
Malam semakin larut tapi Zayn tidak bisa benar-benar memejamkan matanya. Dia masih terbayang akan senyuman dari Azalya yang terlihat manis dan juga cantik.
"****" umpat Zayn saat otaknya selalu memikirkan senyuman Azalya.
Zayn bangkit dari berbaring nya. Dia ingin menghirup udara segar malam ini. Tapi saat akan membuka pintu menuju balkon kamarnya Zayn melihat Azalya sedang tertidur pulas diatas sofa-bed yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Akhirnya Zayn tidak jadi menuju balkon kamarnya, dia malah asik menatap wajah Azalya yang sedang tertidur dengan sangat nyenyak nya.
Zayn tidak sadar jika tangan nya terulur untuk menyentuh wajah Azalya yang terlihat seperti sedang ketakutan. Zayn menyentuh kening Azalya yang sedang berkerut dengan jari telunjuk nya dan kening Azalya kembali seperti semula lagi. Bahkan dia malah tersenyum.
"Dia sedang bermimpi apa, sampai-sampai tersenyum seperti itu" gumam Zayn saat melihat senyuman yang begitu tulus dan juga sangat manis.
Tiba-tiba tangan Azalya terulur dan langsung memeluk leher Zayn dengan posisi yang sangat dekat dan juga sangat intim sekali. Zayn mencoba melepaskan diri dari Azalya malah tidak bisa. Hingga dia bisa melihat wajah Azalya dari jarak yang sangat dekat. Bahkan aromanya bisa tercium oleh Zayn, tanpa Zayn sadari dia semakin mendekat dan lebih dekat lagi pada bibir tipis dan ranum milik Azalya.
Zayn mengecup sekilas bibirnya Azalya dengan sangat singkat. Dia langsung tersadar dan menjauhkan dirinya dengan paksa dari Azalya yang masih memeluknya dengan erat.
BRUK
"Aw, aduh kenapa malah jatuh sih" ucap Azalya yang sudah terjatuh diatas lantai dengan posisi tengkurap dan tubuhnya juga terbungkus oleh selimut yang dia kenalan.
"Dasar, ternyata cuman mimpi" gumam Azalya pada dirinya sendiri. Dia ingin merebahkan dirinya lagi tapi dia teringat mimpinya yang baru saja merasakan seperti mendapatkan ciuman dari seseorang yang berada didalam mimpinya.
"Kenapa rasanya seperti nyata ya?" gumam Azalya sambil meraba bibirnya yang terasa sedikit basah dipermukaan bibirnya.
"Eh, kemana dia pergi? Bukannya dia tadi sudah tertidur ya? Aneh sekali" ucap Azalya yang melihat kearah ranjang ternyata Zayn sudah tidak ada disana.
Azalya mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang ada dilantai paling atas ini. Dan pandangan nya tertuju pada pintu balkon yang terbuka. Azalya yang penasaran berjalan menuju pintu balkon yang terbuka dengan sangat lebar.
Seperti biasa jika Azalya berjalan pasti akan tersandung. Seperti sekarang ini, dia tersandung oleh selimut yang sedang dia kenakan saat ini hingga berguling-guling menuju kearah Zayn yang sedang berdiri menatap langit malam yang sangat gelap dan tidak ada bintang nya satupun.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Zayn dengan heran melihat Azalya yang sedang berguling-guling seperti itu.
"Ish, gue ini habis jatuh. Bukan nya ditolongin malah ditanya doang, tega banget sih jadi cowok" ucap Azalya sambil menggerutu dan dia mencoba membetulkan selimutnya malah dia terjatuh kembali dengan posisi yang sama tapi bedanya dia terjatuh bersama dengan Zayn yang ada dibawahnya.
Dalam beberapa saat mereka berdua saling pandang dan akhirnya malah Azalya berteriak dengan sangat kencengnya membuat telinga Zayn terasa sakit mendengar jeritan Azalya yang sangat kencang sekali.
Zayn langsung mendorong tubuh Azalya untuk menjauh dari tubuhnya. Azalya yang sudah menjauh dari Zayn langsung berdiri dengan memegang selimutnya.
"Apa kau tidak pernah bisa berhati-hati?" tanya Zayn saat sudah berdiri juga disamping Azalya.
"Maaf, gue sudah berusaha buat hati-hati. Tapi tetap saja tidak bisa, terus gue harus bagaimana jika seperti ini terus" ucap Azalya dengan mengerucutkan bibirnya kesal dengan ucapan Zayn yang mengatainya.
"Anda bisa bicara dengan bahasa yang saya mengerti bukan!" ucap Zayn yang memperingati Azalya yang berbicara menggunakan bahasa gaul.
"Ya terus gu.. Aku harus bilang apa?" tanya Azalya yang ingin menggunakan kata gue tidak jadi melihat pelototan dari Zayn yang sangat mengerikan.
"Kau bisa berjalan dengan perlahan dan tidak tergesa-gesa bukan? Apa tidak bisa?" tanya Zayn dengan tatapan masih sangat tajam.
"Tidak bisa. Aku ya aku yang seperti ini, walau pun berjalan pelan tetap saja bukan tidak menutup kemungkinan jika tidak terjatuh" jawab Azalya dengan menatap wajah Zayn yang terlihat semakin tampan jika dilihat-lihat dari jarak yang dekat seperti ini.
Zayn hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar jawaban dari Azalya yang menurutnya itu jawaban yang sangat aneh. Zayn langsung pergi masuk kedalam kamarnya lagi untuk mencoba memejamkan matanya yang semakin sulit untuk diartikan pejamkan.
"Kamu mau kemana kacamata" teriak Azalya yang melihat Zayn sudah pergi menjauh darinya.
"Kamu tidak apa-apa kan? Maaf aku berbuat salah lagi sama kamu. Sini aku bantu" ucap Azalya yang membantu Zayn untuk berdiri kembali.
Tapi Azalya tidak bisa menahan berat bobot tubuh Zayn yang lebih besar dan juga lebih tinggi darinya. Mereka berdua terjatuh kembali dengan posisi Azalya yang berada dibawah Zayn yang sudah tidak bertenaga itu.
Zayn sudah sangat lemas karena sudah berulangkali terjatuh dengan Azalya. Azalya mencobanya lagi dan akhirnya berhasil membantu Zayn untuk pindah keatas ranjang nya. Dengan sangat susah payah Azalya membantu Zayn untuk berbaring dan juga bisa terlelap.
"Aku minta maaf, sungguh aku benar-benar minta maaf" ucap Azalya yang sudah menunduk merasa bersalah pada Zayn.
"Sudah berapa kali kau hari ini meminta maaf?" bukan nya menjawab permintaan maaf dari Azalya, Zayn malah bertanya pada Azalya.
Azalya hanya menggelengkan kepalanya tidak tahu sudah berapa kali dia meminta maaf. Yang pasti dia sudah sangat-sangat menyesal karena dengan kecerobohan nya dia sudah mencelakai Zayn yang entah keberapa kalinya.
"Sekarang istilahat lah" ucap Zayn yang sudah tidak bisa mengeluarkan suaranya juga karena dia sudah sangat lemas dan tidak bertenaga sedikit pun.
Azlaya ingin beranjak dari duduknya yang berada disamping Zayn. Zayn malah menahan tangan Azalya untuk tetap berada disamping nya saat ini.
"Aku ingin pindah di sofa-bed lagi. Kamu istirahatlah" ucap Azalya yang ingin beranjak tapi tetap tidak diperbolehkan oleh Zayn.
"Diamlah dan disini saja" ucap Zayn dengan suara yang sangat lemah.
Azalya hanya mengangguk dan duduk disamping Zayn yang akan terlelap. Azalya berinisiatif untuk memberikan minum untuk Zayn supaya bisa lebih bertenaga sedikit. Dan benar saja Zayn bisa lebih baik dari sebelumnya yang terlihat sangat pucat dan tidak bertenaga.
Azalya yang sudah sangat mengantuk malah tertidur disamping Zayn. Dan itu membuat Zayn malah terlihat senang bisa berdekatan dengan Azalya yang sudah tertidur dengan sangat nyenyak nya.
Zayn mendekatkan dirinya dan memeluk tubuh Azalya dengan perlahan-lahan, hingga dia juga baru bisa terlelap juga bersama dengan Azalya yang malah semakin menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn yang terasa sangat hangat dan juga sangat menenangkan.
.
Keesokan harinya Mom Vita ingin membangunkan Zayn dan juga Azalya malah dikejutkan dengan pemandangan yang terlihat sangat intim dan juga sangat mesra sekali.
Mom Vita dengan jahilnya malah memotret mereka berdua dan mengirimkan itu pada Oma Rena dan juga Soraya untuk bisa melancarkan perjodohan mereka berdua.
Benar saja, setelah Mom Vita mengijinkan foto tersebut ponselnya langsung berdering. Mom Vita langsung beranjak pergi dari kamar Zayn supaya tidak membangunkan keduanya yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Halo tante, kenapa?" tanya Mom Vita seperti tidak melakukan kesalahan.
"Kenapa apanya? Kamu yang mengirimi foto mereka berdua yang sedang tertidur. Apa mereka berdua sudah melakukan hal diluar batasnya?" tanya Oma Rena balik pada Mom Vita.
"Sepertinya tidak tante, mereka berdua masih mengenakan pakaian yang lengkap. Mungkin mereka hanya tertidur biasa saja dengan saling memeluk saja. Sepertinya tidak lebih tante" jawab Mom Vita yang malah tersenyum penuh arti.
"Apa kamu yang merencanakan ini nak?" tanya Oma Rena pada Mom Vita.
"Sebenarnya aku memang merencanakan nya tante, tapi saat masuk kedalam kamar Z ternyata mereka sedang dalam posisi seperti itu. Apa kita tentukan saja pernikahan mereka berdua tante?" jawab Mom Vita sambil bertanya juga pada Oma Rena disebrang telpon sana.
"Itu lebih baik. Nanti Oma akan membicarakan ini pada Danu dan juga Soraya secepatnya. Supaya mereka berdua bisa lebih cepat untuk segera dinikahkan" ucap Oma Rena dengan sangat antusias menyambut calon cucu mantu.
"Aku juga sudah mengirimkan nya pada Soraya tante, Soraya juga pasti sangat terkejut dengan itu semua. Makanya kita tunggu saja kabar dari mereka berdua" ucap Mom Vita yang memberitahu pada Oma Rena bahwa dia sudah memberitahu juga pada Soraya.
"Itu benar banget. Dan itu lebih bagus lagi, palingan juga besok atau lusa mereka berdua sudah sampai disini untuk membahas masalah ini" ucap Oma Rena sambil tertawa cekikikan.