Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Berasa bertemu camer (calon mertua)



"Maaf loh nak. Jadi membuat kamu tidak nyaman mendengarkan pembicaraan kami berdua" ucap Ibunda Tama yang merasa tidak enak pada Zaniya.


Karena mereka berdua malah membuat Zaniya tahu bagaimana kondisi keluarganya yang bisa dibilang sngat pas-pasan itu.


"Jangan merasa sungkan Bu, eh tante. Saya malah senang bisa melihat kedekatan dan keakraban kalian semua" jawab Zaniya yang membuat Tama merasa senang akan jawaban dari Zaniya yang diluar ekspetasi.


"Sampe lupa kan. Kalian belum disuguhkan minum" ucap Ibunya Tama yang ingin beranjak tapi ditahan oleh Tama.


"Sudah, Mama diam saja. Biar Tama saja yang membuatkan nya" ucap Tama yang dijawab anggukan kepala oleh Ibunya.


"Nama kamu siapa nak? Tante sampe lupa berkenalan dengan kamu" tanya Ibunya Tama saat Tama sudah pergi dari ruang tamu dan juga sangat ramah pada Zaniya.


"Zaniya tante. Tidak apa-apa, lagian tadi sambutan nya memang kurang menyenangkan" jawab Zaniya yang tersenyum sangat manis pada Ibunya Tama.


"Sekali lagi maafkan Tami ya nak. Sebenarnya dia itu gadis yang baik, hanya saja mungkin merasa tersaingi. Karena Tama baritone kali ini membawa wanita datang kemari dan memperkenalkan nya pada kami" jelas Ibunya Tama yang membuat Zaniya tersenyum senang.


'Berasa ketemu camer gue' ucap Zaniya dalam hati dan dia tersenyum saja menanggapi ucapan dari Ibunya Tama. Padahal dalam hati sedang mengadakan syukuran.


"Tidak apa-apa tante, saya sudah biasa sih mendapatkan perlakuan kurang baik dari seseorang. Karena mungkin mereka merasa bukan tidak menyukai saya, cuman hanya kurang respect saja mungkin" ucap Zaniya yang mencoba menahan amarahnya.


'Untuk camer baek. Ea... camer, Hahaha' gumam Zaniya dalam hati yang sudah menertawakan ucapan nya sendiri.


"Terimakasih nak. Tama memang tidak salah pilih" ucap Ibunya Tama yang membuat Tama dan Zaniya tersedak slivanya sendiri.


Uhuk...


Uhuk...


Keduanya kompak terbatuk-batuk saat mendengar ucapan dari Ibunya Tama. Membuat Ibunya menjadi heran saat melihat keduanya malah terbatuk bersama-sama.


"Kenapa kalian begitu kompak? Wah, jangan-jangan Mama memang bakalan punya mantu bentar lagi" goda Ibunya Tama yang melihat Tama dan Zaniya salah tingkah.


"Mama apa-apaan sih? Nggak kayak gitu Ma, dia adalah salah satu mahasiswa yang aku ajar" ucap Tama yang menyangkal ucapan dari Mama nya.


"Iya tante, saya sangat bang Tama tidak ada hubungan apa-apa. Lagian kami baru saling kenal dan mana mungkin melakukan itu" ucap Zaniya yang membenarkan ucapan dari Tama.


"Benar juga tidak apa-apa. Mama sudah tua Tama, Mama ingin melihat kamu menikah dan bahagia bahagia. Orang tua mana yang tidak ingin melihat anak-anaknya bahagia. Mama tidak tahu akan sampai kapan Mama akan menemani kamu dan adik kamu. Mama ingin melihat kamu menikah sebelum Mama pergi" ucap Mama Sinta yang membuat Tama merasa bersalah karena dia belum bisa membahagiakan Mama nya.


"Mama jangan mengatakan itu. Maafkan Tama yang belum bisa membahagiakan Mama, Mama harus bisa melihat anak-anak Mama sukses. Bisa melihat Tama dan Tami menikah lalu bahagia dan bisa membahagiakan Mama. Jika aku dan Zaniya, kami memang tidak ada hubungan apa-apa dan kami hanya teman saja" ucap Tama yang menggengam tangan Mama nya.


"Mama hanya ingin melihat kamu menikah Tama. Kamu sudah dewasa dan sudah waktunya menikah, apa lagi teman sebaya kamu sudah berkeluarga dan memiliki anak. Apa kamu tidak ingin memiliki seperti itu?" tanya Mama Sinta yang melihat Tama.


"Tentu saja mau Ma, tapi nanti. Setelah Tami lulus kuliah, Tama akan tenang melakukan nya dan Tama juga belum bisa membahagiakan Mama. Jadi Mama jangan memikirkan yang tidak-tidak dulu, yang penting baginya Tama kebahagiaan kalian berdua dan bisa melihat kalian bahagia maka Tama akan bahagia juga" jelas Tama yang memang tidak ingin membuat Mama dan adiknya bahagia dulu.


Tidak ingin nantinya akan harus adanya pilihan antara istri, Mama dan adiknya. Itu tidak mungkin Tama melakukan itu.


"Ehm. Maaf, apa kehadiran saya mengganggu moment haru kalian berdua. Saya hanya ingin menumpang kekamar kecil" ucap Zaniya yang membuat suasana haru menjadi canggung karena mereka mengatakan nya didepan orang lain.


"Oh maaf nak. Kami malah mendiamkan kamu, mari tante antarkan kedalam kamar kecil" ucap Mama Sinta yang merasa tidak enak karena mendiamkan Zaniya yang duduk saja sejak tadi menyaksikan moment haru mereka.


"Tidak apa-apa tante. Saya hanya ingin menumpang kekamar kecil, karena sudah sangat tidak tahan lagi" ucap Zaniya yang sudah menahan panggilan alam untuk buang air kecil.


Setelah mengatakan itu Zaniya langsung masuk kedalam ruangan yang berada didekat dapur. Dan itu adalah kamar mandi sederhana milik keluarga Tama.


"Huh, kenapa gue terjebak dalam keluarga ini? Bisa-bisa gue mau-mau saja diajak kemari dan mendengarkan moment mengharukan itu. Bikin bad mood saja" gerutu Zaniya saat sudah berada didalam kamar mandi dan menyelesaikan hajatnya.


"Tapi keluarga mereka harmonis juga. Tapi tetap saja adiknya itu bikin gesal, baru bertemu saja sudah membuat kesal. Apa lagi jika bertemu setiap hari? Bisa-bisa gue kurus kering berada didekatnya" gumamnya lagi saat akan keluar dari dalam kamar mandi.


"Sudah selesai? Maaf ya, tadi mendiamkan kamu. Karena itulah Mama saya jika bertemu dengan saya, apa lagi melihat saya membawa seorang wanita. Maafkan Mama dn adik saya" ucap Tama yang sedikit banyaknya mendengarkan gerutuan Zaniya didalam kamar mandi tadi.


"Oh, it's okay. I'm not angry" jawab Zaniya yang mengatakan nya dengan santai.


"Mama saya bilang jika kamu menginap disini untuk satu malam. Apa kamu tidak keberatan? Jika kamu tidak suka dan tidak bersedia. Saya akan mengantarkan kamu pulang sekarang juga, supaya tidak terlalu malam sampai kesana" ucap Tama yang menawarkan keinginan Mama nya yang meminta dirinya dan Zaniya untuk menginap.


"Apa tidak akan apa-apa jika aku menginap? Aku tidak mau jika nanti akan ada fitnah. Apa lagi ini adalah perkampungan, bagaimana jika ada fitnah?" tanya Zaniya yang tidak ingin jika keluarga ini mendapatkan masalah karena dirinya.


"Itu tidak akan terjadi. Jika kamu memang mau menginap disini, saya akan meminta izin pada Pak Rt" jelas Tama mengatakan nya pada Zaniya.


"Tapi aku harus menghubungi Mommy dan Daddy juga dulu. Karena aku tidak ingin mereka khawatir" ucap Zaniya yang ingin menghubungi Azalya dan Zayn untuk meminta izin pada mereka.


"Baiklah, bilang saja dulu" ucap Tama yang meninggalkan Zaniya diarea dapur.


"Gue harus bilang apa pada Mommy dan Daddy? Masa gue bilang sedang diluar kota dan sedang bertemu dengan keluarga dari pria yang baru gue kenal? His... Daddy juga pasti sudah tahu semuanya, kenapa gue mendadak jadi bod*h seperti ini?" gumam Zaniya yang membolak balikan ponselnya yang sedang dia pegang.


Zaniya melihat dibelakang rumah ada Marcos yang memang selalu menjaganya dimanapun dan kapanpun Zaniya berada diluar mainson. Zaniya menghampirinya dengan berjalan mengendap-endap tanpa diketahui oleh keluarganya Tama dan Tama sendiri.


"Uncle, apa uncle sudah melaporkan semuanya pada Daddy?" tanya Zaniya yang sudah berdiri disamping Marco didalam mobilnya.


"Seperti yang saya lihat dan saya ketahui Nona. Memangnya apa yang ingin anda lakukan lagi disini?" jawab Marcos dan dia bertanya balik pada Zaniya. Karena dia sedikit banyak sudah tahu bagaimana sikap dan sifat Zaniya yang selalu membuat ulah.


"Apa Daddy marah aku berada disini?" tanya Zaniya yang tidak menjawab pertanyaan dari Marcos.


"Sepertinya iya dan juga tidak. Karena saya hanya melaporkan nya saja, dan saya tidak tahu pasti apa yang akan dilakukan oleh King terhadap anda Nona Muda" jawab Marcos dengan sangat datarnya.


Dia terpaksa untuk menghubungi Daddy nya dan meminta izin nya langsung jika dia tidak ingin mendapatkan masalah dikemudian hari karena ulahnya sendiri.


"Terpaksa deh gue hubungin Daddy dan minta izin nya. Jika tidak diizinkan maka akan pulang langsung dan mendemo Daddy akan hal ini" gerutunya sambil menekan nomer Daddy nya.


TUT...


TUT...


TUT...


"Halo Dad, boleh Zani izin menginap dirumah seseorang?" tanya Zaniya yang langsung bicara to the point saat panggilan nya diangkat oleh Zayn.


"Apa dirumah seorang pria?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Zaniya, Zayn malah balik bertanya dengan wajah datarnya menatap kedepan dan dengan suara dingin nya mengatakan itu pada Zaniya.


"I... Iya Dad. Jika tidak boleh makan Zaniya akan langsung pulang sekarang juga dengan uncle Marcos" jawab Zaniya yang langsung memutuskan jika dia tidak diizinkan oleh Zayn untuk menginap.


"Good, sekarang kembalilah. Jangan membuat keluarganya kesusahan karena sikapmu yang manja itu" ucap Zayn yang langsung memutuskan sambungan ponselnya sepihak dan dia langsung meletakan ponselnya diatas meja lalu menatap Zahiya yang ada dihadapan nya sekarang.


"Apa yang ingin kamu jelaskan Queen?" tanya Zayn yang sudah tahu jika putrinya yang satu ini ingin bertemu dengan nya pasti akan ada sesuatu yang ingin dia sampaikan.


"Aku hanya ingin memberikan ini Dad. Apa Daddy bisa membantunya? Dia adalah orang yang baik tapi tidak mendapatkan keadilan saat mendapatkan fitnah yang tidak masuk akal menurutku" jelas Zahiya yang memberikan semua data dari Tama dan itu membuat Zayn mengernyitkan dahinya saat untuk pertama kalinya Zahiya ingin menyibukan dirinya untuk orang lain.


"Apa Daddy tidak salah mendengar? Queen Daddy ingin membantu seorang pria? Dan pria itu sekarang sedang bersama dengan adik kamu sendiri Queen?" tanya Zayn lagi yang sekarang membuat Zahiya mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan dari Daddy nya.


"Apa yang Daddy katakan? Jadi sekarang Zaniya sedang bersama dengan nya?" tanya Zahiya yang tidak menjawab pertanyaan dari Zayn. Daddy nya sendiri.


"Kenapa malah balik bertanya? Apa tidak ada penjelasan untuk Daddy Queen?" tanya Zayn yang menatap Zahiya dengan sangat serius.


"Maaf Dad. Aku hanya ingin membantunya saja tidak lebih, apa lagi Ibunya sekarang sedang sakit keras tapi dia sendiri tidak tahu. Zahi hanya ingin membantunya saja atas dasar kemanusiaan" jelas Zahiya yang memang selalu membantu orang-orang tanpa memandang siapa yang dia tolong dan dia bantu selama ini.


"Kita lihat saja nanti bagaimana jadinya. Setelah Zaniya kembali dari rumah orang itu" ucap Zayn yang membuat Zahiya mengangguk dan dia pamit setelah selesai mengatakan itu pada Zayn.


.


Sedangkan Zaniya sedang menggerutu kesal. Karena tidak tidak mendapatkan izin untuk menginap disini. Zaniya sendiri tidak tahu kenapa dia merasa kesal karena tidak diizinkan menginap.


"Kenapa gue jadi kesal gini sih? Lagian yang dikatakan oleh Daddy tadi benar. Jika gue tidak boleh menyusahkan orang lain, apa lagi mereka baru gue kenal" gumam Zaniya yang mondar mandir didapur.


"****!! Gue nggak bisa seperti ini, gue harus bisa jelasin pada Tama dan keluarganya. Apa lagi Mama nya yang sudah salah faham menganggap gue calon istrinya. Mampus gue!!" ucapnya lagi saat melihat jam tangan nya sudah menunjukan pukul lima sore.


Zaniya langsung buru-buru menuju ruang keluarga, dimana disana ada Tama, Mama nya dan juga Tami, Adiknya. Zaniya ingin pamit apa lagi motor kesayangan nya sudah terparkir cantik dihalaman rumah milik orang tua Tama.


"Semuanya, maaf banget. Aku harus pulang sekarang, Daddy sushi menunggu dirumah. Dan maaf banget ya tante, jika aku nggak bisa nginep disini. Selain aku nggak mau nantinya ada masalah dikemudian hari, aku juga perempuan. Daddy sudah menunggu aku dirumah. Maaf banget tante" ucap Zaniya yang mengatakan nya dengan mere**s tangan nya dan merasa tidak enak.


"Iya, tidak apa-apa. Tante bisa tahu, Maafkan tante yang sudah meminta kamu untuk menginap disini. Seharusnya tante mengerti akan itu semua, apa lagi kamu memang wanita baik-baik dan dari keluarga yang baik-baik juga. Maafkan tante ya" ucap Mama Sinta yang menghampiri Zaniya yang sedang berdiri menundukan kepalanya merasa tidak enak.


"Iya tante, Zaniya juga minta maaf. Insya Allah jika Zaniya ada waktu luang dan memang jadwal kuliah nggak padet, Insya Allah Zaniya akan mampir kemari lagi" ucap Zaniya yang sudah mulai mengakrabkan diri dengan Mama nya Tama.


"Iya sayang, terimakasih. Kamu mau pulang sendiri atau Tama yang antar? Biar lebih aman lebih baik Tama yang antarkan kamu ya?" ucap Mama nya Tama sedikit memaksa karena dia sudah merasa cocok dengan Zaniya yang baik dan sopan.


"Nggak tante terimakasih. Zaniya sudah diantarkan motor oleh orangnya Daddy, dan menggunakan motor akan lebih cepat. Maaf ya tante, bukan nya Zaniya menolaknya. Hanya... " ucap Zaniya yang disela oleh Tama.


"Ma, kasihan Zaniya. Ini sudah semakin sore, jika Mama tahan dan ajak ngobrol terus akan lebih lama dan lebih sore lagi Zaniya pulangnya" ucap Tama yang membuat Mama nya menghela nafasnya kasar.


"Ya sudah, maafkan tante ya nak. Pergilah dan hati-hati" ucap Mama nya Tama yang membiarkan Zaniya untuk pulang.


"Iya tante, Zaniya pamit pulang dulu. Assalamualaikum" ucap Zaniya yang mengucapkan salam dan mencium punggung tangan Mama nya Tama dan pamitan pulang.


"Wa'allaikumsalam. Hati-hati nak" ucap Mama nya Tama yang melihat Zaniya sudah mengenakan jaket kulitnya dan helm full face miliknya.


Zaniya menekan tlakson motornya dan memacu kendaraan nya dengan kecepatan sedang. Setelah lebih jauh dari rumah dan perkampungan dimana dia mengendarai motornya dengan kekepatan tinggi bahkan orang-orang yang diutus oleh Zayn kewalahan mengejarnya.


"Akhirnya gue bisa bebas menggunakan motor gue lagi" ucap Zaniya sambil berteriak dan memacu kendaraan nya dengan sangat cepat juga bisa menempuh perjalanan dengan sangat singkat. Dibandingkan menggunakan mobil, apa lagi mobil milik Tama yang seperti siput.


"Gila, Nona Muda menggunakan motor seperti sedang kesetanan" ucap salah seorang anggota Zayn yang mengikutinya dan mengawal keselamatan nya hingga sampai mainson dengan selamat.


"Jaga bicara kamu. Jika King atau Nona Muda apa lagi Queen yang mendengarnya, kamu bisa mendapatkan hukuman berat" ucap seorangnya lagi yang mengingatkan rekan nya supaya jangan asal bicara jika sedang bertugas mengawal salah satu dari mereka atau keduanya.


Karena salah sedikit saja tidak akan mendapatkan ampunan. Apa lagi jika berbuat kesalahan, maka mereka akan dihukum tanpa pandang siapa yang salah dan benar. Karena mereka semua akan mendapatkan nya secara bersama-sama.


.


.


.


Jika Othor ada waktu senggang lagi, Othor akan up lagi malam. Jika tidak ada ya besok lagi, tapi entah pagi atau siang ya guys...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya untuk like, komen, vote dan hadiah seiklasnya disetiap babnya ya buat Othor supaya makin semangat buat selalu up tiap hari....