Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Mengimbangi permainan musuh



Zayn dan Austin yang sedang menatap layar monitor tiba-tiba mendapatkan notifikasi dari Angga dan mereka saling pandang lalu membukanya dan Austin membelalakan matanya saat melihat semua bukti dan juga semuanya terlibat dan juga saling terikat satu sama lain.


"King. Jadi ini yang anda maksudkan?" tanya Austin yang melihat deretan orang-orang yang mengincarnya dan juga Zayn bukan hanya orang-orang yang sudah mereka curigai. Bahkan orang yang tidak disangka juga melakukan nya.


"King, salah satu nama itu adalah nama seseorang yang dekat dengan anda dan juga keluarga besar anda" ucap Austin dengan sangat hati-hati dan juga sedikit terbata-bata mengatakan nya pada Zayn.


"Saya sudah tahu. Bahkan dibalik kematian Zico ada sangkut pautnya dengan nya" jawab Zayn dengan tatapan datarnya dan juga dingin. Bahkan sangat dingin dibandingkan dengan biasanya.


"Ja.. Jadi, King?" tanya Austin yang menelan slivanya dengan susah payah karena orang yang dia anggap baik dan juga penuh kasih sayang itu ternyata lebih kejam dibandingkan dengan Addofo Barnard.


"Sekarang bersikaplah seperti biasa. Saya sedang merencanakan untuk bisa menyelamatkan mereka tanpa dia sadari dan membuat mereka celaka" ucap Zayn yang tidak ingin jika Austin salah mengatakan sesuatu yang berakibat fatal pada dirinya dan keluarganya.


"Saya akan diam dan tutup mulut King. Karena ini juga ada sangkut pautnya dengan keberadaan Ibu saya" ucap Austin yang masih belum bisa menemukan Ibunya yang Zayn katakan masih hidup dan berada disuatu tempat.


"Itu lebih baik" ucap Zayn yang langsung bangkit dan sebelum itu dia mengatakan sesuatu pada Austin.


"Kau ajari dan didik dia menjadi lebih baik lagi. Karena jika dia diasah dengan baik, dia akan bisa melakukan nya dengan baik" ucap Zayn tanpa mengalihkan pandangan nya dari depan sana.


"Akan saya lakukan King. Apa ada lagi?" tanya Austin yang melihat punggung Zayn.


"Ini paling penting. Menikahlah, supaya tidak mencoba untuk selalu bisa mendekati putriku" ucap Zayn yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada Austin.


"Sungguh, calon Ayah mertua ku itu sangat kejam sekali. Apa dia tidak bisa merasakan bagaimana sakitnya dan bagaimana pedihnya sakit hati dan ditinggalkan? Sungguh sangat kejam. Hiks... Hiks..." ucap Austin yang menangisi nasib percintaan nya yang begitu tragis.


"Ini seperti judul sebuah film atau novel yang berjudul cintaku terhalang restu Ayah mertua. Hahaha, cocok juga dijadikan sebuah judul film atau novel" gumamnya lagi sebelum dia keluar juga untuk menemui Angga yang sedang bersama dengan Leonard.


"Anda disuruh menemui King diruangan nya. Saya yang akan mengajarinya hingga dia bisa dan mampu untuk melakukan sesuatu" ucap Austin yang meminta Angga untuk menemui Zayn yang sedang menekuri layar laptopnya.


Angga hanya mengangguk, lalu dia mengatakan sesuatu pada Leonard untuk mau ikut dengan Austin yang akan mengajarinya hingga bisa dan mampu.


"Kamu bisa belajar padanya untuk bisa mengasah kemampuan kamu dalam bidang IT. Uncle akan menemui King dulu, ingat satu hal. Jangan mengecewakan" ucap Angga yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada Leonard.


"Pasti uncle, aku akan melakukan semampu aku" jawabnya dengan penuh semangat pada Angga.


Angga hanya mengangguk dan mengacak rambut Leonard. Lalu dia pergi dan menemui Zayn, dimana Zayn akan mengatakan sesuatu yang akan mengimbangi permainan musuh yang bisa bermain cantik.


TOK...


TOK...


TOK...


"Apa anda sudah lama menunggu King?" tanya Angga saat dia sudah masuk dan duduk dihadapan Zayn yang sama sekali tidak bergeming sedikitpun.


Angga langsung membacanya, mempelajari dan juga memahami apa yang ada didalam berkas-berkas tersebut. Dia bahkan membelalakan matanya saat melihat dan membaca rencana-rencana mereka yang memang ingin menyingkirkan keturunan Pratama. Dia terus membaca hingga diakhir dia melihat jika kematian Zico dan Mark, orang kepercayaan dari Tuan Alberto atau sering dipanggil Surya karena dia mengubah namanya supaya tidak terlalu mencolok menggunakan nama kecilnya dulu.


"King, ini?" tanya Angga yang ingin memastikan apa yang dia baca adalah benar dan itu adalah ulah dari Louis Edison yang entah ada motif apa dia melakukan itu.


"Seperti yang kau ketahui" jawab Zayn yang memutar kursinya menjadi membelakangi Angga yang sedang membaca terus berkas yang ada ditangan nya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan King?" tanya Angga yang melihat punggung Zayn menunduk.


"Lakukan seperti apa yang dia lakukan dan dia rencanakan. Kita akan melakukan apa yang dia lakukan, karena dengan begitu dia tidak bisa menebak apa yang akan kita lakukan. Apapun yang dia lakukan semuanya harus kita lakukan juga" jelas Zayn yang mengatakan itu pada Angga.


"Termasuk me****apkan seseorang juga King?" tanya Angga yang masih menatap punggung Zayn yang tiba-tiba Zayn membalikan kursinya hingga mereka saling berhadapan. Hanya terhalang meja kerja Zayn yang lumayan besar.


"Jika yang satu itu jangan dulu. Karena saya tidak ingin jika melakukan kesalahan yang sama dengan nya" jawab Zayn yang memang sudah tidak ingin lagi me***nuh seseorang. Karena sudah cukup dia melakuan nya dulu.


"Lalu apa yang ingin anda lakukan sekarang King? Apa lagi sekarang anda membawa dan juga mengasuh Tuan Muda Daffy dan menjadikan anda sebagai walinya. Maaf, bukan nya saya bermaksud untuk mendikte anda. Karena sepertinya beliau memang sudah memersiapkan Tuan Muda Daffy sebagai penerusnya. Jika sudah seperti ini, anda sendiri yang memang harus bisa menghadapinya King. Apa lagi anda benar-benar melepasakan namanya dari nama anda" ucap Angga yang mengatakan semuanya pada Zayn.


Karena Angga sudah tahu segalanya. Baik itu rahasia atau apapun itu, Angga juga mengatakan itu karena merasa kasihan juga prihatin pada King nya ini. Diusianya dan juga kondisi fisiknya yang sudah semakin lemah. Keluarganya terancam karena dia salah mengambil jalan, walau jalan itu adalah jalan yang terbaik untuk semuanya.


"Karena itu saya tidak ingin jika Daffy mendapatkan didikan darinya yang sangat tidak sesuai dengan keinginan Daddy sendiri. Dia tidak menginginkan sesuatu yang berhubungan dengan Mommy dan Daddy nya. Karena dia pasti akan selalu mengingat dua orang yang dia sayangi itu" ucap Zayn yang baru kali ini banyak memikirkan sesuatu yang akan dia ambil. Tidak seperti sebelumnya yang melakukan nya hanya dengan logika, bukan perasaan seperti sekarang.


.


Jika Zayn dan Angga sedang berdiskusi masalah seseorang yang sedang mengincarnya dan juga keluarganya. Berbeda dengan Daffy yang merasa sangat kehilangan saat tahu jika Zahiya sudah tidak lagi kuliah bersama dengan nya. Bahkan dia rela mengambil jurusan bisnis hanya ingin supaya Zahiya bisa melihatnya dan menganggapnya lebih dari seorang abang.


"Kenapa begitu sulit untuk menggapai hati kamu Za? Abang benar-benar sangat ingin dekat dengan kamu dan selalu bersama-sama terus. Kenapa kamu malah memilih keluar dan menjauh dari ku?" tanya Daffy yang sudah berada didalam mobil kesayangan Zahiya dan disana masih sangat kentara sekali aroma parfum Zahiya didalam mobil.


"Bahkan didalam sini saja masih mengingantkan kami Za" ucapnya sambil mengusap-ngusap stir mobil milik Zahiya.


Daffy benar-benar meniadi sad boy. Dia akan menjelma menjadi pira lemah dan cengeng saat berjauhan dengan Zahiya. Tapi dia akan menjadi pria yang bisa diandalkan juga mengayomi Zahiya dan Zaniya jika sedang bersama dengan Zahiya.


.


.


.


Maafkan Othor yang hnya bisa up sedikit, mata Othor tidak bisa dikompromi...


Jangan ngehujat Othor ya karena up dikit..


Selamat malam dan happy reading 🤗🤗🤗