Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Bertemu



"Jika kau berani menyakiti atau membuatnya menangis, atau meneteskan air matanya walau hanya satu tetes saja maka kau akan tahu sendiri akibatnya!" ucap Zayn penuh dengan penekanan disetiap kata yang dia ucapkan. Jangan lupakan tatapan tajamnya yang siap menguliti apa yang ditatapnya.


"Jika soal itu saya tidak bisa berjanji. Karena saya sendiri tidak tahu jika nanti saya tidak membuatnya menangis. Karena menangis bukan hanya berpatok pada kesedihan atau penderitaan. Bisa saja menangis karena bahagia dan masih banyak lagi, saya hanya bisa berjanji jika saya akan berusaha membuatnya bahagia sekuat saya" ucap Tama dengan nada tegasnya.


Zayn tidak menjawab atau merespon ucapan dari Tama. Dia hanya diam saja menatap Tama dengan dingin dan menusuknya. Zayn malah memanggil Angga hanya dengan tatapan nya. Angga yang memang sudah mengerti akan tatapan dari Zayn langsung mendekat dan membungkukan tubuhnya.


"Apa yang anda inginkan King?" tanya Angga saat sudah didekat Zayn.


"Lepaskan dia dan buat dia lupa jika pernah bertemu dengan saya. Tempatkan dia ditempat sebelumnya kau bawa dia" ucap Zayn yang membuat Angga tidak habis fikir dengan semua itu.


"King, jika anda melakukan itu. Maka Nona akan... " ucap Angga yang tidak selesai karena dipotong oleh Zayn.


"Bukan menghapus ingatan nya. Dia jangan sampai tahu dia berada dimana sekarang, kau faham?" ucap Zayn yang ingin pergi tapi kembali lagi dan mengatakan sesuatu pada Tama.


"Jika kau serius dengan nya, datang dan temui kami dimainson besok jam 8 tepat. Jika terlambat 1detik saja maka tidak akan pernah mendapatkan apa yang kau inginkan. Jika kurang dari jam 8, tetap saja tidak akan mendapat apapun juga" ucap Zayn yang langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang selalu dibuat untuk mengintogasi.


'Gila, kurang salah lebih apa lagi. Sebenarnya dia ini siapa? Kenapa orang-orang disini memanggilnya dengan sebutan King? Apa jangan-jangan dia ini memang King Mafia atau King psychopath? Aku harus berhati-hati menghadapinya dan membuatnya bisa percaya jika aku benar-benar serius pada Zaniya' ucap Tama dalam hati dan dia memang akan datang lebih awal dan menunggu hingga jam yang ditentukan oleh Zayn.


"Jangan kau masukan kedalam hati anak muda. King hanya ingin melihat kesungguhan dan keseriusan seseorang itu langsung. Tanpa ada kata-kata yang dia ingin dengar yang akan membuatnya muak dan tidak ingin melihatnya lagi. Jangankan melihat mendengar namanya disebut saja beliau enggan. Jadi buatlah King percaya dengan semua ketulusan dan kesungguhan mu" ucap Angga yang melihat ketulusan dimatanya dan benar-benar menginginkan Zaniya.


"Terimakasih atas informasinya Tuan. Saya akan melakukan apa yang menurut saya baik dan sebisa saya" ucap Tama yang membungkukan tubuhnya memberi hormat pada Angga.


"Anda jangan mengatakan itu anak muda. Saya hanya melihat ketulusan dan kegigihan dimatamu, jadi jangan kecewakan penglihatan saya. Mari saya antarkan kembali ketempat semula" ucap Angga yang meminta Tama berjalan lebih dulu dan beberapa bodyguard bersiap untuk menangkap tubuh Tama jika terjatuh.


Angga menancapkan jarum suntik yang sudah diisi supaya Tama tidak mengingat kejadian ini. Karena ini adalah perintah dari Zayn padanya, mau tidak mau dia melakukan nya atas perintah.


BRUK...


"Bawa dia kedalam mobil sebelum dia sadar" ucap Angga yang memberikan perintah pada dua bodyguard yang mengangkat tubuh Tama menuju mobil yang sudah disiapkan untuk mengantarkan Tama.


Benar saja selang beberapa saat baru saja Tama diletakan didalam ruangan Zayd yang ada didalam cafe tempat Tama bekerja. Tama sudah bangun dan merasa sedikit pusing dengan kepalanya, dia menatap sekelilingnya dan dia baru ingat jika ini didalam ruangan bosnya.


"Pak, saya kenapa? Kenapa saya bisa ada disini?" tanya Tama yang menatap wajah Zayd yang sedang menungguinya.


"Tadi kamu pingsan, makanya saya bawa kamu kemari. Apa kamu tidak mengingatnya? Sudahlah jika kamu tidak mengingatnya, sebaiknya kamu pulang saja. Karena kamu mungkin kelelahan sudah banyak bekerja sejak sore" ucap Zayd yang menutupi jika Tama bukan pingsan karena kelelahan.


'Maafkan saya Tama. Karena abang ku yang terlalu over protective pada kedua putrinya membuat kamu seperti ini. Tapi dia adalah orang yang sangat baik, semoga saja apa yang diharapkan terjadi. Bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk Zaniya, dia adalah kesayangan bagi kami semua' gumam Zayd yang menatap punggung Tama yang melangkah dengan gontai menuju pintu keluar.


"Sepertinya ada yang aneh, kenapa aku tiba-tiba sudah berada didalam ruangan bos? Bukankah tadi.... " Tama mencoba untuk mengingat-ingat semua kejadian tadi sebelum dia tidak sadar.


"Aku ingat sekarang. Aku disuruh datang menemui kedua orang tua Zaniya jam 8tepat. Aku harus mempersiapkan segalanya supaya tidak membuat kesalahan walau hanya sedikit" gumamnya yang melangkahkan kakinya menuju parkiran.


"Ah, aku lupa aku kan tidak membawa mobil kemari. Mobil sudah aku jual untuk biaya kuliah Tami kemarin. Sekarang aku harus bisa lebih berhemat lagi, apa lagi aku ingin melamar Zaniya. Huh, semangat Tama!!" ucapnya menyemangati dirinya sendiri supaya bisa melakukan semuanya dengan baik.


Dia menggunakan angkutan umum menuju kontrakan nya. Karena dia akan pulang kerumahnya jika sudah hari libur, karena jika setiap hari akan sangat melelahkan.


.


Sedangkan ditempat lain, Zahiya sedang menatap kearah depan dan dia duduk menyandar dibalkon kamarnya. Tiba-tiba pintu kamarnya dibuka dan ada seseorang yang masuk kedalam langsung menuju balkon kamarnya.


"Za, abang bawakan makanan kesukaan kamu. Kebetulan abang melihat jika koki sedang memasak makanan kesukaan kamu. Jadi sekalian saja abang bawakan untuk kamu kemari" ucap Daffy yang sudah duduk disamping Zahiya yang tidak bergeming sedikitpun.


"Terimakasih bang. Tapi sebaiknya abang jangan seperti ini, aku tidak ingin jika abang akan semakin terluka karena aku" ucap Zahiya yang langsung to the point pada Daffy.


"Abang melakukan ini bukan pada wanita yang abang sukai atau abang cintai Za. Abang melakukan ini pada adik perempuan abang sendiri, apa itu salah?" tanya Daffy yang menatap kedepan untuk menetralkan perasaan nya yang memang masih sangat sakit dan juga terluka sangat dalam.


"Aku tahu abang sedang membohongi perasaan abang sendiri. Aku hanya ingin abang segera melupakan ku dan mencari yang terbaik untuk abang, aku lihat Zaniya juga sudah menemukan seseorang yang tepat untuknya. Sekarang giliran abang yang melkukan nya" ucap Zahiya yang menoleh dan menatap kearah Daffy yang menatap dengan wajah sendunya menahan kesedihan didalam hatinya.


"Apa abang bisa melaukan itu Za?" tanya Daffy yang sudah menahan tangisnya sambil mendongakan kepalanya karena dia tidak ingin air mata yang dia tahan dipelupuk matanya akan terjatuh juga.


"Abang bisa. Abang pasti bisa. Aku tahu walau itu sulit, tapi jika abang berusaha dan mau melakukan semuanya dengan sungguh-sungguh pasti akan bisa melakukan nya. Aku tahu, memang sangat sulit dan juga sangat sakit pastinya. Tapi aku ingin abang bisa melakukan nya, dan jangan mengikuti jejak auntie dan uncle yang menikah dengan saling menyakiti. Apa lagi awal pernihakan mereka diawali dengan kesalahan" ucap Zahiya yang masih menatap kearah Daffy.


"Maaf, bukan nya aku ingin mengungkit masalah itu. Aku hanya ingin supaya kejadian dulu bisa membuat pelajaran untuk kita semua. Bukan hanya untuk abang saja, aku juga harus bisa melakukan hal yang sama. Jadi aku minta sama abang, jangan pernah menemui aku lagi jika abang masih memiliki perasaan seperti itu padaku" ucap Zahiya penuh dengan penekanan diujung kalimatnya.


"Abang akan berusaha Za. Tapi jangan larang abang untuk bertemu dengan kamu, abang tidak akan bisa melakukan nya. Please, jangan hukum abang seberat itu" ucap Daffy yang menggenggam tangan Zahiya.


"Aku tidak bisa. Sekarang abang boleh keluar dan tolong jangan kemari lagi" ucap Zahiya yang mengalihkan pandangan nya dari Daffy.


"Za..." ucap Daffy yang terasa berat kakinya melangkah untuk menjauh dari Zahiya. Cinta pertamanya dan juga wanita satu-satunya yang dekat dengan nya.


Zahiya tidak bergeming. Dia malah masuk kedalam kamarnya dan merebahkan dirinya diatas ranjang miliknya. Dia memejamkan matanya supaya Daffy mau keluar dan tidak menungguinya lagi.


"Baiklah Za, akan abang lakukan semua keinginan kamu. Tapi tolong izinkan abang meminta sesuatu dari kamu" ucap Daffy yang mendekat kearahnya dan tiba-tiba ikut berbaring dan memeluknya dari belakang.


"Izinkan abang memeluk kamu untuk yang terakhir kalinya" ucap Daffy yang memeluk tubuh Zahiya dan menelusupkan wajahnya diceruk leher Zahiya untuk menghirup aroma Zahiya lebih dalam lagi dan bisa mengenang semua ini dalam ingatan nya.


Zahiya bisa merasakan betapa sakitnya Daffy hnya mencintainya sendirian saja dan dia tidak memiliki perasaan apapun padanya. Dia juga merasakan jika Daffy menangis dibelakangnya, tapi Zahiya tidak ingin memberikan harapan palsu pada Daffy. Dia hanya diam dan membiarkan Daffy melakukan itu pada dirinya.


'Za, tidak bisakah kamu merasakan apa yang abang rasakan pada kamu Za? Abang sungguh tersiksa menahan semua perasaan ini. Abang tidak tahu bisa melupakan kamu dengan mudah atau tidak, tapi abang akan berusaha untuk melakukan itu. Semoga apa yang abang lakukan bisa membuat kamu bahagia dan bisa mendapatkan seseorang yang kamu inginkan dan kamu cintai Za' ucap Daffy sambil menangis dan masih memeluk tubuh Zahiya dari belakang dengan sangat erat.


'Aku tahu apa yang aku katakan dan aku lakukan pada abang sekarang sangat melukai dan menyakiti hati juga perasaan abang. Tapi ini harus aku lakukan, supaya abang bisa meluapkan aku untuk selamanya dan bisa menghilangkan aku dalam hati dan fikiran abang' ucap Zahiya yang menghela nafasnya tapi lama kelamaan dia malah terlelap.


Mungkin dia merasakan nyaman saat dalam pelukan Daffy padanya. Entah kenapa Zahiya merasa nyaman berada dalam pelukan serang Daffy Zi Pratama. Dan itu membuat Daffy merasakan kebahagiaan dan dia sangat senang bisa melakukan ini pada Zahiya. Daffy langsung pergi setelah melihat Zahiya terlelap.


"Good night Za. Abang mungkin akan sulit untuk melupakanmu, tapi abang akan berusaha dan melakukan nya" ucap Daffy yang menatap wajah Zahiya dengan lekat dan penuh kesedihan dimatanya.


CUP...


Satu kecupan mendarat dikening Zahiya dan itu sudah cukup untuk Daffy. Karena dia tidak ingin jika Zahiya terusik tidurnya karena ulahnya mengganggu tidurnya.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....


Juga rate ⭐️5 ya....


Happy reading... 🤗🤗🤗