Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Perubahan sikap Zaniya



"Apa aku bisa melakukan nya Dad? Apa aku bisa?" tanya Zahiya masih dengan pertanyaan yang sama sejak tadi.


"Seperti yang Daddy katakan padamu sebelumnya Queen. Percaya pada diri kamu sendiri" ucap Zayn yang menangkup wajah Zahiya dan mengusap air matanya dengan sangat lembut dan mengecup keningnya cukup lama.


"Akan aku coba Dad. Semoga saja semuanya berjalan dengan baik" ucap Zahiya yang mulai mempercayai dirinya sendiri.


"God Queen, lakukanlah semuanya dengan baik. Kelak akan ada seseorang yang bisa menyayanginya dengan sepenuh hatinya dan tidak akan bisa ditinggalkan" ucap Zayn yang mengusap kepala Zahiya dan memeluknya kembali.


"Sekarang istirahat dulu, besok kau akan ikut pulang juga kan? Setidaknya kau ada disaat-saat bahagia saudara kembar mu" ucap Zayn yang bertanya pada Zahiya.


"Akan aku usahakan Dad, sebelum itu aku harus memastikan jika dia baik-baik saja jika aku tinggal selama itu. Dan aku tidak ingin mengambil resiko, karena itu adalah yang terakhir dan bisa membuahinya" jawab Zahiya dengan wajah kembali seperti semula dan dia sudah bisa menormalkan emosinya.


"Lakukanlah semuanya sesuai dengan apa yang kau inginkan dan semuanya harus perfect" ucap Zayn yang mengatakan nya penuh dengan kesungguhan.


"Akan aku lakukan Dad" jawab Zahiya yang langsung mengurai pelukan dan dia segera pergi setelah berpamitan pada Zayn.


Setelah pertemuan itu keduanya langsung masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Hingga pagi menjelang dan mereka melakukan persiapan untuk segera pulang ke Jakarta pagi itu juga.


"Sudah siap semuanya?" teriak Mom Vita saat sudah berada diruang keluarga.


"Siap Mom" teriak anak-anak yang ada disana langsung kompak dan berkumpul.


Semuanya sudah bersiap dan akan berangkat menuju bandara. Semuanya tidak ada yang tertinggal disana termasuk Zahiya dan Daffy yang berada satu mobil dengan keluarga Zayn.


DRTT...


DRTT...


DRTT...


"Ada apa?" tanya Zahiya saat menerima telpon dari Windi, orang kepercayaan Zahiya yang menjaga wanita hamil.


"Dia mengalami demam tinggi Queen" jawabnya sambil melaporkan apa yang sedang terjadi disana.


"Sudah kau panggil dokter?" tanya Zahiya pada Windi.


"Sudah Queen, tapi kata dokter bayi dalam kandungan tidak ingin berjauhan dengan Queen. Apa anda bisa kemari sekarang? Maaf jika saya lancang" ucapnya yang meminta maaf karena lancang meminta Zahiya untuk kembali kesana.


"Baiklah, saya akan segera kesana dan bersamanya. Jaga dia dengan baik" ucap Zahiya yang memutuskan sambungan ponselnya lalu meminta supir untuk berhenti disana saja.


"Dad, aku harus pergi sekarang juga. Mom, Zan. Aku akan kesana saat kau menikah nanti. Kau jangan khawatir akan hal itu" ucap Zahiya yang membuat Azalya, Zaniya dan Daffy merasa heran tapi mereka hanya mengngguk setuju saat melihat Zayn mengizinkan Zahiya pergi.


"Pergilah, dan urus semuanya hingga selesai" ucap Zayn yang dijawab anggukan kepala oleh Zahiya.


"Thanks Dad" ucap Zahiya yang langsung turun dan berpindah mobil dibelakangnya.


"Dad, kenapa Daddy membiarkan Zahiya pergi? Aku tidak yakin jika dia akan datang keacara penting aku nanti" tanya Zaniya yang protes akan apa yang Zayn putuskan.


"Daddy akan jelaskan nanti setelah sampai, dan jangan ada yang bertanya sekarang" ucap Zayn saat melihat Azalya juga akan menanyakan hal yang sama seperti Zaniya katakan.


"Baiklah, Zani akan mengikuti apa yang Daddy katakan" jawab Zaniya yang mengangguk walau lesu saat mengatakan nya.


Setelah menempuh perjalanan belasan jam lamanya, mereka telah sampai didepan sebuah mainson. Dan disana sudah menunggu Dad Louis yang memang tidak tahu jika Mom Vita berada di America untuk menjalani pengobatan.


"By, dia ada disana" ucap Azalya yang berbisik pada Zayn.


"Biarkan saja, itu haknya. Jika Mommy masih mengharapkan nya, kami sebagai anak bisa apa?" tanya Zayn yang menjawab ucapan Azalya.


"Iya juga, tapi aku kasihan pada Mommy By" ucap Azalya yang menyandarkan kepalanya dibahu Zayn.


Semuanya turun dan disambut oleh Mama Soraya dan juga Papa Danu yang sengaja menunggu kedatangan mereka semua.


"Assalamualaikum" ucap Azalya dan yang lainnya saat sudah didepan teras mainson.


"Wa'allaikumsalam, akhirnya kalian semua sampai juga" jawab Mama Soraya yang menggandeng tangan Zaniya untuk masuk.


"Bagaimana perjalanan kalian semua? Lancarkan?" tanya Mama Soraya yang sudah berada didalam kamar Zaniya.


"Alhamdulilah grandma, semuanya baik-baik saja. Hanya Zahiya yang tidak bisa ikut pulang, entah siapapun sedang mengerjakan apa. Yang jelas aku sangat ingin marah padanya" jawab Zaniya yang sambil terus meluapkan amarahnya. Karena sejak tadi dia tahan-tahan.


"Sabar dulu dan jangan gegabah. Kalian ini saudara dan tidak baik-baik jika kalian berdua bermusuhan, sebaiknya jika ada masalah, bicarakan baik-baik dan jangan memutuskan sesuatu yang tidak baik. Ingat nak, kamu akan segera menikah dan memulai hidup baru kamu. Jadi jangan pernah berfikiran seperti anak muda yang tidak memikirkan kedepan nya seperti apa. Bersikaplah dewasa, karena kedewasaan bukan dari segi usia saja. Fikiran yang dewasa akan membuat anak kecil pun bisa melakukan hal yang seperti orang dewasa" jelas Mama Soraya yang mengingatkan supaya Zaniya tidak seperti ini dan menyalahkan semua ini karenanya.


"Iya grandma, aku tahu. Apa lagi Daddy bilang akan mengatakan semuanya pada kami tentang apa yang sedang Zahiya lakukan disana" jawab Zaniya yang meminta perpanjangan waktu.


"Itu lebih baik lagi. Sekarang istirahatlah, kamu pasti sangat lelah seharian ini dalam perjalanan pulang kemari" ucap Mama Soraya yang memeluk dan meminta Zaniya untuk istirahat segera. Apa lagi sebentar lagi dia akan menikah dan membutuhkan banyak tenaga juga tubuh yang fit.


"Iya grandma, aku akan membersihkan diri dulu. Baru akan nyaman untuk istirahat" jawab Zaniya yang tersenyum pada Mama Soraya. Dibalas senyuman juga oleh Mama Soraya.


"Apa yang sebenarnya dia sembunyikan dari kami semua? Apa dia melakukan kesalahan dan membuat seseorang dalam bahaya? Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya" gumam Zaniya yang memikirkan Zahiya, tapi saat dia sedang memikirkan itu semua tiba-tiba ponselnya berdering dan memperlihatkan nama Tama. Tanpa menunggu lama, Zaniya mengangkatnya.


"Assalamualaikum bang" jawab Zaniya saat dia mengangkat panggilan tersebut.


"Wa'allaikumsalam, apa kamu sudah sampai? Kenapa tidak langsung mengabari jika sudah sampai?" tanya Tama dengan panjang lebar yang merasakan senang juga khawatir akan keadaan Zaniya.


"Alhamdulilah, aku sudah sampai. Dan tidak mengabari karena api lupa tadi, dan aku juga sangat lelah. Maaf jika membuat abang khawatir" jawab Zaniya yang menjelaskan semuanya pada Tama.


"Apa kamu sedang ada masalah? Kenapa suara kamu tidak seperti biasanya? Apa yang sebenarnya terjadi pada kamu?" tanya Tama lagi yang menatap layar ponselnya dan dia memindahkan menjadi panggilan video.


"Aku baik-baik saja bang, aku hanya lelah dan juga letih saja. Aku baik-baik saja dan aku juga akan segera membersihkan diri dulu" ucap Zaniya yang menjawab ucapan Tama yang terus menatap wajahnya.


"Apa kamu yakin, kamu baik-baik saja? Jika benar-benar baik, tersenyumlah" ucap Tama yang meminta Zaniya untuk tersenyum padanya.


Zaniya pun tersenyum sangat manis. Dan itu tidak membuat perasaan Tama tenang dan bahagia melihat apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Zaniya sangat berbeda dari biasanya. Saat ditanya pasti jawabnya baik-baik saja.


"Ya sudah, bersihkanlah dirimu terlebih dahulu sebelum istirahat. Supaya tidurnya nyaman jika sudah bersih" ucap Tama yang mengatakan nya penuh senyuman dibibirnya. Ya, walau hanya tipis saja.


"Wa'allaikumsalam" jawab Tama yang tentu saja tidak akan didengar oleh Zaniya.


"Ada apa sebenarnya terjadi padanya? Kenapa dia terlihat sedang banyak fikiran juga terlihat sangat kesal" ucap Tama sambil menatapi layar ponselnya yang sudah gelap.


"Semoga saja semuanya memang baik-baik saja, besok akan aku temui dia dan berbicara dengan nya. Tidak biasanya dia bersikap seperti itu" gumam Tama yang hanya menghela nafasnya saja. Karena merasa aneh dengan Zaniya yang bersikap dingin padanya.


Sedangkan Zaniya sedang berbaring dan masih memikirkan apa yang akan dilakukan oleh Zahiya. Dia tidak bisa memejamkan matanya dan akhirnya keluar untuk menemui Zayn, Daddy nya sendiri.


TOK...


TOK...


TOK...


"Dad, bisa aku masuk?" tanya Zaniya setelah mengetuk pintu ruangan kerja Zayn.


"Masuk" teriak Zayn dari dalam dan langsung membuat Zaniya masuk lalu melihat jika disana sudah ada Azalya dan juga Daffy disana.


"Apa aku terlambat untuk mendengar penjelasan dari Daddy?" tanya Zaniya yang menatap wajah ketiga orang yang ada disana bergantian.


"Tidak Zani, Mommy juga baru masuk dengan abang kamu Daffy. Kita duduk dan mendengarkan semua penjelasan dari Daddy kamu.


"Oh, oke" jawab Zaniya yang langsung duduk disamping Azalya.


"Sekarang jelaskan By" ucap Azalya pada Zayn.


Zayn mulai menceritakan semuanya dan tidak ada yang ditutup-tutupi lagi dari keluarganya. Zayn juga memberitahukan siapa orang yang sudah menolong Mom Vita hingga sembuh. Bahkan sekarang Zahiya sudah terikat dengan bayi yang ada dalam kandungan wanita lain yang akan menjadi anaknya kelak.


"Jadi, Zahiya melakukan itu karena kemanusiaan? Kenapa dia mau melakukan itu semua? Sungguh, ini sangat membuat aku muak atas semua kebaikan nya itu" ucap Zaniya yang tersenyum sinis saat mengatakan nya pada Zayn.


"Jaga ucapan kamu Zaniya! Apa kau tidak tahu saat dia terluka dan menjadi rapuh karena masalah ini. Disaat dia merasa nyaman dengan seseorang dan ternyata seseorang itu harus pergi selamanya? Apa kau berfikir kesana! Ini bukanlah jawaban yang Daddy harapkan darimu yang saudara kembarnya dan bisa merasakan apa yang sedang dialami oleh kembaran mu sendiri" ucap Zayn dengan sangat tegas.


Ini adalah kali pertama Zayn mengatakan semuanya pada Zaniya dengan tegas dan mengatakan semuanya pada Zaniya dan menatap tajam juga sangat dingin.


"Ini sungguh bukan Zaniya yang Daddy kenal. Jika kalian berdua juga ingin menyalahkan Zahiya, jangan harap bisa melakukan itu. Karena sebelum kalian semua menyalahkan dirinya, saya sendiri yang akan menentang kalian semua" ucap Zayn dengan telak dan jika sudah mengatakan kata saya, maka Zayn sudah sangat marah dan tidak ingin dibantah.


"Maaf By, kami tidak bermaksud untuk menyalahkan Zahi, kami hanya takut akan masadepan nya kelak. Walau dia tidak pernah hamil, tapi apa kata orang jika tahu siapa sudah memiliki anak sebelum pernikahan? Ini akan sangat membuatnya semakin terluka dan terasingkan. ini sangat tidak baik untuknya" ucap Azalya yang berani mengatakan apa yang ada dalam fikiran dan hatinya.


"Kenapa harus melihat dan mendengar ucapan orang lain? Apa dia menyusahkan orang lain? Tidak. Bahkan dia melakukan hal yang mulia, kelak dia akan mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah bisa terbayangkan oleh kita semua" jawab Zayn yang masih bersikap tegas dan dingin.


"Uncle, apa semuanya baik-baik saja? Karena aku takut jika terjadi sesuatu pada Zahiya" tanya Daffy yang memang masih sangat mencintai Zahiya.


"Dia baik-baik saja dan dia bukan wanita lemah. Jadi semuanya baik-baik saja" jawab Zayn yang bisa melihat masih ada rasa cinta pada Zahiya dari mata Daffy yang sangat jelas terlihat oleh Zayn.


"Syukurlah, jika semuanya memang baik-baik saja, saya hanya bisa berdo'a yang terbaik untuk Zahiya" ucap Daffy yang menunduk dan tidak berani menatap Zayn yang memang terlihat sangat berbeda sekarang.


"Hmm. Ada lagi yang ingin kalian tanyakan kembali?" tanya Zayn menatap satu persatu orang yang ada disana.


"Tidak ada Dad, aku hanya ingin tahu saja. Dan sekarang aku sudah tahu semuanya, jadi kau tidak penasaran lagi akan semua itu" jawab Zaniya yang mengatakan nya sambil menatap Zayn dengan kesedihan.


Zayn langsung menghampiri Zaniya dan memeluknya. Zayn tahu jika Zaniya juga pasti terluka dengan apa yang dilakukan oleh saudara kembarnya. Zayn hanya bisa memberikan dukungan saja dan berada dibelakangnya untuk membantu juga menolongnya.


"Lepaskan saja tangismu sayang, kamu bukan Zahiya yang bisa menyembunyikan kesedihan dan segalanya. Kamu adalah Zaniya, Zaniya yang ceria dan akan selalu seperti itu. Sekarang, katakan sesuatu, karena Daddy akan ada untuk kalian semua" ucap Zayn memeluk sambil berbisik ditelinga Zaniya.


"Aku memang tidak akan bisa melakukan itu Dad, tapi aku bisa marah dan melampiaskan semuanya pada sesuatu. Aku sangat kecewa, sedih, marah, terluka. Semuanya aku rasakan Dad, apa yang harus aku lakukan sekarang? Sebentar lagi aku akan menikah dan, dan apalah aku bisa menjalaninya? Apa keputusan ku ini sudah tepat Dad? Aku merasa semuanya tidak seperti sebelumnya" ucap Zaniya yang membuat Zayn segera mengurai pelukan dan menyentil kening Zaniya.


PLETAK...


"Sakit Dad, kenapa Daddy menyentil keningku?" ucap Zaniya yang bertanya pada Zayn. Karena keningnya terasa berdenyut nyeri akibat sentilan dari Zayn.


"Kamu pantas mendapatkan nya, karena kamu ini selalu asal dalam berbicara" jawab Zayn yang menatap tajam pada Zaniya. Sedangkan yang ditatap malah nyengir kuda.


"Jangan asal bicara, dia adalah pilihan kamu sendiri dan jangan katakan jika kamu seperti itu karena selama dua bulan lebih jauh dengan dia dan perasaan kamu juga mulai menjauh. Ingat, ini semua adalah keputusan kamu dan pilihan kamu" ucap Zayn lagi dengan tegas dan membuat Azalya hanya menggeleng saat melihat tingkah Zaniya.


"Iya Dad, aku hanya bercanda. Lagian kenapa aku harus melepasakan dia yang mau menerima ku apa adanya ini. Jadi semuanya akan baik-baik saja" ucap Zaniya yang sudah kembali ceria lagi saat mengingat Tama dan pernikahan mereka.


"Tapi Dad, boleh aku berbagi cerita tentang hal ini pada bang Tama? Dia pasti menanyakan sesuatu padaku, apa boleh?" tanya Zaniya yang meminta izin untuk mengatakan permasalahan Zahiya.


"Tidak, jangan pernah mengatakan apa-apa pada siapapun, tanpa terkecuali. Jadi lakukan semuanya dengan benar dan jangan melakukan itu semua" jawab Zayn dengan penuh ketegasan.


"Oke Dad, sekarang aku sudah tenang. Apa aku sudah bisa keluar dan istirahat? Aku saat ini baru merasakan lelah pada tubuhku" ucap Zaniya yang mengatakan nya sambil tersenyum sangat manis pada Zayn.


"Istirahatlah, jangan kemana-mana dan jangan mengatakan apapun pada siapapun" ucap Zayn memberi peringatan pada Zaniya lagi.


"Iya Dad, iya. Zani akan melakukan tugas itu dengan baik, tapi sebaiknya Daddy berhati-hati. Karena singa betina akan segera mengamuk" jawab Zaniya yang berbisik mengatakan singa betina pada Zayn dan matanya melirik kearah Azalya.


"Hmm, Daddy sudah tahu itu. Sekarang istirahatlah" ucap Zayn yang mengerti akan tatapan dan ucapan yang diberikan oleh Zaniya padanya.


Zaniya hanya tersenyum dan dia segera pergi setelah mengatakan itu pada Zayn. Dan diikuti oleh Daffy yang juga pamit pada Zayn, karena dia sudah mendengar semuanya dan sudah tahu apa yang terjadi pada Zahiya. Dia sangat bersyukur, karena Zayn menganggapnya sangat dekat juga. Jadi dia bisa mendengar penjelasan dari Zayn.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....


Rat bintang 5 nya juga jangan ketinggalan...


Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗