
Zayn yang selalu sensitive akan adanya serangan langsung menangkap bantal yang dilemparkan oleh Azalya padanya. Dengan tatapan datarnya Zayn menaruh kembali bantal tersebut didekatnya saat ini.
"Abang Z, Iihhh. Kenapa sih malah diam saja, apa tidak bisakah menemaniku disini dan menenangkan ku!" teriak Azalya dengan sangat kencang dan juga penuh kekesalan.
Zayn langsung bangkit dari duduknya sambil membawa bantal yang tadi dilemparkan oleh Azalya padanya dan menghampiri Azalya yang sedang marah dan juga mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kenapa lagi? Abang sedang mengerjakan pekerjaan" tanya Zayn yang sudah berdiri disamping Azalya yang sedang duduk dibrangkarnya.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Zayn, Azalya langsung menarik Zayn dan juga memeluknya dengan sangat erat. Azalya menelusupkan wajahnya didepan perut Zayn yang sedang berdiri menghadapnya.
"Kenapa abang tidak pernah peka sih bang? Aku sedang sakit seperti ini hanya butuh perhatian dan juga kasih sayang dari kamu. Bukan malah dicuekin kayak tadi!" ucap Azalya yang langsung mencubit kencang punggung Zayn yang sedang dia peluk dan juga menggigit perut kotak-kotak milik Zayn.
"Kau ini seperti kucing yang suka mencakar dan juga menggigit" ucap Zayn tanpa ekspresi apapun.
"Kucing imut dan cantik kan?" tanya Azalya dengan menatap Zayn juga mengedip-ngedipkan matanya berulang kali.
Zayn hanya diam saja dan tidak menanggapi ucapan dan juga berekspresi jika dia senang atau sedang kesal pada Azalya.
Azalya sampai bingung sendiri, bahkan saat digigit pun tidak mengaduh atau pun menampilkan wajah sakit atau menjerit mungkin. Benar-benar julukan yang pas, yaitu Mister flat.
"Tidak bisakah abang berekspresi sedikit saja? Saat merasakan sakit, sedih atau senang begitu? Kenapa selalu saja datar dan dingin seperti ini?" tanya Azalya yang sudah sangat bingung dengan sikap dan sifat Zayn yang sangat dingin. Melebihi dinginnya kulkas duabelas pintu.
"Jika tidak yang ingin kau katakan atau kau butuhkan abang akan mengerjakan pekerjaan lagi" ucap Zayn yang akan membalikan badan nya tapi ditahan oleh Azalya.
"Abang diam disini dan jangan melakukan apapun" ucap Azalya saat menarik hoodie yang digunakan oleh Zayn.
Zayn menghela nafasnya lalu menatap Azalya yang memang terlihat tidak bersemangat dan juga sangat kusut sekali wajahnya.
Zayn naik diatas ranjang pasien yang lumayan besar dan muat untuk dua orang. Zayn mengangkat kepala Azalya supaya berada diatas tangan nya saat ini. Keduanya hanya diam dan saling berpelukan.
Posisinya ya yang kek gitu...
Keduanya saling mendengarkan debaran jantung satu sama lain yang berdetak normal dan juga seirama. Hingga Azalya mendengar nafas Zayn yang teratur, ternyata Zayn malah tertidur dengan sangat lelap nya dalam pelukan Azalya.
"Kenapa kamu yang tidur sih bang?" tanya Azalya saat menatap wajah teduh Zayn yang sedang tertidur.
"Tapi kamu terlihat sangat tampan dan juga tidak terlihat dingin lagi seperti biasanya. Entah kenapa aku selalu merasa nyaman jika seperti ini dengan kamu bang" ucap Azalya yang mencoba menyentuh wajah Zayn yang sedang terlelap.
"Apa aku sudah mencintai kamu bang? Jika iya, itu akan sangat membuatku bahagia. Apa lagi aku sudah menyerahkan segalanya untuk kamu" gumam Azalya sambil mengusap pipi dan juga bibir Zayn dengan sangat lembut dan perlahan.
"Semoga saja perasaan ku pada abang terbalaskan. Jika tidak maka aku akan memaksa kamu untuk bisa mencintaiku" ucapnya lagi sambil menciumi pipi Danu bibir Zayn bergantian.
Hingga Zayn membuka matanya saat bibir keduanya bersentuhan. Tentu saja Zayn tidak bisa melewatkan kesempatan untuk menikmati bibir Azalya yang sudah menjadi candu untuknya.
Zayn me*umat nya bergantian atas dan bawah. Begitu pula dengan Azalya yang melakukan hal yang sama dengan Zayn. Tapi tangan Zayn sudah menelusup melalui bawah pakaian yang dikenakan oleh Azalya saat ini.
"Uuhh" satu lenguhan lolos dari mulut Azalya yang mana tangan Zayn sedang memilin buah cery yang tumbuh diatas bukit kembar milik Azalya.
Zayn berpindah posisi menjadi menatap wajah Azalya yang sudah memerah karena malu sudah ketahuan menginginkan nya juga. Zayn mengangkat baju yang dikenakan oleh Azalya dan menelusupkan wajahnya kedalam dan menyesap sumber nutrisinya seperti bayi yang kehausan.
Saat Zayn akan melakukan lebih. Tangan nya ditahan oleh Azalya, karena dia tahu jika sudah lebih jauh dari ini maka Zayn akan sulit untuk dihentikan. Sebelum itu terjadi makanya Azalya menghentikan Zayn terlebih dahulu.
Zayn terlihat sangat kesal karena kesenangan nya dihentikan begitu saja oleh Azalya. Azalya sebenarnya sangat kasihan melihat has*at Zayn yang sudah memuncak harus dihentikan. Karena kondisinya sedang tidak memungkinkan.
Zayn menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan kasar. Dia mencoba menetralkan hasratnya yang sudah membumbung tinggi dihempaskan begitu saja oleh Azalya yang memang kondisinya sedang cidera lumayan parah.
"Maaf bang" ucap Azalya yang merasa sangat bersalah karena sudah menolak Zayn yang sudah sangat menginginkan nya.
Zayn tidak mengucapkan apa-apa. Dia langsung memeluk Azalya dan sesekali mengecupi pucuk kepalanya yang ada dalam dekapan nya saat ini.
"Abang tidak marah kan? Karena aku menolaknya?" tanya Azalya yang masih dalam dekapan hangat dari Zayn.
"Diamlah" ucap Zayn yang sedang mati-matian menahan gairahnya saat ini.
Zayn langsung menyibukan diri didepan layar laptop nya saat ini. Dia sudah bisa menahan dan juga menetralkan semuanya. Zayn mulai fokus kembali dengan pekerjaannya saat ini. Hingga pintu ruangan rawat Azalya diketuk dari luar.
TOK...
TOK...
TOK...
Zayn yang sedang duduk langsung membuka dan ternyata dokter wanita dan juga suster yang akan memeriksa keadaan Azalya sekarang.
"Maaf mengganggu waktu anda King" ucapnya saat sudah masuk kedalam.
Zayn hanya diam dan kembali menekuri layar laptop nya. Dia tidak bergeming sama sekali saat dokter dan juga perawat tersebut sudah selesai dengan tugasnya saat ini.
Angga juga masuk untuk memberikan laporan yang dibutuhkan oleh Zayn saat ini. Zayn sangat teliti dalam mengerjakan semua yang ada dihadapan nya saat ini.
"King, ada seseorang yang berniat untuk menyingkirkan anda dari posisi CEO dan juga pemilik tunggal dan juga sahnya" ucap Angga yang memberitahukan informasi penting ini.
"Robert Delwyn" ucap Zayn tanpa mengalihkan pandangannya.
"Bukan King. Dia adalah seseorang yang ternyata punya hubungan darah dengan Tuan Besar" ucap Angga dengan menyerahkan berkas barang bukti yang dia dapatkan saat penyelidikan.
"Apa yang kau katakan?" tanya Zayn yang baru mengetahui jika Dad Louis masih memiliki keluarga.
"Sebaiknya anda baca saja King. Saya tidak berani menjelaskan nya secara langsung" jawab Angga yang tidak ingin jika dia salah dalam menyampaikan sesuatu.
Zayn membacanya dengan sangat seksama dan didalam berkas tersebut adalah. Ada tiga bersaudara yaitu Lucas Edison, Luis Edison dan yang terakhir adalah Louis Edison. Yang mana adalah Daddy nya sekarang.
Dan yang sedang membuat masalah dengan nya adalah Lucas yang mana adalah saudara tertua dari tiga bersaudara tersebut. Lucas juga memiliki andil dalam masalah yang diciptakan oleh Robert Delwyn saat ini.
"Apa yang akan anda lakukan King? Apa anda akan menyerahkan nya atau mempertahankan nya?" tanya Angga yang juga sedang dilema besar karena ini menyangkut keluarganya sendiri.
"Apa kau juga tahu ini sejak lama Lexie Edison?!" tanya Zayn yang langsung membuat Angga bungkam tidak berani berbicara.
"King, anda?" Angga memberanikan diri untuk bertanya pada King nya.
"Apa kau tidak tahu siapa diriku sebenarnya?" Zayn balik bertanya pada Angga.
Yang ternyata adalah Lexie Edison. Putra tunggal dari Luis Edison, yang sedang mencari kebenaran dibalik kematian Ayah nya. Hingga dia dipertemukan dengan Zayn dan dia merubah identitas nya sebagai Lexie Edison.
"Maafkan saya King. Saya tidak bermaksud untuk menghianati anda dalam masalah keluarga besar Edison" ucap Angga yang mana memang sudah sedikit menemukan titik terang pembunuh sebenarnya dari Ayah nya.
"Kau tidak perlu merasa bersalah padaku. Itu adalah hak mu, tapi jika ini menyangkut keluargaku. Maka, saya tidak akan pernah tinggal diam" ucap Zayn dengan sangat datar dan juga dingin.
"Apa rencana anda untuk menghalangi Lucas untuk menghancurkan atau mengambil alih EDC.CORP?" tanya Angga yang sudah sangat geram dengan keadaan seperti ini.
"Biarkan saja dia melakukan apa yang dia inginkan. Jika sudah melakukan yang dia anggap akan menang" jawab Zayn dengan memainkan ujung pena yang sedang dia pegang.
"Apa anda yakin King?" tanya Angga yang merasa tidak yakin dengan semua ini.
"Jika kau tidak yakin kenapa masih bertanya padaku?" tanya Zayn dengan santainya dan dia beranjak mengambil sesuatu yang berada didalam laci nakas dekat brangkar Azalya yang sedang tertidur.
Zayn sengaja menyimpan itu dimana tidak akan ada orang yang mencurigainya. Termasuk orang yang sedang menatapnya juga. Siapa lagi jika bukan Angga yang sedang menatap heran padanya.
Zayn mengeluarkan sebuah benda yang tidak lebih kecil dari micro chip. Dan Zayn berikan itu kepada Angga yang sedang menatap kearahnya dengan penuh tanda tanya besar.
.
.
.
Othor mengiba untuk meminta like, vote, komen dan hadiahnya......