Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Pertarungan sama kuat



Aaron dan juga Austin membacanya dengan sangat keras dan juga terdengar seperti seseorang yang sedang memukuli Zayn dengan cambuk yang tidak terlihat. Itu membuat Zayn tidak habis fikir, jika orang yang berencana ingin membunuhnya adalah seseorang yang dia anggap sudah tiada dan juga menjadi idolanya selama ini ternyata adalah orang yang pantas dia benci.


"Alberto Pratama Putra adalah anak tunggal dari Tuan Pratama, dan dia adalah salah satu Mafia terkejam dan paling ditakuti dinegara Amerika. Kabarnya dia juga sudah menghabisi seluruh keluarganya sendiri dan juga sahabatnya sendiri hingga salah satu dari mereka ada yang selamat dan kabur menuju negara lain dan tidak diketahui dimana keberadaan nya sampai saat ini" Aaron menatap Zayn yang terlihat berbeda dari biasanya. Dan itu semakin terlihat menakutkan.


Zayn ingin marah dan juga ingin melampiaskan semuanya. Zayn keluar dari markas dengan keadaan yang sangat marah dan tatapan tajam. Semua anggota yang melihatnya langsung mundur dan juga menjauh.


Zayn mendekati kelompok serigala yang sedang berkerumun dan tanpa diduga Zayn langsung menyerangnya dengan memba*i buta. Tanpa menggunakan senjata satupun ditangan nya.


Sedangkan kelompok serigala tersebut yang awalnya mundur karena mengenali aroma Tuan nya menyingkir dan tidak berani mendekat hingga Zayn semakin marah karena serigala-serigala itu malah berlarian menjauh dari Zayn.


"Aaaaaaa" Zayn berteriak meluapkan kekesalan dan juga marahnya yang sudah sangat memuncak.


Tiba-tiba seekor singa jantan besar menghampirinya, seolah tahu dengan keadaan Tuan nya saat ini. Seekor singa itu mencoba untuk mendekat dengan siap menyerang.


"Kau datang rupanya. Serang aku, aku ingin bertarung dengan mu saat ini. Jangan hiraukan jika aku terluka" ucap Zayn dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca dan akan segera menangis jika dia tidak segera bertarung.


Tanpa diduga para anggota Zayn mendekat ingin menolong King nya yang akan diserang oleh singa jantan itu. Tapi para singa betina menghadang para anggota Zayn yang ingin melerai, seolah tahu dan merasakan kesedihan dan juga kekecewaan yang Zayn rasakan sekarang.


"King, kami akan menolong anda" teriak seorang anggotanya yang sudah ingin mengeluarkan senjatanya.


"Tidak. Tinggalkan saya sekarang! Pergi!!!" teriak Zayn dan itu membuat para anggotanya dan juga Aaron, Austin dan yang lainnya hanya diam dan menatap Zayn yang akan bertarung melawan singa tersebut.


Zayn dan juga sangat itu bertarung dengan gagahnya, dan parahnya anggota Zayn langsung memalingkan wajahnya saat Zayn menerima serangan dari singa itu sehingga darah bercucuran dari lengan nya yang terkoyak oleh cakaran dari singa itu.


Zayn terus menyerang dan hingga beberapa waktu berlalu keduanya imbang dan sama-sama terluka juga. Zayn langsung ambruk diatas tubuh singa tersebut. Zayn langsung dibawa masuk oleh singa tersebut dan didalam singa itu juga duduk disamping Zayn seolah-olah dia sedang menjaga Zayn yang sudah tidak sadarkan diri.


Sang singa diobati luka-lukanya oleh Aaron dan dokter yang lain menangani Zayn. Karena yang lain tidak berani mendekati singa itu. Kondisi Zayn saat ini sangat parah dengan beberapa luka cakaran dan juga gigitan dari singa tersebut.


Untuk beberapa saat Zayn belum sadar, karena kondisinya sangat lemah dan juga kehilangan banyak darah. Ponselnya juga selalu berdering menampilkan nama Azalya yang sedang menghubunginya.


Aaron memberanikan diri untuk menyentuh benda pribadi dari Zayn untuk menyembunyikan keadaan nya yang sebenarnya.


"Saya sedang ada tugas untuk ke negara Italia untuk mengerjakan beberapa proyek yang mengalami masalah. Jadi saya harus kesana langung untuk melihat semuanya. jadi untuk beberapa waktu kedepan saya tidak bisa pulang" Aaron mengirimkan pesan tersebut pada Azalya yang sedang memikirkan Zayn yang entah kenapa semenjak mengirimkan pesan itu ponselnya langsung tidak aktif.


"Saya minta maaf King, Nyonya. Saya telah berbohong kepada anda, King saya lancang telah menyentuh benda pribadi anda" ucap Aaron setelah meletakan ponsel milik Zayn didalam ruangan nya.


"Apa yang terjadi sebenarnya dengan King dokter?" tanya anggotanya yang lain dan juga yang menyaksikan Zayn yang berbeda dari biasanya.


"Intinya jangan banyak bertanya dan jangan sampai kabar ini keluar dari hutan ini!" Aaron memberikan perintahnya pada semua anggota yang sedang menanyakan Zayn yang sekarang tidak sadarkan diri.


.


Sedangkan didalam mainson Azalya sedang uring-uringan menunggu kabar dari Zayn yang tiba-tiba lost contact begitu saja. Tidak seperti biasanya, jika Azalya menelpon nya pasti akan diangkat walau tidak menampilkan wajah teduhnya. Setidaknya dia masih bisa dihubungi.


"Az, kenapa kamu uring-uringan seperti ini?" tanya Mama Soraya yang melihat putrinya sedang tidak baik-baik saja.


"Hubby tidak bisa dihubungi Ma, dia kan sudah berjanji padaku jika akan pulang lebih cepat karena ingin ikut mengantarkan Mama juga Mommy kebandara. Tapi tiba-tiba dia menginginkan pesan jika dia harus terbang ke Italia untuk mengurus proyeknya yang tiba-tiba terjadi masalah. Ini aneh sekali Ma" keluh Azalya pada sang Mama yang sedang duduk disofa dengan nya juga.


"Kamu ini seperti tidak tahu saja seperti apa seorang pengusaha itu. Papa kamu juga sering seperti itu, jadi do'akan saja semuanya baik-baik saja dan selamat sampai tujuan dan kembali lagi dengan selamat. Itu tugas kamu sebagai seorang istri dirumah, jadi jangan berfikiran macam-macam. Kepulangan Mama, Papa, kakak, Mommy dan Daddy kan pasti akan kemari. Atau tidak kamu dan Zayn yang kesana kan bisa" ucap Mama Soraya yang menasehati putrinya supaya selalu berfikiran positive.


"Iya Ma, maaf sudah berfikiran yang macam-macam. juga bukan nya mendo'akan yang baik-baik malah sebaliknya, terimakasih ya Ma" jawab Azalya yang langsung memeluk tubuh Mama Soraya dengan sangat erat.


"Yang dikatakan oleh Mama kamu benar sayang. Mommy memang tidak pernah merasakan itu semua karena Daddy selalu mengerjakan tugasnya dirumah dan tidak pernah keluar jauh apa lagi keluar negri. Tapi semua orang itu berbeda-beda, seperti Papa kamu yang lebih suka dan juga nyaman untuk bekerja dikantor, dan itu sama seperti Zayn saat ini" ucap Mom Vita yang juga duduk disamping Azalya yang sedang memeluk tubuh Mama nya.


Mom Vita mengusap rambut Azalya dengan penuh kelembutan. Mom Vita juga memberikan kasih sayangnya pada Azalya seperti pada putrinya sendiri. Dan itu membuat Mama Soraya sangat bahagia bisa memiliki besan yang juga sangat menyayangi putrinya seperti putrinya sendiri.


Setelah adegan mellow-mellow, sekarang Azalya sedang membantu Mommy dan juga Mama nya yang sedang bersiap untuk pulang kembali. Dan rasanya Azalya sangat sedih sekali harus berpisah dengan sangat Mama yang sudah lama baru bertemu dan sekarang harus kembali lagi.


"Sudah, jangan nangis-nangis lagi. Jadi jelek kan jika nangis terus, kamu harus selalu ingat pesan yang Mama katakan tadi. Jangan pernah berfikiran yang jelek tentang suami sendiri, karena itu semua adalah awal dari fikiran kita sendiri jika sampai suami kenapa-kenapa atau berbuat macam-macam. Jadi berfikirlah yang baik-baik dan selalu do'akan dia" nasehat Mama Soraya yang akan memasuki mobilnya.


"Iya Mama, Aza akan selalu mengingat pesan dari Mama sayang" jawab Azalya yang juga sudah memeluk Mama Soraya.


Azalya lalu beralih pada Mom Vita yang berada disampingnya sejak tadi memperhatikan Ibu dan anak berbicara.


"Mommy titip Zayn ya, jika dia sudah pulang. Langung jewer saja telinganya supaya tidak membuat kamu khawatir" ucap Mom Vita yang memeluk menantunya yang satu ini.


"Iya Mom, akan Aza lakukan" jawab Azalya pada Mom Vita.


"Kamu tidak perlu mengantarkan kami sayang, kami diantarkan oleh supir saja dan juga beberapa orang dibelakang. Ingat, jangan pernah keluar mainson jika tidak ada suami dimainson" ucap Mama Soraya yang sudah didalam mobil.


Azalya hanya mengangguk patuh, dia lalu dadah-dadah pada Mama dan juga yang lainnya. Azalya langsung masuk kembali setelah mobil yang membawa Mama dan yang lainnya sudah tidak terlihat lagi.


"Sudah jangan bersedih lagi, kan disini masih ada Opa dan juga Oma. Suami kamu kan sedang bekerja, jadi jangan berfikiran macam-macam" ucap Oma Rena yang sedang mencoba menghibur cucunya.


"Iya Oma sayang, Aza nggak sedih kok. Cuman galau saja, hehehe" jawab Azalya dengan nyengir kuda.


"Dasar" ucap Oma Rena yang langsung memeluk cucunya ini.


.


Sedangkan Zayn baru saja sadar dari pingasan nya. Dia hanya diam saja dan menatap singa yang juga sedang menatapnya. Zayn terlihat sangat lelah dan juga tidak berdaya sama sekali. Jika saja para klan nya yang mengetahui keadaan nya yang sekarang, sudah bisa dipastikan jika mereka akan dengan sangat mudah untuk membunuhnya.


"Anda sudah sadar King?" tanya Aaron yang langsung memeriksa kondisi Zayn saat ini.


"Luka-luka anda sangat parah King. Membutuhkan waktu untuk bisa pulih kembali" ucap Aaron yang telah selesai memeriksa Zayn.


"Anda jangan banyak bergerak dulu King. Nanti luka-luka yang baru dijahit akan terbuka kembali, anda berbaring saja. Apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Aaron yang menyodorkan air mineral untuk Zayn meminumnya.


Zayn hanya diam saja setelah meminum air mineral yang Aaron berikan padanya. Dia hanya terbaring lemah dengan beberapa perban yang menutupi sebagian dari tubuhnya.


.


.


.


Othor nulisnya sampe nangis... King, yang sabar ya, Othor janji bakalan ada kebahagiaan untukmu😘


Yuk, saweran nya mana nih....