Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Benar-benar terjadi



Mom Vita dengan. Oma Rena masih terlibat obrolan dengan sangat serius sekali sehingga keduanya lupa waktu.


"Apa mungkin seperti itu Oma? Jadi Danu dan juga Soraya akan terbang kesini?" tanya Mom Vita dengan tidak menyangka.


"Itu pasti terjadi. Lihat saja nanti, mereka pasti akan langsung menuju kerumah mu untuk menanyakan kebenaran dalam foto itu" jawab Oma Rena dengan sangat serius.


"Benar juga Oma. Tapi apa mungkin semuanya akan sesuai dengan rencana yang kita inginkan Oma?" tanya Mom Vita pada Oma Rena.


"Lihat saja nanti. Ya sudah, Oma mau pergi dulu. Kita sambung lagi ngobrol nya" ucap Oma Rena yang langsung menutup panggilan telpon nya.


Sedangkan didalam kamar masih tidak terganggu dengan suara berisik diluar sana. Mereka sepertinya merasa nyaman dengan situasi sekarang yang sedang saling berpelukan.


"Apa dia selalu seperti ini jika tidur?" gumam Zayn yang sudah bangun lebih dulu tapi enggan untuk bangun.


Azalya menggeliatkan badan nya membuat Zayn menutup matanya kembali dan benar saja, Azalya bangun. Dia merasa kaget saat membuka matanya ternyata didepan nya ada seorang pemuda tampan yang masih terlelap dalam tidurnya tanpa terusik.


"Tampan, sayang wajahnya ini tidak pernah tersenyum bisa tersenyum. Pasti akan sangat terlihat lagi ketampanan nya" gumam Azalya yang kenyentuh dari kening hingga bibir Zayn dia sentuh lebih lama.


"Kenapa otak gue jadi sableng gini sih liat wajahnya" gumam Azalya lagi sambil tersenyum tidak jelas.


"Semoga saja dia masih terlelap dan tidak mendengar semua ucapan ku yang absurd sejak tadi. Hihihi" ucap Azalya yang ingin bangkit dari berbaring menatap Zayn.


Tapi tangan nya malah ditarik hingga Azalya terhuyung dan menindih Zayn yang masih tertidur dengan posisi terlentang. Dan keduanya saling memandang untuk yang kesekian kalinya.


"Apa kamu setiap bangun tidur akan berbicara sendiri?" tanya Zayn yang tidak menggunakan kacamata nya dan dia tidak bisa melihat apa-apa selain pandangan kabur.


"Kenapa kamu sangat tampan jika tidak menggunakan kacamata kamu?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Zayn. Azalya malah balik bertanya dan tangannya terulur menyentuh wajah Zayn untuk kedua kalinya.


"Apa kau menyukainya?" tanya Zayn lagi pada Azalya yang masih menatap wajahnya.


"Sangat-sangat menyukai nya" jawab Azalya yang malah memeluk Zayn yang masih terlentang diatas ranjang nya.


"Kenapa jantung kamu berdetak sangat kencang? Apa kamu ada yang sakit lagi? Atau merasa tidak nyaman atau?" ucap Azalya dengan berbagai pertanyaan yang keluar begitu saja.


Tapi dia berhenti bertanya saat bibirnya dibungkam oleh bibir Zayn yang dengan sengaja mengecup singkat tapi lama kelamaan malah saling melu*at satu sama lain. Keduanya terbuai oleh ciuman yang mereka lakukan hingga mereka harus berhenti karena kehabisan nafas.


"Kamu telah mengambil ciuman pertamaku. Hiks... Hiks..." ucap Azalya yang malah menangis karena ciuman pertamanya sudah diambil oleh Zayn.


Tapi tangisan Azalya langsung berhenti saat bibirnya dibungkam kembali dan sekarang posisinya Terbalik, sekarang Azalya yang berada dibawah didalam kungkungan tubuh jangkung Zayn yang sedang melakukan eksplorasi dibibir Azalya dan juga lehernya yang jenjang.


"Ah.... "


Tanpa Azalya sadari suara luknut nya keluar begitu saja tanpa dia sadari, Zayn semakin semangat melakukan lebih. Tapi saat dia ingin menyentuh perbukitan yang masih tertutup oleh kacamata busanya tidak jadi. Dia langsung tersadar jika yang dia lakukan adalah kesalahan.


Zayn language bangkit dan pergi menuju kamar mandi untuk menenangkan si imin yang sudah terbangun dari tidur panjang nya. Dia menggeliat ingin segera dipuaskan.


"Azalya..... Kenapa loe murahan sekali sih" ucap Azalya yang sekarang meraba bibirnya yang terasa membengkak akibat ulah Zayn barusan.


"Untung saja dia tidak jadi melakukan apapun, jika sudah. Tamatlah riwayat loe Azalya" ucapnya lagi yang langsung pergi dari tempatnya berbaring tadi.


Saat akan keluar dia berpapasan lagi dengan Zayn yang ternyata habis mandi dan juga masih menggunakan bathrobe nya



Kira-kira seperti itu ya... Anggap saja begitu 😁😁


Azalya melotot sempurna melihat pemandangan yang sangat membuatnya menjadi salah tingkah karena pemandangan didepan nya yang sangat sayang untuk dilewatkan.


Sedangkan Zayn yang tidak tahu jika Azalya sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat kagum dengan ciptaan Tuhan yang sangat mempesona ini.


Azalya tidak bergeming sedikit pun juga. Dia masih menatap Zayn yang berjalan melewatinya begitu saja.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Mom Vita yang melihat Azalya yang hanya diam mematung sambil menatap kearah Zayn yang baru saja selesai berpakaian.


"Tidak, tidak kenapa-kenapa auntie. Aza tidak apa-apa" jawab Azalya yang salah tingkah.


Zayn sudah menggunakan kacamata nya kembali dan dia sudah bisa melihat dengan jelas. Dan dia bisa melihat jika Azalya sedang menatapnya sejak tadi dia keluar dari kamar mandi.


"Z, kita turun kebawah sekarang. Mommy mau berbicara dengan mu dan juga dengan kamu sayang" ucap Mom Vita pada Zayn dan Azalya.


"Iya auntie, tapi Aza mandi dulu" ucap Azalya yang langsung berlari menuju kamar mandi dan seperti biasa. Dia selalu terjatuh saat melakukan apapun.


BUG...


"Aw, aduh" ucap Azalya reflek karena terpeleset.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Mom Vita saat melihat Azalya yang terpeleset didalam kamar mandi.


"Iya aunty, Aza tidak kenapa-kenapa" jawab Azalya yang berada didalam kamar mandi.


"Ya sudah auntie tunggu dibawah ya. Kamu bersihkan diri dulu" ucap Mom Vita sambil berteriak dari luar kamar mandi.


Sedangkan Azalya yang sudah menyalakan shower tidak menjawab ucapan dari Mom Vita. Zayn yang melihat itu semua hanya diam saja menatap Mommy nya yang juga sedang menatapnya.


"Z apa yang sudah kamu lakukan pada Azalya semalam? kenapa dari sini terdengar Azalya berteriak?" tanya Mom Vita dengan penuh selidik.


"Aku tidak melakukan apapun Mom" jawab Zayn masih menampilkan wajah datarnya.


"Kau yakin?" tanya Mom Vita kembali dengan memicingkan matanya menatap Zayn yang hanya diam saja tanpa ekspresi apapun.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja.


"Lalu apa yang ada dileher kamu dan juga dileher Azalya? Apa kamu bisa menjelaskan nya pada Mommy?" tanya Mom Vita lagi dengan tangan melipat didada.


"Ini hanya digigit serangga" jawab Zayn dengan sangat tenang dan tidak ada kegugupan atau ekspresi diwajah nya.


"Serangga yang sangat cantik ya!" ucap Mom Vita dengan tatapan tajamnya.


"Z, Mommy bukan anak kecil yang tidak tahu apa itu yang ada dileher kamu. Dan Mommy juga tahu apa yang kamu lakukan semalam dengan nya. Apa kamu masih ingin mengelak nya Z? Apa kamu ingin berbuat kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh abang kamu Zico?!" ucap Mom Vita yang sudah tersulut emosinya.


"Z minta maaf Mom. Z tidak melakukan lebih dari ini saja" jawab Zayn dengan sangat datar dan juga selalu tenang.


"Sekarang iya. Apa kamu menjamin jika lain kali kamu tidak akan melakukan lebih dari itu?! Mommy kecewa padamu Z. Sangat kecewa, kamu sudah menyakiti perasaan Mommy yang sudah sangat percaya padamu" ucap Mom Vita yang sudah terisak sambil menutup wajahnya menggunakan tangan nya.


"Maafkan Z Mom. Z akan mempertanggung jawabkan apa yang sudah Z lakukan. Tapi tolong, Mommy jangan menangis karena Z. Z tidak bisa melihat Mommy bersedih hanya karena kesalahan yang sudah Z perbuat" ucap Zayn yang langsung memeluk tubuh Mommy nya yang bergetar karena menangis.


"Mommy pegang ucapan kamu Z. Jika kamu berbohong maka, Mommy tidak akan pernah memaafkan kamu!" ancam Mom Vita yang langsung pergi dari kamar Zayn menuju arah lift.


Azalya yang mendengarkan semua ucapan dari Mom Vita menjadi takut. Karena dia sendiri yang memancing Zayn untuk melakukan kesalahan itu. Jika saja dia tidak selalu ceroboh pasti kejadian nya tidak akan seperti ini.


"Abang Z. Aku minta maaf, boleh kan jika aku memanggilmu dengan sebutan itu. Aku mendengarnya saat auntie memanggilmu dengan sebutan itu" tanya Azalya yang sudah mendekat kearah Zayn yang masih berdiri titempat nya tadi.


"Terserah kau saja" jawab Zayn dengan datar.


"Apa abang yakin akan bertanggung jawab atas yanh kita lakukan tadi? Lagi pula kan kita berdua hanya melakukan ciuman saja. Itu tidak akan membuatku hamil bukan? Jadi abang tidak perlu bertanggung jawab" tanya Azalya lagi sambil menatap wajah Zayn yang sedang menatapnya juga.


"Apa kau serius dengan ucapan mu barusan? Jika iya, jangan pernah berbalik untuk meminta ku bertanggung jawab!" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya juga dengan nada yang sangat dingin.


"I.. Iya, tapi jika kita diminta untuk tetap menikah atau yang lain nya apa abang akan menerimanya?" jawab Azalya sambil bertanya juga dengan nada yang sedikit takut menatap wajah datar dan juga dingin dari Zayn.


"Bukan urusan mu" jawab Zayn singkat dan langsung pergi begitu saja dari hadapan Azalya yang menatapnya dengan pandangan yang sudah berkaca-kaca.