Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Asalkan Tuan senang



Oma Rena yang sedang berkacak pinggang menatap jika cucu mantunya sudah bangun dan langsung mengatakan jika mereka berdua ditunggu untuk sarapan bersama.


"Oma tunggu dibawah untuk sarapan bersama. Maaf Oma mengganggu tidur kalian berdua" ucap Oma Rena yang langsung pergi begitu saja setelah mengucapkan kata itu pada Zayn.


any ingin sekali marah dan juga mengamuk jika perlu. Tapi yang ada dihadapan nya adalah Oma mertuanya yang harus selalu Zayn hormati. Walau ranah prifasinya sudah banyak yang berubah karena ulah kedua wanita yang ada didalam mainson nya saat ini.


Zayn langsung bangkit dari berbaringnya dan menuju kamar mandi. Dia tidak ingin jika dia terlambat untuk sarapan bersama dengan pasangan paruh baya tersebut. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Zayn langsung membangunkan Azalya yang masih saja asik dengan selimutnya.


Zayn seperti biasa akan mengangkat Azalya supaya langsung mandi dan juga bersiap. Jika tidak seperti itu, maka Azalya tidak akan bangun dengan sendirinya.


"By, aku masih mengantuk. Dan juga kaki aku lemas seperti jeli" ucap Azalya yang mulai protes saat Zayn sudah menaruhnya didalam bathtub untuk segera mandi.


"Jangan banyak protes! Oma sedang menunggu kita untuk sarapan bersama" ucap Zayn yang langsung menaruh Azalya kedalam bathtub.


"Hubby ih...." gerutu Azalya yang protes saat badan nya sudah masuk kedalam bathtub.


Zayn langung membantunya untuk membersihkan tubuhnya supaya lebih cepat dan bisa cepat untuk segera bergabung.


"By, lemes" ucap Azalya yang mengeluh kakinya lemas dan tidak bisa untuk berjalan. Zayn dengan menggelengkan kepalanya segera menggendongnya ala bridal style.


"By, apa luka hubby sudah lebih baik? Aku lupa jika hubby masih sakit. Hubby bisa turunkan aku sekarang, aku nggak mau jika luka hubby berdarah kembali" ucap Azalya yang sedang merangkul leher Zayn dengan sangat mesranya.


"Duh, manja banget sih jadi orang. Mentang-mentang suaminya kuat untuk menggendong" sindir Oma Rena yang sedang menyiapkan sarapan untuk Opa Wijaya.


"Yee... Sirik aja si Oma nih. Opa, Oma mau digendong tuh" ucap Azalya kepada Opa Wijaya yang sedang menerima piring dari Oma nya.


"Jika Oma digendong oleh Opa, yang ada pinggang Opa langsung encok" ucap Oma Rena yang langsung duduk dikursi samping Opa Wijaya yang sedang makan.


"Iya juga sih" ucap Azalya dengan tersenyum cengengesan pada Oma nya yang sedang duduk dihadapan nya saat ini.


"Sudah, kita sarapan dulu, baru bicara lagi. Kamu lupa Aza jika Zayn tidak suka seperti itu" ucap Opa Wijaya yang langung memperingatkan cucunya supaya berhenti berbicara saat didalam ruang makan.


Azalya hanya mengangguk dan memberikan makanan juga pada Zayn. Dengan sangat lahap mereka semua menyantapnya. Hingga seperti biasa mereka sudah semua selesai dan juga mereka berdua bubar. Apa lagi Zayn yang harus segera kekantor sekarang juga.


"Saya akan segera kekantor sekarang. Kamu tunggu saja saya disini" ucap Zayn yang akan segera pergi kekantor dengan pakaian rapihnya.



Setelah berpamitan pada Azalya, Zayn langsung masuk kedalam mobil yang sudah standby menunggunya. seperti biasa Max dan Jo yang sedang menunggu Tuan nya masuk.


"Dah hubby, hati-hati. Aku akan tunggu hubby pulang" ucap Azalya saat Zayn sudah masuk kedalam mobil.


Zayn hanya mengangguk dan diam saja. Lalu mobil segera melaju menjauh dari halaman mainson dengan Azalya yang masih dadah-dadah melambaikan tangan nya pada mobil yang sudah jauh.


"Sudah, nggak usah lebay. Baru ditinggal saja sudah murung gitu" ucap Oma Rena yang menyindir Azalya.


"Oma, sehari saja nggak ngeledek Aza bisa kan?" tanya Azalya yang merasa tidak punya tenaga untuk menghadapi julidnya Oma Rena jika sedang seperti ini.


"Ayolah Aza. Kenapa kamu malah terlihat murung dan tidak bersemangat seperti ini? Ini bukan Azalya yang Oma kenal, kemana Azalya yang Oma kenal dulu? Yang selalu ceria dan selalu bersemangat dan juga tidak pernah terlihat sangat melek seperti ini" tanya Oma Rena yang merasa heran dengan apa yang terjadi dengan Azalya dan juga sikap Azalya yang sering berubah menjadi seperti sekarang.


"Aza masuk dulu Oma" ucap Azalya yang tidak menjawab ucapan dari Oma nya.


Azalya masuk kedalam dengan langkah gontai menuju arah lift. Dengan seperti itu membuat Oma Rena semakin bingung dan juga dengan sikap Azalya. Tapi Azalya yang sudah didalam kamar kembali tidur lagi, karena dia masih sangat mengantuk sekali.


.


Sedangkan dibelahan dunia yang lain. Lebih tepatnya dinegara Italia seorang pria paruh baya sedang merasa sangat senang dan juga bahagia. Pasalnya setiap semua orang yang bersangkutan dengan orang-orang nya pasti akan dia tanami sebuah chip yang akan membuat mereka semua menurut dan juga selalu dalam genggaman nya.


"Kau memang genius Agostino. Dengan begitu aku akan bisa menangkap anak genius itu. Bukan begitu?" tanya Addofo pada asisten pribadinya yang selalu membuatnya merasa senang dan juga akan bisa melakukan apa saja.


"Aku akan melakukan segala cara untuk bisa memancingnya untuk keluar dari persembunyian. Karena dia sangat sulit untuk ditangkap, sangat licin seperti belut. Lakukan segala cara yang akan bisa membuatnya keluar" ucap Addofo pada asisten pribadi nya itu.


"Kami sedang merencanakan untuk memancingnya keluar dengan cara adanya transaksi jual beli senjata dan juga barang-barang terlarang Tuan" ucap Agostino dengan melaporkan semua yang dia rencanakan dan juga sekaligus jebakan untuk Zayn supaya bisa keluar dari sarangnya.


"Lakukan apapun itu. Yang jelas jangan ada kegagalan dan jangan ada kesalahan sekecil apapun!!" ucapnya dengan sebuah penekanan dan juga ancaman.


"Sesuai yang anda inginkan Tuan" jawab Agostino dengan sangat tegas juga dengan sangat semangat.


"Kau yang selalu bisa diandalkan" ucap Addofo dengan seringai liciknya dan dia langsung pergi menemui para wanita-wanita simpanan nya.


"Biarkan aku bersenang-senang dulu dengan para peri cantik-cantik ini. Hahaha" ucap Addofo sambil berlalu dan juga tertawa dengan sangat kencangnya.


"Apapun keinginan mu Tuan. Asal Tuan senang itu akan membuat kami semua selamat dari amarah mu" ucap Agostino dengan suara lirihnya.


Dia memang sangat sering mendapatkan perlakuan yang selalu kurang baik dari Addofo. Tapi dia sudah berjanji dan juga akan selalu mengabdikan dirinya pada siapa saja yang bisa membalaskan dendamnya pada seseorang yang sudah membuatnya menjadi terbuang dan juga tidak diakui oleh seluruh keluarganya.


Dan saat ini dia bisa merasakan memiliki segalanya dan juga diakui oleh semua orang juga keluarganya yang dulu menghina sekarang sangat menghormati nya dan juga semakin segan padanya. Itulah yang dia inginkan sejak dulu, tapi entah kenapa dia selalu merasakan ada sesuatu yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata.


Sedangkan Addofo sendiri sedang bersenang-senang dengan wanita-wanita yang dia sewa untuk bisa membuatnya senang dan juga bisa memuaskan kebejatan nya sebagai pria yang hyper s*x dan sudah sering membunuh dengan cara-cara yang sangat mengerikan. Tapi tidak jarang para wanita itu dengan suka rela menyerahkan semuanya pada Addofo.


Seperti sekarang ini. Dia sedang bersama dengan disaksikan wanita sekaligus dengan berbagai alat-alat yang dibilang dari yang biasa saja sampai uang extreme yang membuat semua yang melihatnya merinding ketakutan. Tapi tidak dengan dua orang wanita yang sudah sangat terbiasa dengan semua yang dilakukan oleh Addofo pada keduanya.


"Lakukan tugas kalian berdua dengan baik dan juga benar. Jika masih ingin hidup!!" ucap Addofo dengan sangat garang juga penuh dengan ancaman.


"Sesuai yang anda inginkan Tuan" ucap kedua wanita itu yang melakukan tugasnya masing-masing dengan cara-cara yang selalu membuat Addofo senang dan juga merasa dipuaskan dengan service yang mereka lakukan untuk Addofo.


Salah satu dari wanita itu melakukan service dengan cara meng*lum terong Addofo dengan sangat rakusnya dan juga sangat lahap dan juga sangat menikmatinya. Apa lagi dengan cara yang membuat semua pria merasakan enak karena biasa jika mendapatkan perlakuan seperti itu dari pandangan nya.


"Uh, lanjutkan baby. Kau memang yang paling bisa membuatku melayang. Kau akan mendapatkan apapun yang kamu inginkan" ucap Addofo dengan mengerang keenakan oleh service dari wanita yang sedang mengemut premen lolly yang mungkin baginya sangat manis dan juga bikin nagih.


"Ssshhh... Kau juga sangat ahli sayang" ucap Addofo sambil mendesis seperti ular saat wanita satu lagi melakukan hal yang sama pada lato-lato miliknya dengan sangat lembut dan juga sangat membuatnya merem melek.


Keduanya melakukan dengan sangat baik dan juga sangat membuat Addofo semakin senang juga puas akan tugas kedua wanita itu.


"Uh...." Addofo mengerang sangat panjang saat mayones nya meleleh dengan diterima oleh dua wanita yang ada didepan nya dan langsung menelan nya dengan terlihat sangat enak dan juga ekspresi nya sangat membuat ber*airah.


"Kalian berdua memang, sshh. Sangat memuaskan" ucap Addofo dengan wajah yang sudah sangat terpuaskan.


"Tuan, kami melakukan sesuai dengan keinginan dari anda. Karena kesenangan anda adalah tugas bagi kami berdua" ucap salah satu dari dua wanita tersebut.


"Sekarang giliran kalian yang akan mendapatkan apa yang harus kalian dapatkan" ucap Addofo dengan seringai dibibirnya.


Dengan tanpa perasaan Addofo melakukan itu pada kedua wanita ini dengan menggunakan alat yang paling kecil hingga yang terbesar dan tidak bisa mereka tahan dan juga tidak bisa mengatakan apa-apa lagi karena menahan sesuatu yang dengan sengaja dan juga kasarnya keluar masuk kedalam area sensitive keduanya.


Hingga keduanya menjerit kesakitan akibat ulah Addofo pada keduanya. Keduanya sudah menjerit-jerit kesakitan tapi tidak didengarkan oleh Addofo. Dia malah tertawa sangat senang mendengar itu semua dari dua wanita tersebut, yang ada dia semakin bersemangat dan juga semakin merasa tertantang dengan semua yang sedang dia lakukan.


"Tuan... Kami, kami... Sudah tidak kuat lagi... Am... Ampun..." ucap keduanya yang sudah sangat tidak tahan dan juga tidak kuat lagi, hingga mereka tidak sadarkan diri lagi akan ulah Addofo pada mereka berdua.


.


.


Maaf, Othor belum bisa up seperti biasa... Othor masih belum pulih banget... Minta do'a dari semuanya ya...


Jangan lupa vote dan hadiahnya... Juga like dan komentarnya ya....