Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Perasaan apa???



Zayn benar-benar tidak bisa menebak jalan fikiran Zahiya yang memang tidak bisa melakukan itu. Tapi Zayn akan selalu percaya dan mendukungnya penuh, karena bagi dirinya Zahiya adalah segalanya dan masadepan dirinya dan penerusnya.


"Daddy percaya padamu Queen. Sungguh, Daddy akan selalu ada dibelakang kamu Queen" ucap Zayn sambil terus menatap wajah tersenyum Zahiya dilayar laptopnya.


"Kau sangatlah cantik jika tersenyum lepas seperti itu, bahkan Daddy belum pernah melihat senyuman manis itu Queen" ucap Zayn yang menatap Zahiya yang sedang tersenyum sangat lepas. Entah itu senyuman tulus atau terpaksa, tapi semuanya terlihat sangat cantik dan natural.


Zayn juga ikut tersenyum melihatnya, karena kebahagiaan putrinya adalah segalanya bagi dirinya dan Azalya. Baik Zahiya atau Zaniya, keduanya sama-sama membuat mereka bahagia.


.


Sedangkan yang diperhatikan didalam laptop masih asik bercengkrama berdua dan tidak menyadari jika interaksi keduanya sedang disaksikan oleh Zayn.


"Sudah pagi rupanya. Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, saya harus segera pergi sekarang" ucap Albert yang melihat kearah jendela yang sudah terang.


"Iya juga. Terimakasih banyak atas bantuan dari anda Tuan, jika tidak ada anda. Mungkin akan lama selesainya" ucap Zahiya yang berterimakasih pada Albert Einstein.


"Sama-sama, saya pergi sekarang. Anda harus selalu hati-hati dan jangan keluyuran pada malam hari, apa lagi anda seorang wanita. Tidak akan aman untuk anda" ucap Albert pada Zahiya yang mengangguk mengiyakan ucapan dari Albert.


"Bye" ucap Albert yang melambaikan tangan nya pada Zahiya.


"See you" jawab Zahiya sambil tersenyum dan segera menutup pintu rumahnya.


"Selamat, dan sekarang aku sudah bisa kembali pada pengaturanku saat tadi dengan pria itu. Itu sangat jauh berbeda dari diriku sendiri" ucap Zahiya yang berdiri dibalik pintu rumahnya.


"Apa mungkin dia akan percaya atau malah sebaliknya? Jika dia mempercayai ku dan dia tahu aku ini adalah klan nya apa yang akan dia lakukan? Apa dia akan mencelakakan ku? Atau lamah membuatku berada didekatnya terus? Sudahalah, jangan fikirkan itu dulu. Yang pasti dia bukan pria yang kasar, jika memang dia bisa berubah kenapa tidak" gumam Zahiya yang masuk kedalam kamarnya lalu terlelap.


Karena semalam tidurnya terganggu oleh kedatangan anggotanya yang membuat dia tidak bisa segera tidur. Saat sedang terlelap, ternyata Albert menyelinap masuk dan tentu saja Zahiya tahu ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya. Dia ingin bangun tapi tidak bisa, karena dia sedang pura-pura.


"Kau memang sangat berbeda dengan wanita-wanita yang ku temui. Maaf aku masuk tanpa izin dari mu, aku hanya memberikan ini uantukmu dan semoga saja berguna. Aku tidak mau jika kau harus melakukan semua tugas-tugas kuliah mu diwarnet, maafkan aku yang lancang memberikan ini padamu" ucap Albert yang meletakan laptop keluaran terbaru dan tentu saja itu sangat mahal.


"Semoga kamu suka dan menggunakan nya. Mungkin dalam beberapa hari kedepan aku tidak bisa menemui mu, karena aku akan mengerjakan tugas yang sangat penting. See you, jaga diri mu baik-baik" ucap Albert yang mengusap kepala Zahiya dan membetulkan selimutnya hingga kebatas lehernya.


Albert benar-benar pergi setelah mengatakan itu pada Zahiya. Zahiya yang sudah bangun merasakan ada yang aneh pada dirinya, entah apa yang dia rasakan. Yang jelas dia tidak tahu apa-apa tentang perasaan.


"Dia memberikan laptop dengan spek dewa. Kenapa dia begitu baik padaku? Aku tidak bisa menggunakan nya, ini harus aku selimutnya dulu. Jika disini ada alat penyadap atau apapun, jangan sampai lengah" gumamnya yang memperhatikan laptop yang tergeletak diatas meja belajarnya.


"Aku harus pulang sekarang juga" dia mengganti pakaian nya dan dia benar-benar menyiapkan ruangan khusus untuk menyembunyikan barang-barang miliknya dengan sangat rapih, dan tidak akan ada yang menyangka itu semua.


"Kau dari mana saja Queen?" tanya Zayn saat Zahiya sudah masuk kedalam mainson.


"Aku yakin Daddy sudah tahu" jawab Zahiya yang mengatakan nya sambil menatap wajah Zayn.


"Apa kau yakin dengan semua yang kau lakukan itu Queen? Daddy hanya mengingatkan mu saja untuk selalu waspada dan jangan menggunakan hatimu. Daddy tidak mau jika nanti dia akan berbuat macam-macam terhadap mu Queen. Daddy mendengar dari Angga, jika pria itu sedang mengajak kita perang" jelas Zayn menatap Zahiya dengan serius.


"Memang tidak yakin Dad. Tapi setidaknya aku melakukan yang terbaik, jika nanti terjadi sesuatu aku yang akan menanggungnya" jawab Zahiya dengan menunduk saat mengatakan itu pada Zayn.


"Anggat wajahmu Queen. Kenapa menunduk?" tanya Zayn dengan tegas.


"Maaf Dad, aku sendiri tidak tahu. Dia bahkan sangat baik padaku walau aku sudah membohonginya" jawab Zahiya yang masih menunduk.


"Apa dia mengetahui jika kau berbohong padanya Queen?" tanya Zayn dengan tatapan berubah teduh.


"Sepertinya tidak, jika dia tahu tidak akan memberikan aku barang yang sangat mahal. Apa Daddy belum melihat semuanya?" tanya Zahiya setelah menjawab pertanyaan dari Zayn.


"Untuk malam sudah Daddy lihat. Jika pagi ini belum, apa yang dia berikan?" tanya Zayn juga.


"Dia memberikan ku laptop yang sama persis dengan milikku. Bahkan dia juga bilang jika dia akan pergi. Entah dia akan pergi kemana, apa mungkin kita akan mendapatkan serangan Dad?" jawab Zahiya yang mengatakan semuanya pada Zayn dan dia bertanya lalu Zayn mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Zahiya.


"Jadi? Dia memang benar-benar ingin menyerang Daddy? Aku juga akan ikut dengan Daddy, aku tidak mau jika Daddy terluka" ucap Zahiya lagi saat akan memasuki kamarnya malah Zayn menahan nya.


"Kau ini lama-lama cerewet juga. Daddy tidak akan turun tangan langsung, karena Daddy sudah berjanji pada Mommy kamu untuk tidak bertarung kembali. Hanya akan ada Angga, Marcos dan Jeff yang menghadapi mereka. Kau jangan melakukan apapun, bahumu juga belum sembuh total. Jangan memaksakan diri" ucap Zayn yang mencubit hidung mancung Zahiya dengan gemas lalu mengacak rambut Zahiya.


"Jika aku cerewet, itu hak alami Dad. Karena Mommy juga cerewet. Apa aku tidak pantas jika banyak bicara seperti sekarang?" tanya Zahiya yang menatap sendu pada Zayn.


"Jangan akting Queen. Daddy sudah tahu jika kau sedang akting dan menggoda Daddy" ucap Zayn yang dijawab senyuman tipis oleh Zahiya.


"Daddy selalu tahu apa yang aku lakukan. Thanks Dad" ucap Zahiya yang masih menampilkan senyuman tipis dibibirnya.


"Masuklah dan istirahat. Daddy tahu jika kamu belum istirahat, karena semalaman berkencan dengan pria gagah dan tampan" ucap Zayn yang menggoda Zahiya.


"Daddy apaan sih. Mana ada seperti itu, tapi boleh juga" ucap Zahiya yang memasuki kamarnya dan menutup pintunya.


"Dia terlihat sama, tapi dia akan menjadi orang lain saat dia ingin. Semoga saja kau selalu baik-baik saja Queen" ucap Zayn yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada Zahiya.


Ternyata interaksi Zayn dan Zahiya didengar jelas oleh Daffy, dia ingin marah dan bahkan mengamuk. Tapi dia marah dan mengangguk pada siapa? Dia sudah ditolak oleh Zahiya, apa mungkin dia boleh merasakan cemburu dan marah padanya? Sungguh, Daffy tidak tahu apa yang ada dalam hatinya saat ini.


"Semoga kamu selalu bahagia dan selalu bersama dengan orang-orang baik Za, abang tahu. Abang tidak bisa menjadi bagian dari kamu, tapi abang akan bahagia jika kamu bahagia Za" gumam Daffy yang langsung pergi dari tempatnya berdiri tadi.


"Daf, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Azalya yang melihat Daffy berjalan menuju dapur.


"Mau mengambil minum auntie. Apa auntie butuh sesuatu? Biar Daffy bantu" jawab Daffy yang menawarkan bantuan nya.


"Tidak, auntie hanya bingung saja. Sejak kapan air minum didalam lemari?" ucap Azalya yang menunjuk menggunakan dagunya.


"Ah, iya auntie. Mungkin Daffy sedang melamun tadi, makanya tidak fokus" ucap Daffy salah tingkah. Karena dia ketahuan tidak fokus melakukan sesuatu.


"Kamu sedang memikirkan apa? Apa jangan-jangan sedang memikirkan wanita ya?" tanya Azalya yang malah menggoda Daffy.


"Ti... Tidak auntie, aku tidak memikirkan apa-apa. Hanya kurang fokus saja" jawab Daffy sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Baiklah jika tidak mau berbicara. Auntie akan mencarinya sendiri dan akan mengetahuinya, jika auntie sudah tahu. Auntie akan langsung menikahkan mu, hahaha" ucap Azalya yang tertawa terbahak-bahak diujung kalimatnya.


"Jangan auntie! Dia salah faham" ucap Daffy yang masih menggaruk tengkuknya.


Daffy mengambil minum dan dia langsung membawanya menuju meja makan. Dia benar-benar merasa sangat kehausan karena gugup dan dia juga merasa tidak enak pada Azalya yang tadi memergoki dirinya sedang tidak fokus.


"Abang tidak kuliah?" tanya Zaniya yang menepuk bahu Daffy saat sedang minum dan akhirnya...


UHUK...


UHUK...


UHUK...


"Zaniya...." teriak Daffy saat hidung dan tenggorokan nya terasa perih karena tersedak air yang sedang dia minum.


"Sorry-sorry bang, aku tidak melihat abang sedang minum" ucap Zaniya yang mengusap-ngusap punggung Daffy untuk menetralkan tersedaknya.


Daffy masih mengusap-ngusap hidungnya yang sangat perih. Dia benar-benar merasa sangat sial pagi ini. Sudah ketahuan melamun dan tidak fokus oleh Azalya, dan sekarang tersedak karena Zaniya yang menepuknya dari belakang. Sungguh lengkap sudah penderitaan Daffy.


"Kenapa kamu kalo dateng suka banget nepuk-nepuk sih Zan? Mana abang sedang minum lagi, ehm... Ehm..." ucap Daffy sambil menetralkan tenggorokan nya yang masih terasa sangat perih.


"Maaf bang, aku kan reflek tadi. Mana aku tahu jika abang sedang minum. Maaf ya bang" ucap Zaniya sambil mengedip-ngedipkan matanya berulang kali pada Daffy.


"Huft... Iya, mana bisa abang marah pada kamu Zan" ucap Daffy sambil menghembuskan nafasnya.


"Makasih, ngomog-ngomong abang tidak kuliah? Terus kemana semua orang? Sepi banget, kek kuburan?" ucap Zaniya yang bertanya pada Daffy.


"Mungkin belum kemari" jawab Daffy seadanya dan dia tidak menghiraukan Zaniya yang menggerutu padanya.


"Ya aku tahu bang mereka belum kemari. Tapi, ya sudahalah" ucap Zaniya yang mengambil sandwich dan langsung memakan nya dengan gigitan yang sangat besar.


"Zaniya, kamu ini wanita. Masa cara makan kamu seperti itu" ucap Azalya yang baru datang malah disuguhkan pemandangan Zaniya yang makan seperti orang kesetanan dan sangat rakus.


"Zaniya sedang kesal Mom. Jadi Mommy jangan mengganggu kenikmatan yang sedang Zaniya rasakan dari sandwich ini" jawab Zaniya dengan mulut penuh dan susah untuk menelan makanan nya.


"Idih, amit-amit jabang bayi. Sebenarnya kamu ini ngikut siapa sih? Mommy heran sama kamu" ucap Azalya bergidik melihat putrinya itu.


"Ya ikut Mommy lah. Kata Oma Rena juga Mommy tidak jauh berbeda dengan ku saat masih muda dulu. Sekarang saja sudah tua, makanya tidak seperti itu" jawab Zaniya dengan santainya menyindir Azalya yang melotot sempurna menatap Zaniya yang masih asik dengan sandwich nya yang malah nambah lagi.


Zayn yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Karena baik Zaniya maupun Azalya, keduanya sama-sama memiliki karakter yang sama. Yaitu cerewet dan melakukan apa yang mereka berdua sukai dan akan mengatakan tidak suka jika mereka merasa tidak nyaman dengan sesuatu.


"Zahiya mana Mom? Kenapa dia tidak turun?" tanya Zaniya yang mengalihkan topik pembicaraan.


"Dia sedang membersihkan dirinya. Sebentar lagi juga akan datang" jawab Azalya yang menatap kearah tangga Zahiya sudah berada disana menuju kemeja makan.


"Kenapa Zan? Apa kau sudah sangat merindukan ku?" tanya Zahiya yang langsung duduk disamping Zaniya dengan wajah datarnya.


"Diihhh, ogah aku merindukan mu! Dasar kanebo kering. Berbicara menggoda tapi wajah kek papan penggilesan. Datar!" ucap Zaniya yang menunjuk wajah Zahiya menggunakan sandwich yang sedang dia pegang.


"Whatever" jawab Zahiya yang mengambil roti tawar dengan selai coklat kesukaan nya.


"Thanks bang" ucap Zahiya saat Daffy memberikan selai coklatnya.


"Sama-sama" jawab Daffy yang bersikap senormal mungkin supaya Zahiya percaya jika dia sudah bisa melupakan perasaan nya.


Semuanya makan dengan sangat lahap. Terutama Zaniya yang menghabisakan empat buah sandwich dalam sekali sarapan. Dia juga membawanya tiga sandwich lagi untuk bekalnya.


"Tumben bawa bekal Zan?" tanya Azalya saat melihat putrinya membawa bekal kekampus.


"Bukan buat aku Mom, tapi buat abang ganteng" jawab Zaniya dengan senyuman mengembang dibibirnya.


"Dasar bucin detected" ucap Azalya yang tidak sadar diri, jika dirinya juga sama dengan Zaniya yang bucin pada Zayn.


"Tidak apa, Mommy juga sama. Wee" ucap Zaniya yang menjulurkan lidahnya meledek Azalya.


"Dasar anak durhakim" ucap Azalya sambil mengumpati Zaniya yang sudah pergi dari ruangan makan.


"Za, gue nebeng motor loe ya? Soalnya mobil gue dibawa ayank beb gue. Biar nanti dia yang anterin gue pulang" ucap Zaniya yang langsung membonceng dimotor matic Zahiya.


"Jika minta izin itu sebelum naik. Ini malah sesudah" ucap Zahiya menyindir saudara kembarnya.


"Hehehe" Zaniya hanya tersenyum cekikikan kearah Zahiya yang langsung menstater motornya dan melakukan dengan kecepatan sedang menuju kampus Zaniya.


"Loe beneran nggak mau kuliah langsung Za? Sayang banget loh nggak bisa liat yang bening-bening" tanya Zaniya yang menatap kearah Zahiya yang sedang mengemudikan motornya.


"Nggak, aku hanya akan setor mata kuliah dan sudah. Kenapa juga harus lihat yang tidak penting" jawab Zahiya dengan santainya pada Zaniya.


"Ya sekalian buat cuci mata Za. Loe kadang-kadang suka aneh-aneh, malah lebih suka sendirian" ucap Zaniya yang masih saja terus mengajak Zahiya untuk kuliah bersamanya lagi.


"Aku nggak suka. Lebih baik sendiri dan tenang, kamu seharusnya fokus kuliah. Jangan berfikiran laki-laki atau yang bening-bening menurutmu. Ingat, kamu sudah dilamar dan sebentar lagi akan diresmikan" jawab Zahiya dan dia mengatakan nya dengan nada penekanan pada Zaniya.


"Gue juga tahu. Kalo gue sudah punya ayank, maka dari itu gue nggak lihat yang lain. Karena dia sudah spek dewa" ucap Zaniya sambil senyum-senyum tidak jelas dan mungkin saja dia sedang memikirkan dan membayangkan Tama sedang bersamanya.


Zahiya hnya menggeleng dan dia menghentikan motornya setelah sampai didepan gerbang kampus Zaniya. Zaniya langsung turun dengan wajah yang sangat ceria dan juga tidak pernah berhenti tersenyum.


.


.


.


Jangan pernah meluapkan untuk meninggalkan jejaknya setelah membaca ya guys... Tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya....


Terimakasih dan happy reading... 🤗🤗🤗