Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Dosen kiler



Saat sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Tama, tiba-tiba Zahiya dipanggil untuk maju kedepan dengan memberikan contoh untuk teman-temannya yang lain.


"Kamu. Kamu maju dan terangkan semua yang saya jelaskan tadi sebelum mengerjakan tugas" ucap Pak Tama yang menunjuk Zahiya.


"Saya Pak?" tanya Zahiya yang menunjuk dirinya sendiri pada Pak Tama.


"Iya, siapa lagi?!" jawab Pak Tama dengan nada datarnya juga dingin pada Zahiya.


"Baik Pak" ucap Zahiya yang sudah tidak menggunakan kacamata lagi. Karena sudah pecah berkeping-keping oleh Marina.


"Saya ingin membuktikan jika yang dikatakan oleh dosen sebelumnya, jika kamu adalah mahasiswa terbaik didalam kelas ini" ucap Pak Tama yang tidak mengalihkan pandangan nya dari kertas-kertas yang sedang dia baca dan dia periksa.


Zahiya tidak mengatakan apa-apa. Dia langsung mengerjakan apa yang dikatakan oleh Pak Tama yang menurutnya ini adalah halusinasi biasa.


"Sudah selesai Pak, boleh saya duduk kembali?" tanya Zahiya setelah mengerjakan tugas beberapa menit yang lalu dan dia menyerahkan sepidol pada Pak Tama.


"Tunggu! Saya akan memeriksanya dulu, kamu jangan dulu duduk" ucap Pak Tama yang menahan Zahiya untuk tidak langsung duduk.


Zahiya hanya mengangguk dan berdiri disamping white board yang dimana Pak Tama sedang memeriksanya. Betapa terkejutnya dia saat melihat dan mencocokan jawaban yang diberikan oleh Zahiya, semuanya benar dan tidak ada yang salah sama sekali.


"Kamu boleh duduk. Dan nantinya kamu harus ikut saya keruangan saya untuk membawakan hasil tes teman-teman kamu" ucap Pak Tama yang juga langsung duduk dikursinya kembali.


Begitu juga dengan Zahiya yang duduk dikursinya. Dia kembali mengerjakan tugas ujian pertamanya, dia memang masih sangat muda dan juga berbeda jauh dari teman-teman sekelasnya yang jauh lebih dewasa darinya. Tapi soal kemampuan jangan ditanya lagi, dia malah menguasai seluruh mata kuliah yang sebenarnya dia tidak ingin kuliah. Tapi karena Daddy nya yang memintanya untuk kuliah dan berbaur dengan orang-orang juga remaja seusianya.


.


Berbeda dengan Zaniya yang memang terlihat sangat santai dengan semua soal-soal ujian nya. Karena dosen nya berbeda jauh dari dosen Zahiya yang sangat kiler.


"Zaniya, apa kamu bisa membantu saya untuk mengerjakan ini, dan menerangkan nya pada teman-teman kamu semua? Saya ada urusan sebentar" tanya dosen wanita yang Sabbath ramah tapi juga tegas dalam mengajar.


"Baik Buk" jawab Zaniya yang langsung berdiri dan menghampiri dosen nya yang sedang duduk dikursinya lalu beranjak pergi.


Zaniya langsung mengerjakan dan menjelaskan apa yang dia bisa dan dia mengerti. Sebelum dia selesai dengan tugasnya salah seorang teman nya bertanya soal apa yang dia tidak mengerti.


"Zaniya, maaf nih ya. Aku belum mengerti semuanya, apa kamu bisa menjelaskan nya kembali? Jika kamu nggak mau juga nggak apa-apa sih" tanyanya dengan tatapan yang menunduk. Karena dia tidak berani menatap Zaniya yang terlihat sangat garang itu.


"Hmm" jawab Zaniya yang menerangkan kembali dengan pelan-pelan dan dia memberikan contoh pada semua teman-temannya hingga mereka semua mengerti.


Dikelas Zaniya memang tidak serese dan semenyebalkan nya dari kelas Zahiya. Karena mereka melihat Zaniya saja sudah ketakutan lebih dulu, karena dikelas ini kebanyakan bukan dari kalangan atas. Tapi dari kalangan menengah kebawah, jadi mereka akan segan jika melihat Zaniya yang terlihat memang seperti orang kaya.


"Oke, sudah jelas dan faham semuanyakan? Gue mau balik duduk lagi" tanya Zaniya yang dijawab anggukan kepala oleh teman-temannya dan dia langsung duduk kembali disamping teman nya.


"Kamu hebat banget Zaniya, bahkan kamu sudah bisa masuk kuliah walau usia kamu masih dibawah kami semua. Semoga kamu mau membantu kami saat kami membutuhkan bantuan dari kamu" ucap tan Zaniya yang bernama Laras.


"Jika butuh bantuan tinggal bilang saja. Gue pasti bantu loe semua, tapi gue nggak bisa janji" jawab Zaniya yang sangat humble dan juga tidak seperti Zahiya yang cuek dan tidak perduli.


"Oke, thanks ya Zaniya" ucap teman sekelasnya dan dijawab anggukan oleh Zaniya dan juga senyuman tipisnya.


Semuanya selesai dikerjakan tepat waktu untuk yang lainnya. Berbeda dengan Zaniya yang sudah keluar sejak beberapa menit yang lalu. Dia langsung kekantin dan dia melihat Zahiya yang sendiri dan tidak mengenakan kacamatanya lagi.


"DOR!!!" ucap Zaniya yang mengagetkan Zahiya.


Zahiya hanya diam saja, dia sudah bisa menebak jika yang menghampirinya adalah Zaniya. Siapa lagi jika bukan dia yang berani melakukan nya.


"Loe, tumben lepas kacamata loe?" tanya Zaniya yang sudah duduk disebrang meja.


"Kacamata gue pecah, gue juga lupa nggak bawa cadangan nya" jawab Zahiya yang masih memakan makanan yang sengaja dia bawa dari mainson.


"Oh, tapi loe lebih baik kayak gini sih. Karena loe kan memang tidak bisa melihat jelas jika menggunakan kacamata bukan?" tanya Zaniya lagi saat melihat Zahiya hanya diam dan dia memesan makanan yang dia inginkan.


"Gue lebih suka seperti biasanya" ucap Zahiya yang masih terus mengunyah dan tanpa disadari oleh Zahiya, Zaniya melihat ada luka lebam dibagian siku Zahiya.


"Tangan loe kenapa? Apa masih ada yang ngebully loe?" tanya Zaniya yang memegang tangan Zahiya yang lebam.


"Gue jatoh tadi. Sudah nggak apa-apa dan gue baik-baik saja" jawab Zahiya yang masih terus mengunyah dan dia tidak ingin jika adik kembarnya malah membuat keributan.


"Loe yakin loe nggak apa-apa? Seharusnya loe bilang ke gue, kalo loe ada yang gangguin. Setidaknya gue bisa melindungi loe dari orang-orang yang membuat masalah dengan loe" ucap Zaniya yang sudah tahu apa jawaban yang akan diberikan oleh Zahiya padanya.


"Sudahalah, nggak usah bikin keributan. Lagian gue bisa atasi semuanya sendiri, loe nggak perlu khawatir akan hal itu. Sebaliknya loe fokus saja sama tugas-tugas kuliah loe saja. Tapi jika gue butuh bantuan loe, gue pasti bilang" ucap Zahiya yang membuat Zaniya mengangguk dan dia segera memakamkan bakso yang tadi dia pesan.


"Gue cuman khawatir saja sama loe, gue tahu jika ilmu bela diri loe memang diatas gue. Tapi tetep saja gue sangat khawatir sama loe, tapi sudahlah. Gue percaya, loe bisa mengatasinya sendiri" ucap Zaniya yang masih terus mengunyah dan itu mejadi pusat perhatian bagi para mahasiswa senior maupun juniornya.


"Hai twins Z" ucap seorang pria yang sudah tidak asing lagi bagi mereka berdua.


"Bang Daf, tumben baru keluar? Dari mana saja?" tanya Zaniya yang masih mengunyah makanan yang belum habis.


"Kamu nggak makan Zahi?" tanya Daffy yang melihat Zahiya hanya sedang meminum jusnya saja.


"Aku baru saja selesai bang. Abang sendiri nggak pesan makan?" jawab Zahiya dan dia bertanya balik pada Daffy.


"Sudah pesan tadi sebelum menghampiri kalian berdua. Kenapa? Khawatir ya?" jawab Daffy yang malah menggoda Zahiya yang terlihat sangat datar dan juga dingin.


"Ya khawatir lah bang. Jika abang sakit bagaimana dengan auntie Joyce, dia pasti akan lebih khawatir lagi pada abang bukan?" jawab Zahiya yang membuat Daffy sedikit kecewa akan jawaban yang Zahiya berikan.


"Sudahalah bang, jangan diambil hati ucapan pedas dari Zahi. Dia memang seperti itu, lagian abang pasti mengertilah dengan kesehatan sendiri bukan?" ucap Zaniya yang mengedipkan sebelah matanya kepada Daffy yang membuat Daffy tersenyum kembali akan tingkah Zaniya.


"Kalian memang adik-adik abang yang paling pengertian. By the way, kalian sudah selesai kuliahnya? Atau masih ada pelajaran lagi?" tanya Daffy yang mengalihkan pembicaraan. Tapi tidak lama kemudian pesanan makanan nya sudah sampai dan Daffy langsung makan saja tanpa mengucapkan apa-apa lagi.


"Bang, Zani. Aku mau langsung masuk lagi, ini adalah ulangan terakhir hari ini. Jadi aku duluan ya" ucap Zahiya yang akan beranjak pergi dari kantin.


"Iya, belajar dengan baik" jawab Daffy yang masih mengunyah makanan nya.


"Oke" jawab Zaniya dengan membentuk jari telunjuk dan jari jempolnya membentuk huruf O.


Zahiya melangkah dengan cepat karena dia harus keruangan dosen dulu untuk membantu Pak Tama membawakan buku-buku yang akan dibawa masuk kedalam kelas.


TOK...


TOK...


TOK...


"Maaf Pak saya telat" ucap Zahiya yang sudah masuk kedalam ruangan Pak Tama.


"Oke, tidak apa-apa. Untuk kali ini saya maafkan, sekarang bawa ini semua kedalam kelas. Saya akan menyusulnya" ucap Pak Tama yang entah sedang mengerjakan apa didalam laptop miliknya.


"Baik Pak, saya permisi" ucap Zahiya yang langsung membawa kertas-kertas ujian dan juga buku-buku yang akan diberikan pada seluruh mahasiswa dikelas mereka.


Zahiya membawa setumpuk kertas dan juga buku-buku. Diperjalanan akan menuju ruangan kelasnya dia berpapasan dengan sosok pria yang tidak jauh berbeda sikapnya dari dirinya yang selalu diam dan dingin pada semua orang.


"Aku bisa membawanya sendiri" ucap Zahiya saat pria tersebut membantunya membawa sebagian buku-buku yang dia bawa tadi.


"Gue paling tidak bisa melihat wanita diperlakukan seperti ini oleh dosen itu. Jadi diam dan jalan" ucap pria yang satu kelas dengan nya dan dia bernama William Nelson yang sering dipanggil Willy.


Zahiya tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia berjalan beriringan menuju kelasnya, saat sudah masuk kedalam kelas. Cewek-cewek rese itu malah menghampiri Zahiya yang baru saja meletakan tumpukan buku-buku dan kertas ujian.


"Loe, emang jadi cewek gatel banget ya. Sudah merusak pemandangan malah menggoda Willy! Tidak puas dengan Daffy, sehingga mencari yang lain lagi? Dasar cewek tidak tahu diri!" ucap Jessica yang ingin menampar Zahiya tapi ditahan oleh William.


"Apa loe nggak malu selalu membuat keributan? Seharusnya loe itu malu!" ucap William yang menghempaskan tangan Jessica dengan kasar lalu menggenggam tangan Zahiya untuk duduk dibangkunya.


"Loe, berani nyakitin gue demi sicupu itu Will? Gue heran sama loe, apa yang loe lihat dari dia yang sudah cupu dan juga gagu!" ucap Jessica yang malah semakin menjadi menghina Zahiya.


William mengepalkan tangan nya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Jessica pada Zahiya. Dia tidak tahu kenapa dia bisa membelanya dan merasa sangat perduli padanya. Sedangkan pada mahasiswi yang mendapatkan bullying dari mereka tidak pernah mau ikut campur. Tapi kenapa dengan Zahiya dia mau ikut campur dan membantunya. Dia juga bingung dan tidak bisa mengatakan apa-apa.


Saat William akan menghampiri Jessica yang sedang tersenyum mengejek, Zahiya menggenggam tangan nya dan itu membuat William tidak tahu kenapa kemarahan nya seakan menguap entah kemana. Zahiya juga menggelengkan kepalanya untuk membuat William tidak menghampiri mereka.


Zahiya langsung duduk setelah melihat William lebih tenang dan dia juga sudah duduk dibangkunya sendiri. Tidak lama kemudian dosen datang dan melihat kelasnya tenang tidak seperti sebelumnya yang sangat ramai.


Pak Tama membagikan kertas soal-soal yang bahkan lebih banyak dari sebelumnya.


"Ini saya berikan lebih dari sebelumnya. Karena hanya kelas ini yang nilainya paling buruk dari kelas-kelas yang lain. Jika ada yang protes dengan ini semua, Silahkan keluar dari kelas saya!" ucap Pak Tama yang melihat salah seorang mahasiswa ingin protes padanya.


Semuanya hanya diam saat Pak Tama mengatakan itu semua pada mereka. Karena yang dikatakan oleh Pak Tama memang benar adanya, jika disini memang kelas yang paling rendah nilainya tapi diisi oleh orang-orang dari keluarga menengah keatas. Jadi mereka masih tetap bisa berada disini, karena uang yang berbicara.


Zahiya yang mahasiswi baru tidak mengatakan apa-apa dan tidak tahu apa-apa juga. Dia langsung mengerjakan soal-soal ujian nya, tanpa menoleh kekanan dan kirinya. Dia hanya fokus pada kertas didepan nya saja.


Tidak jauh berbeda dengan Zahiya. William juga melakukan hal yang sama seperti Zahiya, dia juga langsung fokus pada soal-soal ujian nya. Dia tidak ingin menanggapi apa yang ada didekatnya, termasuk ucapan dari dosen nya sendiri. Dia tidak mau jika nilainya yang selama ini dia pertahankan akan turun hanya karena dia tidak fokus.


.


.


.


Minal aidzin wal faidzin.... Mohon maaf lahir batin 🙏🙏 Jika ada salah kata atau ketikan Othor yang masih banyak typo bertebaran dimana-mana...


Mohon maaf yang sebesar-besarnya dihari yang suci ini... Maaf jika akhir-akhir ini Othor up nya tidak teratur... Karena semenjak bulan puasa pekerjaan dan juga kegiatan Othor semakin padat juga ada kendala signal juga 🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiah disetiap babnya... Supaya Othor makin semangat buat selalu up tiap hari...