
Angga melihat dari luar jika proses pemeriksaan nya masih dilakukan oleh Aaron dan juga dokter-dokter lain yang mendampingi. Angga hanya menatap kedepan dengan tatapan kosong yang seperti tidak melihat apa-apa.
Fikiran nya terus saja memikirkan apa yang dulu tidak dia ingat dan mungkin juga dia memang memiliki saudara kembar, sama seperti Zayn yang memiliki saudara kembar yang sangat identik. Saat sedang melamun dan juga memikirkan sesuatu yang sama sekali tidak dia mengerti dia dikejutkan oleh Lion yang datang padanya dan juga mengaum sangat keras dengan membawa sesuatu dipunggungnya.
"Kau mengagetkan ku Lion" ucap Angga yang mendengar auman Lion yang sangat kencangnya tepat dihadapan nya saat ini.
"Apa ini?" tanya Angga yang melihat Lion menyerahkan sesuatu padanya. Dan yang membuat semua orang heran dan juga tidak percaya dengan yang mereka lihat adalah, Lion seperti seekor an*ing peliharaan yang sangat patuh dan juga menuruti semua yang dikatakan oleh Tuan nya.
Angga membuka berkas yang dibawa oleh Lion. Sedangkan Lion langsung pergi lagi menuju ruangan Tuan nya yang sedang menunggu dia untuk keluar lagi menemui anaknya yang baru lahir.
"Kau sudah memberikan nya pada pria itu?" tanya Zayn dengan menatap Lion yang sedang berdiri dihadapan nya.
Lion hanya mengaum, dia sepertinya mengerti ucapan yang keluar dari mulut Zayn. Karena setiap Zayn bertanya, dia pasti langsung mengaum dan juga langsung mengikuti Zayn kemanapun dia melangkah.
Semenjak kejadian duel dua hari yang lalu. Lion tidak mau jauh-jauh dari Zayn, mungkin saja dia merasa bersalah karena telah melukainya dengan sangat parah. Walau dia sudah jinak dan juga mengerti setiap yang Zayn katakan, tapi tetap saja nalurinya sebagai hewan buas keluar juga saat mendapatkan serangan yang mendadak dari Zayn.
Zayn melangkah menuju tengah hutan untuk melihat Lion junior yang baru saja lahir beberapa jam yang lalu. Dan itu mungkin akan menjadi pengganti Ayah nya yang sekarang sangat menurut dengan Zayn dan juga berada dibawah kekuasaan Zayn.
Zayn sudah sampai didalam hutan dan juga terlihat kawanan singa betina lainnya yang sedang berkerumun melihat anggota baru dari mereka telah hadir. Zayn dan Lion mendekati bayi singa yang sudah terlihat sangat gagah dan juga perkasa. Zayn menyentuh bayi Lion yang sedang tertidur dibawah induknya setelah menyusu.
"Dia akan ku beri nama Shimba" ucap Zayn yang langsung mengangkat bayi singa itu diudara dan langsung disambut oleh auman dari seluruh singa yang ada didalam hutan itu. Dan auman nya terdengar hingga sangat jauh, itu terdengar sedang bersahut-sahutan.
Zayn kembali meletakan bayi singa itu didekat induknya lagi. Zayn langsung pergi lagi dari dalam hutan tersebut, dia ingin segera kembali kemarkas lagi. Saat sedang berjalan Lion mengikutinya hingga Zayn langung berhenti.
"Kau diamlah disini. Jangan kau terlalu dekat dengan manusia yang lain, itu tidak baik untuk mu. Cukup aku saja yang bisa dekat dengan mu" ucap Zayn yang langsung berbalik dan berjalan kembali setelah bicara seperti itu pada Lion.
Lion hanya menatapi Tuan nya yang sudah pergi menjauh dari tempatnya tadi. Zayn terus melangkah hingga sudah berada didepan markasnya yang terlihat ramai oleh para anggotanya yang sedang melakukan kegiatan nya yang lain.
"Kalian berdua siapkan mobil. Saya harus pulang sekarang" ucap Zayn pada Max dan Jo yang sedang berdiri dihadapan nya.
"Siap Tuan Muda" jawab keduanya dengan sangat kompak pada Zayn.
Zayn sudah memakai kembali pakaian nya dan juga sperti semula. Dia akan terlihat seperti orang biasa-biasa saja pada umumnya, yang tidak bisa apa-apa atau terlihat sangat culun dan juga bo*oh. Zayn memasuki mobilnya setelah Max dan Jo sudah ada dihadapan nya dan membukakan pintu untuk Zayn.
Saat dalam perjalanan seperti biasa akan ada yang menghadang perjalanan nya. Tapi bukankah Zayn namanya jika tidak memiliki rencana yang matang. Ada dua mobil anggotanya yang menggunakan mobil yang sama juga untuk mengecoh mereka. Dan untungnya mereka hanya menggunakan satu mobil saja dan mereka berhenti mengejar karena ketiga mobil didepan nya mengambil jalan yng berbeda semuanya. Dan yang mereka kejar adalah mobil anggotanya Zayn.
Zayn bisa lebih tenang dalam perjalanan nya saat ini. Dia langsung terlelap kembali setelah mobil yang mengejarnya sudah pergi dari belakang mobilnya. Zayn sepertinya memang masih sangat lemah, tapi dia tetap memaksakan diri untuk segera pulang. Mungkin saja dia sudah sangat merindukan Azalya.
"King, kita sudah sampai" ucap Max membangunkan Zayn yang masih terlelap dalam tidurnya.
Zayn langsung membuka matanya dan segera bangkit dari duduknya. Dia langsung masuk kedalam mainson nya yang ternyata sudah sangat sepi. Bagaimana tidak sepi, dia pulang pukul 12 malam, sampai didalam mainson. Zayn langsung masuk kedalam lift dan menuju kamarnya.
Pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah Azalya yang sedang terlelap dengan sangat nyenyaknya. Hingga Zayn masuk saja dia tidak sadar. Zayn membuka seluruh pakaian nya karena luka-lukanya masih basah semua dan itu tidak nyaman jika menggunakan pakaian.
Zayn langung berbaring disamping Azalya yang sedang terlelap lalu memeluknya dengan perlahan dan juga hati-hati. Tapi Azalya yang memang tertidur sudajlb cukup lama merasa terusik dengan kehadiran Zayn yang tiba-tiba. Azalya hampir saja ingin berteriak jika saja dia tidak melihat wajah Zayn yang sudah memejamkan matanya.
"Hubby? Sejak kapan hubby pulang?" tanya Azalya yang menatap wajah yang terlihat sangat pucat dan juga penuh dengan luka-luka.
"By, hubby kenapa?" tanya Azalya yang melihat seluruh tubuh Zayn penuh dengan luka-luka dan juga lukanya masih basah dan ada juga yang mengeluarkan darah.
"Diamlah. Biarkan seperti ini" ucap Zayn yang masih memejamkan matanya dan memeluk tubuh Azalya dengan sangat erat.
"Tapi, hubby terluka. Aku akan mengganti perban nya dulu, setelah itu baru kita seperti ini lagi" ucap Azalya yang menatap wajah Zayn dengan berkaca-kaca ingin menangis.
"Sudah ku bilang jangan pernah menampilkan wajah seperti itu!" ucap Zayn yang langsung melepaskan pelukan nya dan terkesan mendorong Azalya dengan kasar.
'Maafkan aku' ucap Zayn dalam hati saat melihat Azalya yang akan menangis diperlakukan kasar olehnya.
Tapi bukan Azalya jika tidak selalu ceria dan juga tidak merasakan sakit hati saat dia diperlakukan seperti itu oleh Zayn. Azalya berfikir mungkin saja Zayn sedang lelah dan pastinya merasakan sakit pada sekujur tubuhnya.
"By, sini. Aku mau mengganti perban nya, maaf ya jika ini menyakiti hubby" ucap Azalya yang mencoba membuka perban yang sedang melekat ditubuh Zayn yang sudah dipenuhi dengan darah.
"Hubby kenapa bisa seperti ini sih By?" tanya Azalya sambil terus meniup-niup luka Zayn yang sangat besar dan juga parah sekali.
Tapi tidak ada jawaban apa-apa dari Zayn, itu tidak membuat Azalya diam dan berhenti bicara. Dia masih saja bicara kesana kemari membicarakan tentang apa saja yang dia ketahui. Seperti seharian ini ngapain saja, dan berbuat apa saja.
"By, apa tidak sebaiknya dibawa kerumah sakit saja?" tanya Azalya saat dia sudah memasangkan perban yang baru untuk Zayn.
Zayn ternyata sudah terlelap saat Azalya sedang mengganti perban nya dan juga sedang bicara sendiri. Dan itu membuat Azalya tersenyum sendiri saat melihat wajah Zayn yang sudah sangat tenang dan juga sangat imut dan juga sangat lucu sekali dimata Azalya.
Azalya membereskan kembali perlengkapan yang telah dia gunakan untuk membersihkan lukanya Zayn. Azalya langung membuang bekas perban yang penuh dengan darah. Dia juga menyimpan kembali kotak obatnya ketempat semula.
Azalya langsung merebahkan dirinya disamping Zayn dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
Gitu ya posisinya Azalya yang peluk Zayn...
Azalya benar-benar langung terlelap dengan sangat nyenyaknya jika sudah dalam pelukan Zayn seperti ini. Dan Zayn juga merasakan hal yang sama dengan Azalya, dia malah memeluk Azalya dengan tak kalah eratnya. Bahkan keduanya sangat serasi dan juga sangat romantis sekali kelihatan nya.
Keesokan paginya Azalya sudah bangun lebih dulu, dia sengaja tidak membangunkan Zayn yang masih terlelap sambil dia juga membawakan sarapan kedalam kamar untuk Zayn. Hingga Oma dan Opa nya heran, karena tidak biasanya Azalya membawa sarapan nya kedalam kamar.
"Aza, kamu mau membawa kemana makanan itu semua?" tanya Oma Rena saat melihat Azalya ingin menuangkan makanan kedalam piring dan juga itu ukuran nya sangat banyak dan juga dia ingin membawa makanan itu kedalam kamar.
"Mau kekamar Oma" jawab Azalya yang sudah ingin pergi menuju arah lift.
"Tumben Az? Tidak seperti biasanya?" tanya Oma Rena yang menyusul cucunya yang akan masuk kedalam lift.
"Kan mau makan bersama dengan suami tercinta. Jadi Oma jangan mengganggu ku dulu ya untuk sementara waktu" jawab Azalya yang sambil berbisik pada Oma Rena.
Oma Rena hanya diam dan malah mengedip-ngedipkan matanya belum percaya dengan apa yang diucapkan oleh Azalya padanya. Hingga Azalya sudah memasuki lift dengan senyuman dibibirnya.
"Oma lucu, hihihi" ucap Azalya yang sudah didalam lift menuju kamarnya.
Azalya membawakan sarapan untuknya dan juga Zayn yang masih terlelap sambil memeluk guling dengan posini tertelungkup dengan selimut tebalnya yang menutupi setengah badan nya.
Azalya mencoba membangunkan Zayn yang masih terlelap dengan morning kiss yang dia labuhkan pada seluruh wajah Danu berakhir pada bibir tipisnya dan itu dia lakukan lumayan lama. Karena dia mendapatkan balasan dari Zayn yang masih memejamkan matanya.