Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
My psychopath



Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang dan juga jauh. Zayn dan juga Angga sudah sampai, benar saja. Jika markasnya benar-benar diserang dari berbagai arah dan sekarang kondisinya sudah sangat berantakan dan juga rusak parah.


Itu menyulut kemarahan Zayn yang sudah memuncak karena penghianat itu sudah memberikan informasi rahasia tentang markasnya sudah sangat tersembunyi.


"Angga kau sudah memberitahu semua anggota kita untuk menyerang balik lawan dengan kekuatan penuh!" titah Zayn pada Angga yang sudah bersiap dibelakang nya.


"Sudah semuanya King. Tinggal menunggu intruksi dari anda saja" jawab Angga dengan tegas.


Dia akan melindungi King nya dengan segenap jiwa dan raga nya. Saat sedang berbicara berdua Jeff dan para orangnya juga sudah berkumpul bersama dan bergabung bersama dengan orang-orang dari Angga dan yang lain nya.


"Maaf King saya terlambat" ucap Jeff saat sudah dihadapan Zayn.


"Tidak masalah. Kita harus segera menyelesaikan ini semua sebelum mereka melakukan kekacauan yang lebih besar lagi dari ini" jawab Zayn yang sudah sangat bersiap untuk menghabisi semua klan nya dan juga penghianat tersebut.


"Kita berpencar" ucap Zayn yang diikuti oleh Angga dibelakang nya.


Angga selalu mengikuti kemana pun King nya pergi dan melindunginya dari serangan licik klan nya yang menyerang dari belakang.


"King, anda harus selalu berhati-hati dengan semua ini. Kita tidak tahu yang mana kawan dan juga lawan, mereka sangat licik menggunakan trik seperti ini" ucap Angga yang langsung membabad habis orang yang mendekat kearahnya.


"Kau lakukan saja tugasmu itu. Biarkan saja mereka semua juga melakukan tugasnya sesuai keinginan mereka" ucap Zayn yang memberi perintah pada Angga.


"Pasti King" jawab Angga dengan semangat. Karena dia sudah lama tidak melakukan seperti ini lagi. Bermain-main dengan darah dan juga nyawa seseorang.


Jika mereka sudah dalam kondisi seperti ini. Zayn maupun Angga tidak akan pandang bulu lagi. Mereka berdua bahkan mem*unuh dengan sangat brutal dan juga sadis.


Apa lagi Zayn yang melakukan nya sangat mengerikan. Sudah seperti psychopath kejam jika seperti ini Zayn tidak pernah mengenal ampun dengan semua yang dia lihat dan juga saksikan.


"Kita sudah menghabisi setengah dari mereka King. Apa yang akan kita lakukan kedepan nya?" tanya Angga yang masih membabad habis musuh-musuhnya dengan senjata yang dia pegang.


"Sesuai keinginan mu" jawab Zayn dengan seringai licik diwajahnya.


"Akan segera dilaksanakan King" ucap Angga dengan tertawa mengerikan dan tawanya terdengar hingga keluar ruangan yang sangat gelap ini.


Mereka berdua dengan mem*abi buta mengeksekusi semua musuhnya. Bahkan ada yang sudah tidak berbentuk lagi rupa dan juga tubuhnya.


SRAK


SRAK


SRING


SRAK


Seperti alunan melodi bagi yang sedang mengalami pertempuran yang sangat mengerikan ini. Tapi bagi yang sedang melakukan nya ini adalah kesenangan yang tidak terkira.


Sudah hampir setengah jam lamanya mereka berperang melawan musuh dalam selimut yang sudah bekerjasama dengan musuh-musuhnya yang lain hingga bersatu seperti ini.


Zayn dan juga Angga sudah menyelesaikan misinya untuk melenyapkan semuanya tanpa sisa. Bahkan mereka berdua sudah bermandikan darah segar yang memenuhi seluruh tubuhnya.


Jika Zayn tidak mengenakan topeng maka sudah bisa dipastikan jika wajahnya sudah penuh juga oleh darah para klan nya.


Mereka semua sudah berkumpul dan melakukan pembersihan semua ma*at yang sudah tidak berbentuk lagi ini. Dan sebagai gantinya Zayn membakar seluruh banguan ini beserta isinya. Karena ini sudah tidak pantas unruk dijadikan markasnya lagi.


"King, apa kita akan segera pulang sekarang? Anda harus banyak istirahat sekarang" ucap Angga yang selalu setia terhadapnya selama ini.


"Kita pulang sekarang. Dan panggilkan Aaron segera keMainson" ucap Zayn yang memerintahkan anggotanya yang berprofesi sebagai dokter untuk merawatnya juga.


Angga langsung membawa King nya untuk segera mendapatkan pertolongan pertama dari dokter kepercayaan nya.


Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang dan juga melelahkan mereka sampai didalam Mainson dengan selamat. Walau kondisi Zayn sudah sangat lemah sekali.


Walau tidak memiliki luka gores sedikit pun dianggota tubuhnya yang lain tetap saja. Karena memang kondisi fisik yang lemah tapi memaksakan diri untuk mampu melakukan apa yang dia ingin lakukan seperti orang yang sehat dan juga tidak memiliki riwayat penyakita apapun.


"Angga, apa kita hubungi saja keluarga King? Ini adalah kejadian paling parah dari sebelum-sebelum nya" jelas Aaron yang merasa khawatir dengan kondisi King nya yang belum sadarkan diri juga.


"Kita tunggu saja beberapa saat untuk memastikan. Jika masih sama kita hubungi keluarga King untuk segera kemari. Mudah-mudahan semuanya baik-baik saja" jawab Angga dengan menatap kondisi dari King nya yang sudah terbaring lemah dan tidak berdaya.


Jika klan nya ada yang tahu dengan kondisinya yang seperti ini. Mereka pasti akan dengan senang hati menyerang dan langsung mem*unuh Zayn yang sudah tidak berdaya ini.


.


Sedangkan dinegara yang berbeda perasaan Mom Vita sudah tidak enak. Saat dia ingin mengambil air minum tiba-tiba...


PRANG...


Suara gelas yang jatuh dari genggaman nya. Perasaan Mom Vita semakin tidak karuan dengan melihat gelas yang sudah tidak berbentuk lagi.


PRANG...


Dan tiba-tiba foto Zayn yang berada didinding dekat ruang makan jatuh. Padahal tidak ada angin yang masuk kedalam mainson. Pelayan langsung membersihkan pecahan kaca yang dari figuran foto Zayn. Dan yang lain nya membersihkan pecahan gelas yang dipecahkan oleh Mom Vita.


"Ada apa dengan perasaan ku ini? Ada apa ini sebenarnya? Zayn, ada apa dengan mu nak? Kenapa perasaan Mommy tertuju pada kamu?" gumam Mom Vita sambil memeluk foto milik Zayn.


Ternyata perasaan seorang Ibu tidak pernah bisa dibohongi. Sejauh apapun jarak mereka berdua, tapi perasaan dan juga ikatan batin mereka terhubung satu sama lain.


Seperti saat ini. Disaat Zayn sedang kritis Mom Vita juga merasakan sesak yang luar biasa hebat nya. Bahkan Mom Vita tidak tahu dengan semua ini.


"Honey, apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis, hmm?" tanya Dad Louis yang melihat Mom Vita sedang duduk dilantai dan sambil memeluk foto Zayn didalam dekapan nya.


"Perasaan ku tidak enak Dad. Aku ingin bertemu dengan Zayn dan memastikan kondisinya baik-baik saja. Aku tidak akan bisa tenang jika belum melihatnya langsung Dad" ucap Mom Vita yang sudah menangis sesegukan didalam pelukan Dad Louis.


"Kita akan kesana dan memastikan kondisi Zayn. Bersiaplah, kita akan segerabkesana" ucap Dad Louis dengan menyetujui keinginan dari istri tercinta.


"Mom, Dad. Ada apa ini? Kenapa Mommy menangis? Apa ada masalah?" tanya Zia yang sedang berjalan menghampiri Mommy dan Daddy nya.


"Mommy sedang kefikiran dengan kondisi dan keadaan Zayn saat ini. Jadi kami akan segera ke Amerika untuk memastikan keadaan nya baik-baik saja" jawab Dad Louis yang masih merangkul tubuh Mom Vita yang sudah lemas karena banyak menangis.


"Baiklah jika begitu. Mommy dan Daddy harus berhati-hati dijalan. Kami disini akan menunggu kabar baik dari Mommy dan Daddy. Jika ada apa-apa segera hubungi kami ya Dad" ucap Zia dengan panjang lebar pada Mommy dan Daddy nya yang sedang bersiap-siap akan berangkat.


"Loh, Mommy dan Daddy akan kemana? Sudah sangat rapih dan juga membawa koper? Mau kemana?" tanya Zayd yang baru masuk kedalam mainson mendapati kedua orang tua nya akan pergi.


"Nanti kakak jelaskan. Lebih baik Mommy dan Daddy segera berangkat supaya lebih cepat sampai" ucap Zia pada Zayd dan juga pada kedua orang tuanya.


"Oke, kami pergi dulu ya. Kalian berhati-hati didalam, jangan pernah pergi kemana-mana" ucap Dad Louis seperti pada anak usia 5tahun.


Mom Vita dan Dad Louis segera menuju bandara dan akan segera menaiki jet pribadi milik Dad Louis sendiri. Dengan menempuh perjalanan belasan Jam lamanya Mom Vita dan juga Dad Louis sudah sampai di Amerika, lebih tepatnya di Los Angeles.


Mom Vita dan Dad Louis langsung menyuruh orangnya yang selalu bertugas menjaga Zayn untuk segera menjemputnya dibandara.


Sedangkan kondisi Zayn saat ini memang masih sangat lemah dan juga tidak bisa bergerak sama sekali. Dia juga tidak tahu jika Mommy dan Daddy nya sedang menuju kemari.


Zayn sedang ditemani oleh Aaron selaku dokter nya sendiri dan juga anggotanya juga. Arron sedang memeriksa keseluruhan kondisi dari King nya ini yang masih sangat lemah dan juga tidak bertenaga sama sekali.


"Apa anda menginginkan sesuatu King?" tanya Aaron pada Zayn yang menatapnya dengan tatapan yang tidak biasa.


Aaron membantu Zayn untuk setengah berbaring diatas ranjang nya dan membuat Zayn menjadi relax. Zayn juga mengenakan kacamata nya supaya bisa melihat dengan jelas.


Aaron menyodorkan segelas air mineral untuk King nya. Zayn mererima nya dan langsung meminum sedikit demi sedikit air yang diberikan oleh Aaron.