
"Aneh kenapa Ma? Aza baik-baik saja dan juga tidak seperti yang Mama katakan barusan" ucap Azalya yang memang sudah tidak terlihat sedih dan juga murung lagi. Yang ada sekarang dia terlihat sangat ceria dan juga bersemangat.
"Benarkah? Tapi kenapa Mama merasa kamu seperti ada yang aneh sayang. Sikap kamu ini loh, tidak seperti biasanya. Terus juga sudah tidak ceroboh, biasanya kamu akan selalu terjatuh jika sedang berlari, jika tidak jatuh pasti akan menabrak. Ini tidak" ucap Mama Soraya yang menelisik penampilan Azalya yang memang lebih sedikit berisi dari sebelumnya.
"Eh, iya juga" ucap Azalya yang menggaruk pelipisnya sendiri dengan bingung.
"Ya sudah. Jangan difikirkan, yang penting putri Mama ini berarti sudah sembuh dari kecerobohan nya" ucap Mama Soraya dengan tersenyum sangat manis pada putrinya.
"Itu lebih baik Ma. Apa Aza boleh bantu? Aza disana sering membantu Oma untuk mengerjakan ini, ya... walau hanya motong-motong sayur saja dan mencucinya" tanya Azalya yang menawarkan bantuan nya pada Mama Soraya dan juga menjelaskan bagaimana dia saat berada di Amerika dengan Oma Rena.
"Wah, benarkah sayang? Mama senang mendengarnya. Berarti anak Mama ini memang benar-benar sudah berubah. Ingat sayang, suami kita itu harus selalu kita manjakan. Bukan hanya urusan dikamar saja, urusan perut juga sama. Malah itu akan menjadi nilai plus untuk kamu nantinya" ucap Mama Soraya yang memberikan nasehatnya pada putri bungsunya yang memang tidak seperti sekarang.
Mungkin mang Zayn adalah pengaruh yang baik untuknya dan juga membawa keberkahan untuk putrinya ini. Mama Soraya memang tidak bisa memberikan apa-apa saat mereka menikah, hanya bisa memberikan do'a dan juga nasehat. Jika masalah harta dan juga kemewahan Zayn sudah memiliki semuanya. Jadi tidak perlu Ibu semua, mungkin begitulah fikiran Mama Soraya waktu itu.
Keduanya sedang berkutat dengan peralatan masak lainnya. Keduanya sangat kompak, bahkan Mama Soraya merasa heran dengan putrinya ini. Pasalnya Azalya tidak pernah masuk dapur, sekalinya masuk pasti akan membuat dapur seperti kapal pecah. Tapi ini, ini sangat berbeda dengan Azalya yang dulu Mama Soraya kenal dan juga besarkan.
'Apa dia benar-benar putriku? Kenapa sikapnya berbeda sekali? Apa perubahan ini hanya dalam waktu beberapa minggu saja? Atau mungkin Azalya ini sedang tidak sadar? Ya Allah, semoga putriku tidak kenapa-kenapa' ucap Mama Soraya yang melihat perubahan seratus delapan puluh derajat dari Azalya yang dulu menjadi sekarang.
.
Jika Mama Soraya sedang heran dengan sikap putrinya, tidak jauh berbeda dengan Papa Danu yang juga merasa heran dengan Zayn yang tiba-tiba tidak mau berdekatan dengan nya karena badan Papa Danu bauk.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Papa Danu saat melihat wajah Zayn terlihat pucat dan juga seperti sedang menahan sesuatu.
"Aku baik-baik saja Pa" jawab Zayn yang sesekali menutup hidungnya dan juga memegang pelipisnya yang terasa pusing dan juga tidak karuan.
"Tapi wajah kamu pucat sekali" ucap Papa Danu ingin menghampirinya tapi ditahan oleh Zayn.
"Papa disitu saja. Saya baik-baik saja" ucap Zayn yang membuat Papa Danu semakin dibuat heran.
Saat yang bersamaan Alkana datang dengan tergesa-gesa. Dia takut jika dia terlambat pulang, bisa-bisa Mama Soraya akan mengomel dan juga memarahinya hingga puas.
"Assalamualaikum. Ada tamu rupanya" ucap Alkana saat baru memasuki ruangan tamu.
"Wa'allaikum salam. Iya kak, kenapa harus pulang?" jawab Papa Danu dan juga Zayn yang ada disana. Sedangkan Papa Danu langsung bertanya pada Alkana yang terlambat datang.
"Tadi Alkan baru selesai meeting dengan klien Pa, dan dijalan Kejebak Macet juga. Jadinya terlambat" jawab Alkana yang melihat ada yang aneh dengan Zayn yang malah duduk dipojok dan tidak ingin berdekatan dengan nya maupun dengan sangat Papa.
"Dia kenapa Pa?" tanya Alkana yang melihat Zayn sedang menunduk dan juga memegangi pelipisnya terus.
"Papa juga tidak tahu. Papa datang juga dia sudah seperti itu" jawab Papa Danu yang juga sedang heran.
Tidak lama kemudian Azalya datang untuk memberitahukan jika makan siang sudah selesai. Tapi pemandangan yang Azalya lihat membuatnya merasa kesal dan juga marah pada kedua pria yang tega mengasingkan suaminya.
"Papa sama kakak tega banget sih. Masa suamiku dijauhi seperti itu!" ucap Azalya yang langsung menghampiri Zayn yang sedang duduk menundukan wajahnya dan juga memijat-mijat pelipisnya yang semakin pusing.
"By, apa hubby baik-baik saja? Apa ada yang sakit lagi?" tanya Azalya saat sudah berada disamping Zayn yang masih menunduk sambil memejamkan matanya.
"Kenapa lama sekali. Kau tahu bukan, jika aku berjauhan dari kamu akan seperti ini" gumam Zayn yang hanya bisa didengar oleh Azalya saja. Sedangkan Papa Danu dan Alkana tidak bisa mendengarnya.
"Maaf, tadi aku membantu Mama masak. Tapi sekarang sudah selesai, apa hubby sudah lapar? Kita ke meja makan sekarang" ucap Azalya yang mencoba untuk bisa menetralkan rasa pusing dan juga mual yang Zayn rasakan.
"Biarkan seperti ini dulu" ucap Zayn yang malah memeluk Azalya dengan sangat erat dan juga posesif nya.
Membuat dia orang yang ada didalam ruangan tamu itu merasa jengah dengan adegan Romeo and Juliet didepan mereka. Papa Danu dan juga Alkana langsung beranjak dari duduknya menuju ruangan makan, dimana Mama Soraya sudah menunggu mereka semua untuk makan siang bersama.
"Apa hubby sudah lebih baik?" tanya Azalya saat Zayn sudah mengurai pelukan nya pada Azalya.
"Sedikit lebih baik" jawab Zayn yang sudah terlihat tidak terlalu pucat lagi dari sebelumnya.
"Nah itu mereka datang" ucap Alkana yang ingin beranjak untuk memanggil pasangan yang sedang bucin.
"Ya sudah, kita makan bersama sekarang" ucap Papa Danu yang diangguki oleh Mama Soraya dan yang lainnya.
"Ini adalah masakan aku By" ucap Azalya yang memberikan sayur yang dia masak sendiri katanya sepesial untuk Zayn saja. Yang lainnya tidak boleh memakan nya.
"Aza, kenapa tidak menggunakan nasinya?" tanya Mama Soraya yang melihat Zayn hanya memakan sayur saja dan juga buah-buahan.
"Hubby akan mual jika makan nasi Ma. Makanya tadi aku membuatkan sayuran lengkap ini" jawab Azalya dengan menyuapi Zayn dan juga dirinya bergantian.
"Loh, kok aneh sih? Bukan nya sebelum itu Zayn makan nasi ya, kenapa sekarang tidak?" tanya Mama Soraya yang semakin heran.
"Aza juga tidak tahu Ma, yang pasti ini baru tadi pagi hubby mengalami ini" jawab Azalya yang masih menyuapi Zayn.
"Itu Zayn makan nasi?" tanya Alkana yang merasa heran dengan jawaban dari Azalya. Dan Azalya juga makan menggunakan tangan nya sendiri tidak menggunakan sendok dan garpu.
"Iya, asal dari tangan Aza langsung dan juga dipiring Aza kak. Entahlah, semoga saja hubby akan cepat sembuh. Soalnya tadi baru saja diperiksa oleh dokter secara menyeluruh dan ternyata hubby sedang mengalami jetlag yang lumayan parah" jawab Azalya dengan panjang kali lebar kali tinggi juga pada Alkana.
"Owalah, dia sedang jetlag rupanya" ucap Mama Soraya yang merasa lega, padahal dia berfikiran jika Azalya sedang mengandung dan yang mengidam adalah Zayn. Tapi ternyata dugaan nya salah.
"Ya sudah, lanjutkan kembali makan nya. Aza juga makan yang banyak, supaya terlihat lebih berisi lagi sekarang" ucap Papa Danu yang memang melihat perubahan pada Azalya yang memang sedikit berisi badan nya.
"Itu tidak perlu disuruh Pa, Aza bahkan bisa menghabiskan semua makanan yang ada disini" jawab Azalya yang masih terus menyuapi Zayn yang makan dengan sangat lahap sekali dari tangan nya.
Semua orang yang ada disana terkecuali Zayn merasa tercengang mendengar penjelasan dari Azalya. Dimana dia bisa menghabiskan makanan sebanyak ini dengan sangat lahap. Mama Soraya sampai tidak bisa berkata-kata lagi dan dia berbisik pada Papa Danu untuk segera merukiyah Azalya yang semakin aneh saja.
"Pa, apa sebaiknya kita rukiyah Azalya saja? Lihat cara makan nya sekarang" ucap Mama Soraya yang berbisik pada Papa Danu yang merasa disampingnya.
"Iua juga, Papa akan kengundang Ustadt untuk merukiyah Azalya nanti. Tapi sekarang biarkan saja dulu dia seperti itu, karena Papa masih banyak pekerjaan dikantor. Nanti sore Papa akan kembali dengan seorang Ustadt yang biasa merukiyah" ucap Papa Danu yang juga berbisik pada Mama Soraya.
Sedangkan Alkana hanya diam saja dan juga menyaksikan keanehan yang ada dihadapan nya saat ini. Tapi dia tidak mau mengatakan apa-apa, karena dia tidak ingin berurusan dengan Zayn yang terlihat sangat tidak bersahabat.
Setelah selesai Azalya langsung mencuci tangan nya dan kembali lagi untuk memberikan obat pada Zayn. Sebelumnya dia mengambilnya dulu didalam tasnya yang ada didalam ruangan tamu tadi.
"Ini By obatnya" ucap Azalya yang memberikan obat yang harus Zayn minum siang ini. Dan itu bukanlah obat yang sedikit, karena Zayn memang harus selalu meminum obatnya setiap hari.
"Apa obatnya harus sebanyak itu?" tanya Mama Soraya yang merasa heran dengan obat yang diberikan oleh Azalya padanya Zayn.
"Iya Ma, ini sebenarnya hanya vitamin dan juga untuk menjaga daya tahan tubuh hubby saja, karana ini ada tambahan obat untuk mual dan juga pusing jadi harus sebanyak ini" jawab Azalya yang sudah memberikan obat pada Zayn dan menyimpan nya kembali.
"Apa tidak apa-apa jika mengkonsumsi obat septiap hari sebanyak itu?" tanya Mama Soraya yang memang tidak tahu jika ini adalah obat yang selalu Zayn minum dan ini tidak dijual secara bebas diluaran sana. Ini hanya boleh untuk resep dokter saja dan juga dokter yang sudah benar-benar diakui oleh dunia dan juga oleh ikatan dokter seluruh dunia.
"Jelas saja tidak apa-apa Ma, ini adalah anjuran dokter pribadi hubby sendiri, dan ini sudah sangat terpercaya. Mama kan tahu, jika hubby ini sangat lemah fisiknya. Jika tidak dibantu dengan vitamin dan juga berbagai makanan yang dilanjutkan, mungkin hubby akan tidak memiliki tenaga" jelas Azalya yang panjang lebar pada semua orang. Terutama pada Mama Soraya yang mendengarkan penjelasan dari Azalya.
.
.
.
Ada yang tahu Zayn kenapa? ....
Apa benar Zayn hanya jetlag saja?....
Yuk ramaikan disetiap babnya dengan komen kalian semua.... Jangan lupa like, vote dan hadiahnya juga subscribe dan pollow akun Othor...