
"Saya tidak akan pernah melepaskan tangan kamu" ucap Albert yang masih menggenggam tangan Zahiya.
"Lalu mau anda apa? Sudah saya katakan jika saya bukan orang yang anda maksudkan. Kenapa masih maksa?!" ucap Zahiya yang mengatakan nya sambil menggertakan giginya hingga terdengar gemelutuk.
"Yang saya inginkan, ikut dengan saya dan obati luka dibahu mu dan itu luka ditempat yang sama" ucap Albert yang menunjuk lukanya dibagian bahu Zahiya yang mengeluarkan darah kembali.
"Dasar bandel! Sudah saya katakan, jangan dulu menggunakan tangan mu yang kiri ini, masih saja digunakan dan malah buat bertarung" gerutu Albert saat Zahiya sudah dia bawa kedalam mobilnya.
Sedangkan yang dikatai bandel hanya diam saja dan menatapi Albert yang sedang mengobati lukanya dengan sangat tlaten hingga membalut kembali lukanya dengan kasa yang baru.
"Apa kau tidak bisa mendengarkan saran dari orang lain? Setidaknya jika seperti itu, jangan kau lukai diri sendiri seperti ini" ucap Albert yang sudah selesai mengobati luka Zahiya dan dia menatap manik hitam Zahiya dengan sangat lekat dan juga seperti menahan kerinduan yang begitu besar padanya.
"Terimakasih, biarkan saya pergi sekarang" ucap Zahiya yang akan keluar dari dalam mobil langsung dipeluk oleh Albert dengan erat.
"Jangan pergi lagi, please. Jangan tinggalkan aku" ucap Albert yang memeluk Zahiya lalu membisikan kata-kata yang membuat tubuh Zahiya menegang.
"Nggak usah tegang gini. Aku nggak akan apa-apain kamu" ucap Albert yang mengurai pelukan nya dan dia mengusap rambut Zahiya yang masih setia menggunakan maskernya.
"Apa mau aku antar?" tanya Albert dengan tatapan teduhnya dan juga penuh kelembutan.
'Kenapa dia jadi aneh seperti ini, apa dia salah makan atau kepalanya terbentur sesuatu?' gumam Zahiya dalam hati sambil terus menatap wajah Albert yang masih tersenyum kearahnya.
"Saya bisa pulang sendiri dan, bisa lepaskan tangan saya? Saya akan pulang. Terimakasih banyak karena sudah mengobati luka saya" ucap Zahiya yang menatap tangan nya masih digenggam oleh Albert.
"Tapi saya memaksanya untuk mengantarkan kamu, jadi jangan protes" ucap Albert Einstein dan itu sangat telak.
Zahiya hanya diam dan menggelengkan kepalanya saja melihat Albert yang memaksanya untuk tetap mengantarkan nya. Dan Zahiya hanya bisa diam dan menerimanya apa yang akan dilakukan oleh Albert padanya.
"Sudah sampai Nona Zahiya, dan kamu sudah bisa keluar. Tapi nanti saya akan datang lagi kemari untuk mengajak anda kesuatu tempat. Jika kamu tidak ada disini maka saya akan membuat kamu menyesal" ucap Albert dengan tatapan yang membuat Zahiya hanya mengernyitkan dahinya saat mendengar ucapan Albert.
"Anda mengancam saya Tuan Einstein? Saya harus segera pergi dan tidak ada waktu untuk pergi bersama anda. Jadi jangan mengancam saya" ucap Zahiya yang langsung turun dan menutup pintu mobil tersebut.
"Jika itu kamu anggap ancaman jadi jangan macam-macam dengan ku Nona. Kamu hanya harus menerima semuanya dan diam. Ah, satu lagi, bersiaplah dengan segera" ucap Albert yang tidak bergeming sedikitpun dari berdirinya dan menatapi Zahiya yang masuk kedalam rumah.
"Kau tidak bisa mengelabui ku dan memberikan obat yang tidak aku ketahui kandungan didalamnya" gumam Albert yang terus menatap kearah rumah sederhana milik Zahiya.
Sedangkan Zahiya malah mondar-mandir tidak karuan. Apa lagi dia melihat jika Albert masih setia menunggunya didepan pintu dan jika dia kabur maka dia akan ketahuan juga. Dia mau tidak mau hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Albert padanya.
"Huh, kenapa aku tidak pernah bisa menolak keinginan nya? Sudahalah, lebih baik aku keluar dan menemuinya sekarang juga. Aku harus segera ke America secepatnya" gumam Zahiya yang menggunakan dress putih gading diatas lutut dan rambut yang selalu dia gerai. Terlihat semakin manis dan juga sangat cantik.
Anggap saja kakinya pake sepatu ya... 😁😁😁
Albert semakin terpesona melihat penampilan Zahiya yang sangat cantik dan juga sangat natural. Dia memang selalu berpenampilan feminim dan selalu tampil sempurna walau dengan riasan yang sederhana dan minimalist.
"Kau sudah siap?" tanya Albert yang menetralkan perasaan gugupnya dan dia menetralkan debaran jantungnya yang sejak tadi berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.
"Seperti yang anda lihat tuan Einstein" jawab Zahiya yang langsung masuk kedalam mobil setelah Albert membukakan pintunya.
Dia segera memutari mobilnya dan masuk lalu dia duduk dibalik kemudi. Dan dia mengemudikan mobilnya menuju tempat yang tidak asing lagi dimatanya. Zahiya menatap kearah Albert yang hanya fokus pada jalan didepan nya saja.
"Jangan menatap ku seperti itu. Aku tahu jika aku ini tampan" ucap Albert yang membuat Zahiya merasa aneh dengan pria disampingnya sekarang.
"Kenapa anda percaya diri sekali? Apa kepala anda habis kena benturan atau kemasukan air? Sehingga anda menjadi seperti ini?" tanya Zahiya yang menatap kearah Albert yang sedang mengemudi.
"Kau kira kepalaku ini elektronik yang jika kemasukan air akan rusak" ucap Albert yang mengatakan itu pada Zahiya.
"Bisa dibilang seperti itu. Anda memang seperti itu bukan" jawab Zahiya dengan cueknya dan dia memainkan ponselnya.
"Tapi, anda mau mengajak saya kemana? Kenapa mengajak saya kemari?" tanya Zahiya yang menatap sekelilingnya adalah bandara.
"Diam dan nikmati saja perjalanan ini" ucap Albert yang sudah duduk disamping Zahiya yang sudah duduk didalam jet pribadi milik Albert.
Zahiya hanya diam saja hingga mereka sampai dibandara international America setelah menempuh perjalanan belasan jam lamanya.
'Kenapa bisa diam tahu jika aku akan kemari? Apa dia memata-matai ku? Jika iya, apa alasan nya? Apa mungkin dia menaruh hati pada ku? Aneh sekali' ucap Azalya dalam hati dan dia menatap Albert dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Apa disini tempatnya? Kenapa hanya diam?" tanya Albert yang mengantarkan Zahiya tepat didepan rumah sakit terbesar dan dimana Mom Vita dirawat disana.
"Kenapa anda tahu apa yang saya fikirkan?" tanya Zahiya yang menatap Albert hanya berdiri menunduk dan memasukan kedua tangan nya kedalam saku celana yang dia kenakan.
"Bisa bicara sebentar dan kita bicarakan ini dengan serius. Tapi tidak disini" ucap Albert yang menggenggam tangan Zahiya menuju taman rumah sakit tersebut.
"Saya hanya mau mengatakan, jika saya menyukai kamu dan sangat mencintaimu saat pertama bertemu malam itu. Kamu tidak bisa aku lupakan dan aku selalu memikirkan kamu. Tapi aku tahu jika kamu tidak pernah menaruh hati pada ku sedikitpun juga. Tapi izinkan aku untuk bisa merasakan dekat dan memiliki kamu walau hanya sebentar. Jika bisa aku ingin kita melakukan hubungan sebelum akhirnya aku harus pergi selamanya dari kami dan tidak akan kembali lagi" ucap Albert yang menunduk dan sedikit menghela nafasnya untuk bisa menahan tangisnya.
PLAK...
Bukan nya menjawab ucapan dari Albert, Zahiya malah memberinya sebuah tamparan yang sangat keras kepada Albert. Dia sungguh tidak mengerti dengan jalan fikiran Albert yang menurutnya sangat kurang ajar.
"Anda kira, saya ini akan dengan mudah menyerahkan sesuatu yang paling berharga dalam hidup saya? Saya tidak akan semudah itu melakukan itu yang bukan suamiku. Dan hanya suami saya yang berhak atas itu semua! Sebaiknya anda jangan pernah menemui saya lagi mulai sekarang. Saya kira anda ini berbeda dengan yang lain dan lebih baik dari seorang Mafia pada umumnya. Tapi ternyata dugaan saya salah besar, sekali Mafia, akan tetap Mafia. Saya permisi dan jangan pernah muncul lagi dihadapan saya. Jika anda masih tetap melakukan itu, maka saya tidak akan segan-segan untuk melupakan pertemuan baik kita sebelumnya" ucap Zahiya yang sudah tersulut emosi, lalu dia masuk kedalam rumah sakit tersebut.
"Kau tidak tahu saja Zahiya, aku tidak akan bisa bertahan lama lagi. Aku hanya ingin menanamkan benih ku ini hanya padamu, supaya kamu akan selalu ingat jika aku pernah ada dalam hidup kamu. Walau aku tidak kamu inginkan, setidaknya pernah dekat dengan mu" gumamnya yang mendongakan kepalanya menatap langit yang sangat cerah.
"Untuk supaya kamu bisa selalu mengingat ku, aku akan menyerahkan kedua ginjal saya padanya orang yang kamu sayangi. Aku tahu, waktuku tidak banyak lagi. Maaf jika ucapan ku tadi membuat kamu marah dan bahkan membenciku, aku tidak masalah jika kamu melakukan itu. Aku tidak mau jika nanti kamu akan menangisi kepergianku ini. Lebih baik kamu membenciku" gumamnya lagi yang langsung menuju ruangan dimana dia akan mendonorkan kedua ginjalnya dan kedua kornea matanya untuk Zayn.
Juga masih ada beberapa organ tubuhnya yang lain akan dia donorkan pada orang yang membutuhkan. Dia benar-benar sudah sangat pasrah akan nasib hidupnya yang tidak akan lama lagi, setelah dokter memfonis dia memiliki kelainan jantung dan itu sudah sangat parah. Bahkan dia mati-matian saat perjalanan ke America menahan rasa sakit dan sesak didadanya. Bahkan operasi dan pemasangan ring tidak ada gunanya lagi untuknya.
"Apa saya harus memberitahukan pada King Z dan Queen Z, Tuan? Jika anda ingin menyerahkan ini semua pada keluarganya?" tanya Aaron yang menanyainya sebelum melakukan operasi yang memakan waktu lama.
"Jangan pernah mengatakan apa-apa. Bilang saja ini adalah sebuah keajaiban dan apapun alasan yang akan anda katakan padanya dokter. Biarkan saya pergi dengan ketenangan. Tapi saya minta tolong, sebelum melakukan operasi. Saya minta s****a yang saya miliki diambil dan diberikan pada seseorang yang saya maksudkan tadi pada anda. Tapi jangan pernah mengatakan jika saya meninggal padanya. Bilang saja jika saya pergi ketempat yang tidak akan pernah bisa dijangkau oleh siapapun. Saya minta tolong itu pada anda untuk yang terakhir kalinya" ucap Albert yang sepertinya memang sudah sangat mempersiapkan semuanya dengan sangat matang.
"Baiklah Tuan, akan saya lakukan untuk anda. Sebelumnya, saya minta maaf pada anda. Karena Queen kami pasti akan menolaknya mentah-mentah. Jika ada seseorang yang mau meminta benih anda ini apa anda akan memberikan padanya? Karena jika Queen kami, pasti akan menolaknya mentah-mentah. Itu jika anda mengizinkan" tanya Aaron yang ingin memberikan itu pada seseorang yang tepat dan akan menjadi sebuah anugrah pada orang yang menerimanya.
"Jika memang nanti baby yang akan lahir diberikan pada Zahiya, saya tidak masalah. Tapi jika tidak, jangan harap saya mengizinkan nya" jawab Albert dengan sangat tegas dan tidak menerima bantahan sedikit pun juga.
"Baik Tuan, akan saya lakukan semua keinginan anda. Bersiaplah untuk menjalani operasi tersebut" ucap Aaron yang sudah bersiap untuk melakukan operasi pengambilan s****a kualitas yang paling baik dan masih ada beberapa lagi yang dia ambil. Supaya Aaron bisa melakukan nya sampai membuahkan hasil yang maksimal.
"Tuan, apa anda baik-baik saja? Tuan?" tanya Aaron saat melihat Albert hanya diam saja dan memejamkan matanya rapat sebelum melakukan pengambilan s****a dilakukan. Aaron segera memeriksa semuanya dan ternyata dia sudah tidak ada lagi.
"Selamat jalan Tuan, semoga pengorbanan yang anda lakukan ini bisa dilihat oleh Queen. Dan anda ditempatkan ditempat yang paling baik oleh Tuhan, amin" ucap Aaron yang meminta rekan dokternya yang lain memberikan informasi pada Zayn dan keluarganya yang sedang menunggu.
Zayn langsung datang menemui Aaron dan dia sangat terkejut saat melihat sipendonor untuk Mom Vita. Dia benar-benar tidak habis fikir, jika ada seorang pria yang begitu mencintai putrinya dan bahkan mau memberikan seluruh organ tubuhnya yang masih bisa berfungsi pada orang-orang yang membutuhkan.
"Apa dia melakukan semuanya ini tanpa adanya paksaan dari siapapun?" tanya Zayn yang menatap wajah Aaron yang hanya diam lalu mengangguk dengan pasti.
"Apa semua ini demi Queen?" tanya Zayn lagi dan Aaron mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Zayn.
"Lalu apa balasan yang harus dia dapatkan?" tanya Zayn dengan tatapan seriusnya dan juga sangat tajam.
"Dia menginginkan supaya Queen menerima s****anya untuk menjadi bagian dari Queen. Tapi jika Queen tidak menerimanya, juga tidak masalah. Yang penting siapapun yang akan menerimanya kelak, jika sudah menjadi baby, baik itu laki-laki atau perempuan harus menjadi putra sah dari Queen dan Tuan Albert Einstein, juga menyandang mananya" jelas Aaron padanya Zayn dan Zayn mengepalkan tangan nya.
"Apa dia sudah tidak waras! Apa ini akan membuat Queen ku bisa mendapatkan seseorang yang mau menerimanya yang sudah memiliki anak walau masih perawan" ucap Zayn yang sudah akan marah. Tapi dia memiliki jalan yang sangat baik untuk semua ini.
"Kau lakukan semua keinginan nya untuk mendonorkan ginjalnya pada Mommy saya. Tapi untuk kornea mata, saya menolaknya, berikan saja padaku yang lebih membutuhkan dari pada saya" ucap Zayn yang memerintahkan Aaron untuk segera melajukan tindakan untuk Mommy nya dan dia akan menyewa seorang wanita yang siap menerima menjadi Ibu hamil untuk putrinya.
.
Sedangkan tidepan ruangan tunggu Mom Vita, semua orang sudah sangat senang saat mendengar kabar, jika Mom Vita akan mendapatkan donor yang tepat dan tidak menerima bayaran apapun dari keluarga pasien.
"Alhamdulilah, Mommy akan segera operasi. Semoga saja semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala sama sekali" ucap Zoya yang diangguki oleh semuanya saudaranya.
Sedangkan Zahiya hanya bisa diam saja. Dia masih marah dan juga kesal akan apa yang Albert katakan padanya tadi. Dia ingin marah dan juga sangat kesal mendengar dia mengatakan akan menanamkan benihnya supaya mereka berdua terikat satu sama lain. Dan itu sangat membuatnya marah dan ingin segera melampiaskan semua kemarahan nya.
"Za, kamu kenapa? Apa ada sesuatu yang mengusik fikiran kamu?" tanya Daffy yang selalu mendekatinya.
"Tidak ada" jawabnya singkat jelas dan padat. Lalu dia pergi dari sana entah akan kemana.
"Queen, anda mau kemana?" tanya anggotanya yang ternyata ada disana untuk selalu menjaga dan mengawalnya kemana-mana.
"Antarkan saya kemarkas sekarang juga" ucap Zahiya yang dijawab anggukan oleh anggotanya.
Zahiya benar-benar melampiaskan semuanya kemarahan nya pada sesuatu yang ada didalam hutan tersebut. Apa lagi hutan itu adalah markas Zayn dulu hingga sekarang. Zahiya terus berjalan menuju kedalam hutan dan dia bertemu dengan singa peliharaan Zayn yang ada disana yang sudah sangat dia kenal sejak kecil.
"Kita bertemu lagi Simba" ucap Zahiya yang menatap seekor singa jantan yang sudah sangat dewasa itu.
Singa tersebut mengaum dengan sangat kencangnya menyambut kedatangan Queen yang sudah lama tidak dia temui itu. Bahkan seluruh singa datang berkerumun untuk menemui Zahiya.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya.... Buat Othor, supaya makin semangat buat selalu up tiap hari....
Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗