti pakaian nya dan langsung segera turun kebawah setelah selesai berdandan.


"Kamu sudah siap sayang?" tanya Mama Soraya saat berpapasan dengan Azalya yang akan turun, dan Mama Soraya melihat putrinya sudah terlihat sangat cantik.


"Seperti yang Mama lihat" jawab Azalya dengan senyuman nya yang membuat Mama Soraya selalu gemas walau Azalya sudah beranjak dewasa.


"Ya sudah, kita turun sekarang. Karena kita sudah ditunggu oleh yang lain nya" ucap Mama Soraya sambil menggandeng tangan putrinya.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju lantai bawah. Dan semuanya orang yang ada disana menatapnya dengan penuh kekaguman. Karena kecantikan keduanya yang memang sangat mengagumkan.


.


Sedangkan didalam mainson Zayn masih betah dalam tidurnya, dia semakin sekali tidak terusik dengan banyaknya orang yang sedang berkumpul didalam kamarnya yang biasanya tidak dia izinkan seseorang masuk kedalam kamarnya.


"Apa masih belum sadar nak?" tanya Oma Rena yang menatap Zayn yang masih tertidur dengan tenang nya.


"Seperti yang tante lihat" jawab Mom Vita yang menatap nanar pada putranya yang sudah lebih dari satu minggu belum sadarkan diri juga.


"Semoga saja bisa secepatnya sadar. Karena kami semua kesini untuk membicarakan masalah pernikahan mereka berdua" ucap Danu menyela pembicaraan antara Oma Rena dan Mom Vita.


"Maksud anda pernikahan antara Zayn dan Azalya?" tanya Mom Vita memastikan pendengaran nya tidak salah.


"Iya, saya tidak mau jika sampai putriku ketahuan hamil diluar nikah karena kelakuan mereka berdua" ucap Papa Danu dengan tegasnya.


"Jadi, Azalya?" Mom Vita tidak bisa melanjutkan ucapan nya karena tidak sanggup melanjutkan ucapan nya.


"Auntie, itu semua tidak benar. Aza belum pernah melakukan apa yang Papa bicarakan, sungguh. Aza dan abang Z tidak pernah berbuat sejauh itu" ucap Azalya yang membela diri.


PLAK..


"Cukup Azalya! Kau sudah membuat kalian keluarga. Dan kamu malah membela diri!" ucap Papa Danu yang langsung menampar putrinya dengan sangat keras.


"Papa! Kenapa main tangan" ucap Mama Soraya langsung memeluk Azalya yang sudah menangis didalam pelukan Mama Soraya.


"Kamu keterlaluan Danu. Tidak seharusnya kamu menggunakan tangan kamu untuk menyakiti putrimu sendiri" ucap Opa Wijaya dengan menahan kemarahan nya pada putranya.


"Anda tidak berhak menyakitinya" ucap seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri dihadapan semua orang.


Semua orang sudah terlihat berkaca-kaca melihat seorang pria yang ditunggu untuk bangun sudah ada dihadapan mereka dengan kondisi yang masih sangat lemah. Siapa lagi jika bukan Zayn Pratama Edison yang sudah bangun dari tidur panjang nya.


"Z" ucap Mom Vita yang langsung memeluk putranya yang baru sadar dari komanya.


"Mom" ucap Zayn yang membalas pelukan Mommy nya dengan erat.


"Maaf sudah membuat Mommy khawatir. Z sudah ada disini" ucap Zayn yang mengurai pelukan nya dari sang Mommy.


"Anda tidak berhak menurunkan tangan anda padanya" ucap Zayn dengan nada dingin dan datarnya pada Papa Danu.


"Bagus, kamu sudah sadar. Kamu harus segera menikahi putriku sekarang juga. Saya tidak mau menanggung malu lagi" ucap Papa Danu dengan tak kalah dingin nya dari Papa Danu.


Mungkin jika terlihat akan ada kilatan listrik dimata keduanya yang terlihat sama kerasnya. Mom Vita hanya bisa diam dan juga mendukung keputusan yang akan diambil oleh Zayn.


"Saya akan mempersiapkan semuanya sekarang juga. Anda tidak perlu khawatir akan hal itu Tuan Danu yang terhormat" ucap Zayn penuh dengan penekanan disetiap kata yang diucapkan.


"Bagus, saya tunggu secepatnya" jawab Papa Danu dengan tegasnya lalu pergi dari kamar Zayn dengan langkah yang pasti.


"Nak Zayn, maafkan suami saya ya" ucap Mama Soraya dengan sangat menyesal karena suaminya sudah membuat suasana tidak baik-baik dan kekeluargaan.


Sedangkan Azalya hanya diam saja. Menatap Zayn yang sudah bangun dari komanya, Azalya tidak tahu jika akan seperti ini kejadian nya. Azalya juga merasa sangat tidak enak dengan situasi seperti ini.


"Kami akan keluar dulu. Kalian bicaralah berdua" ucap Mom Vita yang langsung diangguki oleh Mama Soraya.


Setelah kedua wanita paruh baya itu keluar Zayn langsung memberikan perintah nya pada Angga dan Jeff untuk segera mempersiapkan segala sesuatu untuk acara pernikahan nya dengan Azalya sekarang juga.


"Abang, sejak kapan abang bangun?" tanya Azalya memberanikan diri untuk bertanya setelah sejak tadi hanya diam saja.


"Sejak kau ditampar" jawab Zayn yang tidak membalikkan tubuhnya.


"Kenapa abang bisa bangun seperti itu? Apa yang membuat abang bisa bangun?" tanya Azalya dengan penasaran.


"Saat mendengar ada suara tamparan yang begitu keras tiba-tiba seperti ada yang menarik ku untuk segera bangun" jawab Zayn panjang lebar menjelaskan pada Azalya.


"Apa abang sudah memiliki perasaan lebih padaku?" tanya Azalya lagi.


Zayn tidak menjawab pertanyaan dari Azalya. Dia hanya memandangi wajah Azalya yang terlihat sembab, karena habis menangis. Jangan lupakan sudut bibirnya sedikit terluka.



Anggap saja seperti itu ya tatapan Zayn pada Azalya.


"Kau, kenapa kau tidak pernah datang kemari?" satu pertanyaan lolos begitu saja dari mulut Zayn sambil menatap dan tangan nya terulur untuk menyentuh sudut bibir Azalya.


"Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selama satu minggu ini" jawab Azalya sambil menyentuh tangan Zayn yang sedang memegang bibirnya yang terluka.


Zayn tidak mengucapkan apapun lagi, dia langsung beranjak pergi menuju lemari yang tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi dengan Azalya.


Azalya hanya memandangi punggung Zayn. Pria yang entah sejak kapan sudah memenuhi seluruh ruang yang ada dihatinya.


"Duduklah" ucap Zayn yang menarik tangan Azalya untuk duduk dibibir ranjang.


"Abang mau apa?" tanya Azalya yang merasa bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh Zayn padanya.


"Diamlah" ucap Zayn yang langsung mengambil obat untuk segera mengobati sudut bibir Azalya.


Azalya hanya diam memandangi wajah Zayn yang sedang serius mengobati luka disudut bibir Azalya. Saat baru saja selesai mengobati Azalya, Angga datang memberikan sebuah berkas dan juga sesuatu yang sudah Azalya tahu apa isinya.


"King, semuanya sudah siap. Anda sedang ditunggu oleh nya dibawah" ucap Angga yang memberitahunya.


Jika Penghulu dan juga orang yang akan mengesahkan pernikahan nya dengan Azalya sudah datang. Dan itu semua membuat orang yang sedang berkumpul diruang keluarga menjadi sangat bingung dan juga tercengang dengan semua yang Zayn lakukan.


Azalya sudah berganti pakaian karena Zayn sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat cepat. Azalya juga sudah terlihat cantik dengan gaun pengantin yang ia kenakan saat ini. Juga jangan lupakan Zayn menggunakan tuxedo yang melekat indah ditubuh atletis nya.


Semua orang tertuju pada dua pasangan calon pengantin yang akan segera menikah tersebut. Semua dari mereka semua tidak ada yang menyangka jika Zayn bisa dengan mudahnya melakukan semua ini dengan sangat cepat dan juga sangat singkat.


Zayn dan Papa Danu salaing berjabat tangan untuk melakukan ijab qobul. Dengan sekali tarikan nafas Zayn sudah menjadi suami dari Azalya Wijaya Kusuma. Dan sekarang mereka sudah sah dimata hukum dan juga agama.


Zayn langsung menyematkan cincin pernikahan nya pada Azalya begitu juga sebaliknya yang dilakukan oleh Azalya pada Zayn.


"Kalian sekarang sudah sah menjadi suami istri. Semoga pernikahan kalian langgeng dan juga selalu bahagia" ucap Mommy Vita yang langsung memeluk putranya yang juga menantunya secara bergantian.


"Terimakasih Mom" ucap Azalya yang masih memeluk Mom Vita.


"Selamat, anda sekarang sudah menjadi suami dari adik ku. Jangan pernah menyakitinya seujung kuku pun. Jika anda melakukan nya maka anda akan berhadapan langsung dengan saya" ucap Alkana pada Zayn yang sekarang sudah menjadi adik iparnya.


"Saya tidak akan melakukan nya" jawab Zayn dengan nada dingin dan datarnya seperti biasa.


"Selamat sayang, semoga kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Mama akan selalu mendo'akan kalian berdua" ucap Mama Soraya pada kedua mempelai dan langsung mendapatkan pelukan dari Azalya yang sudah menangis didalam pelukan sang Mama.


"Loh kok, pengantin nya malah nangis? Kalian ini harus bahagia dan juga tersenyum. Bukan malah menangis seperti ini" ucap Mama Soraya yang sebenarnya dia juga ikut menangis karena terharu.


Sedangkan Papa Danu hanya diam saja. Mungkin saja Papa Danu masih marah dan juga kecewa, karena putri bungsunya itu sudah melakukan kesalahan sebelum pernikahan ini terjadi. Mungkin lebih tepatnya Papa Danu merasa sangat kecewa kepada Azalya.