Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Rencana piknik bersama



Walau tidak sekuat ya mereka berdua bayangkan, tapi baik Zahiya dan Zaniya sangat bangga pada Daddy nya. Karena Daddy mereka adalah idola dan juga cinta bagi kedua putrinya ini.


"Dad, kami membantu mereka untuk melawan mereka semua. Tapi sayang ketua dari mereka bisa melarikan diri, jika tidak pasti kita semua akan benar-benar menang Dad" ucap Zaniya dengan begitu semangatnya menceritakan semuanya pada Zayn.


"Benarkah? Kalian berdua bisa melakukan apa yang bisa dilakukan oleh orang dewasa? Bahkan uncle Angga saja belum tentu bisa melakukan nya" tanya Zayn yang ingin tahu bagaimana caranya Zahiya dan Zaniya melakukan strategi yang sangat brilliant untuk semua anggotanya.


"Tentu saja bisa Daddy. Bahkan memang uncle Angga sendiri yang menerima strategi itu, uncle Angga bilang mereka semua akan kalah jika Daddy tidak segera bangun dan melawan mereka. Setidaknya memberikan strategi untuk melawan mereka dengan telak" jawab Zahiya dan Zaniya yang menceritakan semuanya pada Zayn dan Zayn sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh kedua putrinya yang Sabbath hebat ini.


"Kalian berdua memang keturunan Zayn Malik" bukan Zayn yang mengatakan nya. Melainkan Azalya yang menghampiri suami dan kedua putrinya yang sedang tersenyum mendengar ucapan dari Azalya.


"Kami juga bisa konyol juga seperti Mommy. Karena kami adalah keturunan dari Azalya Wijaya Kusuma" ucap Zahiya dan Zaniya yang diujung kalimatnya Zayn juga ikut mengucapkan nama Azalya dengan kompak bersama kedua putrinya lalu mereka semua tertawa bersama-sama.


Hingga Angga pamit untuk undur diri dari keluarga King nya yang sedang berbahagia bersama dengan keluarganya. Dan Angga juga merasa sangat senang akan semua yang terjadi sekarang, Tali dia merasa belum bisa mengalahkan Lucas yang sudah menghancurkan keluarganya. Bahkan dia seperti hilang ditelan bumi, karena dia sudah mencarinya kemana-mana tapi hasilnya tidak ada dan itu membuatnya kesal dan marah. Tali dia tidak bisa marah, karena kemarahan nya tidak tersalurkan pada orangnya langsung.


"Dad, apa Daddy akan mengajak kami semua berpiknik?" tanya Zahiya yang tiba-tiba ingin diajak piknik.


"Iya Dad, apa Daddy akan mengajak kamu semua berpiknik? Kami ingin sekali berpiknik seperti orang-orang lain yang sering menghabisakan waktu bersama-sama" lanjut Zaniya yang mengangguk mengiyakan ucapan dari Zahiya. Saudara kembarnya.


"Memangnya kalian mau Daddy ajak kemana, hmm?" tanya Zayn yang menatap Zahiya dan Zaniya yang sudah sudah sangat antusias karena Zayn menanyakan hal yang mereka berdua inginkan.


"Kami ingin diajak piknik kepantai Dad. Kami sangat menyukainya, apa boleh?" tanya Zahiya dan Zaniya yang mendapatkan anggukan kepala dan juga senyuman dari Zayn.


"Yey, kami akan kepantai. Thank you Dad" ucap Zahiya dan Zaniya yang sudah berjingkrak-jingkrak kegirangan mendengar jika mereka akan kepantai bersama Mommy dan Daddy nya untuk berpiknik.


"Sama-sama, sekarang kalian main saja dulu. Daddy ingin berisatirahat kembali, rasanya Daddy sudah sangat lelah sekali. Besok pagi kita akan berpiknik sesuai dengan keinginan kalian berdua" ucap Zayn yang meminta kedua putrinya untuk bermain diwaktu sore menjelang malam ini.


"Tapi kalian harus mandi dulu, setelah itu baru boleh bermain sebentar sebelum makan malam" lanjut Zayn yang mengingatkan Zahiya dan Zaniya untuk segera mandi lalu baru diperbolehkan untuk main.


"Oke Daddy. Kami akan mandi dulu lalu bermain" jawab keduanya yang langsung berlari menuju kearah pintu keluar untuk segera kekamar mereka berdua.


"By, apa Hubby yakin akan mengajak mereka kepantai besok pagi? Kondisi Hubby belum pulih sepenuhnya By, aku takut Hubby kenapa-kenapa disana" tanya Azalya yang sudah mulai panik dan khawatir dengan yang akan terjadi pada Zayn besok jika memaksakan keluar.


"Aku sangat yakin. Aku sudah tidak apa-apa dan juga sudah baik-baik saja, jadi jangan khawatir akan yang belum terjadi dan belum pasti semuanya. Kita hanya perlu berdo'a dan berikhtiar dengan ketentuan Allah, jangan pernah mendahului Allah dalam memutuskan atau mengatakan sesuatu" jawab Zayn yang mengusap pipi Azalya dengan sangat lembut.


"Aku bukan nya mendahului ketentuan Allah By, aku hanya takut saja kalau-kalau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada Hubby. Aku akan sangat ketakutan jika semua itu terjadi" ucap Azalya yang langsung memeluk tubuh Zayn dan menelusupkan wajahnya kedalam dada bidang Zayn yang sangat nyaman.


"Semua akan baik-baik saja. Stop berfikiran macam-macam dan tidak penting seperti itu, karena bisa saja apa yang kau takutkan malah yang akan terjadi nantinya. Jadi, berfikirlah yang baik-baik dan juga positive" ucap Zayn yang memberi peringatan pada Azalya supaya tidak berfikiran macam-macam.


"Akan aku coba By, tapi bagaimana jika kita mengajak bang Zico bersama anak dan istrinya. Pasti akan sangat seru jika bersama-sama dengan mereka juga, karena dengan begitu bisa membuat mereka yang masih berencana untuk memisahkan kita tidak jadi melakukan nya. Bagaimana?" tanya Azalya yang mengatakan nya dengan sangat antusias pada Zayn.


"Kamu atur saja. Jangan pernah nanti malah membuat saudaraku yang lain merasa cemburu dengan apa yang kamu lakukan sekarang. Karena kamu pasti tahu sendiri bukan, jika kak Zia sangat tidak menyukai istri dari bang Zi. Jadi jangan membuat itu semakin besar dan semakin membuat kerenggangan diantara mereka berdua" jelas Zayn yang membuat Azalya merasa tidak enak akan usulnya tadi.


Karena apa yang dikatakan oleh Zayn memang benar. Jika mereka berdua tidak pernah akur jika bersama, lebih tepatnya Zia yang tidak ingin akur dengan kakak iparnya sendiri. Membuat Azalya merasa dilema, karena menurut Azalya jika Daffy adalah anak yang pendiam dan juga tidak banyak tingkah, usianya juga tidak beda jauh dengan Zahiya dan Zaniya. Baik Zahiya dan Zaniya juga terlihat sangat menyukai Daffy jika dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain.


"Baiklah By, aku akan mengatur supaya kita seperti tidak sengaja bertemu dengan bang Zico dan istrinya" jawab Azalya yang mengangguk dan memikirkan apa yang akan dia lakukan untuk besok pagi.


"Jangan terlalu difikirkan, bisa-bisa kamu akan sakit kepala jika terlalu memikirkan yang berat-berat" ucap Zayn yang mengingatkan Azalya supaya tidak terlalu banyak berfikir.


"Iya By, aku tidak akan melakukan nya. Karena aku sudah ada ide untuk bisa jalan bersama mereka tanpa membuat yang lain merasa cemburu atau menjauhi dan marah pada kita" jawab Azalya yang mengedipkan sebelah matanya menggoda Zayn.


"Apa kau sengaja menggodaku, hmm?" tanya Zayn dengan memeluk pinggang Azalya dan memepetkan tubuhnya padanya lalu menatap penuh minat dan membuat Azalya malah tertawa terbahak-bahak melihat sikap Zayn yang selalu saja tergoda dengan apa yang dia lakukan.


"By, apa Hubby selalu berfikiran itu jika bertemu dan berdekatan dengan ku? Atau memang dalam fikiran Hubby hanya ada itu saja jika sudah seperti ini?" tanya Azalya yang mengalungkan tangan nya dileher kokoh Zayn lalu mengecup bibir Zayn sekilas dengan diam berjinjit melakukan nya.


Bukan Zayn namanya jika melepasakan tautan nya begitu saja. Dia malah memperdalam melakukan nya, Azalya dibuat melotot saat Zayn mengangkatnya dan menggendongnya seperti koala tanpa melepasakan tautan bibirnya pada Azalya. Azalya hanya diam dan pasrah saja mendapatkan perlakuan seperti itu dari Zayn. Zayn melangkah menuju kamarnya dengan menggunakan jalan lain supaya tautan mereka tidak terlepas, dan benar saja mereka berdua sudah berada didalam kamar mereka.


"By, apa Hubby tidak akan berisatirahat? Kondisi Hubby belum pulih sepenuhnya" tanya Azalya saat Zayn hanya menatapnya saja lalu ikut merebahkan dirinya disamping Azalya yang hanya menatap Zayn dengan tatapan heran dan bingungnya.


"Apa Hubby baik-baik saja? Hubby" tanya Azalya yang menatap Zayn lalu memegang keningnya yang terasa panas dan Azalya hanya menggelengkan kepalanya melihat Zayn yang hanya diam saja jika sedang demam seperti ini.


"Hubby demam rupanya. Sebentar By, aku akan mengambil air untuk mengompres Hubby" ucap Azalya yang ingin beranjak pergi namun tangan nya ditahan oleh Zayn dan langsung memeluknya dengan sangat erat.


"Diamlah, biarkan seperti ini dulu. Aku merasa sangat nyaman jika seperti ini" ucap Zayn yang tidak melepasakan pelukan nya dari Azalya.


"Tapi setidaknya Hubby harus membuka semua pakaian Hubby dulu. Supaya bisa skin to skin contact By, supaya demam Hubby bisa lebih reda" ucap Azalya yang langsung membuka seluruh pakaian yang dikenakan oleh Zayn lalu hanya menyisakan boxer saja.


"Semoga dengan seperti ini demam Hubby akan turun dan segera sembuh" ucap Azalya yang melihat Zayn tertidur sangat nyenyak sekali dalam pelukan nya yang nyaman.


Hingga keduanya malah terlelap bersama dan lupa waktu jika ini adalah waktunya makan malam bersama. Zahiya dan Zaniya memasuki kamar kedua orang tuanya yang ternyata sedang terlelap saling memeluk dibawah selimut tebalnya.


"Apa Daddy sakit lagi? Kenapa Mommy melakukan itu pada Daddy, seperti saat kita demam dulu?" tanya Zaniya yang melihat cara Azalya memeluk Zayn dengan erat dan seperti melakukan nya pada mereka berdua saat sedang demam.


"Mungkin saja Daddy sedang demam, makanya Mommy melakukan itu pada Daddy. Kita keluar saja, nanti setelah demam Daddy sembuh kita bawakan makan malam untuk Mommy dan Daddy. Kita turun saja untuk makan malam, yuk" jawab Zahiya yang langsung menggandeng tangan Zaniya yang mengangguk.


Lalu keduanya saling bergandengan menuju pintu keluar lagi meninggalkan Mommy dan Daddy mereka yang sedang terlelap. Zahiya dan Zaniya sudah berada didalam ruangan makan hanya berdua lalu Angga dan Marcos lewat untuk mengambil sesuatu tapi saat mereka berdua ingin pergi ditahan oleh Zahiya dan Zaniya.


"Uncle, kita makan bersama disini" ucap Zahiya dan Zaniya yang memanggil Angga dan Marcos yang saling pandang tidak mengerti.


"Maaf Nona, kami juga akan makan diluar bersama dengan yang lain" ucap Angga yang menolak permintaan dari kedua Nona Muda mereka.


"Kenapa? Apa kalian tidak mau menemani kami berdua? Kami hanya makan berdua saja dan tidak ada yang menemani kami makan. Apa uncle begitu tega padaku kami berdua?" tanya Zahiya dan Zaniya yang sudah menampilkan matanya yang sudah berkaca-kaca pada kedua orang kepercayaan dari Zayn.


"Maaf Nona, bukan nya kami menolaknya. Tapi kami sudah dipersiapkan juga makanan untuk kami berdua yang sama dengan yang ada disini. Maafkan kami yang membuat Nona Muda merasa sedih, kami tidak bermaksud melakukan itu pada anda berdua" ucap Angga yang sudah menganggap kedua anak kecil ini seperti putrinya sendiri.


"Tapi kami tidak ada yang menemani. Daddy sedang demam dan Mommy sedang bersama dengan Daddy, apa uncle-uncle tidak mau menemani kamu makan disini? Jika uncle-uncle sungkan, biar kami berdua yang makan kesana bersama dengan para uncle yang lain" ucap Zaniya yang selalu pandai untuk berakting jika urusan merayu seseorang.


"Jangan Nona. Nona jangan melakukan itu, bisa-bisa kami semua akan dihukum jika berani melakukan itu pada anda berdua Nona Muda. Baiklah, kami berdua akan menemani anda berdua untuk makan malam" ucap Angga yang menghela nafasnya kasar lalu mengajak Marcos untuk ikut duduk dimeja makan dan dengan perasaan takut bercampur tidak enak melakukan nya.


"Good, ini baru kedua uncle kami" ucap Zahiya yang mengacungkan kedua jempolnya pada Angga dan Marcos yang merasa takut dan canggung.


"Terimakasih Nona" ucap Angga dan Marcos yang menerima piring dari Zahiya dan Zaniya yang sudah berisi makanan untuk mereka berdua.


"Sama-sama, sekarang kita makan" ucap Zahiya dan Zaniya dengan senyuman mengembang dibibirnya lalu mengambil makanan nya dan memakan nya dengan lahap dan melihat Pak Mun melintas.


"Opa, apa kami bisa meminta tolong pada Opa?" tanya Zahiya yang selalu sopan pada siapa saja. Mau itu pelayan atau siapapun itu, jika meminta tolong.


"Tentu saja bisa Nona, apa yang Nona-Nona inginkan?" jawab Pak Mun yang mendekati mereka berdua yang sedang makan.


"Kami berdua ingin meminta tolong, jika bisakah Opa membuatkan bubur untuk Daddy? Karena Daddy sekarang sedang demam" jawab Zahiya dan Zaniya dengan kompak pada Pak Mun.


"Tentu saja Nona, saya akan melakukan nya" jawab Pak Mun dengan membungkukan sedikit badan nya berpamitan pada Zahiya dan Zaniya.


"Terimakasih Opa" ucap Zahiya dan Zaniya yang berteriak, karena Pak Mun sudah sedikit lebih jauh dari mereka sekarang.


Angga dan Marcos saling pandang melihat kedua putri King mereka yang begitu sopan pada semua orang. Dan itu membuat mereka berdua semakin bangga padanya, walau mereka berdua adalah keturunan Zayn dan bukan orang sembarangan. Tapi mereka tetap sopan pada siapa saja.


"Apa Nona membutuhkan sesuatu dari kami berdua Nona?" tanya Angga yang menatap Zahiya dan Zaniya yang saling pandang lalu menggeleng bersamaan.


"Jika Nona membutuhkan sesuatu, kami akan membantu anda berdua Nona" ucap Angga yang diangguki oleh Marcos yang sedang mengunyah makanan nya.


"Oke, kami tidak akan sungkan lagi memintanya pada uncle-uncle berdua" jawab Zahiya dan Zaniya dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Angga dan Marcos yang melotot sempurna.


GLEK...


'Jika tatapan seperti itu, maka mereka memang memiliki rencana yang besar untuk kami berdua. Maka, tamatlah riwayat ku' gumam Angga dalam hati dan itu tidak jauh berbeda dari Marcos.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya...


Ini sudah senin, Othor tunggu give mingguan nya ya...


Juga hadiah dan komen disetiap babnya... Supaya Othor makin semangat buat selalu up 😉