
"Apa yang akan kamu lakukan sweetie?" tanya Zayn saat Azalya sudah mengikat kedua tangan dan kakinya.
"Tidak melakukan apa-apa" jawab Azalya yang malah langsung menaiki Zayn dengan tatapan menggoda dan juga selalu membuat Zayn ketagihan.
"Uh, sweetie. Jangan menyiksaku seperti ini, aku.... Uh... aku tidak tahan lagi" ucap Zayn yang sudah menggeliat, karena dia sudah tidak tahan lagi dipermainkan oleh Azalya.
"Umm, sabar Hubby. Aku sedang menyerfis kamu dengan caraku dan itu tidak akan membuatku lemas karena ulah Hubby. Jika aku yang melakukan nya, aku yakin Hubby lah yang akan lemas" ucap Azalya yang terus m*****um senjata Zayn hingga Zayn merem melek keenakan.
Azalya benar-benar melakukan apa yang dia katakan pada Zayn tadi. Dia melakukan nya dengan Sabbath semangat dan juga begitu lihainya dalam melakukan pemanasan sebelum olahraga. Zayn sudah berteriak-teriak karena sudah tidak tahan lagi. Dia ingin membalikan keadaan tapi tidak bisa, karena tangan dan kakinya diikat dengan kencang oleh Azalya.
Hingga Azalya, melakukan penyatuan nya dan itu membuat Zayn semakin tidak karu-karuan. Apa lagi Azalya selalu memelankan temponya dan itu membuat Zayn sangat tersiksa, tapi Azalya malah senang melihat Zayn yang sudah pasrah akan diapakan olehnya.
Hingga baru tiga puluh menit Azalya berada diatasnya dan tidak lama kemudian dimenit tiga puluh lima dua puluh lima detik Zayn menyemburkan kecebongnya kedalam rahim Azalya yang terasa hangat dan dijamin jika Azalya masih memiliki rahim, dia akan hamil yang entah untuk keberapa kalinya.
"Uh... Bagaimana By? Nikmat bukan jika seperti ini? Lebih menantang. Hihihi" ucap Azalya yang tertawa cekikikan melihat wajah Zayn yang kesal tapi sangat menikmatinya.
Zayn hanya diam saja, dia tidak menggubris ucapan Azalya yang membuatnya kesal. Bagaimana tidak kesal jika biasanya dia akan bermain hingga satu jam lebih lamanya. Ini dipangkas setengahnya karena ulah Azalya yang menggoda dan mempermainkan nya sebelum melakukan penyatuan. Inilah yang selalu Zayn tidak suka tapi selalu ingin nambah.
"Ayolah By, jangan ngambek. Nanti cepat tua dan keriput, jika Hubby sudah tua dan keriput maka bisa jadi aku akan mencari yang lebih kencang dan muda" ucap Azalya yang mencoba merayu Zayn sambil mengusap-ngusap senjata Zayn yang sudah lemas tak berdaya.
"Aku akan membunuhnya jika kau berani melakukan itu!" ucap Zayn yang langsung mengeluarkan aura membunuhnya dan menatap Azalya dengan tajam.
"Jangan seperti itu By, aku takut tahu. Aku nggak bakalan melakukan itu, karena dengan pria ini juga sudah bisa membuatku tidak bisa berjalan keesokan harinya. Jadi jangan melakukan hal-hal konyol seperti tadi, aku benar-benar menganggap Daffy putraku sendiri By. Jadi jangan cemburu akan aku dan Daffy yang dekat hanya sebatas berbicara seperti itu" jelas Azalya yang sengaja memancing Zayn untuk tidak terlalu cemburu dan posesif padanya akan dia baik pada Daffy. Anak yatim piatu yang sudah dia anggap seperti putranya sendiri sejak kecil dulu.
"Oke, tapi aku tidak akan bisa menerimanya jika sampai ada kontak fisik, apapun itu alasan nya!" ucap Zayn penuh dengan penekanan disetiap katanya.
"Oke, tapi sekarang kita bersihkan diri dulu. Sudah sangat lengket oleh keringat, nanti kita diskusikan lagi" ucap Azalya yang sudah menggunakan pakaian nya kembali dan mengajak Zayn masuk kedalam kamar mandi.
"By, jangan pernah bersikap seperti itu pada Daffy. Aku lihat dia sangat ketakutan dan juga merasa tidak nyaman saat Hubby tatap dia dengan tatapan yang sangat mengerikan itu. Kita membawanya kemari ingin memberikan nya kasih sayang dan akan menggantikan peran bang Zico dan kakinya Joyce dalam mendidiknya. Jika sikap Hubby seperti itu, aku yakin dia akan berfikiran jika Hubby tidak benar-benar tulus padanya" ucap Azalya panjang lebar saat keduanya sudah berendam dalam bathtub berdua dengan sangat romantisnya.
"Iya, aku juga merasakan seperti itu. Tapi aku tidak suka jika kamu terlalu perhatian padanya, aku cemburu" ucap Zayn yang akhirnya mengatakan jika dia sedang cemburu pada Daffy, anak dari saudaranya sendiri.
"By, Daffy juga punya fikiran sendiri dan itu tidak mungkin akan melakukan kesalahan dengan menyukai Ibu-Ibu sepertiku. Kita hanya akan melakukan apa yang kita lakukan pada Zahiya dan Zaniya. Kita perlakukan dia sama seperti mereka berdua, karena aku merasa dia masih sangat terpukul dan pastinya dia masih trauma. Hanya saja dia menyembunyikan nya dari kita semua, ini tugas Hubby untuk bisa dekat dan menghiburnya seperti layaknya seorang Ayah pada putranya" ucap Azalya yang menyandarkan kepalanya pada dada bidang Zayn yang terasa sangat nyaman jika posisi seperti ini.
"Akan aku lakukan, tapi aku tidak bisa berjanji jika Daffy tidak merasa canggung dan tidak enak padaku. Karena kamu tahu sendiri bukan, jika aku tidak biasa untuk berbicara basa-basi pada siapapun? Jadi, kita lihat saja kedepan nya seperti apa" jawab Zayn yang mengatakan apa yang memang dirinya seperti ini. Dingin dan kaku, walau sekarang sudah lebih hangat walau sedikit.
"Iya By, kita memang harus mencoba melakukan semuanya itu. Karena kita berdua adalah orang tua pengganti untuknya" ucap Azalya yang sangat menikmati moment seperti ini jika sedang berdua dengan Zayn.
Zayn hanya mengangguk dan dia juga menikmatinya. Zayn bahkan memejamkan matanya saking menikmatinya suasana romantis saat-saat berendam bersama dengan posisi Zayn memeluk Azalya dari belakang.
Hingga keduanya malah terlelap bersama dengan masih berendam didalam bathtub. Mereka memang sering melakukan nya jika anak-anak sudah pergi kuliah dan itu mereka memanfaatkan waktu untuk bermesraan disaat siang hari seperti ini.
Hingga sudah hampir satu jam mereka berdua baru bangun dan saling tersenyum satu sama lain. Keduanya segera membersihkan tubuhnya yang dipenuhi oleh busa sabun.
.
Dikampus Daffy seperti biasanya. Dia yang memang selalu bersikap dingin pada siapa saja, jadi tidak akan tahu jika dia sedang sedih dan tidak baik-baik saja. Hanya Zahiya dan Zaniya yang tahu akan kesedihan dan juga keterpurukan nya.
"Bang Daf" ucap Zaniya yang memang selalu memperlihatkan kedekatan nya dengan Daffy.
"Hai, sudah selesai? Dimana Zahiya? Tumben tidak bareng?" tanya Daffy yang melihat jika Zaniya hanya sendiri.
"Dia sedang sibuk dikerjain oleh dosen barunya. Dia isuruh mengerjakan beberapa tugas kuliah yang membuatnya sibuk. Gue juga kesel sih, tapi mau bagaimana lagi. Dianya aja santai" jawab Zaniya yang memang sedikit kesal oleh sikap dosen baru itu yang memang sikapnya sangat menyebalkan.
"Jangan seperti itu. Mungkin saja dosen itu memang sangat ingin tahu kemampuan Zahiya yang dia pendam sejak dulu. Lagi pula kan kita semua tahu jika didalam kelas Zahiya itu adalah mahasiswa-mahasiswa yang terkenal paling pintar diantara kelas yang lainnya" ucap Daffy yang tidak mengatakan sebenarnya, jika dikelah itu adalah kelas yang mahasiswanya adalah orang-orang paling bo**h diseluruh kampus.
"Ye, kebalikan bang. Yang ada kelas itu adalah kelas orang-orang bo**h yang pernah gue tahu" ucap Zaniya yang meralat ucapan dari Daffy.
"Tapi setidaknya jangan diperjelas juga" ucap Daffy yang mencubit hidung mancung Zaniya dengan gemas dan itu semua membuat para wanita kesal dan ingin bisa dekat dengan Daffy.
"Ish, sakit tahu bang. Suka banget nyubit-nyubit hidung aku ini" ucap Zaniya yang mengusap-ngusap hidungnya yang terasa pedas karena cubitan dari Daffy.
"Maaf-maaf, habisnya abang gemas pada kamu" ucap Daffy yang mengacak rambut Zaniya. Walau tidak berantakan sudah bisa membuat hati para wanita yang mengagumi Daffy blingsatan.
.
Sedangkan Zahiya sekarang sedang duduk diam dan mengawasi seluruh ruangan kelas yang sedang sibuk mengerjakan tugas-tugas dari Pak Tama. Pak Tama juga hanya diam dan memandangi Zahiya yang sedang duduk sambil memainkan laptopnya. Itu malah terlihat sangat manis.
"Pak, kami sedah selesai semuanya. Apa kami boleh langsung keluar?" tanya Jessica yang memang sudah sangat kesal dan tidak tahan lagi berada didalam ruangan kelas yang sangat membosankan baginya.
Zahiya langsung bangkit dari duduknya dan menuju pintu keluar. Saat akan keluar kakinya dijegal dan untng saja Pak Tama cepat-cepat menolongnya hingga Zahiya tidak jaguh menyentuh lantai.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Pak Tama saat Zahiya masih memejamkan matanya karena masih syok akan terjatuh.
"Emm, saya baik-baik saja Pak. Terimakasih sudah menolong saya" ucap Zahiya yang masih dalam pelukan Pak Tama.
"Hmm" jawab Pak Tama yang merasakan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Dia langsung melepaskan pelukan nya pada Zahiya dan berdehem untuk menetralkan degupan jantungnya.
"Terimakasih Pak" ucap Zahiya yang langsung berdiri tegak lagi saat Pak Tama melepasakan pelukan nya.
"Ehm, sama-sama. Lain kali jika berjalan hati-hati" ucap Pak Tama yang langsung pergi meninggalkan Zahiya yang sedang berdiri menatapnya.
"Kenapa dia? Tapi memang dia itu sudah seperti itu sejak awal" gumam Zahiya yang mengambil tas dan buku-bukunya yang terjatuh.
Zahiya melangkah menuju kantin. Tapi diluar riuh dengan orang-orang yang sedang menggunjingnya karena tadi ada yang mengambil foto Zahiya dan Pak Tama yang terlihat sangat mesra juga diambil dengan cara yang paling bagus hingga mereka berdua terlihat seperti sedang ber***man.
"Eh lihat tuh, cewek yang sok alim dan culun itu ternyata dengan sengaja menggoda dosen kiler dan baru itu. Ternyata ada udang dibalik batu" ucap salah seorang yang memang tidak menyukai Zahiya.
"Iya lihat saja tampangnya yang... Ihh, bikin kesal" ucap seorangnya lagi.
Zahiya hanya diam saja dan berjalan terus hingga dikantin dia melihat Zaniya yang sedang baku jantan dengan seorang pria yang entah ada masalah apa. Zahiya juga melihat Daffy yang mencoba melerai malah kena pu*ul oleh Zaniya.
"Stop Zan! Stop aku bilang!" ucap zahyang berteriak dan menarik tangan Zaniya untuk menjauhi pria yang sudah terkapar diatas lantai.
"Kamu kenapa? Kenapa kamu sampe emosi seperti itu?" tanya Zahiya yang menatap dengan tajam kearah Zaniya yang sedang menetralkan nafasnya yang masih memburu.
"Bang Daf, bisa abang jelaskan? Kenapa Zani bisa semarah dan sebrutal itu?" tanya Zahiya yang melihat Daffy sedang mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah.
"Kamu yang kenapa Za? Zani emosi karena pria itu malah menghina Zani, dia Kira Zani itu adalah kamu dan ini" ucap Daffy memberikan ponselnya dan menunjukan sebuah foto. Dimana dia sedang dipeluk oleh Pak Tama dan dengan posisi yang sangat intim.
"Ini tidak seperti yang kalian duga. Aku tadi sedang berjalan kaki aku ada yang menjegalnya, aku hampir terjatuh dan membentur meja jika Pak Tama tidak menolongku. Dan ini semuanya bohong" jelas Zahiya yang sebenarnya malas menjelaskan semuanya.
"Jadi, loe? Siapa yang berani berbuat seperti itu sama loe?! Biar gue hajar sekalian!" ucap Zaniya yang masih emosi dan tidak mau mendengarkan ucapan Zahiya lagi.
"Cukup Zan, kamu kenapa sih harus emosi dalam menghadapi sebuah masalah? Kamu lihat bang Daffy, dia bahkan kena pu*ul kamu dan lihat dia. Dia bahkan kamu buat seperti itu. Apa kamu tahu, semua yang kamu lakukan itu salah walaupun kamu membela diri. Kamu harus selalu menggunakan otak, buka otot. Mengerti kamu!" ucap Zahiya yang juga sedikit emosi mengatakan nya lada Zaniya yang memang selalu menggunakan ototnya dibandingkan dengan otaknya.
"Sekarang bersiaplah untuk menghadapi panggilan dari pihak kampus. Mungkin saja orang tuanya tidak akan terima dengan apa yang sudah kamu lakukan padanya" ucap Zahiya yang langsung duduk dan mengobati luka disudut bibir Daffy.
"Awoch!!! Sakit Za, kamu sengaja banget menekan lukanya" ucap Daffy yang protes akan apa yang dilakukan oleh Zahiya pada lukanya.
"Jadi cowok jangan manja, baru luka segini saja sudah teriak-teriak saat diobati" ucap Zahiya yang sengaja menekan lukanya lumayan kencang membuat Daffy mengaduh kesakitan.
"Sudah Za, sudah cukup. Makasih" ucap Daffy yang mengambil kapas yang sedang dipegang oleh Zahiya.
Sedangkan Zaniya masih menetralkan amarahnya yang masih membumbung tinggi. Dia bahkan menghabisakan minuman yang Zahiya pesan dan juga minuman milik Daffy dia minum semuanya.
Tapi sudah lama mereka berada dikantin, tidak ada pihak kampus apa lagi orang tua pria yang sudah dibuat babak belur oleh Zaniya. Mungkin saja kedua orang yang diutus oleh Daddy mereka mengamankan semuanya supaya bisa damai.
"Mana, loe bilang bakalan ada pihak kampus yang bakalan nyidang gue? Nyatanya nggak ada" tanya Zaniya yang selalu saja seperti itu, dia seolah memang menantang supaya bisa dipanggil oleh dekan.
"Kamu nggak lihat tadi uncle Angga dan uncle Marcos yang menangani semua kekacauan yang kamu lakukan. Seharusnya kamu itu bisa bersikap dewasa dan jangan selalu bikin ulah" ucap Zahiya yang menatap sekeliling sudah tidak ada siapa-siapa yang berani menatap mereka nyinyir lagi.
"Gue gini belain loe! Gue paling nggak suka sama cowok yang bibirnya kagak bisa dijaga. Dia ngehina loe cewek kagak bener. Apa gue harus diam saja? Gue diam mendengar sodara gue dihina bahkan dikatai ja**ng!" ucap Zaniya yang emosi kembali karena Zahiya malah tidak berpihak padanya.
"Oke, aku makasih banget sama kamu. Karena kamu sudah belain aku, tapi setidaknya kamu jangan main hakim sendiri Zan. Negara kita ini negara hukum, bagaimana jika mereka melaporkan kamu kepolisi atau apapun itu. Kamu akan susah nantinya, walau Daddy memiliki banyak koneksi bahkan tidak akan bisa ada hukum yang bisa menjeratnya. Setidaknya kita harus jaga nama baik beliau" jelas Zahiya yang memang selalu bisa bersikap sangat dewasa jika menyangkut dengan Daddy kesayangan nya.
"Awalnya Zani juga nggak merespon Za, tapi tuh cowok sudah berani pegang-pegang pada Zani. Abang juga sudah bilang jika dia salah orang, tapi tetap saja dia malah ngeyel dan mau mele*ehkan Zani. Ya pantas sih jika Zani marah dan langsung ngehajar dia" jelas Daffy yang tidak ingin jika dua saudaranya selalu berdebat karena masalah itu.
.
.
.
Maaf ya Othor telat up nya...
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya... Supaya Othor makin semangat buat up....