
Azalya syok melihat penampilan Zayn yang sangat berantakan. Bukan, bukan hanya berantakan. Dia terluka dan itu membuatnya semakin tidak karuan melihatnya.
"Hubby, kenapa?" ucap Azalya yang sudah menetralkan perasaan syok nya.
Zayn tidak menjawab dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Dia langsung membersihkan tubuhnya baru dia keluar setelah segar. Azalya sudah menyiapkan pakaian dan juga langsung memakaikan nya seperlah melihat Zayn sudah berdiri didepan nya.
"By, apa yang terjadi? Kenapa penuh luka seperti ini?" tanya Azalya saat dia ingin mengobati luka yang ada diwajah Zayn.
Azalya meneteskan air matanya saat menatap mata Zayn yang tidak menggunakan kacamata dan itu pasti tidak bisa melihat. Itulah fikiran Azalya saat ini, makanya dia menangis dalam diam.
TES...
Satu tetesan mengenai tangan Zayn yang sedang berada tepat dibawah wajah Zayn saat ini. Zayn langsung menghentikan gerakan tangan Azalya yang sedang mengobatinya.
"Apa kau menangis?" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya pada Azalya.
"Ti... Tidak, siapa yang menangis" jawab Azalya dengan suara seraknya.
Dan itu membuat Zayn langsung menangkup kedua pipi Azalya dan mengusap sisa air mata yang ada dipipi dan juga pelupuk matanya.
"Apa yang kau tangisi?" tanya Zayn saat merasakan adanya air mata dipipi Azalya.
"Hubby, keadaan hubby" ucap Azalya dengan menangis sesegukan sambil menunduk.
Tanpa diduga Zayn langsung memeluk tubuh mungil Azalya dan membuat Azalya semakin kencang menangis. Zayn hanya mengusap punggung dan mencium kepala Azalya yang sedang ia peluk.
"By, bisakah hubby tidak selalu membuat ku khawatir? Aku sungguh sangat khawatir akan keadaan hubby saat ini. Apa hubby tahu, jika aku rasanya ingin sekali menahan hubby untuk melakukan hal-hal yang mengancam nyawa. Tapi aku tidak bisa" ucap Azalya yang masih didalam pelukan Zayn dan dia semakin mempererat memeluk tubuh Zayn.
"Tidak akan terjadi apa-apa. Percaya padaku" ucap Zayn dengan mengurai pelukan nya dan beralih menangkup wajah Azalya yang masih meneteskan air matanya.
"Don't cry, because crying makes you look even uglier (jangan menangis, karena menangis membuatmu terlihat semakin jelek)" ucap Zayn dengan wajah datarnya dan malah menggoda Azalya yang mengerucutkan bibirnya.
"Hubby ih... Nyebelin" ucap Azalya yang memukul dada bidang Zayn dengan perlahan, karena Azalya takut melukai Zayn kembali.
"Sudahlah jangan menangis terus. Apa yang ingin kau tunjukan padaku?" tanya Zayn yang menatap wajah Azalya walau tidak terlihat jelas. Hanya terlihat seperti bayangan saja yang dia lihat.
"Tidak jadi, hubby sudah membuat ku khawatir soalnya. Wee" ucap Azalya yang malah menjulurkan lidahnya meledek Zayn yang sedang menatapnya.
PLETAK...
"Hubby.... Kenapa sih malah menyakiti ku" protes Zayn yang menyentil kening Azalya lumayan keras.
"Itu hukuman untukmu karena sudah berani meledek ku. Dan juga kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi karana masih menggunakan pakaian seperti ini" ucap Zayn yang merasakan Azalya seperti tidak mengenakan pakaian.
"Jelas saja aku mengenakan pakaian ini untuk hubby. Apa hubby tidak tahu jika pakaian seperti inilah yang disukai oleh banyak pria" jawab Azalya dengan sangat semangat menjelaskan apa yang sedang dia pakai.
"Apa yang membuat pakaian ini disukai banyak pria? Ini adalah pakaian kurang bahan dan juga sangat tipis sekali seperti saringan tahu" ucap Zayn dengan menunjuk pakaian yang sedang dikenakan oleh Azalya.
Sedangkan Azalya hanya duduk diam dan menatap tidak percaya pada apa yang dia dengar sekarang. Zayn mengucapkan kata-kata yang panjang dan itu membuat Azalya melongo melihat dan juga mendengarnya.
"Hubby, mengatakan kata-kata yang sangat panjang dan itu sangat membuatku semakin suka dan juga makin cinta kan jadinya" ucap Azalya yang mereog dihadapan Zayn yang hanya duduk diam dan menatap dengan tajam.
"Ini itu lingerie By, masa hubby tidak tahu. Aku juga membeli berbagai warna dan juga model untuk hubby lihat" ucap Azalya yang mengedipkan sebelah matanya menggoda Zayn.
Sedangkan Zayn malah menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Azalya saat ini. Dia malah terlihat sangat menggemaskan mungkin jika Zayn bisa melihatnya dengan jelas. Tapi sayangnya tidak bisa.
"Apa hubby sudah makan? Jika belum aku akan mengambilkan nya dulu untuk hubby. Sebentar" ucap Azalya yang langsung mengenakan bathrobe untuk menutupi tubuhnya yang terexpos sempurna.
Zayn hanya diam saja dan menatap Azalya yang sudah memasuki lift. Dia kembali mengenakan kacamata nya supaya bisa melihat dengan jelas kembali. Zayn mengambil tab nya kembali dan mengecek apa saja yang terjadi didalam markasnya.
Zayn melihat pria itu memang sudah tidak waras dan malah sangat senang mendapatkan perlakuan keras seperti itu.
"Apa dia bukan manusia? Mengapa dia tidak mau menyerah walau sudah terluka parah seperti itu?" gumam Zayn yang menatap pada layar pad yang ada ditangan nya.
"Maaf King. Dia tidak mau membuka mulutnya, dia hanya tertawa dan tertawa saja mendapatkan hukuman seperti ini. Apa yang harus kami lakukan King?" jawab salah seorang dari mereka dan bertanya pada Zayn supaya bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.
"Lakukan dengan cara halus. Obati dia dan periksa secara menyeluruh dia menggunakan barang terlarang itu atau tidak. Jika iya, buat dia tidak bisa menolak untuk mengatakan yang sebenarnya" jelas Zayn yang melihat manusia itu sedang mendapatkan hukuman yang sangat berat tapi malah tertawa terbahak-bahak.
"By, makanan nya sudah siap. Kita makan bersama yuk" ucap Azalya yang sudah menata berbagai makanan kesukaan Zayn diatas meja didepan Zayn.
Untung saja Azalya tidak mendengar jika dia baru saja memerintahkan anggotanya untuk melakukan apa yang dia perintahkan. Jika tidak, sudah dipastikan Azalya akan bertanya banyak dan itu membuat Zayn pusing.
"Kenapa hubby diam saja? Apa sudah tidak ingin makan malam dengan ku?" tanya Azalya yang sudah duduk disamping Zayn dan menyodorkan makanan pada Zayn menggunakan tangan nya sendiri.
"A" ucap Azalya yang ingin menyuapi Zayn.
Zayn dengan patuhnya membuka mulutnya dan menerima suapan pertama dari Azalya untuknya. Zayn makan dengan sangat lahap dan itu seperti makan menggunakan tangan Mom Vita dan itu sangatlah nikmat sekali.
"Abang kenapa? Enak nggak? Tadi aku bersama Mama dan Mommy belajar masak. Ya, sebenarnya Mommy dan Mama sih yang masak. Aku hanya mencuci dan memotong-motong saja" ucap Azalya dengan terus menyuapi Zayn hingga makanan nya tandas tak bersisa lagi didalam piring yang Azalya pegang.
"Apa abang mau nambah lagi?" tanya Azalya saat Zayn masih terus mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya.
Zayn hanya mengangguk dan sekarang Zayn yang mengambil alih piring dan juga sendok yang sedang dipegang oleh Azalya. Sekarang posisinya terbalik, Zayn yang menyuapi Azalya dengan sangat perlahan dan juga penuh dengan perhatian juga kasih sayang untuk Azalya.
"By, apa hubby tahu. Jika Mommy, Daddy, Mama dan Papa akan pulang besok malam. Hubby jangan pulang terlambat ya, kan aku ingin mengantarkan mereka menuju bandara" ucap Azalya setelah dia menelan makanan nya.
Zayn hanya mengangguk dan terus menyuapi Azalya hingga habis semua makanan yang Azalya bawa kekamar. Itu membuat keduanya saling diam, Zayn memerintahkan kepala pelayan untuk membereskan semua peralatan makan yang baru saja mereka berdua gunakan.
Zayn membawa Azalya duduk dibalkon kamar untuk menikmati udara malam yang sangat sejuk. Mereka berdua berpelukan sambil menikmati makan yang indah ini.
Posisinya saja ya yang kayak gitu. Abaikan begroun disamping, anggap saja malam hari 😁.
"By, apa hubby sudah memiliki perasaan padaku sekarang?" tanya Azalya dengan menatap manik mata Zayn yang tajam dan juga membuatnya selalu terhipnotis akan semua yang dimiliki oleh Zayn.
Zayn hanya diam dan tidak menjawab atau mengelak pertanyaan dari Azalya padanya. Dia masih terus menatapi wajah Azalya yang selalu membuatnya bisa tenang dan juga merasa nyaman bisa terus terdekatan dengan nya seperti ini.
Begitu juga sebaliknya. Azalya juga hanya diam dan menatap keindahan ciptaan Tuhan yang sangat indah dihadapan matanya. Azalya mengusap pipi Zayn dengan jari-jari lentiknya. Zayn memejamkan matanya, menikmati sentuhan yang diberikan oleh Azalya padanya dan itu membuat Zayn menginginkan lebih dari sekedar hanya sentuhan saja.
Zayn mendekatkan wajahnya dan langsung menyambar bibir tipis Azalya yang sudah menjadi candu untuknya. Itu sangat membuatnya semakin menginginkan lebih dari hanya sekedar berciumann saja. Azalya juga membalasnya dengan sangat lembut dan juga menuntut.
Tangan Azalya yang tandinya berada diwajah Zayn sekarang berpindah menjadi merambat dan menelusupkan tangan nya memasuki kaus yang dikenakan oleh Zayn, tangan nya mengarah dada bidang Zayn yang sangat halus juga membuatnya menjadi selalu menginginkan nya terus.
Zayn melepaskan tautan bibirnya dengan Azalya. Saat melihat Azalya sudah kehabisan nafas dan dia juga mengatur nafasnya yang sedikit tersengal karena menahan sesuatu didalam dirinya yang ingin meledak.
Zayn menggendong Azalya memasuki kamarnya kembali, tanpa melepasakan tautan bibir keduanya. Hingga berada diatas ranjang mereka. Zayn langsung merebahkan tubuh Azalya diatas ranjang dan dia juga mengikutinya. Tapi saat akan melakukan sesuatu yang lebih lagi Zayn melihat sesuatu yang membuatnya merasa heran dengan nya.
Anggap saja lagi itu ya😁😁...
Maaf Othor masih volos 🙈
.
.
.
Kira-kira apa yang Zayn lihat ya???🤔🤔🤔
Jangan lupa saweran nya. Vote dan hadiahnya 🤗🤗🤗