Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Perjalanan panjang



"Sebenarnya kita mau kemana Mom?" tanya Zaniya yang sejak tadi hanya diam saja.


"Kamu ini, sudah setengah perjalanan baru bertanya. Kita ini akan ke America menyusul Daddy kalian" jawab Azalya dengan senyuman dibibirnya.


"What!! Kita diburu-buru hanya untuk menyusul Daddy di America?? Yang benar saja Mom, kenapa tidak bilang sejak tadi" gerutu Zaniya yang mengacak-ngacak rambutnya hingga berantakan.


"Kamu tidak bertanya" jawab Azalya dengan santainya dan dia malah memejamkan matanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa harus menyusul segala, memangnya Daddy kenapa? Apa Daddy sakit lagi? Atau Daddy mengalami sesuatu yang harus kesana? Atau..." belum selesai Zaniya melanjutkan ucapan nya sudah disumpal mulutnya menggunakan sandwich yang Zahiya bawa dari mainson.


"Kau ini jika sedang bicara seperti kereta cepat saja. Diam dan habiskan sandwich nya" ucap Zahiya yang melihat Zaniya akan protes dan menyimpan sandwich tersebut.


"Dengarkan baik-baik, sekarang Oma sedang kritis dan kita harus kesana sekarang juga. Disana Oma sedang butuh dukungan dan juga do'a dari kita. Jadi sebaiknya dia dan jangan banyak bertanya, disana semuanya akan jelas" ucap Zahiya yang membuat Mama Soraya dan Papa Danu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja saat mendengar penjelasan dari Zahiya yang menurut mereka sangat singkat.


"Za, apa Oma baik-baik saja?" tanya Daffy yang sejak tadi hanya mendengarkan saja.


"Oma tidak baik-baik saja" jawabnya singkat jelas dan padat.


'Sial, ada yang membuntuti kita' gumam Zahiya dalam hati sambil menatap layar laptopnya.


"Grandpa, bisa menepi sebentar? Aku adalah urusan dengn uncle Angga" ucap Zahiya yang memberikan isyarat matanya pada Papa Danu.


"Baiklah Queen" Papa Danu langsung menepikan mobilnya dan Zahiya segera turun. Sebelum turun dia mengatakan sesuatu pada semua orang.


"Grandpa langsung saja bawa mobinya menuju bandara. Aku akan menyusul, jangan perdulikan aku dan langsung pergi. Uncle Marcos akan mendampingi kalian sampai disana" ucap Zahiya yang langsung menutup pintu mobil.


"Za, abang ikut. Abang tidak mau jika kamu terluka lagi" ucap Daffy yang malah ikut turun.


"Kenapa abang malah ikut turun? Sudah aku katakan, aku akan menyusul" ucap Zahiya yang menggelengkan kepalanya dan dia menaiki mobil yang dikendarai oleh anggotanya sedangkan Daffy ikut dengan Angga.


"Tuan Muda, kenapa anda ikut? Ini sangat berbahaya untuk anda yang belum terlatih sempurna" tanya Angga yang menghela nafasnya kasar.


'Pantas saja Queen menaiki mobil dibelakang, ini alasan nya' gumam Angga dalam hati yang menatap kearah Daffy yang hanya diam saja walau ditanya olehnya.


"Anda pegangan saja Tuan Muda. Ini akan ada kejar-kejaran dan menghadang mereka untuk mengejar mobil Nyonya" ucap Angga yang menyalip beberapa mobil anggotanya untuk bisa melindungi dan mengawal Azalya sampai dengan selamat.


"Uncle, apa uncle bisa mendengar suara saya?" tanya Zahiya yang menggunakan erpone miliknya.


"Bisa Queen. Ada apa?" jawab Angga dan dia bertanya juga pada Zahiya.


"Uncle tetap kawal Mommy dan rombongan sampai selamat. Saya dan yang lainnya akan menghadang mereka, jangan membantah! Karena didalam mobil uncle ada bang Daffy. Kalukan tugas uncle dengan baik, dan jangan mengecewakan" ucap Zahiya memberikan perintahnya pada Angga.


"Baik Queen, akan saya laksanakan sesuai perintah anda" jawab Angga yang hanya mengbela nafasnya saja.


"Sekarang menepi dan kita gantian" ucap Zahiya yang tidak mematikan sambungan erpone nya dengan Angga.


"Baik Queen" jawab anggotanya yang langsung menepi dan turun berpindah posisi duduknya.


'Apa yang akan anda lakukan Queen? Ini sangat berbahaya, apa lagi jalan sedang ramai seperti ini' gumam Angga dalam hati yang hanya bisa menerima perintah dan juga tugas yang diberikan padanya.


"Kenapa kita berada dibelakang mobil auntie Azalya? Uncle kenapa kita kemari dan tidak membantu Zahiya?" tanya Daffy yang mulai sadar jika mereka berdua sudah akan sampai bandara.


"Ini sesuai perintah dan arahan dari Queen. Karena jika anda ikut dalam misi ini, akan lebih membahayakan diri anda dan Queen sendiri. Karena Queen tidak leluasa dalam bergerak melawan musuh jika ada seseorang yang berada didekatnya. Apa lagi dia adalah keluarganya" jawab Angga yang mengatakan apa maksud dari tangan diinginkan oleh Zahiya.


"Tapi setidaknya saya bisa membantunya, karena bahunya masih terluka" ucap Daffy yang menunduk dan meneteskan air matanya. Karena dia tidak bisa membantu Zahiya.


"Sebaiknya anda jangan seperti ini Tuan Muda. Kita sudah sampai dan anda bisa bergabung dengan yang lainnya" ucap Angga yang melihat Azalya dan yang lainnya sudah ada disana untuk menunggu Daffy.


Daffy langsung keluar dari mobil Angga dan Angga langsung pergi lagi untuk membantu Zahiya.


"Daf, dimana Zahi? Kenapa kamu tidak bersamanya?" tanya Azalya yang mencari Zahiya dibelakang Daffy.


"Maafkan Daffy auntie, Zahiya meninggalkan Daffy saat Daffy menyusulnya. Dan uncle Angga mengantarkan aku kemari, dia bilang jika Zahiya akan menyusul kita kesana" jawab Daffy yang membuat Mama Soraya, Papa Danu dan Azalya hanya bisa menghela nafasnya saja.


"Dasar anak itu. Selalu saja membuat orang panik" gerutu Zaniya yang kesal juga khawatir akan keadaan Zahiya.


"Iya, anak itu benar-benar selalu membuat orang merasa tegang dan spot jantung dengan semua yang dia lakukan" ucap Azalya yang membenarkan ucapan dari Zaniya.


"Ya sudah, lebih baik kalian berangkat saja lebih dulu. Zahiya pasti akan menyusulnya kesana" ucap Papa Danu yang memerintahkan mereka untuk kesana lebih dulu.


"Baiklah, Ma, Pa kami berangkat dulu ya" pamit Azalya pada Mama Soraya dan Papa Danu.


"Grandma, grandpa kami berangkat dulu. Assalamualaikum" ucap Zaniya dan Daffy bersama-sama dan mengucapkan salam bersama dengan Azalya juga.


"Kalian berhati-hatilah, jika sudah sampai segera kabari Mama dan Papa" ucap Mama Soraya yang diangguki oleh Papa Danu.


Mereka bertiga langsung menuju ruang keberangkatan. Sedangkan Mama Soraya dan Papa Danu langsung pulang dengan dikawal oleng anggota Zayn dan Zahiya tentunya.


.


Sedangkan ditempat yang lain, lebih tepatnya dimana Zahiya sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata dan dibelakangnya ada beberapa mobil yang mengikuti mobil Zahiya yang mereka anggap mobil yang membawa rombongan Azalya tadi.


'Sungguh, baru kali ini melihat dan menyaksikan seorang wanita mengendarai mobil seperti pembalap formula 1. Dan itu semua hanya dimiliki oleh Queen Z' gumam anggota Zahiya yang berada disampingnya dan berpegangan dengn sangat erat.


"Jangan memuji saya, karena bisa saja kita menabrak" ucap Zahiya yang mengatakan nya dengan tatapan datarnya dan tidak teralihkan dari jalanan.


DOR...


DOR...


DOR...


CEKIT...


Zahiya membanting stir hingga mobil berputar-putar dengan sangat kencang. Membuat orang yang berada disampingnya memegang perutnya yang terasa bergejolak.


CEKIT...


Zahiya langsung menghentikan mobilnya dan dia tidak langsung keluar dari dalam mobil, dia malah mengernyitkan dahinya saat melihat anggotanya sudah muntah-muntah sangat parah saat dia keluar dari dalam mobil.


"Dasar kampungan" gumam Zahiya yang menatap anggotanya masih memuntahkan isi perutnya.


Zahiya segera berganti pakaian menggunakan pakaian yang tertutup dan sangat cantik dia menggunakan pakaian serba hitamnya dan juga masker hitamnya tidak ketinggalan dia gunakan.


"Hai Queen Z, apa anda masih mengingat saya?" tanya seorang pria yang tidak lain adalah orang kepercayaan dari Albert yang memang sangat berambisi untuk menangkap dan menghabisi Zahiya.


"Masih ingat dengan saya? Tentu saja saya sudah bisa melakukan apa yang bisa saya lakukan pada anda" ucap orang kepercayaan Albert yang melakukan itu semua tanpa sepengetahuan dari Albert sendiri.


Orang kepercayaan Albert memerintahkan orang-orangnya untuk menyerang Zahiya secara bersamaan dan itu membuat Zahiya dengan mudah melumpuhkan nya dengan jarum-jarum yang ada dalam genggaman nya.


Zahiya hanya menyerang tangan dan kaki mereka supaya tidak bisa digunakan lagi selama yang dia inginkan. Karena penawarnya hanya ada pada dirinya.


"Kenapa? Kenapa jadi lemas seperti itu? Apa sudah tidak bertenaga lagi untuk bertarung?" tanya Zahiya yang menatap kearah orang-orang yang tadi menyerangnya dalam satu kali menancapkan jarum mereka semua sudah tergeletak lemas ditanah.


"Si alan!! Apa yang sudah kau lakukan pada mereka semua?" teriak pria yang menjadi orang kepercayaan Albert.


"Saya belum melakukan apa-apa, mereka yang malah lemas seperti itu. Apa kalian semua belum sarapan? sampai lemas seperti itu?" jawab Zahiya yang menanyakan keadaan mereka dengan nada yang mengejek.


Tentu saja jawaban Zahiya membuat pria tersebut sangat marah dan membuatnya ingin melakukan sesuatu pada Zahiya dan membungkam mulutnya yang pedas itu.


Zahiya dengan santainya meladeni semua serangan diberikan oleh pria tersebut dan dia dengan mudah bisa Zahiya lumpuhkan.


"Tentu saja anda bukan tandingan saya Tuan, walau anda adalah mantan anggota dari King Z" ucap Zahiya yang meremehkan pria tersebut dan membuat pria itu semakin marah dan menyerangnya dengan bertubi-tubi.


Dia tidak tahu jika Zahiya sudah mengirimkan video pria tersebut yang berceloteh mengatakan jika Albert hanya menjadi batu loncatan untuknya bisa membalaskan dendamnya pada Zayn. Karena Zayn sudah memecatnya hanya karena dia pernah berbuat satu kali kesalahan saja.


Tentu saja orang yang dikirimi video tersebut sangat marah dan sangat heran akan kebenaran orang yang selama ini dia percaya. Malah menghianatinya, dan orang yang dia curigai malah membantunya membongkar kejahatan pria tersebut.


"Terimakasih Queen Z, anda sudah membantu saya dalam hal ini" ucap Albert Einstein saat melihat bagaimana gesit dan cekatan nya seorang Queen Z menghadapi para musuhnya dengan sangat cepat dan gesit.


Albert langsung pergi menuju tempat dimana pertarungan tersebut sedang terjadi. Disana Zahiya sedang melawan pria tersebut dengan menahan setiap serangan yang diberikan padanya. Zahiya sengaja ingin mengikuti waktu supaya Albert bisa datang tepat waktu dan melakukan perhitungan langsung pada pria yang sudah sangat dia percaya.


Benar saja dugaan Zahiya, Albert datang saat pria tersebut berhasil membuat Zahiya terluka. Walau luka tersebut adalah luka goresan saja pada tangan nya yang mulus itu.


"Apa kau tidak malu melawan seorang wanita!" teriak Albert yang menahan serangan yang ditujukan pada Zahiya.


'Umpan ku dimakan sempurna oleh buruan ku. Selamat menikmati pertarungan kalian berdua' ucap Zahiya dalam hati yang menjauh dari dua pria yang sedang bertarung tersebut.


Zahiya benar-benar hanya menyaksikan mereka berdua saja untuk bertarung berdua. Dan tentu saja Albert yang memang, karena pria tersebut memang sudah kelelahan melawan Zahiya dan sekarang melawan Albert yang seperti orang kesetanan memukulinya dengan mem**bi buta.


Dan pukulan terakhir Albert berikan hingga dia sudah tidak bernyawa lagi. Albert datang menghampiri Zahiya yang hanya duduk diam dan menatap kearah Albert yang terus berjalan mendekatinya.


"Terimakasih, anda sudah memberitahukan saya tentang ini semua. Jika anda tidak memberitahunya saya akan terus percaya dan akan salah faham terus dengan anda dan King Z. Sekali lagi terimakasih banyak" ucap Albert yang mengulurkan tangan nya pada Zahiya dan Zahiya hanya diam saja tidak menyambut atau mengatakan apa-apa.


Dia hanya berbalik dan melangkah menuju mobilnya yang sedang terparkir cantik ditempatnya semula dia berhentikan. Tentu saja Albert menahan langkah Zahiya dengan menahan tangan nya dan dia merasakan Harum yang sama dengan Zahiya nya. Ya, Albert menganggap Zahiya adalah miliknya dan dia tidak ingin jika Zahiya bersama dengan pria lain.


"Bisa anda lepaskan tangan saya Tuan, tugas saya disini sudah selesai dan saya harus segera pergi" ucap Zahiya yang menatap tangan nya yang masih digenggam oleh Albert.


"Jangan pergi lagi Zahiya" ucapnya yang membuat Zahiya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan dia hanya diam mematung.


"Tolong jangan tinggalkan aku lagi. Aku, aku sangat menyayangi kamu dan aku sangat merindukan kamu" ucap Albert langsung to the point mengatakan nya pada Zahiya.


"Mungkin anda hanya bercanda Tuan, saya bukan orang yang anda maksudkan, jadi lepaskan tangan saya. Saya harus segera pergi sekarang" ucap Zahiya yang mencoba melepaskan genggaman tangan Albert.


"Saya tidak mungkin salah mengenali seseorang. Kau adalah Zahiya dan kau wanita yang saya cari sejak dulu. Tolong jangan tinggalkan saya dan jangan pernah pergi lagi" ucap Albert yang mengulang kata-katanya pada Zahiya.


"Lepaskan saya Tuan. Saya bukan orang yang sedang anda katakan tadi, lepaskan tangan saya" ucap Zahiya yang sudah bisa melepasakan tangan nya dari genggaman tangan Albert.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya.... Buat Othor supaya makin semangat buat selalu up tiap hari...


Terimakasih dan happy reading... 🤗🤗🤗