Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Kebahagiaan dan Kesedihan



Daffy mencoba untuk tidak terlihat sedih juga saat mendekati Mommy nya yang hanya duduk diam sendiri sambil menatap pasangan yang jauh disana terlihat sngat bahagia.


"Mom, apa Mommy baik-baik saja? Mommy terlihat sangat lemas?" tanya Daffy saat sudah berada didepan Joyce.


"Mommy baik-baik saja, Mommy hanya merasa lelah saja. Karena dikantor begitu banyak pekerjaan, kenapa malah kemari? Bergabunglah dengan saudaramu yang lain. Mommy baik-baik saja dan ingin sendiri" jawab Joyce yang selalu bisa menyembunyikan sesuatu dari putranya ini. Joyce juga meminta Daffy untuk ikut bergabung dengan para saudaranya yang lain supaya tidak bertanya lebih jauh lagi padanya.


Karena Joyce takut, jika nanti dia tidak bisa menahan tangisnya dan juga berbicara yang akan membuat putranya semakin sedih. Apa lagi saat sebelum kesini dia mendapatkan kabar dari dokter yang beberapa hari lalu memeriksa kondisinya yang sering lelah dan juga tidak ber***rah.


Ternyata dia mendapatkan kabar jika dia mengalami kangker darah setadium lanjut. Joyce benar-benar tidak tahu harus berbuat apa selain menyembunyikan semuanya dari Daffy maupun dari semua orang yang sekarang sudah dekat dengan nya.


'Ya Allah, tolong berikan hamba kekuatan untuk bisa menahan ujian yang Engkau berikan pada hamba. Hamba hanya ingin, sebelum hamba Engkau panggil. Izinkan hamba untuk membahayakan putra hamba satu-satunya. Hamba ingin jika putra hamba tidak akan bersikap tidak adil pada istrinya kelak. Cukup Daddy nya saja yang seperti itu, jangan biarkan putraku juga seperti itu Ya Allah' do'a Joyce dalam hati saat melihat putranya sudah bergabung dengan Zahiya dan Zaniya juga saudaranya yang lain.


"Kamu kenapa hanya disini sendiri nak? Apa kamu sedang tidak enak badan? Kamu sepertinya sangat pucat dan seperti tidak ada darah yang mengalir dalam diri kamu. Maaf jika Mommy banyak bertanya dan ikut campur" ucap Mom Vita saat sudah duduk disamping Joyce yang sedang duduk dengan pelupuk mata yang sudah menggenang.


"Maafkan Joyce Mom, Joyce baik-baik saja. Hanya sedikit lelah saja, maklum Mom. Tadi dari kantor langsung kemari dan tidak pulang dulu" jawab Joyce mencoba selalu menutupi pada orang yang bertanya padanya.


"Baiklah jika kamu tidak apa-apa. Mommy hanya khawatir saja melihat kamu yang sering pulang malam sejak kamu bekerja kembali. Apa Zico selalu menyakiti perasaan kamu? Jika iya, bilang saja pada Mommy. Karena Mommy paling tidak suka dengan pria yang seperti itu" ucap Mom Vita yang mulai kesal karena suatu hari dia pernah melihat sikap acuh dan cueknya Zico pada Joyce.


"Joyce baik-baik saja Mom. Bang Zico juga selalu bersikap sangatlah baik dan juga perhatian padaku, Mommy tidak perlu khawatir akan hal itu. Joyce baik-baik saja" jawab Joyce yang tersenyum tapi terasa sakit didalam hatinya.


"Baiklah jika kamu baik-baik saja sayang. Mommy juga ikut senang jika melihat anak-anak dan menantu Mommy bahagia. Itu sudah cukup buat Mommy, karena Mommy sudah tua dan hanya menunggu kapan Allah akan memanggil Mommy" ucap Mom Vita yang membuat Joyce langsung memeluk tubuh Ibu mertuanya.


'Maafkan Joyce Mom, Joyce terpaksa berbohong pada Mommy dan semuanya. Joyce hanya ingin jika Joyce pergi menghadap Allah, semua orang tidak akan terlalu bersedih. Karena kehilangan Joyce, sekali lagi maafkan Joyce Mom' ucap Joyce dalam hati saat memeluk Mom Vita.


.


Sedangkan pasangan yang sedang berbahagia juga sedikit merasakan kesedihan juga saat melihat Zico dan Joyce yang seperti itu. Apa lagi mereka berdualah saksi dari keduanya yang sama-sama saling mempertahankan hubungan yang sudah tidak sehat lagi.


Semuanya berkumpul bersama saat makan malam dan semua pasangan saling berdansa dan terlihat sangat bahagia semuanya. Joyce dan Zico juga ikut bergabung dengan yang lainnya, tapi kondisi Joyce malah terlihat sangat pucat dari sebelumnya.


Azalya menghampirinya dan memeluk Joyce saat Joyce mengucapkan selamat untuk yang kedua kalinya pada Azalya.


"Kak, apa kakak baik-baik saja? Kakak terlihat sangat pucat" tanya Azalya sambil memeluk Joyce dan mengusap punggungnya.


"Kakak baik-baik saja. Apa yang bisa kakak katakan selain kata-kata itu Az? Kakak sepertinya sudah tidak sanggup lagi Az, kakak merasa sudah waktunya" jawab Joyce dengan ambigu, dia seperti mengatakan sesuatu yang risk Azalya tahu.


"Kak, kakak ini bicara apa? Aku... " belum selesai Azalya bertanya, Joyce sudah pingsan dan mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.


"Kak!!" teriak Azalya yang membuat semua orang panik dan menghampirinya yang sedang menahan tubuh Joyce yang lebih tinggi darinya.


"Mom!!!" teriak Daffy yang sigap menahan tubuh Mommy nya yang dia baru menyadari jika terlihat lebih kurus.


"Kita bawa kerumah sakit sekarang juga. Dia sepertinya sedang sakit" ucap Azalya yang meminta Daffy membawanya kerumah sakit.


Sedangkan Zico mengekorinya dari belakang. Joyce sudah tidak sadarkan diri lagi, dia benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang semakin kesini menggerogoti dirinya.


Semua orang juga sudah panik dan ikut kesumah sakit untuk melihat keadaan Joyce sekarang. Sebelum itu para orang tua meminta anak-anak mereka untuk pulang saja. Karena tidak mungkin jika kerumah sakit berramai-ramai seperti sedang demolition.


"Apa ini yang Daddy inginkan? Apa Daddy juga sudah tahu Mommy seperti itu? Tentu saja tidak! Mana perduli Daddy dengan kesehatan dan juga keberadaan wanita yang sudah sangat sering sekali Daddy sakiti. Baik jiwa maupun raganya" tanya Daffy yang sudah sangat emosi tapi dia tidak mengeluarkan semua emosinya. Karena dia masih sangat menghormati Zico sebagai Daddy nya.


"Sudah Daf, kamu jangan bicara seperti itu. Kami semua juga khawatir akan keadaan Mommy kamu. Sebaiknya kita berdo'a saja untuk Mommy kamu supaya dia baik-baik saja" ucap Azalya yang memang sangat dekat dengan Daddy semenjak kecil dan sudah menganggap Daffy putranya sendiri.


"Maafkan Daffy auntie, Daffy emosi tadi" ucap Daffy yang menunduk dan dia mencoba untuk menetralkan emosinya yang hampir saja memuncak.


Saat semua orang sedang diam dan larut dalam fikiran masing-masing. Dokter yang memeriksa Joyce keluar dan menanyakan dimana suami dan keluarganya.


"Apa disini ada suami dari pasien? Saya ingin bicara berdua dengan nya" tanya dokter yang menatap satu persatu orang yang ada disana.


"Saya dokter. Apa yang ingin dokter katakan?" jawab Zico menghampiri dokter tersebut dan menanyakan apa yang ingin disampaikan olehnya.


"Bisa ikut keruangan saya sebentar? saya akan menjelaskan semuanya disana" ucap dokternya sambil bertanya dan menatap pada orang-orang yang sedang menatapnya.


"Bicarakan saja disini dok, supaya kami semua tahu apa yang terjadi" bukan Zico yang menjawab, melainkan Daffy yang mengatakan supaya dokter menjelaskan semuanya disini saja.


"Jelaskan dokter" akhirnya Zico tidak mau jika putranya merasa tidak dihargai dan tidak dianggap.


"Begini Pak, beberapa hari yang lalu pasien sudah memeriksakan kondisinya kemari. Dan baru tadi hasilnya keluar, ternyata pasien mengalami kangker darah setadium lanjut. Saya sudah menyarankan untuk segera kemari untuk bisa mendapatkan perawatan yang intensif. Juga menjalani chemotherapy, tapi pasien tidak mendengarkan apa yang saya katakan padanya. Dan sekarang kondisinya sangat kritis juga mengalami koma" jelas dokter tersebut yang membuat semua orang diam membeku.


DUAR.....


Bagai disambar petir disiang bolong, Daffy langsung terduduk dilantai dengan bersimpuh. Semua orang sangat sedih mendengar kabar yang sangat mengejutkan dari dokter. Apa lagi kedua orang tua Joyce yang terlihat sangat syok mendengarnya.


PLAK...


PLAK...


"Ini bukan yang kamu mau bang? Ini yang kamu inginkan, Hah! Apa kau sudah puas melihat keadaan nya yang seperti itu?!" ucap Zia yang menampa* Zico dua kali dan menatap nyalang padanya.


"Wah, sungguh kau adalah pria yang patut untuk diacungi jempol. Karena sudah belasan tahun bo**hnya tidak bisa hilang. Dan malah semakin menjadi" ucap Zia yang sudah sangat marah dan juga kesal pada saudara kembarnya.


Sedangkan Daffy hanya diam saja dan menerobos masuk untuk bisa melihat kondisi Joyce yang begitu banyak kabel yang menelekat ditubuhnya.


"Mom, kenapa Mommy melakukan ini pada Daffy Mom? Apa Mommy sudah tidak sayang dan tidak perduli lagi pada Daffy? Siapa yang akan memarahi Danu akan cerewet pada Daffy Mom? Jika Mommy seperti ini?" tanya Daffy yang menatap dan menggenggam tangan Joyce yang terasa mendingin.


Saat mengatakan itu semua tiba-tiba monitor yang ada disana menyala dengan sangat nyaring dan membuat semua orang panik. Juga dokter dan suster saling berhamburan masuk untuk memeriksa kondisi pasien nya.


Tidak berapa lama kemudian dokter keluar dan mengabarkan jika Joyce sudah tidak ada lagi. Dan kepergian nya sudah ditentukan. Zico bagai disambar petir dan dia hanya membeku sambil menatap wajah wanita yang sudah dia sakiti belasan tahun lamanya.


"Hahahah.... Sungguh, sungguh sangat bagus anda membuatnya menjadi seperti itu. Tuan Zico Pratama Edison, sungguh. Saya mohon dengan sangat untuk melepasakan Ibu saya, tapi bukan anda yang melepasakan. Tapi Ibu saya lah yang melepasakan diri. Tolong, tolong jangan lagi anda memperlihatkan wajah anda yang seperti ini. Karena saya begitu muak, anda tahu? Muak!" teriak Daffy yang sudah benar-benar sangat marah dan sekarang dia berani menarik kerah kemeja milik Zico, yang notaben nya adalah Daddy nya sendiri.


Daffy menangis dan dia benar-benar sangat rapuh. Dia tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana. Tempatnya bersandar dan berkeluh kesah sudah tidak ada lagi. Ini semua karena Zico yang selalu memperlakukan nya tidak adil selama hidupnya.


Semua orang hanya bisa diam dan menangis. Saat bersamaan juga mereka memutuskan untuk membawa Joyce untuk segera dikebumikan esok hari. Disaat semua orang baru saja merayakan moment kebahagiaan, disaat bersamaan juga mereka mendapatkan kabar duka.


Sungguh hari ini sangat membuat mereka merasa sangat lelah hati dan fikiran. Daffy benar-benar tidak mau jauh-jauh dari Joyce yang sudah terbujur kaku tidak bernyawa lagi. Dia selalu memeluk dan bahkan tidur disampingnya dan terus mengusap wajah wanita yang menjadi sandaran dalam hidupnya.


Zahiya dan Zaniya yang melihat itu semua merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Daffy. Pria yang selalu bisa menjaga dan selalu mengayomi mereka berdua.


"Apa kita samperin bang Daffy Za?" tanya Zaniya yang ingin melangkah mendekati Daffy ditahan oleh Zahiya yang menggeleng.


"Jangan, biarkan bang Daffy seperti itu dulu. Setelah semuanya tenang dan sudah selesai, baru kita mencoba untuk menghiburnya. Untuk saat ini biarkan saja seperti itu" jawab Zahiya yang hanya bisa menatap dan mendo'akan yang terbaik untuk saudaranya itu.


.


Keesokan harinya, acara pemakaman Joyce sudah selesai dan seperti yang Zahiya tebak sebelumnya. Jika Daffy pasti tidak ingin langsung pulang dari makam. Dia masih terus memeluki nisan Joyce dan menatap foto Joyce yang sedang tersenyum sangat bahagia.


"Bang, boleh aku duduk disini?" tanya Zahiya yang memutuskan untuk menemani Daffy disini bersama dengan Zaniya. Karena mereka bertiga memang sangat dekat.


"Kenapa Mommy begitu tega meninggalkan ku yang masih sangat membutuhkan nya Za? Apa aku tidak pantas untuk mendapatkan kasihan sayangnya?" ucap Daffy yang tidak mengalihkan pandangan nya dari nisan yang bertuliskan nama Joyce disana.


"Ini semua sudah takdir bang. Abang harus kuat dan bisa bangkit kembali, aku tahu ini sangat berat baginya abang. Tapi ini semua sudah takdir dari Allah untuk abang" ucap Zahiya yang berada disisi kanan Daffy dan disisi kirinya ada Zaniya.


"Yang dikatakan oleh Zahi benar bang. Kita semua pasti akan merasakan yang namanya kematian dan ditinggalkan. Kita hanya menunggu waktu saja, abang jangan seperti ini. Karena auntie pasti akan sedih juga melihat abang seperti ini. Abang harus membuktikan jika abang adalah pria kuat dan juga tangguh bisa menghadapi semuanya dengan hati yang lapang. Kita semua percaya pada abang" ucap Zaniya yang memberikan semangatnya pada Daffy.


"Thanks my sister. Abang akan melakukan apa yang kalian berdua katakan, abang akan membuktikan pada Mommy bahwa aku bisa dan baik-baik saja" ucap Daffy yang mengatakan itu sambil menangis dan merangkul tubuh Zahiya dan Zaniya yang berada disisi kanan dan kirinya.


"Nah, ini baru abang gue" ucap Zaniya yang mencoba mencairkan suasana haru diantara mereka bertiga.


Tidak jauh dari sana sosok pria yang tidak lain adalah Zico sedang menatap putranya dan juga makan wanita yang menyandang sebagai istrinya. Dia menangis dalam diam dan tidak mengatakan apa-apa juga tidak mendekat kearahnya.


"Apa abang sudah lebih tenang sekarang?" Tanya seseorang yang tidak lain adalah Zayn. Yang entah sejak kapan sudah berada disampingnya.


"Lihatlah, abang sudah membuat putramu sendiri membencimu. Bahkan mungkin akan lebih parah dari Sekedar membenci. Apa abang tahu? Jika semua yang abang lakukan sungguh sangat berdosa. Abang menelantarkan anak dan istri dengan sengaja, sungguh itu sangat tidak patut untuk dilakukan oleh seorang kepala rumah tangga" ucap Zayn dengan panjang lebar pada Zico.


"Abang secara tidak langsung memberikan contoh buruk pada putramu sendiri supaya bersikap seperti abang. Aku sudah sering mengatakan jika abang tidak bisa membahayakan nya, lebih baik lepaskan dan jangan membuatnya semakin menderita. Tapi abang tidam mengindahkan ucapan dariku" lanjutnya lagi dan itu tetap membuat Zico hanya bisa diam dan diam.


Setelah mengatakan itu pada Zico. Zayn langsung pergi dan tidak terlihat lagi. Zico malah tertunduk dan berlutut ditanah. Dia benar-benar sangat menyesal karena telah menyia-nyiakan wanita yang sudah menemaninya sejak dulu. Selalu bersikap biasa saja walau dia tidak menganggapnya. Sungguh penyesalan yang tidak ada artinya lagi untuk dia sesali.


Karena orang hang dia sakiti sekarang sudah terbaring dengan tenangnya didalam tanah. Semua penyesalan dan rasa bersalah menguar dalam dadanya. Semua kata maaf sudah tidak bisa didengarkan olehnya. Penyesalan yang mengantarkan Zico menuju kehancuran dirinya. Atau memang dia ini sudah hancur sejak dulu? Kita lihat saja kedepan nya seperti apa.


.


.


.


Maafkan Othor ya reader... Karena pagi-pagi Othor shdah nabur bawang 😁😁😁


Jangn lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya... Karena dari dukungan dari kalian bisa membuat karya Othor bisa naik 🤗🤗