
Hingga pagi menjelang Zayn maupun Azalya tidak ada yang ingin bangun dari turur nyenyaknya. Karena mereka berdua masih berada dibawah selimut yang sama dan masih dalam posisi yang sama. Yaitu berpelukan dan juga tidak mengenakan apa-apa.
"Mommy... Daddy... Apa kita tidak akan kemana-mana sekarang?" tanya Zahiya dan Zaniya yang sudah duduk disamping Zayn dan Azalya yang masih bergelung dengan selimutnya.
"Mommy masih mengantuk, bersama Daddy saja. Jangan ganggu Mommy dulu ya" ucap Azalya yang malah menutup seluruh tubuhnya dibawah selimut tebalnya.
Zayn yang menyadarinya jika dia tidak mengenakan apa-apa saat Zahiya dan Zaniya ingin ikut masuk kedalam selimut langsung dicegah, apa lagi senjatanya sedang tegang-tegangnya jika pagi-pagi seperti ini.
"Kalian tunggu dulu diluar, oke. Daddy mau mandi dan bersiap, iPad yang Daddy berikan masih ada bukan? Mainkan itu saja dulu, baru Daddy menyusul kalian berdua" ucap Zayn yang sudah setengah berbaring dengan selimut yang menutupi setengah badan nya.
"Oke Dad, jangan lama-lama. Kami akan cepat bosan jika tidak bersama dengan Daddy" ucap Zahiya dan Zaniya yang mengangguk lalu beranjak dari ranjang kedua orang tuanya.
Zayn merasa lega, karena dia hampir saja ketahuan oleh Zahiya dan Zaniya. Jika mereka berdua tidak mengenakan apa-apa, mereka berdua pasti akan banyak bertanya ini dan itu. Lalu bagaimana Zayn mengatakan nya pada mereka berdua, bisa-bisa Zayn akan sangat pusing dengan semua jawaban-jawaban yang akan dia katakan nanti.
"Kenapa aku bisa ceroboh tidak mengunci pintunya? Untung saja masih menggunakan selimut, jika tidak bisa mampus" gumam Zayn yang menatap senjatanya yang masih on fire dan ingin segera mendapatkan jatahnya.
Zayn langsung bangkit dari duduknya dan menuju kamar mandi. Dia tidak ingin mengecewakan Zahiya dan Zaniya yang mengajaknya bermain, ini adalah masa keemasan bagi mereka menjalin kedekatan antara Ayah dan anak. Kapan lagi akan mendapatkan kebahagiaan seperti ini.
Zayn benar-benar menepati janjinya pada kedua putrinya yang akan selalu ada untuk mereka berdua. Seperti sekarang ini, Zayn sedang menemani Zahiya dan Zaniya yang sedang belajar menggambar dan juga mewarnai. Ternyata keduanya tidak hanya berbakat dalam teknologi canggih saja, mereka berdua juga hebat dalam menggambar dan mewarnai dengan benar dan juga sangat rapih.
"Kalian ini sangat pintar sekali sih? Apa kalian berdua sering melakukan ini dengan Mommy atau sendiri?" tanya Zayn yang masih belum menyangka dengan ke geniusan kedua putrinya yang benar-benar menurun darinya.
"Tentu saja Dad, kami sering melakukan ini jika Mommy sedang bekerja dan tidak menemani kami bermain. Mommy dan Opa Mun selalu membelikan alat gambar ini untuk kami berdua, dan kami sangat menyukainya" jawab Zahiya dan Zaniya bergantian dan itu membuat Zayn merasa sangat bersalah akan semua waktu yang sudah terbuang sia-sia karena orang yang tidak menyukai dan ingin menghancurkan nya.
"Maafkan Daddy, karena Daddy tidak tahu apa-apa tentang kalian berdua. Jika kalian berdua menginginkan sesuatu, jangan sungkan untuk mengatakan nya pada Daddy. Apapun yang kalian inginkan, selagi Daddy mampu dan Daddy bisa akan Daddy lakukan untuk kalian berdua. Karena kalian berdua adalah segalanya untuk Daddy sekarang dan selamanya" ucap Zayn yang mengusap kepala Zahiya dan Zaniya bergantian lalu ketiganya tersenyum bersama dan berpelukan.
Membuat Pak Mun yang melihat itu semua menjadi terharu. Karena kedua anak itu benar-benar bisa berkumpul dengan keluarganya dan bisa bahagia. Bukan hanya Pak Mun saja yang merasa terharu akan kedekatan Ayah dan kedua putrinya itu. Angga dan Marcos juga sama, bahkan keduanya berfikiran ingin memiliki keluarga juga. Sama seperti King nya yang sudah bahagia.
"Semoga saja kalian berdua bisa selalu bersama-sama dengan kedua orang tua anda seperti ini terus Nona-Nona. Opa hanya bisa mendo'akan saja" gumam Pak Mun yang mengusap sudut matanya yang sudah mengeluarkan air matanya.
Setelah mengatakan seperti itu Pak Mun pergi. Karena dia tidak ingin mengganggu kebersamaan Tuan dan Nona Muda nya. Begitu juga dengan Angga dan Marcos yang selalu berada didekat King nya, tapi sekarang mereka berdua hanya akan memantau dari jarak jauh saja. Karena tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan mereka, sama seperti Pak Mun.
Sedangkan Zayn yang sedang bersama dengan Zahiya dan Zaniya. Masih asik bermain dan mewarnai bersama sambil bercanda.
"Dad, apa kamu boleh membeli alat lukis?" tanya Zahiya dan Zaniya yang menginginkan melukis diatas kanvas.
"Tentu akan Daddy belikan untuk kalian berdua. Tapi harus berhati-hati jika menggunakan cat dan kanvas, harus bertanggung jawab dengan apa yang kalian lakukan nanti. Jangan coret-coret dimana-mana, hanya boleh diatas kanvas saja" ucap Zayn pada Zahiya dan Zaniya yang langsung mengangguk mengiyakan perintah dari Zayn.
"Kami akan melakukan nya Dad" jawab keduanya sambil mengacungkan kedua jempolnya pada Zayn.
"Good girl. Daddy akan meminta uncle Angga dan uncle Marcos membelikan pesanan kalian berdua" ucap Zayn yang mengusap kedua pipi Zahiya dan Zaniya yang sedang tersenyum kearahnya.
Tak berapa lama Angga dan Marcos datang memenuhi panggilan dari Zayn. Zayn menjelaskan apa yang diinginkan oleh Zahiya dan Zaniya, saat Angga dan Marcos ingin pergi Zahiya dan Zaniya ingin ikut dan memilih sendiri apa yang mereka berdua inginkan.
"Dad, apa kami boleh ikut? Kami ingin memilih sendiri dan ingin membeli semuanya" tanya Zahiya dan Zaniya yang menunduk takut-takut jika Zayn tidak mengizinkan mereka ikut.
"Tentu saja. Apa yang tidak boleh untuk my Queen Daddy ini" jawab Zayn yang langsung disambut sorak kebahagiaan dari Zahiya dan Zaniya.
"Thank you Dad. Kami tidak akan menyusahkan uncle Angga dan uncle Marcos. Promise you Dad" ucap Zahiya dan Zaniya yang mengacungkan jari kelingkingnya dan disambut oleh Zayn sambil mengangguk dengan keinginan kedua putrinya.
"Baiklah, kalian berhati-hati dan harus mendengarkan perkataan mereka berdua. Jangan jauh-jauh dari mereka berdua" ucap Zayn yang memberi peringatan pada kedua putrinya yang langsung mengangguk dan berlari menuju kamar mereka untuk berganti pakaian.
"Kalian berdua harus menjaga kedua putri ku dengan nyawa kalian berdua. Jangan biarkan ada seseorang yang mendekatinya dan apa lagi berbuat buruk pada mereka berdua. Ingat itu baik-baik" ucap Zayn penuh dengan penekanan disetiap katanya yang dia ucapkan.
"Akan kamu lakukan King. Kami berdua akan menjaga Nona Muda dengan nyawa kami berdua" jawab Angga yang diangguki oleh Marcos.
"Kalian boleh pergi sekarang. Ingat pesan ku tadi" ucap Zayn lagi yang langsung menuju arah tangga untuk melihat kedua putrinya yang sedang bersiap.
Ternyata saat Zayn baru ditengah-tengah anak tangga, Zahiya dan Zaniya sudah keluar dari dalam kamar dan sedang berjalan dengan bergandengan tangan bersama. Penampilan nya juga sangat cantik dan juga sangat imut sekali, membuat Zayn semakin gemas melihatnya.
"Apa kalian berdua sudah siap? Apa ada yang kalian inginkan lagi selain alat lukis saja? Jika menginginkan yang lain lagi juga boleh. Ini untuk kalian berdua, kalian mendapatkan masing-masing satu dan ini sama saja keduanya. Ingat harus membeli apa yang kalian butuhkan saja, tapi jika tidak butuh jangan membelinya. Karena itu akan mubazir" ucap Zayn yang menyodorkan black card pada Zahiya dan Zaniya.
"Oke, thank you Dad. Kami akan menggunakan ini baik-baik" jawab keduanya sambil menyambut uluran tangan Zayn yang memberikan kedua kartu ajaib itu.
Zahiya dan Zaniya membaginya lalu berpamitan pada Zayn untuk segera pergi dan membeli apa yang mereka inginkan sejak tadi.
"Kalian berdua sudah sebesar itu. Dan itu membuat Daddy semakin merasa bersalah, karena Daddy tidak ada saat kalian bayi dan Daddy juga tidak tahu apa-apa tentang kalian berdua" gumam Zayn yang melihat Zahiya dan Zaniya sudah memasuki mobil dengan kedua pengawal mereka berdua.
Saat sedang sibuk dengan semua pekerjaan nya Azalya datang membawakan kopi dan camilan untuk menemani Zayn bekerja. Zayn menyambutnya dengan senyuman tipis dibibirnya, Azalya sangat senang. Tapi dia baru ingat, jika sejak tadi dia tidak melihat kedua anak-anaknya.
"By, kemana anak-anak? sejak tadi aku tidak melihatnya?" tanya Azalya yang menatap Zayn yang juga sedang menatapnya.
"Mereka berdua sedang membeli apa yang mereka berdua inginkan bersama dengan Angga dan Marcos" jawab Zayn yang sudah menebak jika Azalya akan menanyakan lebih dari itu.
"Apa mereka berdua sudah lama perginya?" tanya Azalya yang sudah merasa panik akan sesuatu yang akan terjadi pada mereka berdua.
"Mereka baik-baik saja. Kemarilah" ucap Zayn yang membuat Azalya bingung tapi mengikuti keinginan Zayn yang memintanya mendekat.
"Oh, pantas saja Hubby santai dan diam saja. Hubby sejak tadi memantau mereka berdua. Tapi ngomog-ngomong, bagaimana caranya Hubby melakukan itu semua?" tanya Azalya yang juga menatap CCTV didalam mall tersebut dan memperlihatkan kedua putrinya yang sedang memilih-milih apa yang akan mereka beli dengan kedua pria kekar dibelakangnya.
"Tidak penting bagaimana caranya. Yang penting kita bisa melakukan nya sekarang, karena mereka sedang sibuk berbelanja" ucap Zayn yang langsung menarik Azalya untuk duduk dipangkuan nya saat ini sambil melihat rekaman CCTV yang masih diputar.
"Apa yang akan Hubby lakukan? Ini masih siang dan belum lahir jika anak-anak pulang" ucap Azalya yang tidak ingin jika Zayn membuatnya tidak bisa berjalan karena selalu melakukan nya tidak sebentar dan selalu saja long time.
"Mereka sedang keluar dan aku sudah menyuruh mereka berdua untuk lebih lama berbelanjanya" jawab Zayn dengan santainya dan malah tangan nya sudah berkeliaran kemana-mana.
Zayn sudah tidak tahan lagi. Setelah memainkan biji ketapang milik Azalya, langsung saja memasukan senjatanya yang membuat Azalya mengerang. Karena rasanya begitu penuh dan juga mengganjal, karena posisinya masih sama seperti sebelumnya yang mana Azalya duduk dipangkuan nya.
"Hubby, uh... Jangan kencang-kencang" ucap Azalya yang sudah menggeliat tidak karuan karena mendapatkan tusukan dari bawah oleh paria pait yang sangat besar itu.
"Keluarkan saja sweetie. Jangan ditahan-tahan" ucap Zayn yang terus memompanya dari bawah dan sekarang berpindah posisinya menjadi berdiri.
Membuat keduanya semakin mengerang tidak karuan. Untung saja didalam ruangan kerja juga ada peredam suaranya juga. Jika tidak suara mereka yang bersahut-sahutan sudah terdengar hingga keluar dan menimbulkan semua penghuni mainson akan menginginkan nya juga. Bisa bahaya bukan.
Hingga sudah hampir satu jam lamanya, tapi Zayn belum ada tanda-tanda ingin mengeluarkan mayonesnya dan itu membuat Azalya sudah tidak bisa lagi menahan bobot tubuhnya lagi. Kakinya sudah seperti jely yang lemas dan tidak bisa berdiri lagi.
Zayn tidak memperdulikan erangan-erangan Azalya yang meminta berhenti dulu. Karena rasanya begitu linu dan juga terasa perih, Zayn memelankan temponya dan itu malah membuat Azalya semakin keenakan dibuatnya.
Zayn tersenyum miring melihat reaksi dari Azalya yang sangat menikmati permainan kali ini. Hingga Zayn sudah ingin menyemburkan mayones yang sudah sangat banyak itu. Hingga meleleh seperti keju yang dipanaskan.
"Thank you sweetie. Kau memang sangat nikmat" ucap Zayn setelah mengeluarkan segalanya dan melihat Azalya yang sudah tidak berdaya akibat ulahnya ini.
"By, aku sangat lemas dan kaki ku seperti jely. Tolong bawa aku kekamar, aku ingin berisatirahat kembali. Aku tidak bisa menggunakan kaki ku lagi" ucap Azalya yang melihat kakinya yang bergetar akibat ulah suaminya yang tidak tahu tempat jika sudah menginginkan nya.
Untung saja ada jalan rahasia yang menghubungkan nya dengan kamar Zayn yang berada dilantai atas. Dengan begitu tidak ada yang melihat keduanya tanpa sehelai benang sedikitpun ditubuh mereka berdua.
Zayn membawa Azalya untuk membersihkan tubuhnya dan baru membolehkan Azalya untuk istirahat. Zayn kembali kedalam ruangan kerjanya setelah Azalya sudah menggunakan pakaian dan dia juga sudah terlihat segar jika sudah mendapatkan multi vitamin dari Azalya.
Azalya malah sebaliknya. Dia dibuat lemas dan tidak bertenaga oleh Zayn, dengan begitu membuat Azalya tidak akan kemana-mana jika sudah Zayn buat lemas seperti sekarang ini.
"Maafkan aku sweetie. Aku hanya ingin kamu selalu diam didalam kamar dan tidak melakukan apa-apa, karena aku akan selalu memintanya dari kamu" gumam Zayn yang sudah duduk kembali menatap layar laptopnya yang masih menyala dan tapi tidak ada kedua putrinya lagi.
Tak lama kemudian terdengar suara teriakan dari Zahiya dan Zaniya yang baru saja masuk kedalam mainson. Mereka langsung mencari Zayn yang mereka tahu pasti berada didalam ruangan kerjanya.
"Daddy, kami sudah membeli semuanya dan membeli apa yang kami inginkan" ucap Zahiya dan Zaniya yang memberitahukan semuanya pada Zayn yang sedang menatap mereka berdua yang terlihat sangat bahagia.
"Wah, apa kalian senang dan bahagia?" tanya Zayn pada Zahiya dan Zaniya yang mengangguk antusias akan pertanyaan dari Zayn.
"Tentu saja Dad, nanti jika kami menginginkan apa-apa lagi. Apa boleh membelinya lagi?" jawab Zahiya dan Zaniya yang bertanya pada Zayn.
"Tentu saja boleh. Apa yang tidak boleh untuk kalian berdua, tapi jika lukisan kalian berdua bagus-bagus dan itu bisa untuk dilelang dan uangnya bisa kalian sumbangkan pada yang membutuhkan" jawab Zayn yang mengingatkan Zahiya dan Zaniya untuk selalu memberi pada yang membutuhkan bantuan dari mereka yang sudah sangat mampu.
"Thank you Dad. Kami akan melakukan nya yang terbaik" jawab keduanya yang memperlihatkan apa yang mereka beli dan mereka berdua tersenyum senang mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Zayn juga merasa sangat bahagia melihat senyuman kebahagiaan dari kedua putrinya yang sangat dia sayangi dan dia cintai. Zayn akan melakukan apapun untuk mereka berdua selagi itu tidak merugikan dan untuk kebaikan mereka juga.
.
.
.
Jangan lupa subscribe dan tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya buat Othor supaya makin semangat buat selalu up....