Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Umpatan Zaniya



"Kau sudah boleh turun dan temui ayank mu itu" ucap Zahiya yang meminta Zaniya untuk turun dari motornya.


"Dasar kanebo kering. Kang ojeg galak, judes, nyebelin" ucap Zaniya yang misuh-misuh dan menggerutu tidak jelas pada Zahiya.


"Sudah bicaranya? Sekarang berikan helmnya, dan kau bisa pergi. Atau kau ingin memakai helm itu sampai kedalam kelas dan ada yang menegur mu memakai helm sampai didalam?" tanya Zahiya yang menadahkan tangan nya meminta helm yang dipakai oleh Zaniya.


"Nih, siapa juga yang suka dengan helm butut mu ini" ucap Zaniya yang menyerahkan helm tersebut pada Zahiya lalu pergi begitu saja sambil menggerutu sepanjang perjalanan masuk kelasnya.


Zahiya hanya menggelengkan kepalanya. Dia mengendarai motornya menuju rumah persembunyian nya dan disana dia bisa melakukan pekerjaan nya yang selalu dia kerjakan dengan ketenangan dan keheningan yang dia inginkan.


"Alhamdulilah. Akhirnya sampai juga didepan rumah impian ku ini" ucapnya yang langsung masuk kedalam rumah. Tapi dia dikejutkan oleh seseorang yang sedang duduk didalam sambil menatapnya.


"Astagfirullah, anda mengagetkan saja Tuan. Apa anda ini hantu, yang bisa keluar masuk rumah walau dikunci?" tanya Zahiya yang kembali dalam mode cerewet dan konyolnya.


"Atau anda ini vampire? Oh ya Allah! Tolong Tuan, jangan apa-apakan saya ya. Please" ucap Zahiya yang mengatupkan kedua tangan nya didepan dada.


"Kau ini aneh sekali, mana ada didunia yang sudah serba modern dan serba canggih ini ada sesuatu yang kau sebutkan tadi. Kau lupa mengunci jendela, makanya saya bisa masuk" jawab Albert Einstein yang ternyata sedang duduk menatap kearah Zahiya yang sedang berdiri mematung.


"Ah, benarkah? Kenapa aku bisa seceroboh itu sih. Jika yang masuk orang jahat atau perampok lagi, apa yang akan tersisa nantinya? Sungguh aku harus berterimakasih pada anda Tuan" ucap Zahiya yang memasang wajah takut lalu ceria kembali.


"Makanya jangan ceroboh lagi. Kau dari mana? Kenapa lama sekali?" tanya Albert Einstein yang menatap wajah Zahiya dengan lekat dan sangat dekat juga.


"Saya? Saya habis mengerjakan tugas kuliah diwarnet yang lumayan jauh. Karena saya hanya kuliah dirumah saja" jawab Zahiya dengan wajah yang biasa saja.


"Kenapa kau tidak menggunakan laptop yang ku berikan padamu?" tanya Albert pada Zahiya yang memperlihatkan ekspresi kagetnya.


"Apa?! Jadi laptop yang ada didalam kamar ku adalah pemberian dari anda Tuan? Sejak kapan? Kenapa saya tidak tahu?" tanya Zahiya dengan wajah yang sedang berfikir akan adanya laptop didalam kamarnya.


"Sejak kau terlelap tadi pagi. Saya ingin membangunkan mu, tapi tidak jadi. Karena saya ingin melihat mu terlelap sangat nyenyak. Jadi ku letakan saja disana tanpa mengatakan apa-apa atau menaruh note disana. Tapi seharusnya kau mengerti jika saya yang memberikan itu untukmu" ucap Albert yang sedikit salah tingkah saat ditatap oleh Zahiya dengan lekat.


"Tapi kenapa? Saya lihat itu adalah laptop yang sangat mahal dan itu tidak pantas untuk saya gunakan. Mana bisa saya menggantinya? Tolong anda bawa kembali saja laptop anda. Saya tidak mau terlalu banyak berhutang pada anda. Yang semalam juga sudah banyak anda membantu saya. Jadi saya tidak bisa menerimanya lagi. Maaf" ucap Zahiya yang mengatakan itu pada Albert Einstein untuk membawa kembali laptop yang dia berikan padanya.


"Apa sesuatu harus dilihat dari dari harganya? Menurutku harga tidak penting. Yang terpenting adalah kecepatan internet nya dan bisa membuat apapun disana" tanya Albert yang memang tidak melihat sesuatu dari harga atau bentuk.


"Itu menurut anda Tuan. Bagi kami yang orang tidak punya, sudah bisa kuliah saja sudah sangat bersyukur. Bisa membeli laptop bekas dengan harga murah dan masih bisa dipakai juga dengan baik. Itu juga sudah sangat bersyukur dan memiliki semuanya dengan yang dari kerja keras sendiri dan uang yang didapatkan dengan cara yang halal. Itu yang paling penting untuk kami para orang yang tidak mampu membeli barang-barang mahal. Maaf jika ucapan saya menyinggung anda Tuan, saya hanya menyampaikan apa yang menurut saya benar dan tidak merugikan orang lain" ucap Zahiya dengan panjang lebar dan tanpa sadar Albert Einstein merasa tersinggung dengan ucapan dari Zahiya yang mengatakan halal dari pendapatan yang dia miliki selama ini.


"Maaf jika ucapan saya menyinggung perasaan kamu. Tolong terima saja apa yang sudah saya berikan padamu, karena saya sudah membelinya untukmu" ucap Albert yang memegang kedua lengan Zahiya dan menatap lekat.


"Baiklah, saya akan menerimanya. Tapi tolong terima uang cicilan dari saya berapapun nominalnya. Jangan pernah menolaknya, jika anda menolaknya maka saya tidak akan menerima pemberian dari anda. Maaf salah, pinjaman dari anda. Karena mungkin akan membutuhkan waktu lama untuk saya bisa melunasinya. Jadi jangan pernah menolaknya" ucap Zahiya dengan tatapan yang sangat serius dan tidak ingin dibantah.


"Baiklah, saya akan menerimanya berapapun yang akan kau berikan. Apa sekarang kau memiliki DP nya terlebih dahulu?" ucap Albert yang bertanya sambil menadahkan tangan nya dihadapan Zahiya.


"Sebenar, akan saya ambilkan" ucap Zahiya yang berlari menuju kamarnya untuk mengambil uangnya yang dia simpan didalam lemari pakaian nya.


"Maaf saya lama. Emm, saya hanya memiliki uang segini. Tapi nanti saya akan bekerja dengan lebih giat lagi supaya bisa segera mencicilnya untuk anda" ucap Zahiya yang menyerahkan uang duaratus ribu pada Albert Einstein. Yang menurutnya uang nominal segitu hanya remahan saja, tapi dia ingin menghargai apa yang diberikan oleh Zahiya padanya.


'Seumur hidup saya baru kali ini menerima uang dari seorang wanita dan saya hanya diam saja? Sungguh ini bukanlah diriku' gumamnya dalam hati sambil tidak percaya akan keputusan yang sedang dia ambil.


"Ambil lah uang ini Tuan. Apa anda tidak ingin menerima uang dari saya? Ah, saya lupa. Jika anda tidak bisa menerima uang receh seperti ini. Baiklah, saya akan menyimpan nya dulu dan akan saya kumpulkan dulu. Setelah terkumpul baru akan saya berikan pada anda. Maaf jika telah menyinggung anda Tuan, sekali lagi saya minta maaf" ucap Zahiya dengan menunduk dan mengatupkan kedua tangan nya didepan dada.


"Hey, kenapa malah bicara seperti itu? Saya akan menerimanya. Saya memang tidak pernah menerima uang dari seseorang dan ini baru pertama kalinya saya rasakan. Karena saya tidak memiliki uang cash, maaf telah membuat kau merasa tersinggung dengan reaksi saya" ucap Albert pada Zahiya yang langsung mengambil uang dari tangan Zahiya.


"Terimakasih, ini akan saya simpan. Jadi kau bisa menggunakan laptopnya, karena kamu sudah memberikan DP nya" ucap Albert sambil mengacungkan dua lembar uang yang diberikan oleh Zahiya.


"Sama-sama, saya juga mengucapkan terimakasih pada anda Tuan. Sudah memberikan cicilan laptop pada saya" ucap Zahiya yang tersenyum pada Albert dan senyuman itu membuat Albert sangat terpesona olehnya saat melihat senyuman tulus dari Zahiya.


'Kenapa senyuman nya sangat manis dan terlihat sangat tulus? Kenapa dengan jantung saya? Kenapa berdebar tidak karuan seperti ini?' gumamnya dalam hati saat melihat senyuman mengembang dibibir Zahiya.


"Jadi kau mengusir saya?" tanya Albert pada Zahiya dengan tatapan tajamnya.


"Iya, karena saya tidak akan fokus jika ada orang lain didekat saya. Jadi tolong maafkan saya jika anda tersinggung dengan ucapan saya barusan" jawab Zahiya yang mengatakan nya dengan sedikit memperlihatkan ekspresi wajah takutnya.


"Baiklah, saya akan pergi sekarang. Tapi saya akan kembali lagi nanti untuk mengajak kau untuk menemani saya makan malam" ucap Albert yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada Zahiya.


Zahiya langsung menutup pintu dan menguncinya. Dia menuju kamarnya dan membuka laptop baru itu. Saat dia membukanya memang tidak ada yang aneh dengan isi didalamnya. Tapi Zahiya tetaplah Zahiya yang selalu teliti dalam melakukan segala hal. Dan dugaan nya benar, jika didalam laptop itu ada alat penyadap dan juga pelacak didalamnya. Tapi dia salah memilih lawan, karena Zahiya bisa melakukan apapun dengan mudah dan juga senyap.


'Dia memang sangat teliti dan bisa dibilang bagus dalam menyimpan pelacak dan juga penyadap ini. Tapi bukan itu yang aku cari' ucap Zahiya yang membuka terus laptop tersebut tanpa disadari oleh system penyadap yang tertanam sempurna dan permanen.


'Maaf jika aku akan mengajak anda bermain-main dulu dengan ku Tuan Albert Einstein. Karena anda yang memulainya lebih dulu, jadi anda jual saya beli' ucap Zahiya dalam hati sambil terus mengotak-ngatik laptop barunya itu.


Sedangkan didalam mobil dia sedang melihat bagaimana Zahiya sedang mengerjakan tugas kuliah yang sangat rumit itu. Dan itu membuat Albert hanya bisa terus mengagumi apa yang sedang dilakukan oleh Zahiya.


"Dia menggunakan email yang sangat aneh dan sulit dimengerti oleh orang awam. Kau begitu cantik jika sedang serius seperti itu Nona Zahiya" gumamnya yang melihat wajah serius dari Zahiya yang sedang menatap layar laptop.


"Tuan, apa anda tidak merasa aneh dengan gadis itu?" tanya orang kepercayaan nya yang melihat gelagat aneh dari Zahiya.


"Apa maksudmu?" Albert balik bertanya.


"Bagaimana ada seorang gadis yang tinggal didaerah terpencil seperti ini? Juga tinggal sendiri dirumah yang jauh dari para penduduk desa ini. Seharusnya kita selidiki semuanya dan baru kita bertindak" jawabnya dengan tatapan yang selalu waspada pada seseorang yang dekat dengan Tuan nya.


"Dia disini pendatang dan saya sudah menyelidiki semuanya tanpa kau minta. Dia sangat bersih dan dari keluarga baik-baik juga. Bahkan dia yang tidak sadar siapa saya yang sebenarnya, yang mana bisa keluar masuk rumahnya tanpa dia ketahui. Dia adalah gadis polos yang tinggal jauh dari keluarganya. Jadi stop berfikiran buruk terhadapnya" ucap Albert yang memperingatkan orang kepercayaan nya supaya tidak mencurigai Zahiya.


"Baik Tuan. Maaf karena saya hanya takut jika dia adalah orang yang memang berniat untuk mencelakai anda nantinya. Atau dia adalah klan kita yang sedang kita cari keberadaan nya. Siapa yang tahu Tuan" jawab orang kepercayaan nya dan itu membuat Albert berfikir dua kali lagi.


"Akan saya selidiki lagi lebih dalam. Jadi kau tidak perlu khawatir akan hal itu, saya akan melakukan semuanya untuk kebaikan ku sendiri juga. Terimakasih sudah mengingantkan saya untuk selalu waspada" ucap Albert yang mengatakan itu pada orang kepercayaan nya itu.


"Anda jangan sampai menaruh perasaan padanya Tuan. Apa lagi sampai menaruh hati anda padanya. Saya tidak ingin jika kejadian lampau terulang kembali pada anda. Yang mana Tuan besar sudah menaruh hati terlalu dalam pada sosok wanita yang dia anggap polos. Tapi ternyata dia hanya memanfaatkan kebaikan Tuan besar saja padanya. Jadi anda harus selalu berhati-hati dan jangan pernah menggunakan hati anda jika dekat dengan seorang wanita Tuan. Apa lagi jika wanita itu cantik, maka anda yang akan tersiksa nantinya" ucap orang kepercayaan Albert Einstein yang mengingat kejadian puluhan tahun silam.


"Kamu tenang saja. Saya tidak akan menggunakan perasaan saya, apa lagi hati. Saya sangat tidak akan melakukan hal yang sama lagi" ucap Albert yang menatap layar laptopnya. Yang menampilkan wajah seorang gadis cantik dengan senyuman dibibirnya.


Sedangkan Zahiya, malah bisa melihat kode-kode dan juga orang dibalik semua ini. Tapi yang jelas Zahiya sudah bisa membobol system keamanan milik Albert.


Zahiya terus memandagi layar laptopnya dan dia sudah menanamkan sesuatu didalam laptop barunya supaya bisa ia gunakan dan tanpa diketahui oleh Albert jika dia menciptakan aplikasi yang bisa menetalan semuanya.


"Sebentar lagi selesai. Dia memang pria yang baik, walau terlihat sangat kaku dan juga dingin. Sungguh aku sangat bersyukur karena sudah dipertemukan dengan pria baik sepertinya" gumam Zahiya yang sengaja mengatakan semuanya supaya Albert yang mendengarkan dan melihatnya. Albert bisa tahu dan bisa mendengar semua apa yang dia ucapkan.


"Aku benar-benar sangat beruntung. Tapi jangan sampai aku menyukainya, atau memiliki perasaan padanya. Karena semua ini salah dan tidak sepantasnya aku memiliki perasaan pada seorang pria dan pria tersebut adalah bulan yang jauh diatas langit. Kamu harus sadar diri Zahiya, siapa dia dan juga dirimu yang hina dan direndahkan karena kemiskinan" gumam Zahiya lagi sebelum dia merebahkan dirinya diatas kasur kecil miliknya dan dia malah terlelap dengan sangat cepat dan juga sangat lelap.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya...


Juga rate ⭐️5nya ya, supaya Othor makin semangat buat selalu up...


Mampir juga dikarya Othor yang lainnya ya... Dengan judul PELABUHAN HATI SI PLAYBOY KARATAN...


Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗